2/13/13

Ada yang Lebih Penting dari sekedar ‘Cinta’

#now playing  Cinta Sejati - BCL

Ketika banyak orang terharu dengan kisah cinta Habibie Ainun, ketika semua menangis saat adegan detik-detik kematian Ainun dan ketika semua kompak update status di beberapa social media dengan kata mutiara cinta di film itu, justru saya merasa melayang antara alam sadar dan bawah sadar. Saya tidak menangis bukan karena saya tidak normal menanggapi kisah cinta abadi itu, tapi ada yang lebih penting untuk disoroti dari sekedar Cinta.

Saat muncul setting pertama, Jerman. “Wow”, satu kata itulah yang saya ungkapkan.
Ketika muncul adegan beberapa orang asing sedikit mencemooh mengenai orang Indonesia, yaa saya tahu itu sekedar skenario dalam film, TAPI “Apa segitunya ya Indonesia?” Karena, sedikit banyak cerita dalam sinetron atau film pasti terinspirasi dari beberapa fakta kehidupan yang ada.

Tanpa diminta atau diperintah, Habibie berjanji pada bumi pertiwi, dia akan kembali ke Indonesia dan membangun Negara kelahirannya itu setelah masa study-nya. Dia masih memiliki kesadaran untuk berbakti kepada bangsa di tengah-tengah kehidupan Jerman yang mungkin jauh berbeda dengan Indonesia yang kacau saat itu. Coba kalau sekarang? Adakah orang seperti itu? Saya pun tak berani menjamin, misal diri saya di posisi Habibie masih memiliki kesadaran untuk kembali. “Miris”.

Hingga akhirnya pesawat buatan orang Indonesia diterbangkan, mungkin masa itu menjadi masa yang mencengangkan. Hanya dengan menonton flashback video terkait penerbangan pesawat perdana yang di hadiri Presiden Soeharto kala itu dalam film Habibie Ainun, rasanya WOW BANGET.

“Setelah Pak Habibie, siapa lagi?”

Ditengah cerita yang banyak orang terkagum-kagum dengan kisah cinta abadi, saya masih sangat terngiang dengan dialog Pak Habibie dan Ibu Ainun hampir di ending cerita. Mungkin tidak persis kalimatnya, namun inti dari isi kalimat sama.

“Pesawat yang sudah ada ini dapat menghubungkan antar pulau dan murah. Kalau ini bisa berkembang, pasti banyak infrastruktur yang ikut berkembang. Bangsa ini bisa menjadi bangsa yang mandiri. Tapi, kenapa orang-orang itu tidak percaya?” ucap Presiden Habibie di tengah gejolak penurunan jabatannya.
“Ada banyak cara untuk mencintai bangsa ini” jawab Ibu Ainun kala itu.
Ya hanya dua dialog ini yang saya bawa pulang.

“Iya ya, t’rus siapa lagi setelah Pak Habibie?” lagi-lagi pertanyaan yang sama dariku.
1/30/13

EKSOTIKA PARIWISATA ALAM KAB. TRENGGALEK

Kesempatan kali ini, admin akan mem-posting mengenai tempat-tempat wisata di Kabupaten Trenggalek yang dijamin membuat pecinta travelling ngiler untuk berkunjung ke Trenggalek. Dengan prinsip Sapta Pesona, yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah dan Kenangan, pariwisata di Kab. Trenggalek tidak kalah menarik dengan pariwisata di daerah lain. Wisata alam yang terbilang masih natural memberikan sensasi berbeda bagi para wisatawan lokal maupun asing. Ada apa aja sih wisata alam di Trenggalek? Let's see!


Pantai Damas



Pantai Damas, terletak di Desa Karanggandu, sekitar 5 km arah barat daya dari Pantai Prigi. Pantai ini merupakan pantai yang masih alami dan belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Hal ini pula yang menjadikan pantai ini nyaman untuk dikunjungi dengan keindahan yang masih alami di sana sininya.

Pantai ini cocok untuk berenang, surfing, berjemur atau olah raga pantai seperti volley pantai. Dengan keindahan alamnya, pantai Damas memiliki pemandangan yang sangat cantik dan menyejukkan jiwa. Selain itu, pengunjung yang dapat ke pantai Damas juga bisa memancing dan menyewa kano dan menikmati suasan pantai.

Pantai Blado ( Munjungan )

  Terletak di desa dan kecamatan Munjungan, sekitar 47 Km arah barat daya kota Trenggalek, Pantai Blado merupakan pantai dengan ombak yang besar dan sangat alami untuk dikunjungi.
Pantai Blado merupakan pantai dengan panjang 3 Km dan dengan ombak yang besar karena berhadapan langsung dengan Samudra Hindia


Goa Lowo
Goa Lowo atau Goa Kelelawar ini terletak di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, sekitar 30 Km dari kota Trenggalek, searah dengan rute ke pantai Prigi.

Goa yang indah ini memiliki rangkaian stalagtit dan stalagmit dan terdiri dari 9 ruang yang tinggi dan luas. Untuk menyaksikan keindahannya telah dibangun jembatan dan lampu penerangan di dalam goa. Saat berada di Goa Lowo ini, para pengunjung akan dimajakan dengan suasana khas pegunungan yang sejuk dan beraroma pohon-pohon jati di berada di sekitar goa.

Tidak sulit untuk menuju lokasi goa ini, karena jalanan yang dilalui relatif bagus dan aman, meski harus lewat di antara hutan jati. Goa Lowo memiliki lebar 50 M dan tinggi sekitar 20-50 M, dan dihiasi dengan dinding yang terbentuk secara alami dan unik.

Keindahan dinding gua dengan stalagtit yang menggantung maupun stalagmit yang mencuat disana sininya, semakin terlihat artistik dengan pancaran cahaya yang sedemikian rupa menambah daya tarik goa ini.


Pantai Prigi
Letak pantai prigi berada di wilayah desa Tasikmadu, Kec. Watulimo, Kab. Trenggalek. Pantai prigi menawarkan pemandangan yang tidak kalah dari pantai-pantai lain di jawa. Pantai ini sangat banyak dikunjungi wisatawan lokal khususnya ketika menjelang akhir pekan dan hari libur nasional. Bagi pengunjung luar kota, anda tidak perlu kuatir. Di dekat pantai terdapat hotel atau penginapan yang cukup nyaman dengan kantong anda. Ada juga warung-warung kecil di sekitar pantai, dan tak lupa kuliner khas jawa yang pasti sudah sangat cocok untuk lidah anda. Ada juga warung atau toko cindera mata, berupa hasil karya dari kerang. Bagi anda yang ingin menyusuri pinggir laut, tersedia penyewaan kapal yang akan membawa Anda berkeliling disekitar pantai menikmati pemandangan pantai prigi.

Hal lain yang bisa anda temukan di pantai ini adalah tempat pelelangan ikan, anda akan menemukan pula deretan perahu nelayan yang lumayan banyak, berlabung dan membongkar tangkapan ikan. Pasar ikan yang menjadi pemandangan unik dan menambah wawasan anda mengenai kekayaan laut indonesia. Biasanya pantai dengan aktivitas nelayan terlihat suram dan kurang menyenangkan, tetapi pemda telah berhasil membuat pantai ini menjadi tujuan wisata, Prigi memiliki pasir kuning. Pemda Jawa Timur telah mengembangkan kawasan ini sebagai tempat pelelangan ikan terbesar di pantai selatan pulau Jawa. Sehingga aktivitas ekonomi di daerah inipun meningkat.

Pasir putihnya membentang kurang lebih 300 m, bersantai sambil menikmati sejuknya angin prigi, pantai ini sering dikunjungi keluarga maupun muda-mudi yang memadu kasih. Tiket masuk per-orang tidak terlalu mahal, cukup dengan Rp4.000,-/orang.
Pantai Pelang


 

Pantai Pelang terletak di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, sekitar 56 Km arah barat daya Kota Trenggalek.

Pantai Pelang terkenal dengan ombaknya yang besar, sangat indah dan alami. lebih kurang 300 M arah Barat Laut pantai ini terdapat air terjun dengan ketinggian 25 M. Air terjun tersebut dapat digunakan untuk mandi dan diyakini penduduk setempat membuat awet muda. Selain air terjun sekitar 100 M arah Timur Pantai Pelang terdapat pula Goa Pelang yang kedalamannya sekitar 500 M. Goa Pelang benar-benar masih alami dan layak dikembangkan.

Untuk menikmati keindahan panorama laut dan Pantai Pelang, pengunjung dapat naik ke puncak bukit dekat pantai yang telah dilengkapi dengan gardu pandang, dimana semua tampak jelas dan memukau.

Pantai Konang


Pantai Konang bertempat, di Desa Nglebeng, kecamatan Panggul, atau sekitar 2 Km arah ke timur pantai Pelang. Pantai ini juga memiliki karakteristik pantai dengan ombak yang besar dan sangat cocok untuk selancar.

Walaupun cocok digunakan untuk surfing, pantai Konang terkadang memberlakukan status "Warning" di beberap waktu saat ombak terlampau besar dan tidak diperbolehkan untuk surfing atau berenang. Tapi keindahan dan keeksotisa pantai ini akan selalu memukau dalam setiap kondisi alam.


Pantai Karanggongso

 
Sekitar 3 km arah timur dari Pantai Prigi terdapat Pantai Karanggongso, pantai ini terkenal dengan pasir putihnya sepanjang 1,5 km.

Pantai Karanggoso memiliki air laut yang jernih dan tenang, dan banyak wisatawan yang memanfaatkannya untuk mandi atau berjemur di pasir putih yang bersih. Tidak jauh dari bibir pantai terdapat beberapa penginapan dan cottage untuk menginap dan menikmati suanasa pantai yang tenang dan semilir.

Dokumentasi by R.P.Rimbawan (The Adventurer & Photography)

10/13/12

Hubungan Jarak Jauh: Pacaran atau Tidak? (Kutipan)


Pernahkah Anda menjalani hubungan (pacaran) jarak jauh? Bagaimana hubungan Anda dengan kekasih Anda? Bagaimana rasanya? Enak atau tidak? Sanggupkah Anda? Mengapa sanggup? Mengapa tidak?
            Pertanyaan-pertanyaan tersebut barangkali akan menjadi pertanyaan fundamental tatkala kita menjalani hubungan jarak jauh. Saya sudah beberapa kali mendengarkan cerita pribadi dari orang-orang yang menjalani hubungan jarak jauh. Ada yang mengatakan tidak enak, ada yang mengatakan biasa saja, dan ada pula yang mengatakan bahwa hal itu adalah ujian yang sangat sulit—dan orang yang menjalankannya harus tahan godaan (wow!!!).
            Pertanyaan saya selanjutkan, benarkah orang yang menjalani hubungan jarak jauh itu adalah pacaran yang serius? Saya kira hal ini perlu dikritisi. Sebab, bagi saya hubungan jarak jauh adalah hubungan yang kehilangan salah satu syarat hubungan yang harmonis, yaitu “kebersamaan”.
            Menurut saya, hubungan jarak jauh adalah jenis hubungan yang cacat. Sebab, hubungan tersebut adalah cara berhubungan yang “tidak lengkap”. Bila seseorang memang dikatakan menjalani hubungan, seharusnya sang kekasih harus di sampingnya bila ia sedang membutuhkannya. Namun, hal ini tidak terjadi pada orang yang menjalani hubungan jarak jauh. Ketika ia memerlukan kekasihnya saat ia dalam kesepian (atau apa pun), kekasihnya tak ada. Kekasihnya berada di tempat nun jauh di sana. Saya kira manusia tidak bisa seperti itu. Seorang kekasih harus ada pada saat ia ingin kekasihnya di sampingnya. 
            Yang banyak terjadi pada orang yang menjalani hubungan jarak jauh adalah mereka berhungungan lewat HP. Seseorang akan mengetahui kondisi kekasihnya lewat HP. Kencan lewat HP. Kesimpulannya, seolah-olah ia bukan pacaran dengan kekasinya, tetapi pacaran dengan HP. Manusia sejatinya berpacaran dengan manusia (berjasmani dan berohani), bukan berpacaran dengan barang elektronik (HP, FB, chatting, dll.).
            Akhirnya, saya pikir hubungan jarak jauh adalah hubungan yang kurang—atau bahkan tidak—serius. Hubungan dengan dunia maya, tersekat jarak dan waktu adalah hubungan yang abstrak, tidak manusiawi, dan mengabaikan rasa. Hubungan jarak jauh adalah gejala cinta yang rapuh, kurang gizi, dan devitalisasi cinta itu sendiri. Bila ingin cinta Anda tetap survival, maka satukanlah jiwa Anda dengan belahannya. Sedangkan jiwa hanya ada dalam raga, bukan HP, internet, dan seterusnya dan seterusnya. (Royyan Julian)
9/29/12

NEWS : TARI TURANGGA YAKSA DIPATENKAN SEBAGAI TARI ASLI DARI KABUPATEN TRENGGALEK

Pematenan Tari Turonggo Yakso dari Trenggalek

Pada hari Minggu kemarin, 23 September 2012 bertempat di ajungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Kabupaten Trenggalek mendapat giliran untuk menampilkan kesenian yang ada di Trenggalek. Tari Beksan Sri Tranggali, tari ini menggambarkan Masyarakat Trenggalek yang ramah serta lemah lembut. Kemudian disusul dengan Tari Banjalu, kemudian ada Campur sari dan yang paling ditunggu-tunggu adalah Tari Turangga Yaksa.

Acara ini sekaligus dijadikan ajang silaturohim (Halal Bihalal) Masyarakat Asal Trenggalek yang bermukim di JABODETABEK, Jawa Barat dan Banten yang bernaung dalam IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek) serta sanak saudara dan para pejabat daerah Trenggalek yang ikut hadir
dalam acara tersebut.

Bapak Bupati Trenggalek, DR. Ir H. Mulyadi WR. MMT dalam kata sambutannya sangat mendukung acara ini dan akan mengirimkan secara rutin duta budaya Trenggalek dengan berbagai amcam budaya yang dimilikinya sehingga nama Trenggalek akan semakin banyak dikenal melalui seni budayanya. Lebih lanjut Bapak Bupati menyampaikan, Trenggalek selain kaya akan seni budaya juga mempunyai banyak tempat wisata seperti Pantai Prigi, Pelang, Ngampiran, Guo Lowo yang terpanjang se Asia tenggara serta mempunya khas makanan sebagi oleh-oleh yaitu Tempe Kripik, alen-alen dan masih banyak lagi.

Akhirnya Tari Turangga Yaksa yang ditunggu-tunggu para hadirin tampil juga. Yang lebih mengembirakan begitu tari ini berakhir DIBENTANGKAN SPANDUK YANG BERGAMBARKAN LAMBANG TURANGGA YAKSA, kemudian di bubuhkan tanda tangan, Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD Trenggalek, DANDIM Trenggalek serta di saksikan oleh Arumi Bachsin Duta Lingkungan Hidup 2012, sebagai pertanda bahwa "TARI TURANGGA YAKSA TELAH DIPATENKAN SEBAGAI TARI ASLI DARI KABUPATEN TRENGGALEK".

Berikut sekilas dokumentasi kegiatan tersebut :
Para tamu undangan acara IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek) di TMII, Jakarta

Bazar Pemda Trenggalek

Penampilan Luar Biasa dari Kab. Trenggalek

Penandatanganan spanduk "Patenkan Turonggo yakso" oleh Pejabat Kab. Trenggalek


Sumber : Klik Disini

ANAK KOS (tidak lebih dari) BABU ++


“Seseorang akan muncul kedewasaan ketika dihadapkan dengan tanggung jawab dan kemandirian”

Kalimat itulah yang akan menjadi pokok bahasan di tulisan ini.
Saya memilih untuk melibatkan unsur ‘kos’, karena ingin menuangkan beberapa opini, kesan atau pesan tentang unsur tersebut. Maklum saja pemirsa, masih belum genap sebulan dinobatkan sebagai anak kos.

Well, anak kos itu bukan sekedar korban urbanisasi yang milih kos sebagai istana ke-2 setelah rumah sendiri. Umumnya, mantan anak manja yang udah ganti status jadi anak kos lebih ngerasain gimana manis asam asinnya hidup.

Sebelum keberangkatan mengambil gelar anak kos, kakak senior saya memberi nasihat,

           “Dek, selamat ya... bakalan jadi Mahasiswi nih. Sekaligus pasti jadi anak kos, jangan lupa yaa... persiapan mie instan dan obat Maag” #eh

Awal kalimat bagus banget, sempat tertipu. Belakangnya itu lohhh! Bikin *&^$%@#!
Oke, Lanjut!!!

Ketika melakoni peran sebagai anak kos untuk saat-saat awal, #woww kereeen. Ada beberapa perasaan sesaat yang terlintas, seneng. Wuihh.. kenapa? Bebas dari suara suruh-suruh orang tua! (Padahal, belum tahu kalau anak kos itu juga lumayan ngrangkep jadi babu! Beeeee )

Buat yang lagi kuliah di kota metropolitan, mayoritas ngerasa bahagia karna bisa tinggal sendiri. Minimal bisa lumayan bebas jalan-jalan bareng temen-temen atau gebetan baru. (Padahal belum tahu gimana sengsaranya kalau uang ludes)

Selama kos, kerjaannya banyak. Nggak cuma tidur aja. Mulai dari nyuci, nyiapin makan sehari-hari, beres-beres kamar, kalau yang lagi kerja yaa pasti bagi waktu kerja, kalau yang lagi kuliah ya pasti ketambahan sama kegiatan kampus. Belum lagi yang Maba-Maba (Mahasiswa baru) itu nyiapin kebutuhan OSPEKnya. Ya kalau disuruh bawa kardus atau tali pita aja ringan. Kalau disuruh bawa pohon/tanaman, pupuk kandang, dan segala thethek bengek yang aneh-aneh, udah nggak mungkin lagi kalian pulang ke tanah asal t’rus minta bantuan orang tua.

Sebagai  pemula, hidup mandiri di kos memang tidak mudah. Pasalnya sejak dini belum dibiasakan untuk mandiri. Kalau yang sudah biasa mandiri (sejak SMP/SMA), penobatan sebagai anak kos itu udah nggak aneh. Tinggal beradaptasi dengan kondisi di tempat baru.

Anak kos itu siklusnya jelas, kalau baru dapat jatah (tanggal muda biasanya) makannya agak gas pol, ayam goreng, sea food, dan makanan mewah lain. Kalau jalan kemana-mana badannya tegap, langkah enteng dan senyumnya benar-benar simetris 2 cm kiri 2 cm kanan. TAPI, ntar kalau udah menuju tanggal tua, t’rus di dukung dengan kondisi SEKARAT (Sedang KelApaRan sangAT) saat KANKER (KANtong KERing) #woww bawaannya wajah itu disetrika aja biar nggak kusut. Dan yang umumnya udah nggak aneh, jauh-jauh hari persiapan masok mie instan udah melimpah di lemari. Hahahaa... #bukancurhat

Yaa... Untuk seluruh anak kos yang berjiwa hemat, sebentar lagi kejayaan akan tiba. Sambutlah kedatangan TANGGAL MUDA!!!!! hehehee...
Semangaattt J 

Follow me @ZanzaBela 
7/21/12

Gagal : Sensasinya Luar Biasa!!!

      Gagal itu sensasinya Luar Biasa!!!
     Gagal itu bisa jadi salah satu syarat untuk seseorang yang ingin sukses. Why? Ketika dia ambisi dengan sesuatu dan dia 'berhasil', dia akan benar - benar mensyukurinya dengan baik. Tapi, ketika dia gagal lagi, sebelumnya dia sudah berpengalaman dan tidak akan merasa sakit berkepanjangan atas kegagalan itu, dia akan dengan mudah menentukan langkah selanjutnya.

    Gagal itu bukan sekali waktu apa yang kamu inginkan tidak terwujud. Saat satu kali kamu tidak berhasil mencapai apa yang kamu inginkan, itu adalah tes kesabaran. Ketika dua kali apa yang kamu harapkan tidak tercapai, itu adalah tes kegigihan. Waktu tiga kali saat kamu tidak bisa meraih apa yang menjadi tujuanmu, itu adalah isyarat untukmu bertawakkal. Dan saat empat kali atau selebihnya kamu memang tidak bisa mendapatkan apa yang kamu idam - idamkan, itu adalah kegagalan sejatimu. Apa yang harus dilakukan?

       BANGKIT!!!!!!!!!

Gagal itu tidak menunggu belas kasihan dari orang lain, tetapi gagal itu menunggu engkau kalahkan dengan bangkitmu yang menggebu - gebu.

       Jika kamu membutuhkan waktu untuk terpuruk, bersedih, menangis atau berputus asa, maka 'segeralah' bersedih untuk singkat waktu saja, 'dengan janji' setelah itu, untuk seterusnya kamu harus senyum, bangkit, action dan sambut sinar suksesmu. Ucapkan pada dirimu sendiri ;

       "Satu hari ini biarkan aku menangis dan meluapkan kesedihanku, kekecewaanku, amarah dan rasa putus asa atas kegagalanku. Lalu aku berjanji untuk besok, besok, besok dan seterusnya aku akan bangkit!"

        "Berbicara memang mudah! Actionnya? *sulit*"

         Let's see! Ketika kamu memupuk rasa *sulit* itu berkepanjangan dan tetap membuat bangkitmu tidur lelap, lihat sekitarmu!
Lihat orang tuamu yang menggantungkan harapan besar kepadamu, mereka ingin melihatmu 'sukses'. Berdiri di hadapan mereka dengan baju mewah, rumah megah dan harta melimpah.
Lihat keluar lebih luas lagi, apakah kamu membiarkan rupiah senilai ratusan, jutaan, milyaran bahkan triliunan itu dinikmati oleh orang - orang yang lebih dulu bangkit daripada kamu?
Lihat cakrawala yang lebih lebih luas, di sana ada yang seketika bangkit hanya dengan sekali waktu di tes kesabarannya oleh Tuhan! Dia sudah memiliki segalanya, dia sukses. Dia sudah mampu memberangkatkan ke dua orang tuanya naik haji, dia hidup mewah, dia juga memiliki pendamping hidup yang menarik! Tidakkah kamu iri?
Lihat dunia yang lebih lebih lebih luas lagi, di sana ada banyak lowongan untuk menjadi orang berdasi dengan rupiah yang menjanjikan! Tidakkah hatimu tergelitik untuk menduduki posisi itu? Kamu bisa mendapatkan rupiahmu sendiri, membawa pulang. Kamu juga bisa membelikan sesuatu untuk orang tuamu tercinta, dengan rupiah yang tidak lagi hasil 'meminta orang tua'.
LIHAT!
Jika kamu tetap menina bobokkan bangkitmu, semangatmu dan upayamu, TIDAKKAH KAMU MEMBUAT SIA - SIA PERJUANGAN DAN RASA SAKIT IBUMU SAAT MELAHIRKANMU? TIDAKKAH KAMU MEMBUAT SIA - SIA SUARA MERDU ADZAN AYAHMU YANG DILANTUNKAN KETIKA KAMU LAHIR?

THINK!!!!

Lakukan sesuatu untuk menggapai suksesmu, sekalipun dengan proses dan sarana yang sebenarnya tidak kamu inginkan.
*Langkah yang mungkin terasa pahit dan sulit adalah ladang buah suksesmu. Bukankah ada pepatah, "Berakit - rakit ke hulu, Berenang - renang kemudian. Bersakit - sakit dahulu, Bersenang - senang kemudian". Tentunya kalian mengenal motivator Super Indonesia, Mario Teguh, ungkapnya ;

"Kita banyak dibentuk dari Kegagalan, bukan Keberhasilan! Supaya tidak sombong"

      Percayalah akan rencana Tuhan yang indah! Sekalipun tujuanmu yang merupakan sesuatu yang benar - benar menjadi idamanmu tidak terwujud, walaupun setelah berkali - kali gagal dan berkali - kali bangkit, mungkin Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih lebih lebih baik. Sebagai manusia biasa, kita tidak tahu mana dengan 100% pasti mana yang itu baik. Manusia bisa berencana banyak hal, tapi tetap Tuhan lah yang menentukan! *zan
6/21/12

Kalangan Menengah = Kalangan Galau

  Opening :
>> Orang KAYA : Sibuk ngumpulin uang buat beli berlian | Orang MISKIN : Sibuk ngumpulin uang buat beli beras | Orang MENENGAH : Sibuk ngumpulin uang buat bayar kreditan*zan

*******************
    Sebenarnya, yang dimaksud kalangan 'menengah' itu yang gimana ya?
    Kalau kalangan 'atas' atau biasa disebut KAYA adalah mereka yang punya mobil, perhiasannya bling bling dari ujung rambut sampai ujung kaki ( ahh lebay ) t'rus belanjanya di Paris bahkan mereka pun bisa mandi uang (pasti bau banget).

     Kalau kalangan 'bawah' atau MISKIN adalah mereka yang ngemis di pinggir jalan, makan aja susah, tinggalnya nggak karuan, nggak pandang anak kecil atau nggak mereka ngemis di jalanan.
anak - anak harusnya nggak di sini :(
      Tapi, fenomena masyarakat miskin yang bikin geleng - geleng kepala, meskipun miskin tapi banyak anak. Slogan Jawa "Banyak anak, banyak Rezeki" emang masih berlaku di zaman millenium? Faktanya, mereka justru nggak mampu buat ngasih kehidupan yang layak buat anak - anak mereka. Atau, banyak anak banyak rezeki dalam arti, kalau banyak anak yang bantuin orang tua ngemis, ngamen, dsb jadi banyak, gitu? Hahaa... *au ah*
Miskin banyak anak :(
       Eh... kok jadi bahas itu, kan judulnya kalangan 'menengah', kembali ke laptop!
       Lalu, yang kalangan menengah yang gimana?
     Well, kalangan 'menengah' adalah kalangan yang tidak termasuk kedua kategori di atas (seluruh dunia juga udah tahu kalee), barusan nemu salah satu blog yang cukup ngasih penjelasan tentang kalangan menengah. Singkatnya, kalangan menengah adalah kalangan yang memiliki budaya konsumtif, budaya mengutang dan rapuh ( selengkapnya klik disini ).
    "Min, t'rus hubungannya Kalangan Menengah = Kalangan Galau apaan?"
      Nahh, itu dia... admin juga bingung. Hehee...
    Begini, pengalaman sebagai salah satu orang yang termasuk kalangan menengah ( bukan curhat ), memang semuanya serba galau men! Kalau mau apa - apa, mikirnya dari A - Z dulu. Contoh ya, kalau pengen baju yang harganya cuma 250 ribu aja. Kalau orang kaya, nggak usah mikir langsung 'gesek' kartu aja. Kalau orang miskin udah jelas deh kagak bakalan beli tuh baju ( bukan ngremehin ). Kalau yang menengah? Mikir dulu, ini uang perlu nggak ya buat ini dan itu atau itu dan ini? Di dompet sisa berapa kalau 250 ribu di ambil? Buat besok cukup nggak ya? Bla bla bla, kebanyakan mikir ujung - ujungnya 'nggak jadi beli'. Jangan kalian kira, setelah memutuskan "nggak jadi beli" masalah selesai, hidup jadi tenang, belooomm... Dari situ, siksa batin dimulai! Sampai di rumah, ngliatin kaca, "Ya ampun, tuh baju bagus banget. Pengen deh". Beberapa hari di pikiriiinn terus, sampek nafsu makan ilang, trus kebawa mimpi, pacarnya diomelin gara - gara bad mood, bolak balik ke toko baju itu cuma mau ngliatin, "Bajunya udah dibeli orang apa belum ya?" trus kalau udah kebeli bakal triak - triak nggak karuan. Galau kan? #kasihan

     T'rus ada lagi yang udah bingung setengah pingsan, kali ini berhubungan dengan masuk perguruan tinggi. Statementnya :

Yang KUAYA RUAYA mau kuliah gampang, "menang uang". Yang MUISKIN juga gampang, ada pemerintah "beasiswa". Yang BIASA2 aja atau kalangan MENENGAH, "ngemut silet" n bilang 'YA SUDAHLAH' -____-

Kalau di pikir - pikir, "iya ya, ada betulnya juga".
Nah looh... Galau lagi kaaan...

     Aku juga lagi galau, ini gimana ya cara nulis ending dari tulisan ini? *gelap gulita*
    Udah deh! Pesenku, jangan jadi orang yang Galau alias 'menengah'. Jadilah orang KAYA, yang bakal 'main gesek kartu' kalau mau beli apa - apa. Tapi, please banget, gue mohon dengan amat sangat dari hati gue yang terdalam, please JANGAN JADI ORANG MISKIN!! Walaupun lo bakal terbebas dari Kegalauan yang menyiksa batin, tapi please! JANGAN! Soalnya banyak anak men *glodak*. Hahaa...
Salam SUCCESS buat kita semua! *zan

Follow me : @ZanzaBela