Showing posts with label batik. Show all posts
Showing posts with label batik. Show all posts
4/16/19

Batik Sogan Terakota Jawa Timur

Bagi kalian batik lovers khususnya batik Jawa Timur, mungkin sudah tidak asing dengan Batik Arumi khas Kabupaten Trenggalek, Batik Gedhog khas Tuban, atau batik gentongan khas Madura. Nah bagaimana dengan batik Sogan Terakota Jawa Timur? Sudah cukup referensi kah kalian untuk mengenal dan memahami tentang batik jenis ini?



Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur menginisiasi adanya batik sogan khas Jawa Timur. Dipamerkan dan diperkenalkan untuk pertama kalinya dalam pameran Batik, Bordir dan Accessories (BBA) Fair 2019 tanggal 10-14 April di Exhibition Hall, Grand City Surabaya dan menampilkan batik Sogan Terakota dari 38 Kab/Kota se-Jawa Timur.

Mungkin bagi pecinta batik sogan banyak yang bertanya-tanya, apa bedanya batik sogan yang lumrah kita kenal khas dari daerah Solo atau Yogyakarta dibanding dengan batik sogan Jawa Timur?

Nah, sebelum diulas lebih mendetail. Coba lihat dulu nih dokumentasi Batik Sogan Terakota yang berjajar rapi saat launching pertama kali dalam BBA Fair 2019.

Batik Sogan Terakota Jawa Timur
Bagaimana?
Sudah terbayang-bayang perbedaan batik sogan khas Solo atau Yogyakarta dengan Sogan Terakota ini?

Sogan memang sangat identik dengan batik klasik keraton yang umumnya didominasi oleh warna coklat. Di Yogyakarta, sogan dikenal dengan warna coklat kehitaman, sementara di Solo dikenal dengan warna sogan coklat kekuningan. Nah warna sogan dalam batik Sogan Terakota ini berbeda, warnanya lebih cenderung ke warna batu bata. Mengapa demikian?

Batik tak akan lengkap dengan nilai seninya jika tak ada cerita filosofisnya. Ada sejarah yang melatar belakangi warna sogan terakota berbeda dengan sogan lainnya. Sogan Jawa Timur identik dengan warna batu bata yang digunakan pada bangunan di masa Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu sogan terakota cenderung berwarna batu bata (sumber: APBJ pada pameran BBA 2019).

Kalau menurut saya warnanya jadi agak coklat semu merah bata gitu nggak sih? hehehe *cmiiw... Seperti yang terlihat pada foto di atas. Batik Sogan Terakota dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk meminang Batik Sogan Terakota Jawa Timur ini?

Jadi terinspirasi untuk launching Hijab Batik by Alabela ID edisi special Hijab Batik Terakota nih. Hehehe..

Tetap cintai dan pakai batik ya.

(Adm/Zan)

Duta Batik Jawa Timur 2019

Seluruh tim panitia Pemilihan Duta Batik Jawa Timur 2019

Pemilihan Duta Batik Jawa Timur diselenggarakan oleh Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur atau APBJ. Kegiatan ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 untuk mencari figur anak muda millenial yang mencintai batik sekaligus mampu bersinergi untuk turut melestarikan dan mempromosikan batik khususnya batik Jawa Timur.

Serangkaian kegiatan telah dimulai dengan seleksi semifinalis pada tanggal 17 Maret 2019. Diikuti oleh 50 semifinalis yang telah melalui seleksi di daerah masing-masing. Dari proses seleksi meliputi wawasan batik, unjuk bakat, interview bahasa inggris, wawasan umum dan kepribadian akhirnya terpilihlah 20 finalis yang mengikuti kegiatan karantina tanggal 11-14 April 2019 di Hotel Grand Dafam Surabaya.

Apa saja ya kegiatan karantinanya?

Ada workshop membatik (ini paling seru, kita bisa praktik membatik dengan menggunakan canting, mewarnai mulai dari kain putih hingga jadi kain batik langsung bersama ahlinya), beauty class, pembekalan wawasan batik Jawa Timur dan peragaan kain lilit, pembekalan materi public speaking, kepribadian dan presentasi project "Aku dan Batikku" yang merupakan hasil kegiatan atau kontribusi finalis untuk mengapresiasi batik Jawa Timur di daerah masing-masing. Tahap presentasi ini sekaligus menjadi tahap final interview para finalis. 

Setelah melalui sejarah panjang dan ratusan drama kumbara (hehehe..), akhirnya selesai perhelatan pemilihan Duta Batik Jawa Timur 2019 tepatnya tanggal 13 April 2019 lalu di Exhibition Hall Grand City Surabaya bersamaan dengan serangkaian pameran Batik, Bordir dan Accessories Fair 2019 (Baca juga: Batik Sogan Terakota Jawa Timur).


Duta Batik Jawa Timur 2019 bersama Ibu Arumi Bachsin selaku Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur
dan jajaran dewan juri 

Berikut daftar pemenang yang terpilih :
Kevin Dwijaya Pamungkas Sebo - Kab.Bondwooso
Rr. Nektara Titan Dianastri - Kab. Jember
Duta Batik Jawa Timur 2019

Ahmad Fauzi - Kab. Pasuruan
Novalia Budi Chandrawati - Kab Gresik
Wakil 1 Duta Batik Jawa Timur 2019

Ma'arif - Kab. Gresik
Kandela Putri Cikalpasa - Kota Malang
Wakil 2 Duta Batik Jawa Timur 2019

Gizzak Mahfud - Kota Malang
Sinta Dewi Apriliya - Kota Surabaya
Juara Favorit Duta Batik Jawa Timur 2019

Seperti umumnya penyelenggaran kegiatan, kurangnya SDM dan kendala komunikasi menjadi drama yang nggak ada habisnya jika dibahas, tapi seru sih. Ya seru-seru ngilu. Dalam 1 organisasi, berisi berbagai jenis karakter manusia dengan segala kesibukannya tentu tidak mudah untuk mengatur jadwal pertemuan bersama. Tapi sebenarnya sesibuk apapun tetap bisa dikomunikasikan asal koordinasi 2 arahnya lancar, bukan lalu hening senyap doang. Nah ini kaitannya dengan kendala  paling receh dalam organisasi yaitu kendala memberi pengertian bahwa segala bentuk komunikasi seperti pertanyaan di grup chat itu bukan koran yang dibaca doang tapi perlu respon dan jawaban. Wkwkwk... Bener itu syusyaahhhh. Rada curcol jadinya. Terlepas dari segala bentuk drama, selaku ketua panitia yang ketiban sampur tahun ini, secara pribadi saya tetap sangat terbantu oleh seluruh tim dengan segala bentuk bantuan yang mereka telah sumbangkan untuk kegiatan ini.

Dan terlepas dari tangan sakti para panitia dalam menyiapkan acara, selaku panitia juga mengucapkan rasa terima kasih kami untuk seluruh pihak yang mendukung sehingga acara ini dapat terselenggara dengan sangat baik. Terima kasih kepada :

1. Dekranasda Provinsi Jawa Timur
2. Debindo Mitra Tama
3. Bank Jatim
4. Hotel Grand Dafam Surabaya
5. Purbasari
6. Le Minerale
7. Sarironce
8. Petrokimia Gresik
9. Ningrum Catering
10. Dian Art
11. Lamya Official
12. Arinz Fashion Design

Semoga pemenang dan seluruh finalis dapat mengemban tugas barunya dan memegang komitmen untuk bertugas dengan baik bersama Paguyuban Duta Batik Jawa Timur, APBJ dan juga pemerintah provinsi Jawa Timur dalam hal pelestarian dan mempromosikan batik Jawa Timur baik di tingkat naisonal hingga mancanegara.

(Adm/Zan)
9/1/18

Hijab Batik AlabelaID versi Majalah Peluang


Menceritakan kembali bagaimana memulai perjalanan Alabela ID tahun 2015 lalu dengan wartawan Majalah Peluang.

Terima kasih Majalah Peluang.

Baca cerita tentang Hijab Batik AlabelaID dengan klik di sini atau download file pdf.

Terima kasih telah membaca.
3/15/18

Partisipasi Trenggalek di Gelar Kriya Dekranasda Jatim 2018


Bersama pengunjung pameran Gelar Kriya Dekranasda Jawa Timur sebelum pentas
Di serangkaian acara Gelar Kriya Dekranasda Jawa Timur 2018 yang diadakan di Atrium Grand City Surabaya, Kabupaten Trenggalek berkesempatan untuk mengikuti pagelaran busana dengan nuansa batik khas daerah yang diadu dengan 61 busana dari 38 Kab/Kota se-Jawa Timur.

Tak tanggung-tanggung, Dekranasda Kab. Trenggalek menggandeng designer Kondang Lia Afif untuk merancang 2 buah busana yang akan diperagakan. Selain itu, Ibu wakil bupati Trenggalek turut andil memeragakan busana tersebut.


Sketsa oleh designer Lia Afif

Batik Turangga Yaksa (3A) dan Batik Dua Sejoli & Merak (3B)

Batik yang dibawakan adalah batik Turangga Yaksa karya perajin batik Rurik dan batik pewarna alam Dua Sejoli & Merak karya perajin batik Muid.

Tak jarang pujian dan apresiasi penonton dan masyarakat umum yang memuji kecantikan batik Trenggalek dalam bentuk busana muslim glamour tersebut.

Video saat peragaan busana dari Kabupaten Trenggalek oleh Ibu Plt Bupati, Novita Hardiny dan Mbakyu Zanzabela

Saat parade busana bersama Perwakilan Dekranasda se-Jawa Timur

Batik Trenggalek ketika diumumkan sebagai juara Harapan 2 Pagelaran Busana Gelar Kriya Dekranasda Jatim 2018 (2 dari kanan)

Setelah ke-61 busana tampil, tibalah pengumuman. Dan Kabupaten Trenggalek berhasil meraih juara Harapan 2. Ini merupakan kali pertama Dekranasda Kab. Trenggalek mengikuti fashion show di Gelar Kriya Dekranasda Jatim dan berhasil menyabet juara tersebut.

Semoga melalui event ini, batik Trenggalek semakin menusantara bahkan mendunia. Tidak hanya dikenal sebagai karya berupa lembaran kain tapi juga karya yang cantik di bidang fashion.

Terima kasih telah berkunjung.

Baca juga:
Duta Batik Trenggalek Menangi Fashion Show Dekranasda Jatim
2/28/18

Hijab Batik Alabela ID x RKB Trenggalek



Sejak dimulai produksi tahun 2015, saya memang belum berencana untuk membuka offline store atau sekedar memasang display di rumah. Aktivitas saya cenderung lebih banyak di Surabaya, membuat saya masih belum berani untuk membuka offline store di Trenggalek. Padahal ada beberapa rekanan yang ingin lihat-lihat, hahaha... Jadi harus nunggu dulu saya mudik. Ketika akhir tahun 2017 lalu diajak oleh manajemen Rumah Kreatif BUMN (RKB) Trenggalek untuk bergabung disana, rasanya senang sekali.

Beberapa pelanggan saya di Trenggalek sudah tidak bingung lagi untuk membeli atau sekedar melihat-lihat sampel Hijab Batik dan Lurik. Bisa langsung ke RKB Trenggalek (satu lokasi dengan Bank Mandiri Trenggalek).

Terima kasih RKB Trenggalek.

Sukses selalu untuk produk lokal asli kreatifitas orang Trenggalek.
10/28/15

Eksistensi Industri Batik Trenggalek dalam Menghadapi MEA 2015

Motif batik Trenggalek : cengkeh, manggis, durian (kiri ke kanan)

Setiap daerah umumnya memiliki potensi produk yang dapat diangkat dan dikembangkan. Menumbuhkembangkan industri kreatif tak bisa lepas dari budaya setempat. Dalam budaya lokal ada yang disebut dengan kearifan lokal yang menjadi nilai-nilai bermakna dan diterjemahkan dalam bentuk fisik berupa produk kreatif dari daerah setempat. Keunikan dan kekhasan produk lokal itulah yang menjadi kekuatan utama industri kreatif berbasis budaya lokal lalu ditambah dengan unsur kreativitas dan sentuhan teknologi.
Batik merupakan hasil produk industri kreatif berbasis budaya lokal yang sudah melalui sejarah panjang. Sifat batik yang luwes dan dinamis artinya selalu berkembang dan mengikuti perkembangan zaman membuat industri batik bertahan dan berkembang pesat. Tak terkecuali dengan perkembangan batik di Kabupaten Trenggalek yang sudah mulai berkembang dari segi motif (cengkeh, manggis, durian) dan pemilihan warna.
Tercatat ada 8 home industry batik yang ada di Trenggalek. Mereka juga membuka lapangan pekerjaan untuk pembatik. Dalam 1 home industry terdapat sekitar 10-20 pembatik yang bekerja disana. Sektor ini cukup berhasil dalam memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
            Para pengusaha batik tidak serta merta berjalan sendiri, tetapi ada sinergi dengan pemerintah setempat. Seperti dari Dinas Koperasi Industri Perdagangan Pertambangan dan Energi (KOPERINDAGTAMBEN), Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (DISNAKERTRANSOS) dan Dinas Lingkungan Hidup di Kabupaten Trenggalek.
            Masyarakat Ekonomi ASEAN sebagai bagian dari fenomena globalisasi merupakan hal yang harus mendapatkan perhatian khusus oleh masyarakat. Guna menghadapi tantangan tersebut, pemerintah juga ikut andil dalam mempersiapkan industri batik Trenggalek itu sendiri. Upaya-upaya yang diberikan oleh beberapa dinas setempat, dalam hal ini yaitu dinas Kabupaten Trenggalek, guna menjaga, melestarikan dan mengembangkan eksistensi industri kreatif dalam menghadapi MEA 2015 adalah sebagai berikut :
1.      Dinas Koperasi Industri Perdagangan Pertambangan dan Energi (KOPERINDAGTAMBEN)
-          Memberikan pelatihan membatik
-          Memfasilitasi untuk standarisasi merk, barcode dan cara kemasan produk
-          HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) atau hak paten
2.      Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (DISNAKERTRANSOS)
-          Pelatihan membatik bagi tenaga kerja pembatik.
-          Sertifikasi pelatihan bagi tenaga kerja pembatik yang memiliki keahlian membatik
-          Pemberian modal awal bagi tenaga kerja yang mengikuti pelatihan.
3.      Dinas Lingkungan Hidup
-          Sosialisasi penanggulangan pencemaran lingkungan yang diakibatkan limbah warna buatan
-          Standarisasi IPAL atau Instalasi Pengelolaan Air Limbah
Salah satu syarat produk bisa diterima di pasar dunia khususnya dalam rangka menghadapi MEA adalah produk yang ramah lingkungan dimana produk tersebut tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Industri kreatif berbasis budaya lokal yaitu batik Trenggalek tidak hanya harus kreatif tetapi berkelanjutan (sustainable) dan berdaya saing global. Bagaimana industri batik dapat dikatakan sustainable dan berdaya saing global?
Agar industri batik dapat sustainable maka diperlukan kesadaran akan konsep sustainable fashion dan ethical fashion di masyarakat dan pelaku industri batik di Indonesia. Mengingat permasalahan tekstil dan batik di Indonesia adalah perkembangan zaman dari tahun ke tahun, pewarna alami telah terganti dengan pewarna kimia yang menyediakan banyak variasi warna dan juga batik print yang motifnya dicetak dengan mesin cetak.
Sustainable fashion atau disebut juga eco fashion adalah menerapkan pentingnya aspek lingkungan dan sosial dalam membuat produk fashion termasuk tekstil. Sedangkan ethical fashion memiliki pengertian yang hampir sama dengan sustainable fashion yaitu bagaimana cara mengembangkan industri fashion dengan cara yang etis, mulai dari penggunaan bahan, cara pengolahan, hingga cara pemasaran. Jika kedua konsep ini diterapkan maka industri batik di Trenggalek dapat berkelanjutan dan berdaya saing global. Pelaku industry batik Trenggalek tidak menggunakan pewarna berbahaya bagi lingkungan dan tidak menggunakan mesin printing untuk membuat batik.
Untuk mengetahui analisis keberadaan industri kreatif berbasis budaya lokal (batik) di Trenggalek saat ini dalam rangka menghadapi MEA 2015, dirumuskan dengan analisis SWOT sebagai berikut :
          Strength
Weakness
Opportunity
Threat
-  Unik (motif tidak sama dengan daerah lain)
-  Budaya lokal akan hidup bersama masyarakat setempat
-     Batik bergantung pada kreatifitas pengusaha dan pembatik (SDM)
-     Nilai ekonomi rendah karena dijual berupa produk setengah jadi (kain)
-   Perkembangan fashion yang berkembang pesat
-   Kreativitas mengikuti zaman (luwes atau dinamis)
-      Hak paten atau HAKI motif batik (rentan plagiarisme)
-      Pewarna kimia menimbulkan pencemaran lingkungan (jika sudah menjadi sentra batik yang besar)
Berdasarkan SWOT di atas, ada beberapa rekomendasi/upaya yang dapat mengantisipasi kekurangan dan memaksimalkan kelebihan agar industri kreatif berbasis budaya lokal yaitu batik Trenggalek dapat sustainable dan berdaya saing di era MEA 2015.
  • Pelatihan terhadap pembatik untuk merangsang kreativitas dalam menggambarkan motif batik Trenggalek. Pelatihan ini dapat bekerja sama dengan dinas setempat seperti DEPNAKER atau KOPERINDAG.
  • Mengubah produk batik yang biasanya dijual dalam bentuk produk setengah jadi menjadi produk jadi seperti baju, kemeja, gaun, dll. Dengan begitu maka akan meningkatkan pemasaran batik Trenggalek. Atau dengan mengadakan lomba fashion batik atau lomba desain batik yang memotivasi masyarakat untuk mendesain busana dengan batik.
  • Bekerja sama dengan KOPERINDAG untuk hak paten (HAKI) motif-motif batik agar tidak terjadi plagiarisme.
  • Perlu adanya sosialisasi mengenai standar IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah dari dinas lingkungan hidup untuk penanggulangan pencemaran yang diakibatkan pewarna kimia.


Sitasi :
CNN Indonesia
Greenpeace
Trenggalek dalam Angka (2014)
*****
Esai ini ditulis untuk karantina pemilihan Duta Batik Jawa Timur 2015Instagram : zanza_bela | Twitter : @ZanzaBela | FB : Zanza Bela

Desainer Batik Indonesia

Batik khas Trenggalek yang didesain modern | Photo by Helda Adis | Model : Raras Ayu Prima R.
Batik memiliki sifat luwes dan dinamis, artinya batik selalu berubah, berkembang dan mengikuti perkembangan zaman. Inilah yang membuat batik merupakan heritage yang terus eksis hingga saat ini. Potensi tersebut dapat memposisikan batik sebagai trend fashion dunia. Hal tersebut tak lepas dari peran para desainer yang mampu menciptakan seni berkelas dari kain batik dan memperkenalkannya pada dunia. 

Berikut nama-nama desainer batik Indonesia yang sukses dengan hasil karyanya.

1. Ghea Panggabean
Desainer kelahiran 1955 ini menampilkan etnik khas Indonesia dalam setiap rancangannya. Dikutip dari okezone.com, kendati konsisten mengususng kain Indonesia, Ghea tetap mengikuti perkembangan mode internasional. Menurutnya, meski material yang digunakan tradisional, secara tampilan tetap mengikuti tren.

Di tahun 80-an Ghea membuat gebrakan baru di dunia fashion dengan mengeksplorasi kain lurik dan jumputan. Dengan sentuhan kreatif Ghea, kain jumputan yakni kain tradisional motif ikat-celup (tie dye) hadir lebih menarik dan modern. (tokohindonesia.com)


2. Musa Widyatmodjo
Desainer senior yang memulai kiprahnya di dunia fashion sejak tahun 1991 ini baru saja meluncurkan koleksi ready to wear eksklusif yang ditujukan untuk pria guna memenuhi kebutuhan pria terhadap busana yang memberikan aksentuasi bagi penampilan. Seperti yang dikutip dari situs vemale.com, ciri khas desainer kelahiran 1965 ini adalah selalu mengkombinasikan detail-detal dengan menggunakan tiga kain nusantara, sehingga tidak bisa dicontek.

Untuk rancangan khusus pria ini, Musa memadukan lurik dengan batik, lurik dengan tenun NTT, batik dengan tenun, bahkan ada ‘tabrak’ motif antara lurik, batik dan tenun. Hasilnya, terlihat lebih ekslusif karena padu padan motif dan aplikasinya menghasilkan karya yang eksklusif. (kabarinews.com)

Masih banyak desainer ternama lainnya yang memiliki dedikasi tinggi terhadap batik Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Sahabatik dan tetap cintai batik Indonesia.


Sitasi :
Vemale.com
Kabarinews.com
tokohindonesia.com

Media sosial :
Twitter : @ZanzaBela
Instagram : zanza_bela
Facebook : Zanza Bela