Showing posts with label hijab batik. Show all posts
Showing posts with label hijab batik. Show all posts
4/14/20

WFH : Belajar Membuat Moodboard

"Thanks corona"

Sepertinya sudah bosan kalau harus mengeluh, dimana-mana mengeluh, jenuh. Pasti ada hikmah dibalik wabah. Jadi saya putuskan untuk berterima kasih pada wabah covid-19 ini (meskipun meronta banyak job ketunda bahkan dibatalkan).

Contoh Moodboard by Merachel (online class)
Himbauan work from home atau WFH sebagai upaya memutus penularan covid-19, sepertinya memicu trend dan perubahan cara bekerja, belajar, belanja dan beraktivitas masyarakat dari cara konvensional menjadi daring atau online. Mau tidak mau, masyarakat dipaksa dalam waktu sekejap harus bersahabat dengan aplikasi daring yang digunakan untuk online meeting, online class, situs e-learning, aplikasi editing video untuk vlog, dan lain-lain. Nah, hikmah corona di tengah pandemi seperti saat ini, banyak sekolah fashion yang membuka online class dengan biaya yang sangat terjangkau.

Mulai kemarin (13/04) saya mengikuti online class dari sekolah fashion bernama Merachel. Kelas yang saya ikuti membahas mengenai fashion design concept termasuk membahas mengenai pembuatan moodboard. Saya memang bukan fashion designer, tidak ada keterampilan jahit juga, hehe.. Tapi beberapa tahun terakhir, sering berkecimpung dengan para pelaku industri fashion, termasuk sejak November 2019 lalu menginisiasi komunitas Trenggalek Fashion Enthusiast (TFE), akhirnya semakin menstimulus saya untuk sedikit belajar mengenai fashion concept. Ya biar ndak buntu-buntu banget maksudnya jika sewaktu-waktu diajak diskusi soal moodboard dengan anggota TFE, diriku tidak salah sambung. Hehehe....

Tapi, sebelum sharing ringan terkait moodboard, intip 100 tahun perjalanan sejarah fashion melalui video ini yuk. Lumayan untuk dijadikan referensi daily fashion kalian.





100 Years of Fashion (female and male)

Mengapa kita perlu mengetahui fashion history terlebih dulu?

Kalau kata Miss Meriza (coach dan owner Merachel), fashion itu memiliki cycle yang berpengaruh pada tren fashion yang terus berputar. Ini juga terpengaruh dari sifat alami manusia dimana mereka mudah bosan, ingin mencari hal baru, ingin tampil berbeda. Dan dari referensi tersebut bisa dijadikan  dasar untuk menentukan ide atau konsep desain yang ingin kita buat ke dalam moodboard.

Apa itu moodboard?

Moodboard merupakan analisa tren visual yang dibuat para desainer dari komposisi gambar-gambar berupa foto, kliping, atau sketsa yang memuat suasana, warna dan tema yang nantinya akan diwujudkan menjadi suatu karya. Sedangkan tujuan dari pembuatan moodboard yaitu menentukan tujuan, arah serta panduan dalam proses kreatif sehingga karya yang dibuat tidak menyimpang dari tema yang telah ditentukan. Sebuah moodboard dapat digunakan pada berbagai bidang desain, seperti desain fashion dan interior. Dalam dunia cinematography/video pun juga dikenal istilah moodboard saat awal penyusunan konsep video..

Sedangkan dalam dunia fashion sendiri istilah moodboard dapat diartikan sebagai suatu alat yang digunakan oleh designer untuk mendapatkan ide yang akan dipakai sebagai referensi desain. Secara umum moodboard berfungsi sebagai media pembelajaran yang memberikan gambaran mengenai tujuan dan manfaat yang akan diperoleh dari karya yang akan dibuat. Dapat juga dijadikan sebagai media perencanaan dalam pelaksanaan industri busana dan kriya tekstil seperti garmen dan butik, serta merumuskan berbagai macam ide dan gagasan yang semula bersifat abstrak menjadi sebuah karya yang sifatnya lebih konkret.

Supaya tidak semakin ambyar memahami apa itu moodboard, berikut beberapa contoh moodboard dari Merachel ya.



Setelah tadi kita memahami fashion history yang bisa dijadikan sebagai referensi dalam mendesain dan dituangkan dalam moodboard, berikutnya kita akan membahas mengenai langkah-langkah pembuatan moodboard.

1. PICK A THEME
Lakukan brainstorming berbagai macam ide-ide untuk memudahkan memilih dan menentukan tema yang akan digunakan.

2. IMAGE STYLE
Cari inspirasi style berupa gambar-gambar yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

3. FIND TEXTURE
Lengkapi dengan corak bahan atau tekstur warna yang mungkin bisa menjadi inspirasi koleksi yang akan dibuat.

4. CREATE COMPOSITION
Buat komposisi menarik dari gambar yang telah dipilih, pastikan susunan gambar dibuat semenarik mungkin dan memiliki vocal point.Vocal point yang dimaksud adalah sesuatu yang ditonjolkan dalam satu desain tersebut.

5. COLOUR CHART
Buat palet warna dari hasil komposisi yang telah dibuat agar lebih mudah saat mendesain koleksi sesuai moodboard.

6. DESIGN CONCEPT
Konsep desain dapat dibuat lebih rinci dengan moodboard sebagai referensi

Sedangkan template yang dapat kalian gunakan untuk membuat moodboard, bisa memakain template di bawah ini :



Nah, ini hasil pembelajaran di Merachel.
Meski #dirumahaja, tetap produktif ya teman-teman.

Terima kasih sudah mampir.

(Adm/Zan)





4/16/19

Batik Sogan Terakota Jawa Timur

Bagi kalian batik lovers khususnya batik Jawa Timur, mungkin sudah tidak asing dengan Batik Arumi khas Kabupaten Trenggalek, Batik Gedhog khas Tuban, atau batik gentongan khas Madura. Nah bagaimana dengan batik Sogan Terakota Jawa Timur? Sudah cukup referensi kah kalian untuk mengenal dan memahami tentang batik jenis ini?



Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur menginisiasi adanya batik sogan khas Jawa Timur. Dipamerkan dan diperkenalkan untuk pertama kalinya dalam pameran Batik, Bordir dan Accessories (BBA) Fair 2019 tanggal 10-14 April di Exhibition Hall, Grand City Surabaya dan menampilkan batik Sogan Terakota dari 38 Kab/Kota se-Jawa Timur.

Mungkin bagi pecinta batik sogan banyak yang bertanya-tanya, apa bedanya batik sogan yang lumrah kita kenal khas dari daerah Solo atau Yogyakarta dibanding dengan batik sogan Jawa Timur?

Nah, sebelum diulas lebih mendetail. Coba lihat dulu nih dokumentasi Batik Sogan Terakota yang berjajar rapi saat launching pertama kali dalam BBA Fair 2019.

Batik Sogan Terakota Jawa Timur
Bagaimana?
Sudah terbayang-bayang perbedaan batik sogan khas Solo atau Yogyakarta dengan Sogan Terakota ini?

Sogan memang sangat identik dengan batik klasik keraton yang umumnya didominasi oleh warna coklat. Di Yogyakarta, sogan dikenal dengan warna coklat kehitaman, sementara di Solo dikenal dengan warna sogan coklat kekuningan. Nah warna sogan dalam batik Sogan Terakota ini berbeda, warnanya lebih cenderung ke warna batu bata. Mengapa demikian?

Batik tak akan lengkap dengan nilai seninya jika tak ada cerita filosofisnya. Ada sejarah yang melatar belakangi warna sogan terakota berbeda dengan sogan lainnya. Sogan Jawa Timur identik dengan warna batu bata yang digunakan pada bangunan di masa Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu sogan terakota cenderung berwarna batu bata (sumber: APBJ pada pameran BBA 2019).

Kalau menurut saya warnanya jadi agak coklat semu merah bata gitu nggak sih? hehehe *cmiiw... Seperti yang terlihat pada foto di atas. Batik Sogan Terakota dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur.

Bagaimana menurut kalian? Tertarik untuk meminang Batik Sogan Terakota Jawa Timur ini?

Jadi terinspirasi untuk launching Hijab Batik by Alabela ID edisi special Hijab Batik Terakota nih. Hehehe..

Tetap cintai dan pakai batik ya.

(Adm/Zan)
1/14/19

Hijab Batik AlabelaID dalam Koran Surya


Alabela ID di Harian Surya edisi 15 Januari 2019

Hijab Batik Alabela ID, lagi-lagi berbagi cerita dengan pembaca harian Surya dan Tribun news. Yaps, mengulang awal mula bagaimana akhirnya tercetus ide untuk menciptakan brand AlabelaID dan produk pertama yaitu Hijab Batik. Jika beberapa orang menginisiasi sebuah 'usaha' dengan memanfaatkan 'peluang' atau mengandalkan 'passion', maka saya mencoba unsur 'prihatin' untuk menjadi cikal bakal memulai Alabela ID. Ulasan selengkapnya bisa klik di sini atau download di sini.

Salam.
9/2/18

Lokakarya Wirausaha USAID


Hari ini adalah hari terakhir saya mengikuti kegiatan lokakarya kewirausahaan yang diadakan oleh Yayasan Prestasi Junior Indonesia USAID. Acara ini dilaksanakan mulai tanggal 1 September 2018 di Aula Prigi, Bukit Jaas Permai. Dan ternyata, acara kewirausahaan ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya namun dengan tajuk yang berbeda dengan gelombang kedua. Jika gelombang 1 tajuk acaranya adalah pelatihan kewirausahaan dan ada masa bimbingan sampai September 2018, untuk tajuk acara gelombang 2 hanya sebatas lokakarya motivasi kewirausahaan saja. Saya pun baru mengetahui ini di hari pertama kegiatan dimulai. Memang agak menyayangkan, karena bimbingan berkelanjutan itulah yang saya harapkan namun segala bentuk kegiatan positif saya rasa tidak pernah ada yang sia-sia. Hehehe...

Melalui lokakarya ini, saya bertemu dengan 250 muda mudi Trenggalek yang produktif dan kebanyakan dari mereka sudah memulai usahanya. Ada yang budi daya jamur, supplier sayur mayur dan buah-buahan, pengolah hasil ikan laut, usaha boneka kayu, boneka flanel, konveksi, pembuat aksesoris, dan lain sebagainya. Dari jejaring ini saya berkesempatan untuk menjalin rekanan dengan sesama pelaku usaha. Selain jejaring yang luas, saya juga berkesempatan untuk mendapat bimbingan dari fasilitator dan coach yang sudah berpengalaman di bidang kewirausahaan.

Namun ada beberapa peserta yang belum memulai wirausaha tetapi memiliki keinginan untuk berwirausaha. Dalam lokakarya tersebut, pemateri memberikan motivasi untuk para pemula seperti ini. Bagaimana memulai berwirausaha sesuai passion, bagaimana membaca peluang, bagaimana cara menggali ide atau inspirasi wirausaha, bentuk wirausaha seperti apa yang potensial di Trenggalek dan perkembangan jenis wirausaha saat ini di era millenial. Pesan pemateri yaitu mas Syafril (ternyata dosen FIB UNAIR, haha.. ketemu satu almamater) tentang memulai wirausaha, yang utama adalah melihat passion dan peluang. Dari hal-hal yang kita suka yaitu passion, kita akan menikmati apapun jenis usaha yang kita bangun dari nol. Karena menjadi seorang wirausaha itu jatuh bangun, ketika jatuh karena memperjuangkan passion atau memperjuangkan hal yang disukai biasanya waktu yang dibutuhkan untuk bangkit dan menyemangati diri sendiri lebih cepat. Daripada memperjuangkan hal yang tidak disukai, meskipun dalam kondisi tertentu ini relatif dan tergantung masing-masing individu. Seperti misalnya kita melihat peluang usaha yang menjanjikan. Belum tentu, peluang usaha yang kita temui sejalan dengan passion kita. Namun, peluang ini cukup menjanjikan untuk dijadikan basis wirausaha. Nah, ini bisa juga dijadikan pertimbangan kalian sebagai ide wirausaha.

Untuk contoh berwirausaha sesuai passion, saya rasa ini cukup mudah ditemui di sekitar kita. Misalnya, Bu Ami memiliki hobi memasak, dia ingin berwirausaha yang tidak jauh dari kegemarannya itu. Lalu, dia memutuskan untuk menekuni masak sebagai passion, bahkan Bu Ami mencoba berbagai resep masakan. Lalu memulai membuka usaha catering. Oiya, dari paparan materi di lokakarya tersebut saya juga jadi sedikit paham tentang perbedaan hobi dan passion. Dan ternyata sesuai dengan apa yang saya rasakan. Perbedaan hobi dan passion cukup kontras. Hobi adalah sesuatu yang dilakukan saat waktu luang dan biasanya cenderung hanya menghabiskan uang. Tetapi passion adalah gairah hidup seseorang yang justru bisa menghasilkan uang. Nah... mulai melihat ke cermin, yang saya lakukan selama ini hobi atau passion ya? Hehehe....

Dalam tulisan ini saya juga menambahkan dari sudut pandang saya, bahwa dengan passion kalian juga bisa menciptakan peluang. Gali dan terus berkreasi dengan passion-mu. Fokus dan lakukan apapun yang menjadi passion-mu penuh totalitas. Selain itu, kalau 2P dari narasumber untuk memulai wirausaha adalah passion dan peluang. Saya menambahkan 1P lagi, yaitu prihatin. Bisa juga kita memulai wirausaha karena keprihatinan atau permasalahan tertentu. Ini berdasar pengalaman saya sendiri. Di tahun 2015, saya prihatin dengan harga jual batik tulis di Trenggalek yang sangat murah jika dibandingkan dengan harga jual seharusnya di daerah lain. Dari situ, saya berpikir untuk membuat batik sebagai trend fashion yang anti mainstream dan bisa berdaya jual tinggi. Muncullah ide membuat Hijab Batik saat itu. Lalu, keprihatinan berikutnya adalah "kenapa ya, kok delegasi Kab. Trenggalek yang maju ke ajang Raka Raki, skill untuk berbicara di depan umum tidak se-menter perwakilan Kota Malang, Surabaya, atau daerah yang cetar itu?" Wkwkwk... Lalu ditambah dengan beberapa kali kesempatan saya melihat bagaimana kemampuan berbicara di depan umum para anak muda di Trenggalek (sepengalaman saya saat bertemu beberapa anak muda meskipun tidak gebyah uyah semuanya ya) yang kurang mampu mempengaruhi audience. Ditambah dengan kenyataaan durjana, yang menganggap bahwa kemampuan dalam berbicara di depan umum (bagi kebanyakan masyarakat Trenggalek) bukan hal yang penting, akibatnya banyak yang ngomongnya masih belepotan. Eiimmm.... Jika mendengar istilah public speaking, mereka selalu berpikir itu keterampilan hanya untuk MC, presenter atau orang-orang di dunia entertainment. Ehmmm... Dari keprihatinan itulah asal usul ingin membuka kelas public speaking, siapa tahu nanti bisa punya sekolah public speaking sendiri. Aamiin.. semoga ya. Untuk soal ini tidak ditulis lebih detail lagi, curhatan khusus tentang public speaking sudah diunggah di tulisan sebelumnya. Hehehe...

Kelompok 3 "BERANI"

Oiya, di akhir kegiatan ini kami diminta untuk memuat peta mimpi. Apa mimpi wirausaha yang sudah atau ingin direalisasikan dan bagaimana target mimpi itu untuk 10-15 tahun ke depan. Wuhuuu... saya langsung bingung, mau bikin apa yak waktu itu. Wkwkwk... Dengan kekuatan kepepet dan gonjreng gonjreng, akhirnya jadi ala kadarnya. Taraaaaa.. (maaf super tidak genah).

Ini tentang ALABELA ID, ada onlineshop Gabucu yang sudah dimulai sejak 2012 (menjual daily hijab, instan hijab, baju kekinian, dll); modern ethnic fashion yang dimulai tahun 2015 (Hijab Batik & Lurik) dan rencananya ingin buka kelas untuk belajar public speaking di Trenggalek. Untuk public speaking ini sudah mulai ngasih workshop dan ngisi materi di beberapa acara sejak 2015, tapi niat untuk istiqomah mengadakan kelas secara rutin baru dimulai 2018 ini. Doakan ya netizen yang budiman. Mungkin 10 tahun lagi, aku akan ngakak so hard membaca tulisan ini, "eeee ternyata aku dulu tukang mimpi". Wkwkwk...

Oke, sekian curhat di tulisan ini. Terima kasih telah membaca.
Wujudkan cita-cita Indonesia Berwirausaha :)

Salam sukses!
9/1/18

Hijab Batik AlabelaID versi Majalah Peluang


Menceritakan kembali bagaimana memulai perjalanan Alabela ID tahun 2015 lalu dengan wartawan Majalah Peluang.

Terima kasih Majalah Peluang.

Baca cerita tentang Hijab Batik AlabelaID dengan klik di sini atau download file pdf.

Terima kasih telah membaca.
3/3/18

Hijab Batik Alabela ID di Ciputra World



Usaha pemerintah Kabupaten Trenggalek semakin serius untuk mendukung UMKM Trenggalek khususnya batik menjadi bagian dari industri fashion yang bersaing di skala nasional hingga internasional seperti menggandeng designer Surabaya, Lia Afif yang membawa batik Trenggalek untuk fashion show di London beberapa waktu lalu.
Dalam serangkaian acara East Java Fashion Tendance 2019 yang diselenggarakan mulai tanggal 1-4 Maret 2018 di Ciputra World ini, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kab. Trenggalek turut mengikuti pameran dengan membawa batik khas Trenggalek yang merupakan salah satu produk unggulan daerah.
Produk yang dipamerkan ada batik tulis klasik dan warna alam dari Batik Setiya Jaya (@ruriksetiyajaya) dan Batik Tipuk (@batik_tie_poek). Selain itu, Hijab Batik & Lurik dari Alabela ID juga turut hadir di pameran ini.

Semoga produk lokal dapat berdaya saing global ya.


2/28/18

Hijab Batik Alabela ID x RKB Trenggalek



Sejak dimulai produksi tahun 2015, saya memang belum berencana untuk membuka offline store atau sekedar memasang display di rumah. Aktivitas saya cenderung lebih banyak di Surabaya, membuat saya masih belum berani untuk membuka offline store di Trenggalek. Padahal ada beberapa rekanan yang ingin lihat-lihat, hahaha... Jadi harus nunggu dulu saya mudik. Ketika akhir tahun 2017 lalu diajak oleh manajemen Rumah Kreatif BUMN (RKB) Trenggalek untuk bergabung disana, rasanya senang sekali.

Beberapa pelanggan saya di Trenggalek sudah tidak bingung lagi untuk membeli atau sekedar melihat-lihat sampel Hijab Batik dan Lurik. Bisa langsung ke RKB Trenggalek (satu lokasi dengan Bank Mandiri Trenggalek).

Terima kasih RKB Trenggalek.

Sukses selalu untuk produk lokal asli kreatifitas orang Trenggalek.
9/19/17

Hoodie Lurik by Alabela ID


Let me introduce our new product, namely "Hoodie Lurik". Lurik is one of Indonesia traditional fabric. You can use both side of the hijab. First, the striped / Lurik side (batik is available) Second, the plain side.


How to wear Hoodie Lurik

For order please contact +6285233666976 (Whatsapp/Line) or kindly visit our instagram: @alabela.id or @gabucu. Video by Prima Hasta
7/10/16

Ramadhan bersama Care Share Family

Penyerahan bantuan sembako secara simbolik

Hari Sabtu (2/7) lalu Care Share Family berbagi kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Al Muhajirin, Trenggalek. Donasi yang diberikan berupa sembako dan peralatan sholat.

Terima kasih untuk pelanggan Gabucu (store of Alabela.ID) yang telah mendukung Care Share Family campaign dengan membeli produk Hijab Batik dan Hijab Lurik. Semoga sedikit bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak di panti asuhan dan berkah. Aamiin.

Penyerahan bantuan alat-alat sholat secara simbolik

2/11/16

Bazar Pertama Hijab Batik & Lurik

Bazar pertama Hijab Batik dan Hijab Lurik di acara Bank & UMKM Expo 2016 di Grand City Exhibition tanggal 11-14 Februari 2015.

New upload Hijab Batik dan Hijab Lurik

Hijab batik dan Hijab Lurik adalah salah satu produk "Care Share" dengan brand Alabela.ID di store Gabucu.
Dengan membeli produk "Care Share", maka Anda ikut mendukung campaign "Care Share Family".
Campaign ini meliputi 3 hal, yaitu:
1. Wujud rasa peduli dan keinginan berbagi terhadap sesama yang kurang mampu. Dengan membeli produk ini, anda telah ikut menyumbang kepada saudara yang kurang mampu.
2. Wujud rasa peduli dan cinta terhadap batik dan lurik sebagai bagian dari budaya khas Indonesia.
3. Mendukung gerakan "Say No to Batik Print", karena batik yang digunakan adalah batik tulis dan batik cap. Sedangkan lurik yang dipakai adalah handwoven. Ingat ya, yang selama ini disebut batik print adalah tekstil bermotif batik.

Terima kasih atas dukungannya.
Kalian dapat produknya, dan berbagi kebaikannya.
'We cARE, We shARE. Yes we ARE!'

Info & order :
Whatsapp: 085233666976
Line: zanzabela
Instagram: gabucu / zanza_bela
FB: www.facebook.com/Galeri.BuCu2

#Gabucu #Lassvera #Zanzabela #HijabBatik #HijabLurik

12/29/15

Perkenalan Hijab Batik & Lurik by Alabela.ID

Hijab Batik by Alabela.ID

Di tahun 2015, saya meluncurkan produk handmade hasil pemikiran nyentrik di sela-sela mabuk skripsi. Hehehe... Saya suka batik dan saat itu sedang berpikir bagaimana saya dan para pecinta batik dapat memakai batik untuk kegiatan sehari-hari tapi yang anti mainstream. Kalau pakaian kan sudah biasa, nahh... kalau hijab duet dengan batik gimana ya? Sebenarnya sudah ada beberapa produk hijab yang memakai motif batik sebagai variannya, tapiiiiiii hanya tekstil bermotif batik atau trend disebut print, nah itu bukan batik yang sebenar-benarnya batik Indonesia. Dari situlah akhirnya saya berpikir membuat produk hijab dengan kombinasi batik tulis atau cap.

Saya beri nama Hijab Batik, selanjutnya akan terbit juga Hijab Lurik.
Jenis model hijab yang diproduksi adalah model pashmina, segiempat dan pashmina instan dengan salah satu sisinya terdapat motif batik atau lurik. Bahan yang digunakan pun ada beberapa pilihan. Katun ima scraft, satin dan cerruty diamond (khusus pashmina instan). Sedangkan batik yang digunakan adalah batik tulis, batik cap atau batik tulis-cap. Saya tidak menggunakan batik printing. Mengapa? Sekedar informasi, bahwa batik yang disebut printing itu bukan batik sesungguhnya, itu hanya tekstil bermotif batik.

"Hidup cuma sekali, jangan menua tanpa karya dan inspirasi" -Ridwan Kamil

Mungkin melalui produk ini saya ingin mencoba menjawab quote Pak Ridwan Kamil. Meskipun saya masih bingung, letak inspirasinya di sebelah mana. Hahaha... Saya hanya remaja nyentrik yang ingin berpartisipasi aktif mencintai budaya lokal Indonesia yaitu batik dan lurik serta sedikit membantu sosial masyarakat bahkan lingkungan.

Sejauh ini, produk hijab batik merupakan produk handmade yang masih dikerjakan sendiri oleh founder dan dibantu oleh keluarga. Harapannya produk ini diluncurkan tidak semata-mata untuk berorientasi pada profit. Tetapi lebih dari itu, yaitu dapat memberikan edukasi ke masyarakat tentang batik dan lurik asli khas Indonesia serta ikut membantu saudara yang membutuhkan. Baik dengan penyisihan sebagian penjualan untuk disumbangkan kepada mereka, memberikan pelatihan untuk membuat hijab batik & lurik kepada anak yatim piatu dan rekan-rekan berkebutuhan khusus (difabel) yang nanti penjualan hijab yang mereka buat akan menambah sedikit pemasukan mereka. Tujuannya adalah mereka dapat mandiri dengan keterampilan yang diberikan.

Misi tersebut dikemas dalam campaign Care Share Family (CSF). Pembeli yang membeli produk ini, maka turut andil dalam mendukung campaign CSF.

Campaign CSF ini meliputi 3 hal, yaitu:

1. Wujud rasa peduli dan keinginan berbagi terhadap sesama yang kurang mampu. Dengan membeli produk ini, anda telah ikut memberikan bantuan kepada saudara yang kurang mampu (berupa donasi ataupun pelatihan keterampilan).

2. Wujud rasa peduli dan cinta terhadap batik dan lurik sebagai bagian dari budaya khas Indonesia.

3. Mendukung gerakan "Say No to Batik Print", karena batik yang digunakan adalah batik tulis dan batik cap. Sedangkan lurik yang dipakai adalah ATBM atau handwoven. Ingat ya, yang selama ini disebut batik print hanyalah tekstil bermotif batik.



Kalian dapat produknya, dan berbagi kebaikannya.

We cARE, We shARE. Yes we ARE!

Selain itu, saya juga tertarik untuk memanfaatkan limbah kain bekas dari penjahit dan menyulapnya menjadi kain perca yang unik.

Perca by Zanzabela
Kenapa bisa disebut unik?

Karena setiap kain perca yang disusun dari kain pipihan atau limbah kain bekas ini meskipun disusun oleh orang yang sama, maka antar kain perca yang dihasilkan tidak bisa 100% persis. Mengingat bentuk potongan pipihan kain yang pasti berbeda-beda.

Menurut saya kain perca ini akan menjadi peluang produk fashion yang limited edition. Tidak akan sama antar kain perca yang dihasilkan, sehingga tidak pasaran.


Selain itu, daur ulang kain bekas dari para penjahit ini dimaksudkan untuk meminimalisasi sampah lingkungan.

Bagi yang berminat untuk membeli hijab batik & lurik silahkan hubungi via Line: zanzabela atau lihat katalognya dengan follow instagram : @gabucu dan @alabela.id atau fanpage facebook Galeri BuCu2 - Butik LuCu2.

Terima kasih sudah membaca blog ini.

(Admin/Zan)