1/30/14

Pembangunan Bendungan Tugu, Trenggalek Resmi Dimulai


TRENGGALEK TOP NEWS>>PEMBANGUNAN BENDUNGAN TUGU RESMI DIMULAI, GROUNDBREAKING OLEH WAMEN PU Dr. Ir. ACHMAD HERMANTO DARDAK, M.Sc.

ALHAMDULILLAH, hari ini Rabu (29/1/2014), telah dilaksanakan Groundbreaking pencanangan pembangunan Bendungann Tugu Trenggalek oleh Bapak Dr. Ir. ACHMAD HERMANTO DARDAK, M.Sc. Wakil Menteri Pekerjaan Umum. Beliaunya adalah Putra Trenggalek kelahiran tanggal 9 Januari 1957,r umah di Trenggalek berada di seputaran barat alon-alon, ... sekaligus pulang kampung ya Pak..

Tipe Bendungan Tugu adalah tipe urugan batu dengan inti tegak, tinggi bendungan 81,25 m, panjang bendungan 425 m, dan volume tampungannya adalah 9,8 juta m3. Manfaat dari Bendungan Tugu adalah untuk memenuhi kebutuhan air irigasi seluas 1.200 Ha, pemenuhan air baku sebesar 400 lt/dtk, mereduksi debit banjir sebesar 36.5 m3/dtk, Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) sebesar 400 KWh, dan konservasi serta pariwisata.

Pelaksanaan pembangunan Bendungan Tugu akan berlangsung dari TA 2013 – 2017 dengan nilai kontrak Rp 619 miliar secara multiyears, dan tahun 2014 dikucurkan dana sebesar Rp 195 miliar, adapun pelaksana pembangunannya adalah PT. Wijaya Karya (Persero).

Dan malam ini digelar Wayang Kulit menampilkan Dalang Ki Anom Suroto mementaskan lakon "Romo Tambak".

============>>
>>DATA LENGKAP TENTANG BENDUNGAN TUGU TRENGGALEK

RENCANA PEMBANGUNAN BENDUNGAN TUGU

Bendungan Tugu rencananya akan dibangun di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Propinsi Jawa Timur yang nantinya akan mengalir ke Sungai Keser. Adapun manfaat dari pembangunan Bendungan Tugu ini antara lain adalah untuk ,air irigasi, air baku, PLTMH dan Pengendalian Banjir Hasil Studi terdahulu yang dipakai sebagai acuan :

1. Preliminary Study of Tugu Dam merupakan bagian dari Sub Basin Area Development Study of Ngasinan River, tahun 1984.(Nippon Koei.co.ltd)

2. Review Feasibility Study and Environmental Impact Analysis Tugu Dam, Kabupaten Trenggalek , East Java, tahun 1995 .(PT. Indra Karya)

3. Studi Sosial Ekonomi dan PKM Pembangunan Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek, tahun 2005 (PT. Terasis Erojaya).

4. Survey dan Investigasi as Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek, tahun 2007.(PT. Indra Karya Cabang I Malang )

5. Amdal Pembangunan Waduk Tugu di Kabupaten Trenggalek, tahun 2009, (PT. Surya Cahaya Utama)

6. Detail Enginering Design (DED) waduk Tugu Kabupaten Trenggalek tahun 2010 (PT. Indra Karya)

7. Survey Investigasi Tambahan untuk DD Bendungan Tugu tahun 2010 (PT. Ika Adya Perkasa)

8. Studi LARAP dan ADS Bendungan Tugu, tahun 2011 (PT. Terasis Erojaya) Studi terdahulu terdapat 4 (empat) alternatif lokasi As Bendungan (seperti gambar tersebut di bawah). Berdasarkan berbagai pertimbangan, terpilih alternatif 3(tiga) yang terletak di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, dengan luas daerah tergenang 41,70 ha dan rencana pemindahan penduduk sejumlah 52 KK.

DATA TEKNIS BENDUNGAN TUGU

a. Waduk :

• Daerah Aliran Sungai : 43,06 km2, • Debit rata-rata tahunan : 1,33 m3/dt • Curah hujan rata-rata tahunan : 1,959 mm • Debit PMF Debit inflow PMF : 928,44 m3/dt , Debit Outflow PMF : 852,23 m3/dt Elevasi Muka Air PMF : El. 258,20 m • Debit Q1000 Debit Inflow Q1000 : 670,95 m3/dt Debit Outflow Q1000 : 608,93 m3/dt Elevasi Muka Air Q1000 : El. 256,71 m • Debit Q100 Debit Inflow Q100 : 368,98 m3/dt Debit Outflow Q100 : 326,51 m3/dt Elevasi Muka Air Q100 : El. 254,68 m • Debit Q25 Debit Inflow Q25 : 252,70 m3/dt Debit Outflow Q25 : 217,83 m3/dt Elevasi Muka Air Q25 : El. 201,64 m • Muka Air Normal (MAN) : El. 251,00 m • Muka Air Rendah (MAR) : El. 215,50 m • Kapasitas Tampungan Bruto : 9,68 x 106 m3 • Kapasitas Tampungan Efektif : 7,68 x 106 m3 • Kapasitas Tampungan Mati : 1,62 x 106 m3 • Luas Daerah Genangan (HWL) : 41,70 Ha • Hujan tahunan rata-rata : 1,959 mm •

b. Saluran Pengelak

• Saluran Pengelak • Tipe : Kondult beton (2 lubang) • Dimensi : 2 buah L=3,20m,T3,20m • Debit Rencana : Q25 = 252,70 m3/dt • Elevasi Inlet Kondult : El. 192,00 m • Elevasi Outlet Kondult : El. 176,00 m • Panjang Kondult : 545,00 m • Bendung Pengelak (Cofferdam) • Cofferdam Hulu

• Tipe : Urugan batu random dengan inti miring • Elevasi Puncak : El. 203,50 m • Lebar Puncak : 8,00 m • Panjang : 191,00 m • Kemiringan, Hulu : 1 : 2,25 • Hilir : 1 : 2,00• Cofferdam Hulu • Tipe : Urugan batu random dengan inti miring • Elevasi Puncak : El. 203,50 m • Lebar Puncak : 8,00 m • Panjang : 191,00 m • Kemiringan, Hulu : 1 : 2,25 • Hilir : 1 : 2,00

c. Bendungan Utama :

• Tipe : Urugan Batuan Random dengan inti tegak zonal • Elevasi Puncak : El. 259,00 m • Tinggi Bendungan : 81,00 m (dari dasar sungai) • Lebar Bendungan : 12,00 m • Panjang Bendungan : 437,27 m • Kemiringan : Hulu 1 : 2,25 Hilir 1 : 2,00 d. Bangunan Pelimpah (Spillway) • Tipe : Pelimpah samping tanpa pintu • Elevasi Ambang : El. 251,00 m • Lebar Ambang : 22,00 m • Saluran transisi Elevasi dasar sal. transisi : El, 241,00 m Lebar saluran transisi : 16,00 m Panjang saluran transisi : 115,00 m Elevasi puncak sill : El. 242,39 m • Saluran peluncur Lebar saluran peluncur : 16,00 m Panjang saluran peluncur : 227,93 m Elevasi puncak sill : El. 242,39 m • Saluran peredam energi Lebar peredam energi : 16,00 m Panjang peredam energi : 40,00 m Elevasi peredam energi : El. 170,00 m

e. Bangunan Pengambilan (intake)

• Tipe Bangunan : Menara Tenggelam • Konstruksi : Beton bertulang • Dimensi : 1,50 x 1,50 m Tinggi 23,30 m • Elevasi Dasar Pengambilan : El. 215,50 m

f. Bangunan Pengeluaran (Outlet)

• Bangunan irigasi : On the ground Dimensi : 22,00 m x 15,50 m Elevasi dasar : El, 176,70 m Tipe pintu outlet : Butterfly valve Tipe pintu untuk kontrol : Hallow jet valve Diameter pipa irigasi : 1,20 m Debit maksimum air irigasi : 1,93 m3/dt Debit rata-rata irigasi : 0,69 m3/dt • PLTM : On the ground Debit pembangkitan : 0,70 m3/dt Tipe turbine : crossflow-horisontal

g. Fasilitas Hidromekanikal

• Saringan (trashrack) Tipe saringan : Kisi-kisi baja, removable Dimensi saringan : 3,40 m L x 0,750 m T Jumlah : 4 @ 2 panel Elevasi dasar dan atas : El. 215,50 m – El. 217,00 m Kemiringan : Tegak Jarak jeruji : 50 mm

• Closure Gate Tipe :

Slide gate tegak Jumlah pintu : 2 set Dimensi pintu : 3,20 m L x 3,20 m T Elevasi dasar : El. 191,70 m Operasi : manual • Inlet di gedung operasi Tipe : Butterfly valve Jumlah pintu : 1 set Dimensi pintu : 1,00 m Debit rencana : 2,00 m3/dt Elevasi dasar : El. 176,70 m Operasi : elektro mekanik/manual

• Control Valve di gedung operasional

Tipe : Hallow jet valve Jumlah pintu : 1 set Diameter valve : 1,00 m Elevasi dasar : El. 176,70 m Operasi : elektro mekanik/manual

• Pipa pengambilan

Tipe : pipa baja Jumlah jalur : 1 jalur Diameter : 1,20m bifurcation 1,20m (persiapan untuk turbin) Tebal plat baja : 15 mm Panjang : 147,00 m

Debit rencana : 0,70 m3/dt

a. Jalan Hantar

b. Panjang jalan hantar & relokasi : 2,50 km

c. Lebar : 6,00 & 12,00 m

d. Tipe perkerasan : Makadam dan Lapisan perkerasan

e. Jembatan : 1 @ 17 m 1 @ 18 m i. Kegunaan Waduk Tugu

• Penyediaan air DI. Ngasinan : 1.200 Ha

• Penyediaan air baku : 12 liter/dt

• PLTM : 0,4 MW

• Pengendali Banjir - Mengurangi debit 100 tahun (Q100) sebesar 42,47 m3/dt - Mengurangi debit 1000 tahun (Q1000) sebesar 62,02 m3/dt - Mengurangi debit PMF tahun (QPMF) sebesar 76,21 m3/dt

Sumber : http://bbwsbrantas.pdsda.net/index.php?option=com_content&view=article&id=161&Itemid=148

Semoga ALLOH SWT senantiasa menganugerahkan Ridho, Inayah dan Perlindungan-NYA dalam Proses pembangunannya, sehingga pembangunannya bisa berjalan aman, lancar dan sukses serta hasilnya kelak membawa manfaat serta keberkahan bagi masyarakat di sekitarnya dan masyarakat Trenggalek pada umumnya. Aamiin.

Reportase : Renny Andinnie
Foto Lokasi : Smaneska Trenggalek & Internet

(Admin/Zan)
1/18/14

Community Based Tourism di Ekowisata Trenggalek

Community Based Tourism atau yang bisa diartikan kepariwisataan berbasis masyarakat (komunitas) adalah pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat. Masyarakat di sini sebagai peran utama melalui pemberdayaan masyarakat untuk andil dalam kegiatan kepariwisataan, mereka berperan aktif dalam perencanaan, pengelolaan dan pengembangan di sektor pariwisata tersebut. Beberapa konsep wisata yang mendukung konsep CBT ini adalah konsep pariwisata untuk penjelajahan (adventure travel), wisata budaya (cultural tourism) dan ekowisata.

Di Indonesia, yang memiliki banyak potensi wisata rupa-rupanya banyak yang menerapkan konsep CBT ini. Contohnya dari wilayah Pulau Jawa, di pesisir selatannya yaitu kabupaten Trenggalek menerapkan CBT dalam konsep ekowisata yaitu di lokasi Konservasi Penyu Kili-Kili yang dikelola oleh Pokmaswas Taman Kili-kili dan Ekowisata Mangrove Pantai Cengkrong yang dikelola oleh Pokmaswas Kejung Samudra. 

Upacara Ucul-ucul, upacara pelepasan
anak penyu (tukik) ke laut bebas
Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) Taman Kili-kili adalah kelompok masyarakat yang peduli dengan keberadaan penyu di pantai kili-kili. Mereka bertugas mencari telur penyu yang ditinggalkan para induk pada malam hari, untuk kemudian dirawat hingga penyu menetas. Penyu yang baru menetas dinamakan tukik, bentuknya kecil, lucu sekali. Para tukik ini nantinya akan dilepaskan ke laut demi kelangsungan hidup mereka. Pusat Pelatihan dan pendidikan Konservasi Penyu di Kabupaten Trenggalek ini menawarkan sebuah reward berupa sertifikat Orang Tua Asuh bagi pengunjung yang mau melepas penyu ke Laut. Sertifikat ini ditujukan sebagai apresiasi kepada pengunjung yang telah membantu kegiatan konservasi penyu di Taman Kili-kili dengan ikut serta melepas penyu ke laut. Partisipasi anda membantu proses konservasi ini berarti ikut serta menjaga ekosistem laut. Dan anda layak kami sebut sebagai pahlawan bahari.

Hutan mangrove pancer Cengkrong

Sedangkan Pokmaswas Kejung Samudra merupakan kelompok/organisasi kemasyarakatan yang bertujuan meningkatkan peranan dan partisipasi masyarakat pantai dalam pembangunan perikanan sehingga terwujud masyarakat pantai yang sejahtera. Pokmaswas ini juga berkonsentrasi mengelola lingkungan mangrove yang ada di sekitar pantai cengkrong, Watulimo, Trenggalek. Sampai saat ini, Pokmaswas telah melakukan pembibitan, penanaman, perawatan dan pengolahan hasil mangrove. Pokmaswas KEJUNG SAMUDRA yang keanggotaannya terdiri dari nelayan, pedagang ikan, kalangan muda dan tokoh masyarakat pantai, bertugas membuat rencana kerja kegiatan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pantai, membuat rencana untuk meningkatkan pengelolaan sumberdaya perikanan pantai secara lestari, meningkatkan kemampuan dan keikutsertaan masyarakat pantai dalam pembangunan khususnya  pembangunan masyarakat pantai.

Referensi :

(Admin/Zan) #Lassvera
1/13/14

Problematika Ahli Waris Budaya Bangsa

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai kebudayaannya”, bagaimanakah wujud cinta sebenarnya terhadap kebudayaan? Bagaimana perilaku yang mencerminkan rasa cinta sesungguhnya? Membentangkan banner besar yang bertuliskan cinta budaya? Atau marak berkoar-koar dengan kalimat persuasif dan diplomatis mengenai cinta budaya?
            Remaja, sebagai pemuda yang merupakan generasi penerus sekaligus ahli waris budaya bangsa. Lunturnya rasa cinta dan bangga akan pesona budaya bangsa adalah kurang tertanamnya jiwa cinta budaya dalam diri remaja. Sebagai contoh problematika beberapa remaja terhadap warisan budaya Indonesia terhadap wayang dan angklung.
            Wayang sebagai “Karya Agung Budaya Dunia”, diakui oleh UNESCO sejak tahun 2003. Jenisnya pun ada banyak, seperti wayang Jawa, wayang Krucil, wayang Bali, wayang golek Sunda, dll. Umumnya, wayang yang dimainkan berkisah tentang dewa-dewi, persilatan, percintaan dan kepahlawanan yang pertunjukannya diiringi dengan musik gamelan dan menggunakan bahasa pengantar bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang digunakan pun tidak seperti bahasa jawa ngoko andhap, krama inggil atau seperti bahasa jawa yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari, tetapi yang digunakan adalah bahasa Jawa Kawi atau Jawa Kuno. Problematika remaja terhadap jenis budaya ini terlihat dari sini, bahasa. Pantas saja kalau minat remaja terhadap salah satu warisan budaya ini rendah, hal ini karena kurang familiarnya bahasa pengantar yang digunakan dalam pementasan. Dalam skala regional atau nasional, pementasan wayang masih mempertahankan cara pementasan konvensional dengan mengandalkan satu pengantar bahasa aslinya, yaitu bahasa Jawa.
Wayang bersifat universal dan luwes atau mengikuti perkembangan zaman. Seperti contoh dalang Ki Purbo Asmoro yang menyajikan pementasan wayang dalam skala global dan pementasan wayang pun menyesuaikan dengan keadaan global yang ada. Beliau dibantu Kathryn Emerson, dari Kalamazoo, Michigan, USA, seorang penerjemah pementasan wayang dan Yayasan Lontar mengemas pergelaran wayang kulit dalam paket pendidikan wayang kulit dalam tiga bahasa: Jawa, Indonesia, dan Inggris. Ki Purbo Asmoro mendalang dengan tiga kelir atau layar. Layar utama yang terletak di bagian tengah adalah tempat ki dalang mendalang dengan sekotak wayangnya. Dua layar di bagian kanan dan kiri layar utama merupakan tempat teks. Di kedua layar itulah tuturan dalang diterjemahkan dari bahasa Jawa ke bahasa Inggris. Penerjemahnya adalah Kathryn Emerson atau Kathy. Duduk di kanan depan layar, Kathy dengan komputernya menjadi semacam ”dalang bayangan”. Ia menerjemahkan seluruh kejadian di jagat pewayangan yang didalangi Purbo Asmoro.
            Selain problematika dalam bahasa pementasan wayang, beralih ke jenis warisan budaya bangsa yang lain, yaitu angklung. Alat musik yang terbuat dari bambu ini diakui UNESCO sebagai salah satu warisan dunia sejak tahun 2010. Ciri khas alat musik ini adalah satu angklung hanya menghasilkan satu nada, sehingga dibutuhkan beberapa set angklung dengan berbagai ukuran yang dimainkan oleh banyak orang untuk menghasilkan sebuah harmoni atau lagu yang diinginkan, kita lebih sering melihat pertunjukan angklung dalam bentuk orchestra. Namun, ciri khas ini menjadi dilema bagi remaja masa kini yang menilai angklung kurang fleksibel untuk dimainkan. Jika dinilai sebagai pertunjukan orchestra, bermain angklung dengan kuantitas alat atau massa tidaklah repot. Namun, jika dimainkan untuk skala personal, angklung dinilai kurang praktis sehingga menyebabkan para ahli waris budaya enggan dan memiliki minat yang rendah terhadap angklung. Selain itu, majunya teknologi sudah menyediakan alat-alat musik modern yang lebih praktis untuk digunakan. Seperti piano, gitar, bass, atau organ yang bisa diset atau diberi efek suara yang bisa menirukan suara angklung.
            Beberapa problematika di atas muncul di kalangan remaja, karena mereka masih berpikiran awan dan kurangnya jiwa cinta budaya dalam diri mereka. Cinta tidak sekedar diungkapkan dengan kata-kata, tetapi cinta adalah rasa memiliki, ikut berperan aktif melestarikan dan andil dalam mendaya gunakan.
            Wayang memang sejatinya dipentaskan dengan bahasa asalnya yaitu bahasa Jawa, namun untuk mengatasi masalah tingkat apresiasi dari masyarakat khususnya remaja yang ditimbulkan oleh faktor bahasa, solusi persoalan dapat melalui proses pementasan dengan menggunakan bahasa pengantar yang tidak hanya bahasa Jawa, bisa diterjemahkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing lainnya (dengan tidak menghilangkan keaslian bahasa pengantarnya). Sedangkan angklung, dilema yang dirasakan bagi para remaja sebagai ahli waris warisan budaya bangsa karna kurang pahamnya filosofi dibalik alat musik bambu tersebut bahwa satu alat musik angklung hanya menghasilkan satu nada, tidak mungkin bermain sendiri untuk membentuk harmoni. Memang hidup selalu memerlukan orang lain, dan angklung membawa pesan kemanusiaan bahwa sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup tanpa manusia yang lainnya.
1/7/14

Si Bolang Trans7 Shooting di Panggul Trenggalek



Si Bolang Trans7 sebuah program tv yang sangat digandrungi anak-anak ini hadir di pesisir selatan Kabupaten Trenggalek tepatnya di Kecamatan Panggul. Rombongan kru Si Bolang Trans7 hadir pada hari minggu 5 Januari 2014 di Kecamatan Panggul dan langsung mengadakan audisi untuk memilih anak-anak berbakat petualang sebagai bintang cilik di acara tersebut.

Si Bolang Trans7 sebuah program tv yang sangat digandrungi anak-anak ini hadir di pesisir selatan Kabupaten Trenggalek tepatnya di Kecamatan Panggul. Rombongan kru Si Bolang Trans7 hadir pada hari minggu 5 Januari 2014 di Kecamatan Panggul dan langsung mengadakan audisi untuk memilih anak-anak berbakat petualang sebagai bintang cilik di acara tersebut.

Terpilihlah 12 anak yang dibagi menjadi 2 kelompok. kelompok pertama terdiri dari 4 sebagai bintang utama termasuk Si Bolang. Dan kelompok kedua terdiri dari 8 anak yang berperan sebagai pelengkap/ pembantu kelompok utama. Terpilih sebagai Si Bolang adalah Angger siswa kelas 5 SDN 2 Wonocoyo.

Shooting Si Bolang Trans7 6 Januari 2014 berlokasi di Pantai Joketro dan Pantai Pelang. Keindahan alam Pantai Joketro dan kesibukan para nelayan disana menjadi pemandangan yang sangat eksotik sebagai latar bermain para bocah petualang. Tidak hanya permainan-permainan di alam bebas, namun Si Bolang dan teman-teman juga menunjukkan keakraban dan kepeduliannya dengan membantu para nelayan disana.

Untuk hari selasa 7 Januari 2014 lokasi shooting akan pindah di Konservasi Penyu Taman Kili-Kili. Program Si Bolang Trans7 Edisi Panggul – Trenggalek ini akan tayang sekitar tanggal 20-an Januari 2014. Jangan lupa tonton yaa..

(Admin/Zan) ~ 

1/1/14

Ketika Jilbab Menjadi Kedok


“Aku paling gak suka liat cewe pake jilbab bermesra mesran sama pacarnya” ..

“Sama aku juga .. mending gak usah pake jilbab aja sekalian” ..
“Bener tuh ... daripada pake jilbab tapi kelakuan kayak gitu” ..

Sering sekali kita mendengar teman-teman kita mengucapkan kata-kata seperti itu .. terutama mereka yang belum mengenakan jilbab ...

Sungguh malang sekali nasib jilbab itu ..yang salah orangnya .. tapi jilbabnya pun ikut di hujat ...

Yang lebih miris lagi mereka mengatakan ..“mending gak usah pake jilbab daripada kelakuan buruk” ...

Sudah tidak memakai jilbab .. plus kelakuan buruk kok dibilang mending ..?? Itu artinya menurut mereka perbuatan tercela itu pantas untuk dilakukan asal tidak memakai jilbab ...

Bukankah perbuatan tercela itu tetap dosa dilakukan oleh manusia siapapun dia .. tak peduli dia kaya .. miskin .. laki laki .. perempuan .. memakai jilbab ataupun tidak .. besarnya dosa yang mereka lakukan pun sama .. hukuman yang mereka terimapun juga sama ...

Lantas bagaimana mereka bisa berkata seperti itu ..??

Manusia tak ada yang sempurna .. Begitupun semua perempuan yang memakai jilbab ... mereka juga hanyalah manusia biasa tempat khilaf dan lupa ...

Tak ada tuntutan jilbab itu hanya boleh dipakai oleh mereka yang telah sempurna akhlaknya ...

Bukankah sudah jelas bahwa jilbab wajib dikenakan semua perempuan islam yang sudah baligh seperti wajibnya shalat ..tak perduli sifat seperti apa yang mereka miliki ... Tapi sungguh masih ada saja sebagian orang yang menganggap memakai jilbab itu hanya sunnah ....
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu .. anak-anakmu yang perempuan dan isteri-isteri orang mu’min ... “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ”... yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal .. karena itu mereka tidak diganggu .. .Dan Allah adalah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang (Al-Adzhab :59)..

Janganlah jilbabnya yang di hujat .. tapi ingatkanlah mereka ...
Nasehatilah mereka jika kita tahu perbuatan yang mereka lakukan itu salah ...

Dan tidak harus sempurna dulu atau harus memakai jilbab untuk bisa mengingatkan saudara kita yang salah ....

Namun alangkah baiknya jika kita berjilbab sehingga nasehat pun didengar oleh mereka ... Bukankah saling mengingatkan sesama saudara muslim itu mendapat pahala ..??

Jangan sampai iman pudar lalu hawa nafsu yang menang ...
Ketika itu yang terjadi .. maka cinta Allah yang agung tidak akan pernah bisa diindera, dirasa ... Cinta antar manusia pun hanya akan berbuah malapetaka ... Keinginan kita menuju surga dan ridha-Nya akan sirna ...

Semoga bermanfaat..
12/25/13

EKSOTIKA PARIWISATA ALAM DI PESISIR SELATAN

            Alam adalah sumber daya yang lahir sebagai lingkungan dan sahabat hidup bagi manusia. Alam memiliki beberapa potensi yang tidak sekedar sebagai kawan, namun manusia memanfaatkannya sebagai sumber kesejahteraan hidup. Beberapa potensi alam yang dimaksud adalah tambang, perikanan, pertanian dan pariwisata.
            Kabupaten Trenggalek adalah kawasan yang 2/3 wilayahnya adalah pegunungan. Potensi pariwisata alam di Trenggalek cukup menarik banyak perhatian oleh penikmat wisata lokal maupun interlokal. Seperti icon pariwisata unggulan Trenggalek, yaitu Goa Lawa atau goa kelelawar.

Goa Lawa

            Goa yang merupakan goa terpanjang dan terbesar se-Asia Tenggara ini memiliki rangkaian stalagtit dan stalagmit dan terdiri dari 9 ruang yang tinggi dan luas. Untuk menyaksikan keindahannya, telah dibangun jembatan dan lampu penerangan di dalam goa. Saat berada di Goa Lowo ini, para pengunjung akan dimanjakan dengan suasana khas pegunungan yang sejuk dan keindahan dinding gua yang artistik dengan stalagtit yang menggantung maupun stalagmit yang mencuat disana sininya.
Selain itu, potensi pariwisata di wilayah Trenggalek yang besar merupakan wisata bahari. Tercatat ada enam pantai yang telah menjadi destinasi pariwisata unggulan wisatawan lokal maupun interlokal, yaitu Pantai Prigi, Pantai Damas, Pantai Pasir Putih atau Pantai Karanggongso, Pantai Cengkrong, Pantai Blado, dan Pantai Pelang.
1.    Pantai Prigi
Pantai Prigi

Pantai Prigi, icon papan pariwisata selain Goa Lawa ini berada di wilayah desa Tasikmadu, Kec. Watulimo, Kab. Trenggalek. Pantai prigi menawarkan pemandangan yang tidak kalah dari pantai-pantai lain di jawa. Pantai ini sangat banyak dikunjungi wisatawan lokal khususnya ketika menjelang akhir pekan dan hari libur nasional. Bagi pengunjung luar kota, anda tidak perlu kuatir. Di dekat pantai terdapat hotel atau penginapan yang cukup nyaman dengan kantong anda. Ada juga warung-warung kecil di sekitar pantai, dan tak lupa kuliner khas jawa yang pasti sudah sangat cocok untuk lidah anda. Ada juga warung atau toko cindera mata, berupa hasil karya dari kerang. Bagi anda yang ingin menyusuri pinggir laut, tersedia penyewaan kapal yang akan membawa Anda berkeliling disekitar pantai menikmati pemandangan pantai prigi.

Pelelangan ikan terbesar pantai selatan Pulau Jawa

 

Hal lain yang bisa anda temukan di pantai Prigi yang berpasir kuning ini adalah tempat pelelangan ikan. Anda akan menemukan deretan perahu para nelayan, berlabuh dan membongkar tangkapan ikan. Pasar ikan ini menjadi pemandangan unik dan menambah wawasan anda mengenai kekayaan laut Indonesia. Biasanya pantai dengan aktivitas nelayan terlihat suram dan kurang menyenangkan, tetapi pemerintah setempat telah berhasil membuat pantai ini menjadi objek wisata yang potensial. Pemda Jawa Timur telah mengembangkan kawasan ini sebagai tempat pelelangan ikan terbesar di pantai selatan pulau Jawa. Sehingga aktivitas ekonomi di daerah inipun meningkat.
Selain keindahan pantai dan pusat pelelangan ikan terbesar, masyarakat yang berkunjung di Pantai Prigi juga dapat menyaksikan Labuh Laut Larung Sembonyo, yang secara turun temurun di langsungkan setiap tahunnya. Biasanya kegiatan ini digelar pada bulan Selo, pada hari Senin Kliwon dalam tahun Jawa.
Upacara Adat Labuh Laut Larung Sembonyo merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan sekaligus penghormatan kepada leluhur yang telah berhasil membuka kawasan Pantai Prigi. Menurut cerita rakyat, tokoh yang berhasil membuka atau babad Kawasan Prigi adalah Raden Tumenggung Yudhanegara, salah seorang prajurit dari Kerajaan Mataram. Kawasan Prigi waktu dulu merupakan kawasan yang sangat angker sehingga tidak ada orang yang berani tinggal di kawasan tersebut. Raden Tumenggung Yudhanegara akhirnya berhasil membuka kawasan Prigi setelah bersedia menikah dengan Putri Gambar Inten, putri dari penguasa gaib wilayah tersebut. Perkawinan itu dimeriahkan dengan kesenian tayub. Karena itu dalam upacara adat Labuh Laut Larung Sembonyo juga digelar kesenian tayub dan menampilkan miniatur pengantin pada rangkaian Sembonyo untuk mengenang peristiwa perkawinan Tumenggung Yudhanegara dengan Putri Gambar Inten.

2.    Pantai Damas
Pantai Damas
Pantai Damas terletak di Desa Karanggandu, sekitar 5 km arah barat daya dari Pantai Prigi. Pantai ini merupakan pantai yang masih alami dan belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Pantai ini cocok untuk berenang, surfing, berjemur atau bermain volley pantai. Dengan keindahan alamnya, pantai Damas memiliki pemandangan yang sangat cantik dan menyejukkan. Selain itu, pengunjung yang dapat ke pantai Damas juga bisa memancing dan menyewa kano dan menikmati suasana pantai.

3.    Pantai Karanggongso


 Pantai Karanggongso atau yang juga disebut Pantai Pasir Putih berada 3 km arah timur dari Pantai Prigi, pantai ini terkenal dengan pasir putihnya sepanjang 1,5 km. Pantai Karanggoso memiliki air laut yang jernih dan tenang, banyak wisatawan yang memanfaatkannya untuk mandi atau berjemur di pasir putih yang bersih.

4.    Pantai Cengkrong
Jembatan Layang

Pantai Cengkrong, letaknya masih di sekitar kecamatan Watulimo, waktu tempuhnya sekitar 15 menit dari Pantai Damas. Ciri khas dari pantai ini adalah pasirnya terdapat banyak kerang yang bertebaran. Kawasan pantai ini juga dikenal dengan sebutan Ekowisata Mangrove Pantai Cengkrong. Luasnya adalah 84 hektar dan dikelola oleh Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) Kejung Samudra. Selain untuk berekreasi, kawasan ini juga dijadikan wisata pendidikan lingkungan hidup untuk seluruh wisatawan. Karena hutan mangrove adalah hutan yang memberi banyak manfaat bagi kehidupan ekosistem di dalamnya dan bagi masyarakat serta dunia.


Pra wedding di jembatan layang hutan Mangrove
(Dok. Kraton Art Photograph)

Di kawasan hutan mangrove terdapat jembatan layang yang banyak menjadi tempat tujuan para pengunjung untuk mengabadikan gambar. Belakangan para pengunjung ke kawasan ini meningkat, komunitas photografer cukup kreatif mempromosikan lokasi ini sebagai tempat pengambilan foto, misalnya foto pra wedding atau lainnya.

5.    Pantai Blado
Pantai Blado (Dok. kangyutrenggalek.blogspot.com)


Pantai Blado adalah pantai di kawasan Kabupaten Trenggalek yang memiliki ombak besar. Pantai ini terletak di kecamatan Munjungan, sekitar 47 Km arah barat daya kota Trenggalek. Pantai Blado merupakan pantai dengan panjang 3 Km dan dengan ombak yang besar karena berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.
Sedekah Bumi "Longkangan"

Selain sebagai objek wisata, Pantai Blado juga sebagai pusat upacara adat sedekah bumi yang disebut “Longkangan”. Upacara ini merupakan agenda rutin tahunan para nelayan di Kecamatan Munjungan. Tujuan dilaksanakan upacara Longkangan ini, menurut Camat Munjungan, adalah untuk mensyukuri nikmat dan anugerah yang telah dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa khususnya kepada para nelayan di Kecamatan Munjungan. “Selain itu, juga bertujuan untuk melestarikan budaya daerah, meningkatkan promosi wisata serta mempererat hubungan para nelayan dengan pemerintah”, tuturnya.

6.    Pantai Pelang
Balinya Jawa Timur (Dok. kompasiana.com)

Pantai Pelang, pemenang AWN (Anugerah Wisata Nusantara) tahun 2012 ini terletak di desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, sekitar 56 Km arah barat daya Kota Trenggalek. Pantai yang disebut – sebut sebagai Balinya Jawa Timur karena ciri khas pulau kecil seperti di Tanah Lot, Bali ini memiliki ombak yang besar, sangat indah dan masih alami. Kurang lebih 300 M ke arah Barat Laut pantai ini terdapat air terjun dengan ketinggian 25 M. Air terjun tersebut dapat digunakan untuk mandi dan diyakini penduduk setempat membuat awet muda. Selain air terjun sekitar 100 M arah Timur Pantai Pelang terdapat pula Goa Pelang yang kedalamannya sekitar 500 M. Untuk menikmati keindahan panorama laut dan Pantai Pelang, pengunjung dapat naik ke puncak bukit dekat pantai yang telah dilengkapi dengan gardu pandang, dimana semua tampak jelas dan memukau.
Selain pantai Pelang sebagai hadiah alam sebagai potensi wisata bahari, kawasan ini juga memiliki tempat konservasi penyu yaitu Konservasi Penyu Taman Kili-kili. Pusat Pelatihan dan pendidikan Konservasi Penyu di Kabupaten Trenggalek ini menawarkan sebuah reward berupa sertifikat Orang Tua Asuh bagi pengunjung yang mau melepas penyu ke Laut. Sertifikat ini ditujukan sebagai apresiasi kepada pengunjung yang telah membantu kegiatan konservasi penyu di Taman Kili-kili dengan ikut serta melepas penyu ke laut. Partisipasi anda membantu proses konservasi ini berarti ikut serta menjaga ekosistem laut. Dan anda layak kami sebut sebagai pahlawan bahari.
Mengapa penyu harus dilestarikan? Beberapa poin penting yang menjadi alasan kegiatan konservasi penyu ini adalah :
1.      Penyu adalah hewan langka yang hampir punah.
2.      Penyu sangat dibutuhkan pada ekosistem laut untuk menjaga terumbu karang dari kerusakan.
3.   Jika terumbu karang kita baik. Maka beberapa manfaat besar bisa kita dapat seperti, hasil ikan melimpah, keindahan ekosistem bawah laut dan juga akan terhindar dari erosi laut sebagai pemicu terjadinya gempa tektonik.

Seperti yang dikatakan Duta Lingkungan Hidup, Arumi Bachsin dalam kunjungannya untuk meninjau lokasi penangkaran penyu di tempat konservasi penyu Pantai Taman Kili-kili beberapa waktu lalu, Penyu adalah hewan yang sangat sulit dan sangat lama proses perberkembangbiakannya. Jika kita tidak bantu dengan konservasi, maka jumlah penyu akan semakin berkurang dan kelestarian ekosistem laut akan terancam” ucap Arumi.



Gambar 2.3 Arumi bersama Ibu Bupati saat melepaskan penyu ke laut
(Dok. beritatrenggalek.com)


Konservasi penyu yang ada di Indoesia jumlahnya masih sangat terbatas. Dan pembantaian penyu untuk obat maupun untuk dikonsumsi semakin hari semakin meningkat. Dengan adanya konservasi ini, kita membantu untuk menyelamatkan penyu dari kepunahan sekaligus menyelamatkan bagian dari ekosistem bahari.
Itulah beberapa eksotika wisata alam yang ada di daerah Trenggalek. Bagaikan negeri sejengkal nirwana di pesisir selatan yang memiliki beragam eksotika pariwisata alam.
Berbagai potensi wisata tersebut tidak hanya dikembangkan oleh satu dua pihak saja, mengingat pariwisata adalah bisnis majemuk dan gotong royong. Banyak sektor usaha dari masyarakat yang terlibat dalam bisnis ini, mulai dari wisatawan yang datang dari bandara, terminal bus, stasiun sampai pelabuhan. Perjalanan menuju penginapan yang melibatkan sektor transportasi seperti taksi, angkutan umum atau kendaraan lainnya. Setibanya di penginapan, menuju ke lokasi wisata hingga pulang kembali ke daerah asal tentu saja membawa oleh - oleh atau jajanan khas dari lokasi yang baru saja dikunjungi, tentunya sektor badan usaha makanan khas daerah juga terlibat dan masih banyak sektor lainnya yang terlibat.
Berkat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat setempat dalam pelestarian dan pengembangan tempat-tempat wisata, 26 November lalu, Kabupaten Trenggalek juga terpilih menjadi Kabupaten dengan Pemerintah Pemerhati Pariwisata Terbaik Jawa Timur 2013 di acara malam Anugrah Wisata dan Penghargaan Seniman Jawa Timur.
********
(Admin/Zan) - #Lassvera

Sumber :
1) Jelajah Pesisir Selatan: Birunya Waduk, Gagahnya Gua, Eloknya Pantai, Hijaunya Hutan Mangrove
2) Video : Profil Pariwisata Kabupaten Trenggalek
3) Berita Trenggalek : Arumi Bachsin Melepas Penyu di Taman Kili-Kili
4) Desa Wonocoyo, Panggul, Trenggalek