4/18/13

#CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE#


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN.

Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..

“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.

Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara.

Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia.

Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN”.

“Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini.

Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?”

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

“Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….”

“Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….”

“Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?”

“Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun”.

“Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

***

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang).

Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin.

Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG).

Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop.

N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.

Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam…………… seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!

2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………

3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia…….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).

Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

***
Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo

***
Cerita itu saya kutip dari notes facebook disini, sebuah renungan yang seharusnya menjadi perhatian bagi kita. Betapa menyedihkan sebuah bangsa yang tak pernah menghargai orang berilmu! Tak pernah memberi kesempatan kepada anak bangsa untuk menjadikan bangsanya mandiri! Entah ada apa dengan negara ini…! Entah dimana mata dan telinga para penguasa diletakkan!

Saya seorang peneliti, yang tahu betul bagaimana kami dilatih untuk bertindak. Bahwa kami harus melakukan segala macam upaya agar output yang dihasilkan adalah output yang QCD!

Tak sekali dua kali proposal yang sudah kami susun berhari-hari bahkan berminggu-minggu mengalami pernyempurnaan di segala sisi? Tak sekali dua kali para evaluator selalu menjadi pendamping kami dalam melaksanakan serangkaian percobaan.

Tak sedikit pikiran dan tenaga kami habis untuk bagaimana selalu menyempurnakan metode hingga output tercapai. Kami juga kadang tak berontak saat kerja bertahun-tahun tapi gaji yang kami dapat hanya setara dengan goyangan ngebor Inul satu jam! dan yang lebih menyedihkan, karya kami hanya mendapat cibiran, jika tidak akhirnya dipinggirkan!

Entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini! sepertinya posisi orang berilmu memang sudah tak lagi mendapat tempat, jadi siapa yang salah jika akhirnya mereka mencari tempat lain?

Dan saya perempuan, dan seorang muslimah. Maka apapun profesi saya, saya tetaplah muslimah dan perempuan. Seseorang yang mendapat kehormatan dan kemuliaan menjadi seorang Ummu warobatul bait, Istri sekaligus Ibu dan pengatur rumah tangga.

Maka jika aktivitas dan profesi yang kutekuni menjadikanku abai terhadap peranku, aku akan meninggalkannya dan memilih tempat yang lebih memuliakanku, yaitu menjadi Ibu dan pengatur rumah tangga. Bukan seorang Ibu semu, yang hanya berperan melahirkan dan memberi makan, tanpa pernah menjadi teladan, pengajar, pendengar dan teman untuk anak-anaknya…

Dan entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini, jika RUU Kesetaraan Gender lalu diketok palu menjadi UU!… bersiaplah menjadi orang-orang yang menggoreskan catatan sedih, dengan kebijakan negeri ini…

***
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Sourch : COSMO 101.9 FM Bandung
2/13/13

Ada yang Lebih Penting dari sekedar ‘Cinta’

#now playing  Cinta Sejati - BCL

Ketika banyak orang terharu dengan kisah cinta Habibie Ainun, ketika semua menangis saat adegan detik-detik kematian Ainun dan ketika semua kompak update status di beberapa social media dengan kata mutiara cinta di film itu, justru saya merasa melayang antara alam sadar dan bawah sadar. Saya tidak menangis bukan karena saya tidak normal menanggapi kisah cinta abadi itu, tapi ada yang lebih penting untuk disoroti dari sekedar Cinta.

Saat muncul setting pertama, Jerman. “Wow”, satu kata itulah yang saya ungkapkan.
Ketika muncul adegan beberapa orang asing sedikit mencemooh mengenai orang Indonesia, yaa saya tahu itu sekedar skenario dalam film, TAPI “Apa segitunya ya Indonesia?” Karena, sedikit banyak cerita dalam sinetron atau film pasti terinspirasi dari beberapa fakta kehidupan yang ada.

Tanpa diminta atau diperintah, Habibie berjanji pada bumi pertiwi, dia akan kembali ke Indonesia dan membangun Negara kelahirannya itu setelah masa study-nya. Dia masih memiliki kesadaran untuk berbakti kepada bangsa di tengah-tengah kehidupan Jerman yang mungkin jauh berbeda dengan Indonesia yang kacau saat itu. Coba kalau sekarang? Adakah orang seperti itu? Saya pun tak berani menjamin, misal diri saya di posisi Habibie masih memiliki kesadaran untuk kembali. “Miris”.

Hingga akhirnya pesawat buatan orang Indonesia diterbangkan, mungkin masa itu menjadi masa yang mencengangkan. Hanya dengan menonton flashback video terkait penerbangan pesawat perdana yang di hadiri Presiden Soeharto kala itu dalam film Habibie Ainun, rasanya WOW BANGET.

“Setelah Pak Habibie, siapa lagi?”

Ditengah cerita yang banyak orang terkagum-kagum dengan kisah cinta abadi, saya masih sangat terngiang dengan dialog Pak Habibie dan Ibu Ainun hampir di ending cerita. Mungkin tidak persis kalimatnya, namun inti dari isi kalimat sama.

“Pesawat yang sudah ada ini dapat menghubungkan antar pulau dan murah. Kalau ini bisa berkembang, pasti banyak infrastruktur yang ikut berkembang. Bangsa ini bisa menjadi bangsa yang mandiri. Tapi, kenapa orang-orang itu tidak percaya?” ucap Presiden Habibie di tengah gejolak penurunan jabatannya.
“Ada banyak cara untuk mencintai bangsa ini” jawab Ibu Ainun kala itu.
Ya hanya dua dialog ini yang saya bawa pulang.

“Iya ya, t’rus siapa lagi setelah Pak Habibie?” lagi-lagi pertanyaan yang sama dariku.
1/30/13

EKSOTIKA PARIWISATA ALAM KAB. TRENGGALEK

Kesempatan kali ini, admin akan mem-posting mengenai tempat-tempat wisata di Kabupaten Trenggalek yang dijamin membuat pecinta travelling ngiler untuk berkunjung ke Trenggalek. Dengan prinsip Sapta Pesona, yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah dan Kenangan, pariwisata di Kab. Trenggalek tidak kalah menarik dengan pariwisata di daerah lain. Wisata alam yang terbilang masih natural memberikan sensasi berbeda bagi para wisatawan lokal maupun asing. Ada apa aja sih wisata alam di Trenggalek? Let's see!


Pantai Damas



Pantai Damas, terletak di Desa Karanggandu, sekitar 5 km arah barat daya dari Pantai Prigi. Pantai ini merupakan pantai yang masih alami dan belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Hal ini pula yang menjadikan pantai ini nyaman untuk dikunjungi dengan keindahan yang masih alami di sana sininya.

Pantai ini cocok untuk berenang, surfing, berjemur atau olah raga pantai seperti volley pantai. Dengan keindahan alamnya, pantai Damas memiliki pemandangan yang sangat cantik dan menyejukkan jiwa. Selain itu, pengunjung yang dapat ke pantai Damas juga bisa memancing dan menyewa kano dan menikmati suasan pantai.

Pantai Blado ( Munjungan )

  Terletak di desa dan kecamatan Munjungan, sekitar 47 Km arah barat daya kota Trenggalek, Pantai Blado merupakan pantai dengan ombak yang besar dan sangat alami untuk dikunjungi.
Pantai Blado merupakan pantai dengan panjang 3 Km dan dengan ombak yang besar karena berhadapan langsung dengan Samudra Hindia


Goa Lowo
Goa Lowo atau Goa Kelelawar ini terletak di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, sekitar 30 Km dari kota Trenggalek, searah dengan rute ke pantai Prigi.

Goa yang indah ini memiliki rangkaian stalagtit dan stalagmit dan terdiri dari 9 ruang yang tinggi dan luas. Untuk menyaksikan keindahannya telah dibangun jembatan dan lampu penerangan di dalam goa. Saat berada di Goa Lowo ini, para pengunjung akan dimajakan dengan suasana khas pegunungan yang sejuk dan beraroma pohon-pohon jati di berada di sekitar goa.

Tidak sulit untuk menuju lokasi goa ini, karena jalanan yang dilalui relatif bagus dan aman, meski harus lewat di antara hutan jati. Goa Lowo memiliki lebar 50 M dan tinggi sekitar 20-50 M, dan dihiasi dengan dinding yang terbentuk secara alami dan unik.

Keindahan dinding gua dengan stalagtit yang menggantung maupun stalagmit yang mencuat disana sininya, semakin terlihat artistik dengan pancaran cahaya yang sedemikian rupa menambah daya tarik goa ini.


Pantai Prigi
Letak pantai prigi berada di wilayah desa Tasikmadu, Kec. Watulimo, Kab. Trenggalek. Pantai prigi menawarkan pemandangan yang tidak kalah dari pantai-pantai lain di jawa. Pantai ini sangat banyak dikunjungi wisatawan lokal khususnya ketika menjelang akhir pekan dan hari libur nasional. Bagi pengunjung luar kota, anda tidak perlu kuatir. Di dekat pantai terdapat hotel atau penginapan yang cukup nyaman dengan kantong anda. Ada juga warung-warung kecil di sekitar pantai, dan tak lupa kuliner khas jawa yang pasti sudah sangat cocok untuk lidah anda. Ada juga warung atau toko cindera mata, berupa hasil karya dari kerang. Bagi anda yang ingin menyusuri pinggir laut, tersedia penyewaan kapal yang akan membawa Anda berkeliling disekitar pantai menikmati pemandangan pantai prigi.

Hal lain yang bisa anda temukan di pantai ini adalah tempat pelelangan ikan, anda akan menemukan pula deretan perahu nelayan yang lumayan banyak, berlabung dan membongkar tangkapan ikan. Pasar ikan yang menjadi pemandangan unik dan menambah wawasan anda mengenai kekayaan laut indonesia. Biasanya pantai dengan aktivitas nelayan terlihat suram dan kurang menyenangkan, tetapi pemda telah berhasil membuat pantai ini menjadi tujuan wisata, Prigi memiliki pasir kuning. Pemda Jawa Timur telah mengembangkan kawasan ini sebagai tempat pelelangan ikan terbesar di pantai selatan pulau Jawa. Sehingga aktivitas ekonomi di daerah inipun meningkat.

Pasir putihnya membentang kurang lebih 300 m, bersantai sambil menikmati sejuknya angin prigi, pantai ini sering dikunjungi keluarga maupun muda-mudi yang memadu kasih. Tiket masuk per-orang tidak terlalu mahal, cukup dengan Rp4.000,-/orang.
Pantai Pelang


 

Pantai Pelang terletak di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, sekitar 56 Km arah barat daya Kota Trenggalek.

Pantai Pelang terkenal dengan ombaknya yang besar, sangat indah dan alami. lebih kurang 300 M arah Barat Laut pantai ini terdapat air terjun dengan ketinggian 25 M. Air terjun tersebut dapat digunakan untuk mandi dan diyakini penduduk setempat membuat awet muda. Selain air terjun sekitar 100 M arah Timur Pantai Pelang terdapat pula Goa Pelang yang kedalamannya sekitar 500 M. Goa Pelang benar-benar masih alami dan layak dikembangkan.

Untuk menikmati keindahan panorama laut dan Pantai Pelang, pengunjung dapat naik ke puncak bukit dekat pantai yang telah dilengkapi dengan gardu pandang, dimana semua tampak jelas dan memukau.

Pantai Konang


Pantai Konang bertempat, di Desa Nglebeng, kecamatan Panggul, atau sekitar 2 Km arah ke timur pantai Pelang. Pantai ini juga memiliki karakteristik pantai dengan ombak yang besar dan sangat cocok untuk selancar.

Walaupun cocok digunakan untuk surfing, pantai Konang terkadang memberlakukan status "Warning" di beberap waktu saat ombak terlampau besar dan tidak diperbolehkan untuk surfing atau berenang. Tapi keindahan dan keeksotisa pantai ini akan selalu memukau dalam setiap kondisi alam.


Pantai Karanggongso

 
Sekitar 3 km arah timur dari Pantai Prigi terdapat Pantai Karanggongso, pantai ini terkenal dengan pasir putihnya sepanjang 1,5 km.

Pantai Karanggoso memiliki air laut yang jernih dan tenang, dan banyak wisatawan yang memanfaatkannya untuk mandi atau berjemur di pasir putih yang bersih. Tidak jauh dari bibir pantai terdapat beberapa penginapan dan cottage untuk menginap dan menikmati suanasa pantai yang tenang dan semilir.

Dokumentasi by R.P.Rimbawan (The Adventurer & Photography)

10/13/12

Hubungan Jarak Jauh: Pacaran atau Tidak? (Kutipan)


Pernahkah Anda menjalani hubungan (pacaran) jarak jauh? Bagaimana hubungan Anda dengan kekasih Anda? Bagaimana rasanya? Enak atau tidak? Sanggupkah Anda? Mengapa sanggup? Mengapa tidak?
            Pertanyaan-pertanyaan tersebut barangkali akan menjadi pertanyaan fundamental tatkala kita menjalani hubungan jarak jauh. Saya sudah beberapa kali mendengarkan cerita pribadi dari orang-orang yang menjalani hubungan jarak jauh. Ada yang mengatakan tidak enak, ada yang mengatakan biasa saja, dan ada pula yang mengatakan bahwa hal itu adalah ujian yang sangat sulit—dan orang yang menjalankannya harus tahan godaan (wow!!!).
            Pertanyaan saya selanjutkan, benarkah orang yang menjalani hubungan jarak jauh itu adalah pacaran yang serius? Saya kira hal ini perlu dikritisi. Sebab, bagi saya hubungan jarak jauh adalah hubungan yang kehilangan salah satu syarat hubungan yang harmonis, yaitu “kebersamaan”.
            Menurut saya, hubungan jarak jauh adalah jenis hubungan yang cacat. Sebab, hubungan tersebut adalah cara berhubungan yang “tidak lengkap”. Bila seseorang memang dikatakan menjalani hubungan, seharusnya sang kekasih harus di sampingnya bila ia sedang membutuhkannya. Namun, hal ini tidak terjadi pada orang yang menjalani hubungan jarak jauh. Ketika ia memerlukan kekasihnya saat ia dalam kesepian (atau apa pun), kekasihnya tak ada. Kekasihnya berada di tempat nun jauh di sana. Saya kira manusia tidak bisa seperti itu. Seorang kekasih harus ada pada saat ia ingin kekasihnya di sampingnya. 
            Yang banyak terjadi pada orang yang menjalani hubungan jarak jauh adalah mereka berhungungan lewat HP. Seseorang akan mengetahui kondisi kekasihnya lewat HP. Kencan lewat HP. Kesimpulannya, seolah-olah ia bukan pacaran dengan kekasinya, tetapi pacaran dengan HP. Manusia sejatinya berpacaran dengan manusia (berjasmani dan berohani), bukan berpacaran dengan barang elektronik (HP, FB, chatting, dll.).
            Akhirnya, saya pikir hubungan jarak jauh adalah hubungan yang kurang—atau bahkan tidak—serius. Hubungan dengan dunia maya, tersekat jarak dan waktu adalah hubungan yang abstrak, tidak manusiawi, dan mengabaikan rasa. Hubungan jarak jauh adalah gejala cinta yang rapuh, kurang gizi, dan devitalisasi cinta itu sendiri. Bila ingin cinta Anda tetap survival, maka satukanlah jiwa Anda dengan belahannya. Sedangkan jiwa hanya ada dalam raga, bukan HP, internet, dan seterusnya dan seterusnya. (Royyan Julian)
9/29/12

NEWS : TARI TURANGGA YAKSA DIPATENKAN SEBAGAI TARI ASLI DARI KABUPATEN TRENGGALEK

Pematenan Tari Turonggo Yakso dari Trenggalek

Pada hari Minggu kemarin, 23 September 2012 bertempat di ajungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Kabupaten Trenggalek mendapat giliran untuk menampilkan kesenian yang ada di Trenggalek. Tari Beksan Sri Tranggali, tari ini menggambarkan Masyarakat Trenggalek yang ramah serta lemah lembut. Kemudian disusul dengan Tari Banjalu, kemudian ada Campur sari dan yang paling ditunggu-tunggu adalah Tari Turangga Yaksa.

Acara ini sekaligus dijadikan ajang silaturohim (Halal Bihalal) Masyarakat Asal Trenggalek yang bermukim di JABODETABEK, Jawa Barat dan Banten yang bernaung dalam IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek) serta sanak saudara dan para pejabat daerah Trenggalek yang ikut hadir
dalam acara tersebut.

Bapak Bupati Trenggalek, DR. Ir H. Mulyadi WR. MMT dalam kata sambutannya sangat mendukung acara ini dan akan mengirimkan secara rutin duta budaya Trenggalek dengan berbagai amcam budaya yang dimilikinya sehingga nama Trenggalek akan semakin banyak dikenal melalui seni budayanya. Lebih lanjut Bapak Bupati menyampaikan, Trenggalek selain kaya akan seni budaya juga mempunyai banyak tempat wisata seperti Pantai Prigi, Pelang, Ngampiran, Guo Lowo yang terpanjang se Asia tenggara serta mempunya khas makanan sebagi oleh-oleh yaitu Tempe Kripik, alen-alen dan masih banyak lagi.

Akhirnya Tari Turangga Yaksa yang ditunggu-tunggu para hadirin tampil juga. Yang lebih mengembirakan begitu tari ini berakhir DIBENTANGKAN SPANDUK YANG BERGAMBARKAN LAMBANG TURANGGA YAKSA, kemudian di bubuhkan tanda tangan, Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD Trenggalek, DANDIM Trenggalek serta di saksikan oleh Arumi Bachsin Duta Lingkungan Hidup 2012, sebagai pertanda bahwa "TARI TURANGGA YAKSA TELAH DIPATENKAN SEBAGAI TARI ASLI DARI KABUPATEN TRENGGALEK".

Berikut sekilas dokumentasi kegiatan tersebut :
Para tamu undangan acara IKAT (Ikatan Keluarga Asal Trenggalek) di TMII, Jakarta

Bazar Pemda Trenggalek

Penampilan Luar Biasa dari Kab. Trenggalek

Penandatanganan spanduk "Patenkan Turonggo yakso" oleh Pejabat Kab. Trenggalek


Sumber : Klik Disini

ANAK KOS (tidak lebih dari) BABU ++


“Seseorang akan muncul kedewasaan ketika dihadapkan dengan tanggung jawab dan kemandirian”

Kalimat itulah yang akan menjadi pokok bahasan di tulisan ini.
Saya memilih untuk melibatkan unsur ‘kos’, karena ingin menuangkan beberapa opini, kesan atau pesan tentang unsur tersebut. Maklum saja pemirsa, masih belum genap sebulan dinobatkan sebagai anak kos.

Well, anak kos itu bukan sekedar korban urbanisasi yang milih kos sebagai istana ke-2 setelah rumah sendiri. Umumnya, mantan anak manja yang udah ganti status jadi anak kos lebih ngerasain gimana manis asam asinnya hidup.

Sebelum keberangkatan mengambil gelar anak kos, kakak senior saya memberi nasihat,

           “Dek, selamat ya... bakalan jadi Mahasiswi nih. Sekaligus pasti jadi anak kos, jangan lupa yaa... persiapan mie instan dan obat Maag” #eh

Awal kalimat bagus banget, sempat tertipu. Belakangnya itu lohhh! Bikin *&^$%@#!
Oke, Lanjut!!!

Ketika melakoni peran sebagai anak kos untuk saat-saat awal, #woww kereeen. Ada beberapa perasaan sesaat yang terlintas, seneng. Wuihh.. kenapa? Bebas dari suara suruh-suruh orang tua! (Padahal, belum tahu kalau anak kos itu juga lumayan ngrangkep jadi babu! Beeeee )

Buat yang lagi kuliah di kota metropolitan, mayoritas ngerasa bahagia karna bisa tinggal sendiri. Minimal bisa lumayan bebas jalan-jalan bareng temen-temen atau gebetan baru. (Padahal belum tahu gimana sengsaranya kalau uang ludes)

Selama kos, kerjaannya banyak. Nggak cuma tidur aja. Mulai dari nyuci, nyiapin makan sehari-hari, beres-beres kamar, kalau yang lagi kerja yaa pasti bagi waktu kerja, kalau yang lagi kuliah ya pasti ketambahan sama kegiatan kampus. Belum lagi yang Maba-Maba (Mahasiswa baru) itu nyiapin kebutuhan OSPEKnya. Ya kalau disuruh bawa kardus atau tali pita aja ringan. Kalau disuruh bawa pohon/tanaman, pupuk kandang, dan segala thethek bengek yang aneh-aneh, udah nggak mungkin lagi kalian pulang ke tanah asal t’rus minta bantuan orang tua.

Sebagai  pemula, hidup mandiri di kos memang tidak mudah. Pasalnya sejak dini belum dibiasakan untuk mandiri. Kalau yang sudah biasa mandiri (sejak SMP/SMA), penobatan sebagai anak kos itu udah nggak aneh. Tinggal beradaptasi dengan kondisi di tempat baru.

Anak kos itu siklusnya jelas, kalau baru dapat jatah (tanggal muda biasanya) makannya agak gas pol, ayam goreng, sea food, dan makanan mewah lain. Kalau jalan kemana-mana badannya tegap, langkah enteng dan senyumnya benar-benar simetris 2 cm kiri 2 cm kanan. TAPI, ntar kalau udah menuju tanggal tua, t’rus di dukung dengan kondisi SEKARAT (Sedang KelApaRan sangAT) saat KANKER (KANtong KERing) #woww bawaannya wajah itu disetrika aja biar nggak kusut. Dan yang umumnya udah nggak aneh, jauh-jauh hari persiapan masok mie instan udah melimpah di lemari. Hahahaa... #bukancurhat

Yaa... Untuk seluruh anak kos yang berjiwa hemat, sebentar lagi kejayaan akan tiba. Sambutlah kedatangan TANGGAL MUDA!!!!! hehehee...
Semangaattt J 

Follow me @ZanzaBela 
7/21/12

Gagal : Sensasinya Luar Biasa!!!

      Gagal itu sensasinya Luar Biasa!!!
     Gagal itu bisa jadi salah satu syarat untuk seseorang yang ingin sukses. Why? Ketika dia ambisi dengan sesuatu dan dia 'berhasil', dia akan benar - benar mensyukurinya dengan baik. Tapi, ketika dia gagal lagi, sebelumnya dia sudah berpengalaman dan tidak akan merasa sakit berkepanjangan atas kegagalan itu, dia akan dengan mudah menentukan langkah selanjutnya.

    Gagal itu bukan sekali waktu apa yang kamu inginkan tidak terwujud. Saat satu kali kamu tidak berhasil mencapai apa yang kamu inginkan, itu adalah tes kesabaran. Ketika dua kali apa yang kamu harapkan tidak tercapai, itu adalah tes kegigihan. Waktu tiga kali saat kamu tidak bisa meraih apa yang menjadi tujuanmu, itu adalah isyarat untukmu bertawakkal. Dan saat empat kali atau selebihnya kamu memang tidak bisa mendapatkan apa yang kamu idam - idamkan, itu adalah kegagalan sejatimu. Apa yang harus dilakukan?

       BANGKIT!!!!!!!!!

Gagal itu tidak menunggu belas kasihan dari orang lain, tetapi gagal itu menunggu engkau kalahkan dengan bangkitmu yang menggebu - gebu.

       Jika kamu membutuhkan waktu untuk terpuruk, bersedih, menangis atau berputus asa, maka 'segeralah' bersedih untuk singkat waktu saja, 'dengan janji' setelah itu, untuk seterusnya kamu harus senyum, bangkit, action dan sambut sinar suksesmu. Ucapkan pada dirimu sendiri ;

       "Satu hari ini biarkan aku menangis dan meluapkan kesedihanku, kekecewaanku, amarah dan rasa putus asa atas kegagalanku. Lalu aku berjanji untuk besok, besok, besok dan seterusnya aku akan bangkit!"

        "Berbicara memang mudah! Actionnya? *sulit*"

         Let's see! Ketika kamu memupuk rasa *sulit* itu berkepanjangan dan tetap membuat bangkitmu tidur lelap, lihat sekitarmu!
Lihat orang tuamu yang menggantungkan harapan besar kepadamu, mereka ingin melihatmu 'sukses'. Berdiri di hadapan mereka dengan baju mewah, rumah megah dan harta melimpah.
Lihat keluar lebih luas lagi, apakah kamu membiarkan rupiah senilai ratusan, jutaan, milyaran bahkan triliunan itu dinikmati oleh orang - orang yang lebih dulu bangkit daripada kamu?
Lihat cakrawala yang lebih lebih luas, di sana ada yang seketika bangkit hanya dengan sekali waktu di tes kesabarannya oleh Tuhan! Dia sudah memiliki segalanya, dia sukses. Dia sudah mampu memberangkatkan ke dua orang tuanya naik haji, dia hidup mewah, dia juga memiliki pendamping hidup yang menarik! Tidakkah kamu iri?
Lihat dunia yang lebih lebih lebih luas lagi, di sana ada banyak lowongan untuk menjadi orang berdasi dengan rupiah yang menjanjikan! Tidakkah hatimu tergelitik untuk menduduki posisi itu? Kamu bisa mendapatkan rupiahmu sendiri, membawa pulang. Kamu juga bisa membelikan sesuatu untuk orang tuamu tercinta, dengan rupiah yang tidak lagi hasil 'meminta orang tua'.
LIHAT!
Jika kamu tetap menina bobokkan bangkitmu, semangatmu dan upayamu, TIDAKKAH KAMU MEMBUAT SIA - SIA PERJUANGAN DAN RASA SAKIT IBUMU SAAT MELAHIRKANMU? TIDAKKAH KAMU MEMBUAT SIA - SIA SUARA MERDU ADZAN AYAHMU YANG DILANTUNKAN KETIKA KAMU LAHIR?

THINK!!!!

Lakukan sesuatu untuk menggapai suksesmu, sekalipun dengan proses dan sarana yang sebenarnya tidak kamu inginkan.
*Langkah yang mungkin terasa pahit dan sulit adalah ladang buah suksesmu. Bukankah ada pepatah, "Berakit - rakit ke hulu, Berenang - renang kemudian. Bersakit - sakit dahulu, Bersenang - senang kemudian". Tentunya kalian mengenal motivator Super Indonesia, Mario Teguh, ungkapnya ;

"Kita banyak dibentuk dari Kegagalan, bukan Keberhasilan! Supaya tidak sombong"

      Percayalah akan rencana Tuhan yang indah! Sekalipun tujuanmu yang merupakan sesuatu yang benar - benar menjadi idamanmu tidak terwujud, walaupun setelah berkali - kali gagal dan berkali - kali bangkit, mungkin Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih lebih lebih baik. Sebagai manusia biasa, kita tidak tahu mana dengan 100% pasti mana yang itu baik. Manusia bisa berencana banyak hal, tapi tetap Tuhan lah yang menentukan! *zan