2/18/17

Road to Raka Raki Jawa Timur 2017


Kompetisi kali ini sensasinya beda dan banyak 'jeglongan' seru kayak jalanan Trenggalek-Surabaya. hakzz..

Jadi, kisahnya diimulai pasca Musyawarah Besar (Mubes) Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek bulan Desember tahun lalu. Waktu itu saya masih di negeri sebrang, jadi saya tidak bisa hadir. Umumnya kalau anggota tidak hadir di mubes/rakor/kongres/sejenis, ya nggak bisa jadi pengurus. Namun rekan-rekan masih memberi toleransi. Ya jangan dikira saya pasif-pasif aja trus dengan gampang dapet toleransi dan bisa nyelonong jadi pengurus. Ada banyak faktor lah ya. 

Lalu hasil mubes pun dibagi melalui grup. Dan saya mendapat amanat untuk menjadi Koord. Dewan Riset yang saya nggak tahu itu apa dan ngapain. Hakzz.. Akhirnya turunlah pencerahan dari pak ketum. Dan salah satu hajatnya adalah terkait pengiriman delegasi dari KMT yang dikirim ke ajang Raka Raki Jatim.

Berhubung kepulangan saya masih bulan Maret, akhirnya LDR-an membahas persiapannya dan dibantu rekan-rekan lain untuk eksekusinya. Rentetan persiapan mulai dari latihan PS, materi presentasi, photoshoot, desain baju, catwalk, dst kami rembukkan. Sejarah Trenggalek mencatat, delegasi yang dikirim adalah pemenang KMT yang baru terpilih. Saya berniat menjalin komunikasi intensif dengan mereka untuk segala persiapan dan kebutuhan mereka supaya bisa sama-sama dibantu dengan baik. Namun karna sesuatu, rencana pengiriman untuk RR17 adalah saya dan Septa. Saya sih nggak yakin bisa, kita orang sudah tua kan ya. Wkwk.. Namun untuk memastikan, perlu koordinasi lebih lanjut dengan dinas pariwisata setempat. Tapiiii karena akhir tahun, organisasi pemerintah mengalami evolusi, jadi baru bisa ditemui ketika awal tahun nanti.

Sambil Menunggu waktu, pak ketum bertanya yang intinya menanyakan kesiapan saya jika memang nanti dari dinas diijinkan untuk mewakili. Yaaa karna rencana kepulangan sebenarnya bulan Maret, yaaa harus ngurus kepulangan lebih awal kan yaaa. Ehmm.. Akhirnya saya menemui dekan untuk ijin pulang lebih awal. Dan keseruan pun dimulai.

Untuk berbicara dengan dekan, saya ngajak teman saya yang bahasa mandarinnya lebih jago daripada saya. Ya ala-ala punya translater gitu lah. Soalnya meskipun sedikit-sedikit mereka bisa bahasa inggris, tetap aja banyakan bahasa cinanya waktu percakapan. Kita orang terpontal-pontal enggak paham. wkwk. Big thanks untuk Ricky yg berjasa dalam proses perijinan ini. Wkwk.. Ketika meminta ijin untuk pulang Februari dengan alasan ada kompetisi, dekan pun bertanya, "Kompetisi apa? Sepenting apa kompetisi itu?". Nah.. sebisa mungkin dijelaskan tentang apa itu pemilihan tourism ambassador. Tapi susah..susahnya ya karna mereka asing dengan sebutan itu dalam bahasa inggris, mungkin istilahnya beda kali ya dan teman saya pun bingung translatenya. Wkwkwk.. Dan buka kamus, buka internet, jadi kayak ujian open book. hakzz..

Pertanyaaan lagi, "Nanti setelah kompetisi balik kesini lagi? Tanggal berapa kompetisinya?". Mungkin bayangannya kayak cerdas cermat yang cuma sehari gitu ya.. Ya andai tiketnya kayak harga kacang bisa bolak balik nah. Karna jadwal pemilihan belum keluar, ya saya cuma ngejawab antara bulan Feb-Maret. Jadwal tanggalnya belum keluar. Ngeliat raut wajahnya, mungkin dalam batin mereka bilang, "Mbak iki geje, pamit pulang Feb tapi ternyata jadwal kompetisinya belum ada. Mbujuk ta pean?" hakzz..

Setelah ngulik asik akhirnya dapat yes untuk pulang Februari. Namun pihak Kampus tidak mengantarkan ke bandara karena kepulangan di luar rencana program, jadi harus pulang sendiri. #NP "Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku asik sendiri" *eeaaa. Ah ada teman-teman saya yang mendampingi kok.

Deng Deng Deng, Januari 2017 datang. Akhirnya dapet kepastian. Bukan kepastian untuk bersamamu tapi *halaahhh. Kepastian dari dinas tentang kebijakan pengiriman delegasi. Dan yes. Langsung hunting tiket, wuhuuu ketersediaan tiket waktu sebelumnya ngecek bulan Desember masih ekonomis ya dan ngecek lagi di Januari bikin pedih. Udah banyak yang sold juga untuk tiket balik di minggu pertama Februari. Akhirnya dapat tanggal 11 Februari. Baiklah...

Seminggu sebelum tanggal kepulangan saya menerima informasi terkait agenda Take Profil dan Talenta dilaksanakan tanggal 21 Feb. Wuuu lemes. Setiap peserta juga masih harus mengurus kelengkapan berkasnya. Dan satu persyaratan yang agak mengguncang, yaitu membuat video promosi wisata. Uyeeee...

Tong tong tong, tanggal kepulangan tiba. Mari kita sambut dan ucapkan," Selamat datang dan selamat kembali ke rumah, kitiran!"
Tanggal 11 Nanjing-Singapura, tanggal 12 Singapura-Surabaya, tanggal 13 mider persiapan berkas + ke Dispora, tanggal 14 balik Surabaya, tanggal 15 ngangkut perkakas ke Trenggalek, tanggal 16 liputan video wisata, tanggal 17 photoshoot, tanggal 18 Talkshow komunitas & Wabup, tanggal 19 nafas bentar sambil deg degan, tanggal 20 persiapan, tanggal 21 eksekusi mati. Wkwkwk.

Dibalik drama 'jeglongan sewu' ini banyak aktor terlibat.
Ada mami dan papi yang geleng-geleng ngeliat putri ragilnya wara wiri sambil nahan emosi tapi berusaha juga memahami. Ada Mami Monique​ yang bersedia mendengar curhatan dan minjemin motor buat wara wiri. Lalu pak ketum Dendit​ dan PKMT yang sudah percaya dan membantu persiapan. Pihak dinas pariwisata Kab. Trenggalek yang mengijinkan saya merasa punya rumah di aula, wkwk dan menemani ke Surabaya kemarin. Mas tahu kuning Alfiandani​ yang membantu liputan sekaligus liburan tipis-tipis dan memecah rekor edit video cuma 2 hari se-Indonesia Raya, Meskipun ada cerita zonk dibalik video itu (sensor) Wkwk. Mas éthés Syaiful Yasin Saimo​ yang sabar dan totalitas ngelatihnya, wkwk Oiya dia jomblo lho *oops. Tak lupa tim terhebat sepanjang masa, mas Ryan​ yang paham angle fotoku meskipun nggak mau ngedit pipiku jadi tirus, haha. Mas Oping​, MuA cetarrr apalagi Hijab-do nya yang hitsss pol, bisa bikin efek tirus pipiku ini..huhuii. Tante Enni Alida​ yang selalu support dengan baju-bajunya yang kekinian polll. Dan semua-semua yang mendoakan, memberi semangat dan bentuk dukungan lainnya, terima kasih.

Masih banyak aktor/aktris dibalik drama 'jeglongan' ini, disimpan dulu nama-namanya untuk adegan nanti. hihihii..

Menunggu adegan selanjutnya~

***

Terima kasih telah berkunjung.
Instagram: zanza_bela
2/1/17

Assalamualaikum Beijing


Assalamualaikum Beijing!

Masih cerita dari negara tirai bambu. Satu lagi impian yang tak hanya berdebu dalam bentuk tulisan, tetapi berakhir indah dengan kenangan.

Ketika saya SD dan mendapatkan pelajaran IPS, saya dikenalkan dengan peta. Kami dikenalkan dengan provinsi-provinsi yang ada di Indonesia, jenis Sumber Daya Alam, flora dan fauna serta 7 keajaiban dunia. Saat itu hati saya berbisik, “Saya ingin mengunjungi tempat-tempat ‘ajaib’ ini. Di gambar ini, Tembok Besar Cina sangat menarik. Tapi bagaimana caranya kesana? Kan jauh…”
Mengenyam pendidikan selanjutnya, saya masih menyimpan dalam-dalam impian itu, saya hanya percaya mungkin suatu saat bisa tercapai. Tapi saya tetap tidak tahu caranya mencapai impian tersebut. Lambat laun saya membaca banyak kisah pemuda Indonesia yang berhasil lalu lalang ke negeri orang dengan beragam cara, ada yang ikut program pertukaran pemuda, konferensi internasional, beasiswa kuliah, dan lain-lain. Dalam hati saya bilang, “Mungkin caranya seperti ini supaya bisa ke tempat ‘ajaib’ itu”. Sebenarnya bisa saja kalau saya menabung dan semata-mata pergi ke berbagai negara untuk jalan-jalan, tapi saya kira banyak misi yang lebih mulia daripada sekedar ‘jalan-jalan’.

Tahun 2016 merupakan tahun ke-2 dimana saya pergi ke negeri orang, setelah di tahun sebelumnya saya mengikuti program pertukaran pemuda ke Kamboja (baca juga: IYCE 2015 - Cambodia).  Saya tiba di Cina bulan November, perjalanan panjang saya kesini adalah untuk mengenyam program short course di perguruan tinggi Jiangsu Institute of Commerce yang terletak di kota Nanjing, provinsi Jiangsu selama 1 semester.

Tak terasa hampir 3 bulan lebih kami di Cina, dan sekarang kami sedang memasuki libur musim dingin sebelum masuk semester baru di bulan Februari ini. Tentunya sebelum memasuki masa libur, jauh-jauh hari saya sudah memiliki rencana untuk mengisi waktu libur kami. Mewujudkan impian masa kecil, mengunjungi salah satu 7 keajaiban dunia, ya Tembok Besar Cina. Namun setelah mencari-cari informasi, perjalanan dari Nanjing ke Beijing memakan waktu cukup lama yaitu 12 jam dan harga tiket keretanya cukup tinggi bagi kami mahasiswa. Namun, karena sudah jauh-jauh hari direncanakan, akhirnya saya menabung dan puasa jajan selama disini. Hahaa…

Tanggal 30 Januari 2017 pukul 18.00 waktu Nanjing, kami berangkat  dari asrama berjalan ke stasiun metro NMU-JIETT dan menuju Nanjing Railway Station. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 35 menit. Sesampainya di Nanjing Railway Station, kami check in dan menunggu keberangkatan kereta kami ke stasiun berikutnya yaitu Beijing Railway Station. Kereta kami berangkat pukul 21.30, tapi kami sengaja datang 2 jam lebih awal untuk berjaga-jaga jika birokrasi check in tiket yang lama, mengingat kami baru pertama kali ke stasiun ini. Lebih baik menunggu lebih awal kan daripada terlambat? Hehehe.. Perjalanan dari Nanjing Railway Station menuju Beijing Railway Station adalah ± 12 jam. Kebayang kan bagaimana bosannya di kereta? Terlebih di kereta ekonomi yang kami naiki tidak ada colokan untuk charger HP, huhuhu… Tapi ya sudahlah, nikmati saja suka duka menjemput impian. Asseekkk…

Tanggal 31 Januari 2017 pukul 10.00 waktu Beijing kami tiba di Beijing Railway Station.  Berbekal nasi ala kadarnya dan roti, kami sarapan terlebih dulu di stasiun setelah itu kami akan melanjutkan perjalanan untuk menuju Tembok Besar Cina atau Great Wall. Cukup membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk bisa sampai ke Great Wall. Dari Beijing Railway Station kita menuju metro Jishuitan lalu ke  stasiun metro Dawang Road  dan antri bus  menuju ke Great Wall.  Untuk bus umum yang disediakan khusus  menuju Great Wall ada 2 yaitu kode 877 dan 919. Jika kondisi jalanan normal, harusnya kita hanya butuh 1 jam untuk sampai ke Great Wall, tetapi saat itu kondisi jalanan sangat penuh. Kami sampai di Great Wall sekitar pukul 15.00 waktu Beijing. Tanpa pikir panjang, kita langsung membeli tiket dan mulai mendaki. Bersama ratusan umat lainnya, kami berjuang untuk mendaki sampai puncak.

Bagi teman-teman yang berencana pergi ke Tembok Cina, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti :

Musim Berkunjung
Harga tiket masuk Tembok Cina sesuai musim berkunjung
Musim terbaik untuk berkunjung ke Tembok Cina adalah di musim semi dan gugur yaitu bulan April -Oktober. Matahari cerah, udara tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Tapi, jika kesempatan kalian berkunjung di bulan November-Maret, maka bersiaplah dengan pakaian musim dingin kalian. Datanglah sepagi mungkin karena semakin pagi Anda datang maka Anda memiliki kesempatan untuk leluasa berfoto dengan jumlah pengunjung yang masih sedikit.

Pakaian.
Kebetulan kesempatan saya berkunjung kesini di bulan Januari, kebayang kan bagaimana suhu di puncak nanti? Terlebih anginnya kencang. Jadi pastikan memakai jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala dan syal. Jangan sampai anggota badan beku kena dinginnya udara dan angin di atas. Kalaupun kalian mendaki saat musim panas, ada baiknya untuk berjaga-jaga kalian tetap memakai jaket dan penutup kepala, mengingat angin di puncak cukup kencang.

Barang bawaan.
Karena Tembok Besar Cina itu cukup panjang dan menanjak, jika kalian bertekad berjalan kaki sampai puncak perhatikan barang bawaan kalian. Jangan terlalu banyak  ya. Jika kalian membawa tas punggung, pastikan isinya jangan terlalu berat. Karena ketika kalian mendaki, tanjakan makin menukik. Akan sangat kerepotan jika barang bawaan kalian banyak. Oiya.. kalian diperbolehkan membawa bekal makanan dan minuman. Eits… Ingat, jangan buang sampah sembarangan!
Awalnya kami pesimis bisa mengejar waktu untuk sampai puncak dengan menyaksikan keindahan panoramanya. Karena kami baru mulai menanjak sekitar pukul 16.00. Tetapi justru kami bisa menyaksikan sunset dari atas. Subhanallah…


Oiya ada yang terlewat, ketika kami mengantri bus sebelum menuju ke Great Wall, kami berkenalan dengan teman baru. Namanya / Su, dia berasal dari Chóngqìng. Meskipun lahir dan besar di Cina, ternyata dia juga baru pertama kali mengunjungi Beijing. Tak disangka setelah mengantri bus, kami bertemu lagi di puncak Great Wall. Tentu ini moment yang tepat untuk bertukar id WeChat dan berfoto bersama. Hahaha…


Don’t let your dreams just become day dreams. When you stop dreaming, you stop living.”


Nanjing, 2017
Zanzabela

****
Terima kasih sudah berkunjung.
Instagram: zanza_bela
7/11/16

TRENGGALEK : Njajah Desa Milang Kori


Sabtu (9/7) lalu saya dan rekan-rekan Asidewi (Asosiasi Desa Wisata) Trenggalek diundang di acara Nggalek.co | Njajah Desa Milang Kori.

Ketika duduk di deret meja terdepan, saya dan teman-teman tergelitik dengan tajuk yang tertulis di banner acara.

TRENGGALEK NGUMPULNE BALUNG PISAH
"Njajah Desa Milang Kori"

Njajah desa = menjelajah desa.
Milang kori = menghitung pintu.


Terjemahannya, bepergian jauh menjelajah desa, menghitung pintu. Maknanya, melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman hidup ke berbagai wilayah guna mengenal kehidupan di daerah yang dikunjungi. Serta memahami watak perilaku penduduknya.

Ketika acara dimulai, barulah prolog acara dibacakan. Intinya adalah forum ini dapat mengumpulkan lagi saudara yang lama berpisah, yang lama merantau untuk duduk berdiskusi membahas mengenai perjalanan Trenggalek hingga saat ini. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bapak Emil Elistianto, selaku Bupati Trenggalek. Saya cukup tercengang menyimak cerita panjang beliau terkait program kerja beliau, perkembangan dan progress menggembirakan lainnya. Mulai dari masalah pertanian, peternakan, pariwisata hingga rencana bandara yang akan dibangun. Beberapa kata-kata sadis berbau provokasi di media sosial yang saya baca, "Kenapa tidak membangun jalur kereta saja? Kenapa bandara? Tiketnya mahal, saya tidak sanggup membeli tiketnya" dan bla bla bla. Saya dapatkan jawabannya di acara pagi itu.


Beliau menjelaskan, biaya untuk membangun stasiun kereta hitungannya adalah triliun, belum lagi membuka jalur kereta yang zaman dulu sudah dihilangkan saat zaman Belanda lebih sulit. Jika dibandingkan dengan membangun bandara dari segi biaya hitungannya hanya milyar, dan pesawat tinggal landing. Tentu sebagai bupati yang sebelumnya banyak mengawal proyek infrastruktur lebih berpengalaman dan paham. Satu lagi yang paling saya ingat kata-kata beliau.


"Masyarakat banyak berkomentar, kalau ada bandara mereka tidak sanggup beli tiketnya karna mahal. Bandara dibangun sebagai akses jalur transportasi yang dapat mempermudah investor, perdagangan dan lain-lain. Tidak semata untuk Anda naiki. Kalian coba hitung letak bandara terdekat dari Trenggalek dimana? Nah itu tujuannya. Ada lagi yang bilang saya membangun bandara supaya Ibu Arumi Bachsin gampang bolak balik Jakarta-Trenggalek. Tolong kalimat-kalimat yang sifatnya menghambat ini jangan dipikirin deh", jelas Pak Bupati di tengah forum.


"Ya, meskipun terbilang bupati yang masih belia. Tapi memang pintar!", ucap saya dalam hati.


Bagi pemuda/i Trenggalek yang merantau untuk menimba ilmu dan pengalaman nan jauh disana, kembali, bagi dan mari ikut andil untuk Trenggalek tentunya sesuai dengan kapasitas ilmu, kemampuan dan pengalaman masing-masing #selfreminder
7/10/16

Ramadhan bersama Care Share Family

Penyerahan bantuan sembako secara simbolik

Hari Sabtu (2/7) lalu Care Share Family berbagi kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Al Muhajirin, Trenggalek. Donasi yang diberikan berupa sembako dan peralatan sholat.

Terima kasih untuk pelanggan Gabucu (store of Alabela.ID) yang telah mendukung Care Share Family campaign dengan membeli produk Hijab Batik dan Hijab Lurik. Semoga sedikit bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak di panti asuhan dan berkah. Aamiin.

Penyerahan bantuan alat-alat sholat secara simbolik

6/17/16

Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Berbasis Sumber Daya Lokal

Burger Sawut Singkong

Sebagai akibat dampak era globalisasi, perdagangan bebas, pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, ketergantungan pada beras sangat besar, sehingga percepatan penganekaragaman konsumsi pangan merupakan suatu tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi beras sudah saatnya didorong penggunaan pangan lokal seperti jagung, singkong, ubi jalar, sagu, ganyong, sukun, pisang dan sejenisnya dengan tetap memperhatikan prinsip beragam, bergizi, berimbang dan aman, salah satu upaya menciptakan SDM yang berkualitas adalah dengan memperbaiki kualitas konsumsi pangan. Sedangkan, konsumsi yang berkualitas dapat diwujudkan apabila makanan yang dikonsumsi mengandung zat gizi lengkap sesuai dengan kebutuhan tubuh (Pematangsiantar).
6/2/16

Perancangan Aplikasi Monitoring Perkembangan Anak TK dengan Model Pendekatan User Centered Design

Kali ini posting sesuatu yang sedikit berbeda. Bukan soal pariwisata, budaya, passion atau pun kitiran. Tetapi resume skripsi saya. Wkwkwk... ini skripsi yang mengharu biru. Karna nggak nyangka bisa lulus setelah 4 tahun menjalani drama durjana. Barangkali ada yang sedang berencana untuk memakai metode yang sama yaitu User Centered Design (UCD), mungkin studi kasus ini bisa dijadikan insight. Cekidot...
****
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Sebagaimana tertulis dalam Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional pasal 28 yang berisi tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan melalui 3 jalur yaitu pertama, pendidikan formal seperti Taman Kanak-kanak (TK) atau yang sederajat; kedua, pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA) atau yang sederajat dan ketiga, jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.
Salah satu contoh bentuk pendidikan formal PAUD adalah Taman Kanak-kanak (TK). Taman kanak-kanak (TK) menyelenggarakan pendidikan untuk mengembangkan kepribadian dan potensi anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Perkembangan anak yang dicapai merupakan integrasi aspek pemahaman nilai-nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa dan sosial emosional (Permendiknas No. 58 Tahun 2009). Pendidikan tersebut diwujudkan dengan berbagai macam kegiatan belajar mengajar yang diberikan oleh guru kepada para peserta didik.
Dalam membantu proses pengembangan anak perlu adanya pemahaman potensi yang dimiliki anak. Pemahaman tersebut dapat diketahui dengan memperhatikan hal-hal yang cenderung disukai oleh anak. Kesukaan anak terhadap suatu hal dapat menumbuhkembangkan kecerdasan di bidang yang ia sukai. Dengan adanya pengenalan tersebut maka akan dapat diketahui sejak dini potensi, bakat dan minat anak sehingga memudahkan orang tua dan guru untuk mengarahkan pendidikan di jenjang selanjutnya maupun mengarahkan kegiatan ekstrakurikuler maupun kursus anak. Salah satu upaya untuk memantau perkembangan dan memperhatikan hal-hal yang disukai anak adalah dengan melakukan monitoring terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di kelas. Hal inilah yang diterapkan di TK Al Ikhlas Surabaya.
TK Al Ikhlas merupakan Taman Kanak-kanak di Surabaya yang berdiri sejak tahun 1984. TK Al Ikhlas menerapkan sistem monitoring terhadap aspek-aspek perkembangan murid yaitu sosial-emosional, moral-agama, fisik-motorik, kognitif dan kemampuan bahasa. Monitoring ini dilakukan setiap hari oleh para pengajar terhadap peserta didiknya guna mengetahui perkembangan dan potensi anak. Hasil monitoring tersebut didapatkan dengan memantau kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di kelas.
Sistem pencatatan monitoring di TK Al Ikhlas hingga saat ini masih dikerjakan secara manual dalam bentuk RKH (Rencana Kegiatan Harian). Baik pencatatan segala aktivitas pembelajaran hingga penilaian aspek-aspek pada anak masih dicatat dan direkap secara konvensional. Hasil dari monitoring tersebut tidak secara berkala disampaikan kepada orang tua/wali. Sehingga mereka tidak mengetahui bagaimana perkembangan anak setiap harinya.
****
Terima kasih sudah berkunjung.
2/21/16

Pengalaman Seru di Prigi Fest 2016

Tahun 2016 menjadi tahun kedua pelaksanaan acara Prigi Fest. Acara ini diselenggarakan di Pelabuhan Nusantara Prigi, Kec. Watulimo, Kab. Trenggalek. Beberapa serangkaian kegiatan yang turut memeriahkan acara Prigi Fest 2016 adalah lomba balap perahu, pameran dan bazar produk lokal dari UMKM Trenggalek, pameran miniatur perahu, lomba fashion casual batik, parade band, sarasehan, lomba bahasa Jawa, dan lain-lain.

Tahun ini, saya senang dan bersyukur dapat ikut bergabung secara langsung di acara ini. Saya ikut gabung di bazar UMKM dengan produk handmade yaitu Hijab Batik dan Hijab Lurik. Yeay...

Lokasi stand bazar yang berada di pinggir pantai menjadi suasana unik bagi saya. Beberapa meter di depan stand bazar kita menikmati pemandangan laut biru yang indah. Jadi, bagi masyarakat yang berkunjung ke acara ini selain menikmati beberapa hiburan dan pameran produk lokal, masyarakat juga bisa menikmati indahnya laut lepas.



Selain ikut bazar, keseruan lainnya adalah bisa bertemu dengan mas Nyong Larunga. Tahun 2011, mas Nyong adalah juri saat saya mengikuti pemilihan Duta Wisata Trenggalek tahun 2011. Beberapa pesan, nasehat dan tips-tips yang mas Nyong beri saat itu sangat berguna setelah pemilihan. Tak disangka sekarang bisa satu meja juri dengan mas Nyong.
Juri fashion show Prigi Fest 2016
Yufri (kiri), Bela (tengah) dan Mas Nyong (kanan)

Di sela acara, Bupati dan Wakil Bupati beserta istri-istri beliau turut hadir untuk menyaksikan acara fashion show dan ternyata ada sedikit kejutan untuk Ibu Arumi Bachsin selaku istri bupati yang baru saja terpilih. 19 Februari lalu merupakan ulang tahun ibu Arumi ke-22, panitia Prigi Fest memberikan kejutan kecil untuk perayaan ulang tahun ibu Arumi.

Selamat ulang tahun ibu Arumi, semoga sukses dengan program-programnya. Bisa menjadi ibu tangguh untuk keluarga dan Trenggalek. Hehehe....



Sukses untuk Prigi Fest 2017.
Semoga acara berikutnya lebih baik. Aamiin...