7/29/13

Jurnalistik : "...jurnalistik menjadi bagian dari teaching and learning."


Bagi sebagian orang, jurnalistik dianggap kegiatan yang berhubungan dengan wartawan dan media massa. Secara umum, masyarakat sudah paham dengan hal tersebut. Namun, tidak semua orang mengerti mengenai peran dan manfaat jurnalistik di kehidupan sehari – hari.

Sebelum kita membahas lebih jauh, kita ketahui  lebih dulu, Apakah yang dimaksud sebagai ilmu jurnalistik?

Ilmu jurnalistik adalah bagian dari ilmu publisistik (to publish = publikasi). Publisistik sendiri merupakan bagian dari ilmu komunikasi. Makna jurnalistik adalah hal ihwal yang berhubungan dengan persurat-kabaran (media massa cetak = pers). Secara lebih sederhana, jurnalistik sering diartikan sebagai ilmu tentang tulis-menulis di media massa. Padanan ilmu jurnalistik adalah pengetahuan kewartawanan. Hingga jurnalis juga dipadankan dengan wartawan, yang merupakan profesi untuk memperoleh informasi guna disebarluaskan ke masyarakat melalui media massa cetak. Sekarang profesi jurnalis / wartawan tidak hanya terkait dengan media massa cetak, melainkan juga radio, televisi, kantor berita dan multi media (web site). (sumber)

Bidang jurnalistik memang masih terbilang minim peminat, hanya segelintir orang yang bergelut dengan dunia ini. Mayoritas masyarakat masih beranggapan dokter, polisi, TNI, guru adalah penjamin karir yang menjanjikan. Padahal, bidang jurnalistik juga memiliki penawaran karir yang cukup menjanjikan.

Eits, lupakan dulu tentang karir. Jurnalistik itu juga merupakan ilmu praktek dalam dunia pendidikan, khususnya bagi siswa dan atau mahasiswa. Entah mereka sadar atau tidak, jurnalistik menjadi bagian dari teaching and learning. Meskipun di dalam kurikulum pendidikan tidak disebutkan secara gambling mengenai Jurnalistik, tapi bagian – bagian dari ilmu jurnalistik sudah melekat erat dalam bidang pendidikan.

Sejak SMP, siswa sudah dikenalkan dengan metode presentasi sebagai salah satu variasi tugas rumah atau tugas kelompok. Dalam tugas tersebut, siswa dituntut mampu mengerti dan menguasai materi yang kemudian ditulis per poin dalam slide presentasi dan mempresentasikannya di depan teman  dan gurunya. Lalu, tugas yang juga sudah dikenalkan sejak SMP adalah karya ilmiah, mungkin di SMP hanya sebatas pengenalan. Untuk pendalaman tentang karya ilmiah ini ditemui saat SMA. Dalam penyusunan karya ilmiah ini, dibutuhkan observasi, survey, dan lain sebagainya yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk tulisan juga. Selain itu, tugas fantastis para “mahasiswa”, yaitu skripsi. Tetap, berujung dengan bentuk tulisan dan akan dipertanggung jawabkan di depan para penguji alias presentasi.

Berdasarkan deskripsi di atas, semuanya mengandung unsur jurnalistik lohh. Mulai dari tulis menulis, observasi layaknya jurnalis yang memburu fakta untuk liputan beritanya dan presentasi (publisistik ).
Bagi yang masih SMP atau SMA atau mahasiswa atau sudah lulus dan bekerja, bagaimana sensasi Anda ketika menghadapi tugas – tugas tersebut?

Saya tidak berbicara betapa sulitnya materi atau pelajaran yang dibahas, namun saya membahas bagaimana unsur – unsur dari ilmu jurnalistik di dalam tugas – tugas tersebut.

Bagi yang memang sudah lihai menulis, rasanya gampang kok. Menulis pendahuluan untuk karya ilmiah ataupun skripsi itu kayak nulis cerpen cerita cinta remaja kok, menyenangkan. Tidak hanya materi saja yang dibutuhkan untuk menyusun karya ilmiah atau skripsi, namun logika diksi dan skill untuk merangkainya menjadi sebuah laporan layak baca juga perlu.  Apalagi ditambah dengan kemampuan komunikasi yang cukup mumpuni. Maka sempurnalah penerapan unsur – unsur jurnalistik tersebut.

Masih banyak lagi penerapan ilmu jurnalistik selain pendidikan dan dunia jurnalis sendiri. Semua yang berhubungan dengan tulis menulis dan publisistik adalah peran dari  unsur-unsur jurnalistik. (zan)

7/6/13

Mahasiswa yang Berkualitas

Berbicara tentang MAHASISWA berkualitas, hal pertama yang harus kita kritisi dan pertanyakan kembali adalah apa arti dari mahasiswa itu sendiri? Lalu berkualitas seperti apa???
 “ Mahasiswa ” itu sebenarnya hanya sebutan akademis untuk siswa atau murid yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya. Sedangkan secara harfiyah, “ mahasiswa ” terdiri dari dua kata, yaitu ” Maha ” yang berarti tinggi dan ” Siswa ” yang berarti subyek pembelajar, jadi dari segi bahasa “ mahasiswa ” diartikan sebagai pelajar yang tinggi atau seseorang yang belajar di perguruan tinggi atau universitas. Juga bisa di maknai dengan seseorang yang tidak terbatas hasratnya, tidak pernah habis dan padam semangatnya untuk terus belajar dan menimba Ilmu.
Sedangkan mahasiswa yang berkualitas adalah mahasiswa yang tidak hanya sekedar 3D (datang,duduk,domblong) atau kupu-kupu (kuliah,pulang-kuliah,pulang).  Tetapi harus mempunyai kesadaran untuk terus menggali informasi, ilmu pengetahuan, berfikir kritis, logis, berkemauan tinggi, berkerja keras, tanggap terhadap permasalahan bangsa dan membekali diri dengan kapasitas keilmuan yang tinggi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa dan masyarakat.
Mahasiswa yang berkualitas juga harus bisa mewujudkan fungsi moral dalam kehidupan bermasyarakat yang dikenal sebagai berikut:
1.       Agent of change ( agen perubahan ) Mahasiswa dengan jiwa mudanya sangat berpotensi menjadi agen perubahan dan pelopor ke arah perbaikan suatu bangsa.
2.       Agent of study ( agen pendidikan ) Mahasiswa yang disebut kaum intelektual ini, juga seharusnya memiliki ilmu sesuai bidangnya, tidak hanya beropini tanpa dasar pemikiran.
3.       Agent of control ( agen pengawasan ) Mahasiswa yang apatis alias cuek bebek tentu tak memahami fungsi mahasiswa yang satu ini, karena fungsi ini mau tidak mau menyita sebagian waktu kita untuk peduli dengan lingkungan sekitar dengan mengamati dan mengkritisinya.

Dengan Konsep itulah, mahasiswa semestinya bergerak dan menyadari dirinya akan eksistensi ke-mahahasiswaan nya itu. Belajar tidaklah hanya sebatas mengejar gelar akademis atau nilai indeks prestasi ( IP ) yang tinggi, lebih dari itu mahasiswa harus bergerak bersama rakyat dan pemerintah untuk membangun bangsa, atau paling tidak dalam lingkup yang paling mikro, ada suatu kemauan untuk mengembangkan perguruan tinggi dimana ia kuliah. Misalnya dengan ikut serta atau aktif di Organisasi Mahasiswa, seperti BURS@, serta aktif dalam kegiatan-kegiatan lain yang mengarah pada pembangunan bangsa, seperti PMII.

Jadi jelaslah prestasi bukan satu-satunya ukuran seorang mahasiswa yang berkualitas. Mahasiswa juga dinilai sejauh mana dia dapat menjadi agen perubahan dan juga sejauh mana sang mahasiswa tahu lingkungan sekitarnya dan mampu mengkritisinya, karena berkualitas haruslah berguna, mahasiswa haruslah berguna di lingkungan masyarakatnya. Prestasi tidak cukup bahkan tak berkualitas apabila tak berguna bagi orang lain.
Oleh karena itu, menjadi mahasiswa yang berkualitas tidak hanya sekedar mengetahui, tetapi apa yang di ketahui tersebut harus diterapkan atau diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun dan kapanpun. (sumber)

BAGAIMANA MENJADI BERKUALITAS?
KUNCINYA, Mudah saja!!! Buat diri Anda jatuh cinta pada kampus kita! Bisakah?

Bisa!!! Cintai kampus, cintai kegiatannya, cintai dosennya, cintai mata kuliah-mata kuliahnya, cintai karyawannya, cintai satpamnya, cintai KANTIN-nya dan cintai kawan-kawan Anda! Jadilah bersahabat, jadilah bersaudara dengan sesama almamater!

Cintai segala kekurangan dan kelebihan seluruh yang ada di kampus kita. Jangan hanya mencintai kebaikannya, tapi cintai pula keburukan, kekurangan, kelemahan, lalu bergandengtanganlah untuk memperbaiki semua yang kita miliki. Mencintai kekurangan, adalah memungut kekurangan itu lalu bertanggungjawab untuk memperbaikinya, tidak usah saling tuding. Jika ada sampah berserak, pungut dan buang ke tempatnya. Jika kamar mandi bau pesing, siram hingga bersih! Itu contoh sederhananya!

Perlahan tapi pasti, Anda akan menjadi sosok yang berkualitas, mempunyai value/nilai, dan tidak dikecilkan dimanapun Anda berada. Sebab,sesungguhnya yang sedang Anda bangun adalah jiwa dan karakter Anda sendiri! Bukan jiwa dan karakter orang lain! 

Anda akan berbaur dengan banyak orang dan jika karakter baik Anda sudah terbangun, Anda akan menjadi sosok yang dipertimbangkan, baik di dalam sini maupun di luar sana. (selengkapnya klik di sini)

(Admin/Zan)
6/9/13

Que Sera Sera

Selama ini masih sering mengeluh? Merasa hanya satu - satunya orang yang memiliki cobaan hidup terberat? Atau merasa begitu putus asa ketika mengalami kegagalan?

Que Sera Sera, ketika search di Google artinya adalah Whatever Will be, Will be. Lyricnya, mungkin bisa dijadikan refleksi diri. Yuk, tonton video berikut! (zan)


Download MP3 di sini

When I was just a little girl
I asked my mother what will I be
Will I be pretty
Will I be rich
Here’s what she said to me
Que sera sera
Whatever will be will be
The future’s not ours to see
Que sera sera
When I was just a child in school
I asked my teacher what should I try
Should I paint pictures
Should I sing songs
This was her wise reply
Que sera sera
Whatever will be will be
The future’s not ours to see
Que sera sera
When I grew up and fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will there be rainbows day after day
Here’s what my sweetheart said
Que sera sera
Whatever will be will be
The future’s not ours to see
Que sera sera
What will be, will be
Que sera sera…
6/7/13

"Duta Wisata menjadi motor penggerak masyarakat sadar wisata dengan Sapta Pesona Pariwisata..."

Paguyuban bersama Ibu Puji, manajer Carribean Waterpark Trenggalek
Pemilihan duta wisata adalah sebuah acara tahunan yang bergengsi dan ditunggu-tunggu oleh para generasi muda khususnya. Pemilihan dan penganugerahan Duta Wisata ini diikuti oleh generasi muda yang memiliki perhatian dan kemauan dalam bidang kepariwisataan.

Apa tujuan diadakan kompetisi Pemilihan Duta Wisata?
Tujuan dari kompetisi ini  adalah untuk menarik minat remaja khususnya untuk peduli terhadap daerahnya, khususnya peduli terhadap potensi wisata yang ada di daerahnya. Selain itu, kompetisi ini bisa untuk mengasah intelektual sekaligus media promosi pariwisata.

Nah, Kabupaten Trenggalek sendiri merupakan salah satu daerah yang berpotensi di sektor pariwisata. Dengan prinsip Sapta Pesona, yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah dan Kenangan, pariwisata di Kab. Trenggalek memiliki eksotika pariwisata yang tak kalah menarik dengan pariwisata di daerah lain.


Duta Wisata bukan suatu prestis yang hanya sekedar nama belaka, melalui kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan insan pemuda/pemudi yang berkualitas, berprestasi dan berpotensi dan menjadi icon Trenggalek yang sadar wisata.

Duta Wisata menjadi motor penggerak masyarakat sadar wisata dengan Sapta Pesona Pariwisata (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan) yang bertugas mempromosikan wisata di Trenggalek sehingga mampu menarik wisatawan berkunjung ke Trenggalek. Namun, jangan lewatkan siapa penggerak pariwisata sesungguhnya! Pariwisata adalah bisnis majemuk dan gotong royong, bagaimana tidak? Banyak sektor usaha dari masyarakat yang terlibat dalam bisnis ini. Mulai dari wisatawan yang datang dari bandara, terminal bus, stasiun sampai pelabuhan. Perjalanan menuju penginapan yang melibatkan sektor transportasi seperti taksi atau kendaraan umum lain. Setibanya di penginapan, menuju ke lokasi wisata hingga pulang kembali ke daerah asal tentu saja membawa oleh - oleh atau jajanan khas dari lokasi yang baru saja dikunjungi, tentunya sektor badan usaha makanan khas daerah juga terlibat dan masih banyak sektor lainnya yang terlibat. Tentu saja masyarakat sendiri adalah penggerak pariwisata yang sesungguhnya. 

Pariwisata tidak sekedar menjadi obyek yang memiliki magnet para wisatawan lokal atau interlokal untuk datang berkunjung, tetapi juga mengenai pemberdayaan masyarakat sekitar di sekitar lokasi wisata untuk sadar wisata dan ikut berpartisi aktif. Jika ini berjalan selaras, obyek wisata tidak sekedar ramai pengunjung tetapi juga bisa menopang perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. (zan)


*******

Untuk pemuda - pemudi Trenggalek, tunjukkan kalian juga bisa. Jadilah Pemuda Pemudi Trenggalek yang Berprestasi dan Membanggakan di Kota Kripik Tempe. Jadilah Raja di tanahmu sendiri, sebelum menjadi Raja di tanah orang lain!

Mari bergabung bersama Kami, ikuti pemilihan Duta Wisata Kakang Mbakyu Trenggalek 2013. Tunggu informasi selanjutnya! Ikuti update info dari Kami.
Siapkan dirimu menjadi salah satu pemuda/pemudi Trenggalek yang berprestasi dan berpotensi.

Salam, ADA BISA LUAR BIASA!

Dokumentasi : Kraton Art Photograph
Lokasi : Carribean Waterpark
Model : Paguyuban Kakang Mbakyu Trenggalek
5/31/13

CARRIBEAN WATERPARK TRENGGALEK


Hallo warga Trenggalek dan pecinta travelling Nusantara.....
Kabar baru nih dari Kabupaten Trenggalek.

Beberapa waktu lalu, admin sudah memberikan ulasan singkat mengenai eksotika pariwisata alam di Kabupaten Trenggalek dan setelah cetar membahana dengan eksotika alamnya, kini Kab. Trenggalek memiliki satu lagi destinasi wisata baru. Tempat wisata yang kini hangat dibicarakan adalah CARRIBEAN WATERPARK (Ja'as Bukit Permai) yang tepat berada di alamat Jln. Mayjen Sungkono No. 1 Trenggalek. Nggak terlalu jauh kok sama jantung kota.

Harga tiket masuknya berapa min?
Sabar, ini mau ditulis ^^

Untuk harga tiket masuk dijamin murah meriah dan merakyat dehh. Cukup merogoh kocek Rp 5.000,- (untuk hari Senin-Jum'at) atau Rp 10.000,- (untuk hari Sabtu-Minggu) kamu semua bisa menikmati berrrrrrbagai fasilitas hiburan di destinasi ini. Terjangkau banget kan?????

Ada apa aja min di sana? Fasilitasnya apa aja sih?
Tenang... tenang... mau diketik panjang nih.

Bukit Ja'as Permai - Hotel, Waterpark dan Factory Outlet
- Waterpark, terdapat kolam renang yang luas dan berrrbagai fasilitas untuk sarana bermain. Cocok untuk liburan keluarga atau memanjakan anak-anak. Buat kalangan remaja, cocok juga untuk sarana santai bersama orang-orang tercinta.

- Fashion Outlet, menyajikan berrrrrbagai koleksi fashion untuk wanita dan pria dengan harga meriah dan kualitas istimewa. Semua koleksi fashion di sana bisa kalian koleksi dan menjadikan performance kalian semakin chic and trendy.

- Resort Hotel, harga kamar mulai Rp 45.000,- (Room STANDARD, transit)
Room rate :
STANDARD (Rp 120.000), fasilitas : Fan, LCD TV, Springbed, Private bathroom, Complimentary Mineral Water, Welcome drink (Tea/Coffee)

DELUXE (Rp 175.000), fasilitas : Air conditioner, LCD TV, 1 Springbed, Private bathroom with Hot Water, Complimentary Mineral water, Welcome drink (Tea/Coffee)

EXECUTIVE (Rp 295.000), fasilitas : Air conditioner, LCD TV, 2 Springbed, Private bathroom with Hot Water, Complimentary Mineral water, Welcome drink (Fruit juice/Tea/Coffee)

ROYAL SUITE (Rp 400.000), fasilitas : Air conditioner, LCD TV, 2 Springbed, Private bathroom with Hot Water, Complimentary Mineral water, Welcome drink (Fruit Juice/Tea/Coffee)



Ayo berkunjung ke Carribean Waterpark Trenggalek, buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 17.00 WIB ^^

*Share*

Follow me @ZanzaBela
4/18/13

#CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE#


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN.

Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..

“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.

Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara.

Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia.

Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN”.

“Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini.

Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?”

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

“Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….”

“Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….”

“Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?”

“Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun”.

“Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

***

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang).

Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin.

Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG).

Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop.

N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.

Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam…………… seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!

2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………

3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia…….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).

Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

***
Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo

***
Cerita itu saya kutip dari notes facebook disini, sebuah renungan yang seharusnya menjadi perhatian bagi kita. Betapa menyedihkan sebuah bangsa yang tak pernah menghargai orang berilmu! Tak pernah memberi kesempatan kepada anak bangsa untuk menjadikan bangsanya mandiri! Entah ada apa dengan negara ini…! Entah dimana mata dan telinga para penguasa diletakkan!

Saya seorang peneliti, yang tahu betul bagaimana kami dilatih untuk bertindak. Bahwa kami harus melakukan segala macam upaya agar output yang dihasilkan adalah output yang QCD!

Tak sekali dua kali proposal yang sudah kami susun berhari-hari bahkan berminggu-minggu mengalami pernyempurnaan di segala sisi? Tak sekali dua kali para evaluator selalu menjadi pendamping kami dalam melaksanakan serangkaian percobaan.

Tak sedikit pikiran dan tenaga kami habis untuk bagaimana selalu menyempurnakan metode hingga output tercapai. Kami juga kadang tak berontak saat kerja bertahun-tahun tapi gaji yang kami dapat hanya setara dengan goyangan ngebor Inul satu jam! dan yang lebih menyedihkan, karya kami hanya mendapat cibiran, jika tidak akhirnya dipinggirkan!

Entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini! sepertinya posisi orang berilmu memang sudah tak lagi mendapat tempat, jadi siapa yang salah jika akhirnya mereka mencari tempat lain?

Dan saya perempuan, dan seorang muslimah. Maka apapun profesi saya, saya tetaplah muslimah dan perempuan. Seseorang yang mendapat kehormatan dan kemuliaan menjadi seorang Ummu warobatul bait, Istri sekaligus Ibu dan pengatur rumah tangga.

Maka jika aktivitas dan profesi yang kutekuni menjadikanku abai terhadap peranku, aku akan meninggalkannya dan memilih tempat yang lebih memuliakanku, yaitu menjadi Ibu dan pengatur rumah tangga. Bukan seorang Ibu semu, yang hanya berperan melahirkan dan memberi makan, tanpa pernah menjadi teladan, pengajar, pendengar dan teman untuk anak-anaknya…

Dan entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini, jika RUU Kesetaraan Gender lalu diketok palu menjadi UU!… bersiaplah menjadi orang-orang yang menggoreskan catatan sedih, dengan kebijakan negeri ini…

***
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Sourch : COSMO 101.9 FM Bandung
2/13/13

Ada yang Lebih Penting dari sekedar ‘Cinta’

#now playing  Cinta Sejati - BCL

Ketika banyak orang terharu dengan kisah cinta Habibie Ainun, ketika semua menangis saat adegan detik-detik kematian Ainun dan ketika semua kompak update status di beberapa social media dengan kata mutiara cinta di film itu, justru saya merasa melayang antara alam sadar dan bawah sadar. Saya tidak menangis bukan karena saya tidak normal menanggapi kisah cinta abadi itu, tapi ada yang lebih penting untuk disoroti dari sekedar Cinta.

Saat muncul setting pertama, Jerman. “Wow”, satu kata itulah yang saya ungkapkan.
Ketika muncul adegan beberapa orang asing sedikit mencemooh mengenai orang Indonesia, yaa saya tahu itu sekedar skenario dalam film, TAPI “Apa segitunya ya Indonesia?” Karena, sedikit banyak cerita dalam sinetron atau film pasti terinspirasi dari beberapa fakta kehidupan yang ada.

Tanpa diminta atau diperintah, Habibie berjanji pada bumi pertiwi, dia akan kembali ke Indonesia dan membangun Negara kelahirannya itu setelah masa study-nya. Dia masih memiliki kesadaran untuk berbakti kepada bangsa di tengah-tengah kehidupan Jerman yang mungkin jauh berbeda dengan Indonesia yang kacau saat itu. Coba kalau sekarang? Adakah orang seperti itu? Saya pun tak berani menjamin, misal diri saya di posisi Habibie masih memiliki kesadaran untuk kembali. “Miris”.

Hingga akhirnya pesawat buatan orang Indonesia diterbangkan, mungkin masa itu menjadi masa yang mencengangkan. Hanya dengan menonton flashback video terkait penerbangan pesawat perdana yang di hadiri Presiden Soeharto kala itu dalam film Habibie Ainun, rasanya WOW BANGET.

“Setelah Pak Habibie, siapa lagi?”

Ditengah cerita yang banyak orang terkagum-kagum dengan kisah cinta abadi, saya masih sangat terngiang dengan dialog Pak Habibie dan Ibu Ainun hampir di ending cerita. Mungkin tidak persis kalimatnya, namun inti dari isi kalimat sama.

“Pesawat yang sudah ada ini dapat menghubungkan antar pulau dan murah. Kalau ini bisa berkembang, pasti banyak infrastruktur yang ikut berkembang. Bangsa ini bisa menjadi bangsa yang mandiri. Tapi, kenapa orang-orang itu tidak percaya?” ucap Presiden Habibie di tengah gejolak penurunan jabatannya.
“Ada banyak cara untuk mencintai bangsa ini” jawab Ibu Ainun kala itu.
Ya hanya dua dialog ini yang saya bawa pulang.

“Iya ya, t’rus siapa lagi setelah Pak Habibie?” lagi-lagi pertanyaan yang sama dariku.