2/2/21

Daftar Kuliah Kewirausahaan Sosial UGM

Wah, sudah Februari 2021. Selain permasalahan pandemi yang belum kunjung usai, bahkan di beberapa wilayah di Indonesia kasus positifnya kian naik, lalu what's next? 

Apa yang sejauh ini kalian sudah dapat? Atau hal baru apa yang sejauh ini kalian punya? Atau pengalaman menarik apa yang kalian lalui selama 2020 hingga awal 2021 ini? Ya, selain narasi rebahan di rumah bisa menyelamatkan dunia yak. Hehehe...

Di awal kemunculan pandemi sekitar bulan Maret lalu hingga pemberlakuan PSBB di beberapa daerah termasuk di kota Surabaya, memang membuat produktivitas keseharianku menurun. Biasanya harus berdrama dengan rentetan event, kuliah tamu, seminar, dan lain-lain. Tapi... ah ya sudah. Bukan ini yang menjadi topik utama tulisan kali ini.

Dalam kondisi tidak pandemi alias keseharian normal, waktu 24 jam seperti sudah habis untuk mengurus urusan pekerjaan. Belum lagi jika dalam satu hari harus nomaden ke 1-3 kota. Ingin sekedar mengambil kelas kursus, mempelajari hal baru tentu sudah tidak ada waktu. Tapi, dalam masa pandemi ini ada rindu yang terbayar. Yaps, rindu belajar. 

Rasa-rasanya sudah tidak terhitung berapa jumlah kelas virtual atau forum webinar yang sudah saya ikuti sampai detik ini mulai dari yang cuma-cuma sampai yang berbayar. Sampek mblenger (Indo: bosan, jenuh). Mulai dari kelas di John Robert Powers, kelas moodboard, kelas copy-writing, dan lain-lain. Mblenger sih, tapi pesona kelas-kelas virtual yang akhir-akhir ini semakin banyak ditawarkan tetap saja menggiurkan. Apalagi pematerinya tidak kaleng-kaleng. Jika saja kelas ini tidak diberikan virtual (karena alasan prokes), maka tentu biaya perjalanan, penginapan, registrasi, dll akan lebih mahal.

Mungkin ada beberapa dari kalian yang familiar dengan program Kewirausahaan Sosial yang diselenggarakan oleh FISIPOL Universitas Gajah Mada. Nah, bulan ini mereka membuka kembali pendaftaran untuk batch ketiga. Tertarik mendaftar? Kalian bisa langsung intip informasi programnnya di instagram @kewirausahaansosialugm.

Program kuliah untuk batch 3 ini lumayan bikin pusing. Karena satu pendaftar hanya boleh memilih 1 jenis program saja. Huhuhu.. Sedangkan topik-topiknya banyak yang menggiurkan, pematerinya juga dari institusi yang nggak kaleng-kaleng dah. Emang programnya apa aja sih?

Ada kelas yang concern dengan perkembangan dunia digital oleh Buka Lapak, Komunikasi Pemasaran oleh PR Institute, Industri Radio dari Prambors, LinkedIn sebagai penunjang karir, Impactful Content dari Narasi TV, membangun bisnis di era digital dari Nutrifood, Inovasi Sosial dari Paragon, Social Entrepeneur dari Rumah Millenials, BUMDes Academy dari Usaha Desa, Product Development 360 bersama Gojek, Kampanye Lingkungan dari Greenpeace, Membangun Komunitas Sosial bersama Gusdurian, Passion 101 oleh ID Next Leader, Inno-preneur oleh Innovative Academy, Digital Marketing oleh Asosiasi Digital Marketing Indonesia, Social Ecommercepreneur dari Blibli, Personal Financial Planing oleh Finansialku, Sustainable Business Practice oleh Forum CSR DKI Jakarta, dan lain-lain. Lengkapnya ada di bawah ini.







Meskipun masih tanggal 2 Februari 2021, namun sudah ada beberapa kelas yang penuh. Wow, antusiasnya keren kaliikkkk. Syarat pendaftar bagi masing-masing program berbeda-beda, jadi teman-teman perlu teliti membaca semua syarat kelasnya. Ada yang memang terbuka untuk masyarakat umum tetapi tidak sedikit juga yang hanya terbuka untuk mahasiswa/i aktif. Dan satu pendaftar hanya boleh memilih 1 program saja, jika melanggar ketentuan maka siap-siap tidak terpilih.

Nah, mempertimbangkan syarat kelas dan jam kuliah yang tidak terbentur dengan jadwal kantor, akhirnya saya memilih program Innovative Leadership dari pemimpin.id. Kuliah mengenai leadership juga jarang saya temui jaman perkuliahan dulu, beruntung bisa ikut program ini. 


Informasi program "Innovative Leadership"

Kuliah perdana dimulai tanggal 19 Februari 2021.
Hmmm... semoga menarik. Lama nggak kuliah euy. Hehehe.

Ada yang mau ikutan sekelas? :D

Terima kasih sudah mampir.

(Admin/Zan)


Media Penyiaran : Pengertian dan Sejarah

Mata kuliah Penyiaran membekali mahasiswa pengetahuan praktis tentang media penyiaran (radio dan televisi) yang diajarkan secara integrasi dengan melibatkan empat kemampuan atau ‘skills‘ berbahasa: yaitu mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading) dan menulis (writing).

Penyiaran merupakan suatu keterampilan dasar manusia saat berada pada posisi tidak mampu untuk menciptakan dan menggunakan pesan secara efektif untuk berkomunikasi atau menyampaikan informasi. Penyiaran merupakan kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran atau sarana transmisi di darat, laut atau antariksa dengan menggunakan spectrum frekuensi radio (sinyal radio) yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang merambat melalui udara, kabel dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran. Langkah-langkah secara umum meliputi penggagas ide yang dalam hal ini adalah komunikator, kemudian ide tersebut diubah menjadi pesan atau informasi yang dapat dikirimkan baik secara verbal maupun non verbal melalui saluran dan sarana komunikasi sehingga dapat diterima ranah umum sebagai penerima pesan atau juga disebut sebagai komunikan. Unsur-unsur penyiaran disebut dengan istilah Trilogi Penyiaran yaitu studio, transmitter dan pesawat penerima.

Sejarah media penyiaran secara umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu sebagai penemuan teknologi dan sebagai industri. Sejarah media penyiaran sebagai penemuan teknologi berawal saat ditemukan radio oleh para ahli teknik di Kawasan Eropa dan Amerika. Sedangkan sejarah media penyiaran sebagai suatu industri dimulai di negara Amerika.

Sejarah media penyiaran di dunia dimulai ketika seorang ahli fisika Jerman bernama Heinrich Hertz pada tahun 1887 berhasil mengirim  dan menerima gelombang radio, yang kemudian dilanjutkan oleh Guglielmo Marconi (1874-1973) dari Italia yang sukses mengirimkan sinyal morse berupa titik dan garis dari sebuah pemancar kepada alat penerima. Sinyal yang dikirimkan Marconi itu berhasil menyeberangi Samudra Atlantik pada tahun 1901 dengan menggunakan gelombang elektromagnetik.

Dalam teori media dan masyarakat, massa dikatakan bahwa media memiliki asumsi untuk membentuk masyarakat, yakni:

1. Media massa memiliki efek yang berbahaya bagi masyarakat. Tahun 1920-an di Eropa penyiaran dikendalikan oleh pemerintah. Hal ini berdampak buruk di Jerman karena digunakan untuk propaganda Nazi.
2. Media massa memiliki kekuatan untuk memengaruhi pola pikir audiensnya. Rata-rata orang yang terpengaruh oleh media dikarenakan mengalami keterputusan dengan institusi sosial yang sebelumnya melindungi dari efek negatif media. “John Dewey” berkata bahwa efek negatif media dapat disaring melalui pendidikan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, muncul konsep media baru atau new media. Karakteristik new media tersebut antara lain sudah memasuki era digital bahkan sangat samar perbedaannya antara media cetak dan elektronik, bersifat interaktif dan tidak terbatas dengan wilayah suatu negara. Menurut kajian Canadian Broadcasting Corporation (CBC) yang dituliskan dalam situsnya bulan Desember 2006, new media khususnya bagi dunia penyiaran merupakan proses streaming di jaringan internet atau mobile. Berdasarkan penjelasan tersebut yang bisa dimasukkan dalam kategori new media adalah televisi-televisi kabel dan internet yang dalam hal ini streaming).

Referensi Bacaan :

Sulvinajayanti, Sulvinajayanti (2018). Manajemen dan Konvergensi Media. Penerbit Aksara Timur, Parepare, Indonesia

Djamal, Hidajanto dan Andi Fachruddin (2011). Dasar-dasar Penyiaran: Sejarah, Organisasi, Operasional dan Regulasi Edisi 2. Jakarta : Kencana


Kontak :

E-mail : zanzabela@yahoo.com
IG : zanza_bela