7/15/14

Suspended Coffees : Sedekah Cerdas, Modern dan Bermanfaat

Menikmati Kopi yang "ditangguhkan (suspended)"

Saya memasuki sebuah kedai kopi kecil bersama seorang teman dan memesan kopi. Ketika kami sedang menuju ke meja ada dua orang yang datang kemudian mereka pergi ke counter: ‘Kami pesan lima kopi, dua untuk kami dan tiganya “ditangguhkan (suspended)". Mereka membayar pesanan mereka, mengambil hanya dua gelas saja kemudian pergi.

Saya bertanya kepada teman saya: "Apa itu ‘ kopiditangguhkan (suspended coffees)’?" Teman saya berkata: "Tunggu dan kamu akan lihat."

Beberapa orang lagi masuk. Dua gadis memesan masing-masing satu kopi, membayar dan pergi. Pesanan berikutnya adalah tujuh kopi yang dipesan oleh tiga orang pengacara - tiga untuk mereka dan empat 'ditangguhkan’.

Terus terang saya masih bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan transaksi -kopi ditangguhkan- tadi. Sementara saya menikmati cuaca cerah dan pemandangan yang indah ke arah alun-alun di depan kafe, tiba-tiba seorang pria berpakaian lusuh yang tampak seperti seorang pengemis masuk melalui pintu dan bertanya dengan sopan kepada pelayan “apakah Anda memiliki ‘kopi ditangguhkan’? “.

Ini sederhana - seseorang membayar di muka pesanan kopinya kemudian diniatkan untuk membantu orang yang tidak mampu membeli minuman hangat. Tradisi kopi ditangguhkan ini dimulai di Naples, dan sekarang telah menyebar ke seluruh dunia bahkan di beberapa tempat Anda dapat memesan tidak hanya kopi ditangguhkan, tetapi juga sandwich atau makanan.

Alangkah indahnya, bila pemilik kedai kopi atau toko di setiap kota melakukan hal ini sehingga mereka yang kurang beruntung dapat menemukan harapan dan dukungan. Jika Anda adalah pemilik bisnis coba tawarkan hal ini kepada konsumen Anda…, kami yakin banyak diantara mereka yang mendukung dan menyukainya.

“Berilah makan yang lapar, kunjungi yang sakit dan bebaskanlah budak” (HR. Bukhori).


Sumber : Wakaf Quran

#Lassvera (zan) | Follow @ZanzaBela
7/11/14

Persiapan Pemilihan Putra Putri Kampus ITATS 2014

Postingan ini lanjutan dari kisah postingan sebelumnya tentang Duta Kampus atau Student Ambassador yang cukup menarik beberapa rekan sesama mahasiswa, sehinggan inbox email saya cukup banyak yang masuk dari mereka, hehehe....

Well, cerita kali ini intinya sih Habis Gelap, Terbitlah Terang...
Ceritanya saya dapat lampu hijau pemirsa untuk merealisasikan passion saya yang sudah direncanakan, diimpikan, dipersiapkan sejak tahun 2012 lalu.

Bersyukur saya dipertemukan dengan orang - orang hebat dan berkualitas sehingga kami bisa dalam satu tim panitia pelaksana kegiatan ini.

Pembahasan yang pengen saya bahas kali ini adalah seputar logo yang akan kita gunakan untuk acara PPPK (Pemilihan Putra Putri Kampus) ITATS, beberapa waktu lalu saya mendapat kiriman desain logo dari rekan-rekan saya. 

LOGO 1

LOGO 2

Logo Pilihan
Bagi rekan - rekan panitia, silahkan VOTE yaaa..... Trims~

#Lassvera | Follow @ZanzaBela

6/4/14

Kisah Magnesium dan Kalsium, For 'A'

Kepada seseorang yang jauh di sana, 'A'
Hai... apa kabar? Semoga kamu baik - baik saja dan semoga karirmu semakin gemilang. Aamiin...

Sudikah kamu sedikit mengenang nama "itu"?
Nama yang sebenarnya tidak sengaja kamu ucapkan, tapi benar-benar terekam lekat di "sini".
Kamu tau kan?

Mungkin bagimu sudah tidak penting (lagi), tapi.....
Wanita ini berharap kamu mau meluangkan sedikit ruang di ingatanmu untuk mengulas balik tahun itu.
Tahun angka ganjil kembar.

Salam dari tanah kelahiran.
Sudah hampir tiga tahun tidak bersua semenjak kabar dari seseorang yang mengatakan, kamu memang pergi memang bukan tanpa karna niat ketidaksengajaanmu. Katamu, kamu nyaman dengan tidak adanya nama "itu" di sekelilingmu.
Mungkin wanita ini yang memulai membangun tembok pemisah di depan kamu, supaya wanita ini tidak melihatmu (lagi).
Itupun bukan tanpa alasan, kamu seharusnya cukup peka untuk tahu alasannya.
Saat itu, ada begitu banyak anak hawa yang tidak hanya dekat, tapi sangat sangat dekat.
Haruskah wanita ini menuliskan dengan denotasi yang menerangkan ketidak nyamanannya dirimu dengan mereka?
Tidakkah terbaca konotasi melalui sikap dan kiasannya?
Oh... lupakan, mungkin konotasi yang wanita ini maksudkan tidak cukup jelas terbaca dan dimengerti olehmu.
Wanita ini tidak cukup punya kekuatan untuk menyalahkan lemahnya rasa pekamu saat itu.

Ehmm.....
Kapan nomor kamu muncul (lagi) di layar dua dimensi ini?
Haruskah aku mengukir "sesuatu" dulu baru kamu muncul? Seperti dulu, sebelum akhirnya kamu benar-benar pergi.
Di penghujung tahun angka ganjil kembar, ucapan "selamat".

Selamat untuk batas tembok permanen yang dibangun sukses, selamat dengan silaturahmi yang hanya sebatas "kamu tahu wanita ini, dan wanita ini tahu kamu". Iya, cukup.

Indahnya rasa kasih ini kalau diantaranya tidak ada kesalahan, tidak ada pertengkaran, tidak ada percakapan, tidak ada jumpa sua.
Menyenangkan jika tidak merasa berdosa (lagi) dengan kamu, begitu wanita ini berkata di tengah tangis dalam senyumnya.
Mengenal kamu dan bersosial dengan kamu, membuat wanita ini tersenyum dalam tangisnya.
Tapi kini, tetap mengenal kamu dan tidak bersosial dengan kamu, membuat wanita ini menangis dalam senyumannya.

Semoga Magnesium ku, tetap menjadi sesuatu yang istimewa untuk Kalsium.

Salam,
Kalsium..

#Lassvera - @ZanzaBela - Bagikan
5/24/14

Belazan Kata : Cantik

“Kamu cantik!”
“Kamu lebih cantik daripada aku”

Apa sih makna cantik? Sampai-sampai ada gelar Ratu Kecantikan. 

Apa yang cantik? Wajah? Apa yang membuat wajah itu disebut ‘cantik’?

Ada yang bilang cantik kalau “kulitnya putih, hidungnya mancung, matanya besar, alis tebal, bla bla bla”

Tidak ada hukum pasti untuk sebuah kata cantik, kecuali manusia itu sendiri yang membuat ukuran cantik-nya sendiri.
Lalu cantik yang akan dibahas yang seperti apa min? Kembali ke pernyataan sebelumnya ya, “Tidak ada hukum pasti untuk sebuah kata cantik...” Hehehee....

Cantik secara Fisik adalah cantik yang sangat mudah untuk dinilai oleh indera penglihatan kita (visible) dan cantik yang seperti ini tidak mutlak, karena masing-masing individu memiliki penilaian dan standar masing-masing sehingga suatu hal dapat disebut ‘cantik’.

Menurut saya sendiri, cantik bukan soal wujud secara kasat mata, karena tidak semua wanita dianugerahi kecantikan fisik yangsesuai standar umum. Tetapi cantik juga berhak diterapkan kepada kecerdasan intelegensia maupun emosional yang diwakili oleh setiap perilaku yang serba positif dan mengesankan, serta terpancar dari kepribadian menarik seorang perempuan. Bagi saya, inilah satu-satunya bentuk kecantikan yang tak akan lekang dimakan waktu.


Katanya sih jenis cantik yang satu ini membentuknya memang sedikit butuh waktu yang agak lama. Karena merupakan hasil dari suatu proses pembentukan kepribadian manusia yang sifatnya berkembang dan berkelanjutan. Dengan tanpa mengabaikan kesehatan, dan keindahan fisik itu sendiri. Tentunya tidak secepat membeli produk kecantikan di konter kosmetik. Tetapi bukan hal yang mustahil untuk mewujudkannya. (kompasiana)

Follow @ZanzaBela | #Lassvera
5/2/14

PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK #repost

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya. 
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya:

“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.

Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !

Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.

Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.

Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.

Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.

Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.

Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.

Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.

Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.

Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.

Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”

Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.


Sumber
4/16/14

ESSAY : Pengembangan Potensi Wisata Maritim untuk Menunjang Eksistensi Kemaritiman Indonesia di Era ASEAN Economic Community 2015

Indonesia adalah negara maritim. Pada zaman kerajaan Majapahit dan Sriwijaya, predikat tersebut diimbangi dengan adanya penguasaan alur pelayaran dan jalur perdagangan serta armada laut yang kuat. Akan tetapi di era saat ini, arti predikat tersebut tampaknya hanya sebatas pengetahuan bahwa Indonesia adalah negara yang hampir 2/3 wilayahnya terdiri dari laut dan sisanya adalah pulau. 
Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pembangunan ekonomi yang berorientasikan kemaritiman. Tentu seperti yang kita ketahui, merupakan potensi yang besar dan sangat beragam. Beberapa potensi maritim yang dapat dikembangkan antara lain potensi bioteknologi maritim, potensi sumber daya laut, potensi alur laut kepulauan Indonesia, dan potensi wisata maritim (bahari). (1)
Sejauh ini, perkembangan maritim Indonesia masih kurang optimal. Disinyalir dari website pasca.ugm.ac.id tanggal 30 April 2010, bahwa berbagai potensi maritim Indonesia ternyata yang masih dijamah masih dalam tataran pengeksploitasian SDA laut saja. Padahal masih banyak peluang ekonomi lain yang dapat dikembangkan demi mewujudkan predikat negara maritim yang seutuhnya. Hilangnya orientasi pembangunan berbasis maritim adalah pada masa orde baru. Pada saat itu, kebijakan pembangunan nasional lebih terarah pada pembangunan yang berorientasi agraris (darat). Sehingga, bangsa ini seakan-akan terlalu bangga dengan hasil bumi agrarisnya, sehingga terlena serta lupa mengembangkan potensi maritimnya yang sebenarnya sudah terlihat jelas oleh mata bahkan dikenal oleh dunia.
Dengan adanya era ASEAN Economic Community 2015 dimana tercipta kawasan pasar bebas yang dapat meningkatkan stabilitas perekonomian dan mewujudkan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi Internasional, maka akan menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk bersaing secara sehat baik produk maupun jasa dengan negara ASEAN lainnya. Yang pada akhirnya nanti dapat mewujudkan suatu komunitas perekonomian yang basis anggotanya adalah dari Negara-negara di ASEAN sendiri. Yang disebut dengan Komunitas Ekonomi ASEAN. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut, maka seluruh negara ASEAN harus melakukan liberalisasi perdagangan baik berupa barang, jasa, investasi, maupun tenaga kerja terampil secara bebas dengan arus modal yang tentu saja lebih bebas. Sebagaimana dipaparkan dalam AEC Blueprint. (2)
Eksistensi dan potensi kemaritiman Indonesia juga diuji dari bagaimana Indonesia menyajikan potensi maritim yang dimiliki kepada rekan se-ASEAN lainnya. Potensi maritim yang ada dapat dikembangkan dan dijadikan sebagai salah satu sektor penting guna menunjang eksistensi kemaritiman Indonesia di era ASEAN Economic Community 2015 nanti.
Potensi wisata maritim Indonesia tersebar di seluruh perairan Indonesia. Sebesar 14 persen dari terumbu karang dunia terdapat di Indonesia, bahkan diperkirakan terdapat lebih dari 2.500 jenis ikan dan 500 jenis terumbu karang hidup di dalamnya. Daya tarik wisata yang juga menjadi primadona di Indonesia antara lain hutan mangrove, estuaria, pantai dengan pasir putih dan padang lamun (seagrass). Selain itu, adapula aneka macam taman laut yang menyuguhkan keindahan surga dunia. Sebut saja seperti Taman Laut Karimun Jawa, Kepulauan Seribu, Pantai Derawan di Kalimantan Timur, Pantai Senggigi di Lombok, Bunaken di Sulawesi Utara, Wakatobi di Sulawesi Tenggara,  Takabonerate, Bira di Sulawesi Selatan dan Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat adalah sebagian contoh kecil eksotika wisata maritim yang ada di Indonesia.(3)
Pengembangan potensi wisata maritim ini pada hakikatnya adalah upaya mengelola dan memanfaatkan obyek serta daya tarik wisata bahari di kawasan pesisir dan lautan Indonesia, berupa kekayaan laut yang indah, keragaman flora dan fauna seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias. Jika dikembangkan secara optimal, ini merupakan devisa negara. Selain itu, eksistensi kemaritiman Indonesia dapat ditunjang dengan peluang bisnis yang beragam. Melalui potensi ini, ekonomi berorientasi maritim dapat dikembangkan lebih luas dan beragam, antara lain seperti bisnis wisata (bussiness tourism), wisata laut (sea tourism), wisata pantai (seaside tourism), wisata pesiar (cruise tourism), wisata alam (eco tourism) dan wisata olahraga (sport tourism).
            Bagaimana cara menunjang keberlangsungan eksistensi dari potensi wisata maritim di era AEC 2015? Strategi yang dilakukan adalah dengan mengembangkan potensi wisata maritim dengan tidak terjebak untuk mengejar kuantitas tetapi juga harus peduli dengan pariwisata yang berkualitas (quality tourism), bertanggung jawab (responsible tourism) dan berkelanjutan (sustainable development).
Selain itu, konsep yang dapat diterapkan dalam pengembangannya adalah dengan menerapkan konsep Community Based Tourism atau pariwisata berbasis masyarakat (komunitas). CBT merupakan pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat sebagai peran aktif dalam kegiatan kepariwisataan, perencanaan, dan pengelolaan.
Potensi wisata maritim yang sejatinya sudah indah memerlukan sinergi dengan masyarakat guna menunjang eksistensi yang berkelanjutan. Mengingat pariwisata adalah bisnis majemuk dan gotong royong. Pengembangan sektor wisata memiliki efek berganda ke sektor bisnis lain. Mulai dari wisatawan yang datang dari bandara atau pelabuhan. Perjalanan menuju penginapan yang melibatkan transportasi seperti taksi, bus atau kendaraan umum lainnya. Setibanya di penginapan, lalu menuju ke lokasi wisata, di sana wisatawan mencicipi berbagai kuliner khas di lokasi tempat wisata hingga pulang ke daerah asal dengan membawa oleh-oleh dari lokasi yang baru saja dikunjungi. Sudah dapat dipastikan dalam hal ini banyak sektor usaha masyarakat yang terlibat, seperti transportasi, perhotelan, perbankan, makanan dan minuman, industri kreatif dan usaha lainnya. Itu artinya, tenaga kerja yang terserap dan nilai tambah yang dihasilkan akan semakin besar pula.
            Dengan keterlibatan Indonesia dalam AEC 2015, tidak hanya ikut andil dan mengambil peran dalam mewujudkan stabilitas perekonomian ASEAN, namun juga ikut mendukung pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, apabila AEC terwujud pada tahun 2015, maka dipastikan akan terbuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi warga negara ASEAN. Para warga negara dapat keluar dan masuk dari satu negara ke negara lain serta mendapatkan pekerjaan tanpa adanya hambatan di negara yang dituju. Tidak menutup kemungkinan pula penyerapan tenaga kerja dari warga negara asing akan terjadi, menengok sektor wisata maritim Indonesia yang sangat potensial.
Selain peran masyarakat sebagai penggerak kegiatan sektor wisata, pemerintah juga turut andil dalam pengembangan sektor wisata. Termasuk dalam hal yang berkaitan dengan transportasi. Pemerintah harus memberikan kemudahan bagi pemilik kapal wisata asing untuk memasuki kawasan maritim Indonesia melalui izin Clearance and Approval for Indonesia Territory (CAIT) atau E-CAIT yang juga bisa diurus secara elektronik. Dengan kemudahan perizinan ini, tentu akan meningkatkan kunjungan wisatawan asing yang menggunakan kapal yacht pribadi ke Indonesia guna menikmati kawasan maritim dan segala eksotika wisata yang ada di Indonesia. Semakin banyak kapal wisata asing yang berkunjung ke Indonesia, akan memberikan penerimaan devisa bagi negara yang cukup tinggi pula (4). Yang pada akhirnya peluang ini dapat menstimulus pengusaha dalam negeri atau investor asing untuk terjun pada bisnis kapal yacht ini.
Menurut Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beliau optimis dengan potensi sektor wisata di AEC 2015 nanti. Mari memaparkan dalam pertemuan dua tahunan 20th General Assembly United Nations World Tourism Organization (UNWTO) pada 24-29 Agustus 2013 lalu, bahwa bukti komitmen dari Indonesia adalah dengan memberikan fasilitas kemudahan visa tingkat ASEAN. Indonesia sedang bekerja keras dengan negara ASEAN lainnya untuk menciptakan ASEAN Common Visa atau Visa Tunggal ASEAN bagi para warga negara di luar ASEAN yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Asia Tenggara. Kemudahan visa merupakan instrumen yang penting untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata, pembangunan ekonomi dan sosial serta penciptaan lapangan kerja. (5)
Melihat fakta-fakta di atas, pengembangan potensi kemaritiman Indonesia mampu menunjang eksistensi di ASEAN Economic Community 2015. Basis ekonomi yang diterapkan dengan berorientasi maritim dapat bersaing dengan negara ASEAN lain. Hal itu tidak lain didukung oleh potensi maritim Indonesia yang memang eksotis dan sudah cukup terkenal di skala Internasional. Selain itu keterlibatan masyarakat yang bersinergi demi pembangunan sektor wisata yang berkelanjutan dan peranan pemerintah yang mampu memberikan fasilitas memadai bagi calon wisatawan seperti perizinan kapal wisata asing yang mudah serta upaya Menparekraf Indonesia yang bekerja keras untuk mewujudkan ASEAN Common Visa bagi warga negara non-ASEAN yang ingin pergi ke kawasan Asia Tenggara, merupakan cara-cara yang paling efektif untuk Indonesia menjadi salah satu Negara tujuan dengan kepentingan tidak hanya wisata, tetapi juga bisnis.

#Lassvera | @ZanzaBela | Belazan Kata (zan)
4/14/14

ESAI : Peran Organisasi Kepemudaan sebagai Wadah Pemberdayaan Mahasiswa menjadi Generasi Emas Penerus Pemimpin Bangsa

Makalah ini yang mengantarkan perwakilan putri dari Kabupaten Trenggalek masuk ke-19 besar di Pemilihan Duta Mahasiswa GenRe Jatim 2014. Alhamdulillah :) (selengkapnya di sini

****
Mahasiswa sebagai elemen pemuda memiliki peran penting sebagai bibit-bibit muda yang akan meneruskan perjalanan panjang bangsa. Sesuai catatan sejarah, posisi pemuda sebagai aktor perubahan sosial sudah terbukti dengan adanya Sumpah Pemuda yang akhirnya mempersatukan rakyat untuk melawan penjajah, hingga lahirnya reformasi. Mahasiswa yang notabenenya adalah pemuda bukan sekedar berusia muda, tetapi asset bangsa yang memang dipersiapkan untuk menjadi ahli waris estafet perjuangan bangsa.
Mahasiswa adalah sebutan akademis bagi murid atau pelajar yang tingkat pendidikannya adalah perguruan tinggi. Secara umum, mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis yaitu sebagai penyampai kebenaran (agent of social control), sebagai agen perubahan (agent of change) dan sebagai generasi penerus masa depan (iron stock).
Organisasi kepemudaan adalah wadah yang terdiri dari sekumpulan orang dalam kategori muda yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi kepemudaan dibentuk oleh pemuda dan berfungsi untuk mendukung kepentingan nasional, memberdayakan potensi, serta mengembangkan kepemimpinan, kewirausahaan dan kepeloporan. Guna mendukung peran tersebut, adanya organisasi kepemudaan dapat turut serta menyiapkan generasi muda sebagai generasi emas penerus pemimpin bangsa. Yang tentu saja memerlukan, peran serta dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Selain menjadi tempat bercengkerama serta mengasah kemampuan berinteraksi, organisasi kepemudaan juga merupakan salah satu wahana untuk menciptakan kaderisasi pemimpin bangsa yang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa kedepannya. Kaderisasi kepemimpinan dilaksanakan dalam upaya menciptakan pemimpin yang mampu memajukan bangsa dan negara. Dengan adanya organisasi kepemudaan, maka segala potensi yang dimiliki pemuda akan dikembangkan. Sikap kritis, idealis, inovatif, dan semangat juang tinggi merupakan potensi yang dimiliki pemuda. Sehingga dengan adanya organisasi kepemudaan, sikap positif ini akan mendorong kegiatan positif untuk nantinya akan mampu menciptakan generasi penerus pemimpin bangsa yang menjadi regenerasi pemimpin di masa sebelumnya.

#Lassvera | @ZanzaBela | Fanpage : Belazan Kata - Lassvera