12/21/13

Trenggalek : Drama Kolosal dalam Pertunjukan Seni Tari Turangga Yaksa

Gambar 1.1 Turangga Yaksa khas Trenggalek
(Dok. Smaneska Trenggalek)
Trenggalek adalah daerah yang terkenal dengan seni budayanya, khususnya tari. Turangga Yaksa (baca: Turonggo Yakso) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jaranan Turangga Yaksa adalah kesenian yang pada awalnya bukan suatu kesenian yang berdiri sendiri, namun merupakan bagian dari ritual atau upacara adat sebuah desa di Trenggalek yang bernama desa Dongko.
            Kesenian Turangga Yaksa murni berasal dari Kabupaten Trenggalek, tepatnya dari dusun Blimbing, desa Dongko, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Tarian ini adalah bagian dari pelaksanaan upacara adat Baritan yang diselenggarakan setiap bulan Syura (Muharram) dengan hari dan tanggal yang ditentukan oleh sesepuh (pawang), yang dianggap menguasai tentang ihwal pelaksanaannya. Upacara adat Baritan dilaksanakan dengan tujuan untuk memohon kepada Hyang Widi (Tuhan penguasa alam) agar hewan peliharaan berupa sapi, kerbau dan hewan ternak lain serta sawah ladang mereka dapat terhindar dari pagebluk (mala petaka).
            Menurut Mujiman yang kini menjabat sebagai pemilik TK/SD Kec. Dongko yang sekaligus sebagai salah satu dari sesepuh desa itu, Baritan merupakan kepanjangan dari Bubar ngarit tanduran atau dalam bahasa Indonesia artinya adalah selesai panen. Historinya, Baritan merupakan upacara adat sebagai ucapan terima kasih atau rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dari para petani yang telah berhasil memanen hasil sawah dan ladangnya. Upacara itu dilaksanakan di sawah usai panen. Baritan telah dilaksanakan turun temurun sejak jaman dahulu.
Ketika tahun 1965, karena situasi politik yang tidak menentu saat itu, Baritan tidak diselenggarakan. Namun, apa yang terjadi? Pageblukpun ternyata menghampiri desa itu. Penduduk dicekam rasa takut, hingga membuat resah seluruh warga desa  yang melebihi resahnya menghadapi situasi politik saat itu. Kemarau berlangsung berkepanjangan, banyak hewan ternak yang mati diserang penyakit atau mati kelaparan karena tidak ada rumput. Sawah dan ladang menjadi kering kerontang tak menghasilkan panen. Akhirnya seluruh warga kampung banyak yang kelaparan. Dalam keadaan seperti itu, akhirnya para sesepuh mengambil inisiatif. Ada yang melakukan tapa brata. Ada yang berdo’a yang semua intinya meminta kepada Yang Maha Kuasa agar diberi petunjuk bagaimana mengatasi pagebluk yang berlangsung panjang. Anehnya, hampir semua sesepuh kampung yang sedang melakukan tapa brata mendapatkan wisik yang sama, yaitu upacara Baritan harus kembali dilaksanakan. Namun baritan kali ini, harus diadakan di sawah atau ladang yang selesai dipanen. Diatas sawah ladang tersebut didirikan terob dengan ditandai janur melengkung seperti layaknya orang mempunyai hajat mantu. Kemudian mengumpulkan seluruh petani didesa itu dengan membawa dadung/tali pengikat rajakaya, Lengkong (anyaman bambu berisi buceng), Gedang setangkep serta pulo Gimbal dan Pulo Gising. Setelah semuanya berkumpul, salah satu sesepuh menyampaikan maksud dan tujuannya mereka berkumpul disitu. Kemudian sesepuh yang lain memimpin do’a bersama yang isinya ucapan terima kasih karena sawah ladang mereka bisa panen, serta hewan ternak mereka kalis dari sambekala. Kemudian sesepuh yang dianggap paling mumpuni menghampiri dadung / tali pengikat rajakaya untuk diberi japa mantra sebelum dibawa pulang kembali oleh para petani. Setelah selesai, sesepuh tersebut berpesan kepada para petani, bahwa tali pengikat rajakaya yang telah diberi jampi-jampi tersebut harus disimpan diatas paga atau sebuah keranjang yang letaknya diatas tungku perapian. Jika rajakaya mereka sakit, tali yang disimpan diatas paga tadi boleh diambil lalu dibecem/dicelupkan diair beberapa saat dan airnya supaya diminumkan kepada hewan ternak mereka yang sakit. Insyaallah, hewan tersebut bisa sembuh seperti sedia kala. Kemudian setelah selesai prosesi upacara. Diadakan kembul bojana andrawina (pesta pora) dengan menanggap tayub. Ide gagasan tercetusnya Turangga Yaksa menurut cerita Mujiman berasal dari Sutiyono. Ketika itu tahun 1972, Sutiyono ingin melestarikan prosesi ritual baritan yang begitu sakral dalam wujud sebuah kesenian tradisi yang akrab dihati masyarakat. Namun melambangkan maksud dan tujuan dari prosesi baritan itu sendiri. Belum lagi gagasan itu terwujud secara sempurna mendadak Sutiono meninggal. Kemudian gagasannya dilajutkan oleh Puguh. Akhirnya tercetuslah sebuah kesenian tradisional berupa tarian sejenis jaranan berkepala raksasa yang disebut turangga yaksa. Sebagai koreografernya penata gerak tariannya waktu itu adalah sdr. Pamrih. Sedangkan penata gendingnya diserahkan kepada sdr. Muan. Sementara itu Puguh sendiri menyusun jalan ceritanya. Bertiga mereka berjuang keras untuk membuat sebuah karya seni yang mempunyai tata gerak yang amat enerjik. Ternyata kerja keras mereka membuahkan hasil yang kala itu menurut sdr. Pamrih tahun 1982 Turangga Yaksa digelar dalam sebuah pergelaran ala kampung untuk melengkapi ritual baritan yang pertama kali. Walaupun dalam gerak estetiknya masih diilhami dari kesenian tradisional jaranan, namun turangga Yaksa mempunyai tata gerak yang lain dibandingkan dengan jaranan sentherewe maupun jaranan Breng.

Gambar 1.2 Festival  Turangga Yaksa 2013
(Dok. Smaneska Trenggalek)
Dalam perjalanan sejarahnya, sekarang jaranan Turangga Yaksa telah menjadi kesenian tradisional khas Trenggalek yang patut dibanggakan, hal itu dibuktikan dengan dipatenkannya Tari Turangga Yaksa sebagai tari asli dari Kabupaten Trenggalek sejak tanggal 23 September 2012 di anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah. Perkembangan selanjutnya, tari Turangga Yaksa tidak sekedar sebagai bagian upacara adat, namun pemerintah Trenggalek juga turut melakukan pelestarian budaya asli daerah dengan menyelenggarakan Festival Turangga Yaksa yang juga untuk memperingati Hari Jadi Trenggalek.
Melalui website resmi Humas Kabupaten Trenggalek, Sekretaris Daerah setempat mengatakan bahwa upaya pelestarian dan pengembangan terus dilakukan, salah satu diantaranya dengan diadakannya lomba atau Festival Turangga Yaksa. Harapannya. Festival ini tidak hanya bergaung di tingkat lokal, tetapi mampu menjangkau tingkat Jawa Timur. Pembangunan di bidang seni budaya, dari tahun ke tahun telah diupayakan untuk peningkatan baik dari sisi materi seni budayanya, seniman maupun sarana penunjangnya, yang pada gilirannya mampu diangkat nilai lokal ini menjadi global, bukan sebaliknya. Jika demikian yang terjadi, maka peran seni budaya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Trenggalek baik dengan menjual hasil karya ekonomi kreatif berbasis seni budaya atau mengintregasi  dengan hasil produk bidang lain dapat diwujudkan.
Bagi masyarakat yang belum menyaksikan langsung pertunjukan Turangga Yaksa, tentu penasaran mengenai alur pertunjukan jaranan Turangga Yaksa. Berdasarkan sejarah Turangga Yaksa di atas, seni tari asli Trenggalek ini tidak sekedar pertunjukan atau bagian upacara adat. Skenario seni tari ini seperti drama kolosal, tidak terpisah-pisah.

Gambar 1.3 Drama dalam tari Turangga Yaksa
(Dok. Smaneska Trenggalek)

Dalam drama tari di Trenggalek tersebut, terdapat beberapa penari yang mengayun-ayunkan cemeti ke tanah. Sesaat debu mengepul ke udara, seiring semangat gerakan sang penari yang mengapit kuda berkepala raksasa, itulah Turangga Yaksa. Gerakan mereka meliuk-liuk, menunduk dan kemudian bersujud seakan-akan menghormati pada sang penguasa. Dalam diam bersujud, tiba-tiba muncul tokoh penari, memakai baju hitam dan mengapit celeng dan sesosok lagi muncul penari tinggi, besar dan menakutkan. Tokoh-tokoh tersebut adalah tokoh jahat yang mengganggu kedamaian umat manusia dan digambarkan dengan celeng (babi hutan) dan caplok’an (serupa barong). Akhirnya mereka bertarung di medan pertempuran. Para penari Turangga Yaksa menjadi ksatria yang ikut menumpas tokoh kejahatan tersebut. Pertempuran berlangsung sengit, gemercik tetabuhan mengiringi pertempuran para ksatria kerajaan.
Para tokoh kejahatan kalah, terkapar di medan perang. Pertempuran pun usai. Para ksatria bersuka ria. Mereka menari berputar-putar sambil terus menghentakkan kaki ke bumi. Seolah mengatakan, kebenaran di muka bumi menang dan telah mengalahkan kejahatan.
Begitulah singkat cerita dari pertunjukan tari jaranan Turangga Yaksa. Urutan penampilan di atas adalah versi konvensi yaitu para ksatria Turangga Yaksa muncul pertama, baru selanjutnya tokoh jahat yaitu barong dan celeng muncul dalam pertunjukan. Perkembangan selanjutnya, dalam pementasan terdapat kreativitas-kreativitas baru dalam pementasan jaranan Turangga Yaksa masa kini, variasi pertunjukan tidak selalu menampilkan Turangga Yaksa terlebih dahulu, namun menunjukkan rampak barong atau rampak celeng terlebih dahulu baru ksatria Turangga Yaksa. Meskipun terdapat beberapa variasi dari kreativitas seniman, cerita dalam pementasan drama kolosal tersebut tidak berubah.
Ciri dari tari Turangga Yaksa ini adalah gerak tari dan musik pengiringnya yang energik dan dinamis. Properti Tari Jaranan Turangga Yaksa juga memiliki ciri khas tersendiri yaitu, perpaduan antara kepala raksasa dengan badan kuda yang terbuat dari kulit kerbau, sehingga dijadikan salah satu identitas lokal Kabupaten Trenggalek, nilai ilmu pengetahuan yang terkandung dalam Tari Jaranan Turangga Yaksa yaitu filosofi dari Tari Jaranan Turangga Yaksa. Nilai ketrampilan yang terkandung dalam Tari Jaranan Turangga Yaksa yaitu, pada saat bermain peran. Nilai estetika/keindahan, terdapat pada perpaduan antara tata rias dan busana yang dikenakan, ragam gerak, serta musik yang mengiringi, sehingga ditemukan nilai harmonisnya. Nilai moral yang terkandung dalam tari jaranan Turangga Yaksa yaitu seorang penari akan terbentuk watak halus, sopan santun, disiplin, dan tanggap situasi. Nilai religius, yaitu pada gerak sembahan yang berarti atau lambang berdo'a kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam ranah pendidikan, pembelajaran Tari Jaranan Turangga Yaksa pada siswa tidak hanya dituntut untuk memperagakan gerak dalam tarian tersebut, tetapi siswa juga harus paham tentang gambaran nilai-nilai yang ada pada kesenian Tari Jaranan Turangga Yaksa itu sendiri. Dengan tujuan untuk mengembangkan interpretasinya dalam memperkuat daya ungkap, pemahaman tentang jati diri ataupun keberadaan hidup manusia serta hubungan dengan keberadaan dunia luar.
Sepanjang eksistensi jaranan Turangga Yaksa ini tidak hanya mencuri hati para penikmat seni daerah setempat, namun juga masyarakat di lua daerah (interlokal). Terbukti dengan dua tahun berturut-turut dipercaya oleh Dinas Pendidikan Provinis Jawa Timur untuk tampil di acara Pergelaran Seni Pertunjukan Padang Rembulan di Magetan dan Madiun. Selain itu, lewat grup Turangga Yaksa “Krido Budoyo SMANESKA” tanggal 19 Mei 2013 tampil memukau dalam mengikuti festival Majapahit Travel Fair 2013 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim dan tanggal 7 Oktober 2013 lalu mendapat kehormatan sebagai bintang tamu untuk tampil di acara JATIM FAIR 2013 di Grand City, Surabaya.

Gambar 1.4 Penampilan di acara Pergelaran Seni Pertunjukan Padang Rembulan Tahun 2013 (Dok. Smaneska Trenggalek)

Gambar 1.5 Penampilan grup Turangga Yaksa “Kridho Budoyo SMANESKA” di Majapahit Travel fair 2013 (Dok. Smaneska Trenggalek)

(Admin/Zan) - #Lassvera

Sumber :
1) Tari Jaranan Turangga Yaksa Pertimbangan Tari Jaranan Turangga Yaksa Sebagai Identitas Lokal Kaitannya Dengan Penanaman Nilia-Nilai Pendidikan Pada Siswa SMA Negeri 1 Trenggalek.
2) Turangga Yaksa: Menghentak Nggalek
3) Fanpage : Turangga Yaksa
12/19/13

Passion

Makna #Passion, bukan dalam arti kata, tapi dalam esensinya ( @dedydahlan )

#Passion adalah sesuatu yang kamu suka, dan bukan cuma suka, tapi bener- bener suka. Ada 'gairah' di dalamnya.
#Passion adalah sesuatu yang lebih dari cuma hobi. Kalau passion, kamu ada dorongan untuk terlibat, menggali, dan hidup di dalamnya!
#Passion adalah sesuatu yang bikin kamu yakin hidupmu bakal bahagia saat ngebayangin kamu hidup di dalamnya.
#Passion adalah sesuatu yang bikin kamu nggak sabar untuk bangun di pagi hari dan mulai beraktifitas!
#Passion adalah sesuatu yang bikin kamu lupa capek, lupa waktu, lupa ngantuk, dan lupa punya istri.. *eh? Coret yg terakhir
#Passion adalah sesuatu yang bikin kamu gelisah sambil senyum- senyum pas mau tidur, karena antusiasme.
#Passion itu datangnya dari dalam diri. Bisa jadi dibangkitkan faktor luar, tapi dia nggak datang dari luar.
#Passion adalah cinta. Kalau hobi adalah kecengan, passion adalah cinta sejati.
#Passion adalah dorongan dari dalam, dlm bentuk keinginan kuat untuk melakukan sesuatu, walau blm pernah atau belum jago.
#Passion adalah Rasa. Tapi perwujudannya harus didukung pemikiran Rasio dan aktifitas nyata Raga.
#Passion adalah sesuatu yang bakal membuat hidup kamu berwarna dan bermakna.
#Passion itu happiness, enthusiasm, motivation, challenge, skill, curiosity, life meaning, dan self awareness jadi satu.
#Passion itu simple.
#Passion itu sesuatu yang nggak lekang oleh waktu, dan nggak pupus oleh tantangan dan cobaan.
#Passion itu sesuatu yang bikin kamu deg-degan sambil cengengesan.. dan bukan karena kesurupan...
#Passion itu pemberian Tuhan, karena mendadak ada di dalam hati kita.
#Passion adalah sesuatu yang kalau nggak dikerjain kepikiraaaaaan terus sampai bertahun- tahun.
#Passion adalah sesuatu yang mungkin kata orang lain remeh atau nggak potensial, tapi buat kita berarti segalanya!
#Passion nggak butuh alasan atau sebab musabab.
#Passion itu yang bikin kamu terus menerus mau berkreasi tanpa harus dipaksa- paksa.
#Passion adalah sesuatu yang bikin kamu nggak butuh motivator.
#Passion adalah sesuatu yang bikin kamu begadang sampai malam atau sampai pagi, bukan karna kepaksa, tapi karna "seru" atau "penasaran"
#Passion adalah sesuatu yang bikin kamu disebut orang "workoholic", padahal buat kamu, kamu lg enjoy!
#Passion adalah sesuatu yang bisa bikin kamu beraktifitas dengan hati!
#Passion adalah arah hidup yang kamu INGINKAN, bukan yang diinginkan orang buat kamu.
 #Passion adalah sesuatu yang ingin kamu lakukan, tanpa banyak mikir ada duitnya atau nggak.
 #Passion adalah kegiatan yang kamu nggak pengen pernah pensiun melakukannya!
#Passion adalah sesuatu yang bakal kamu pilih untuk lakukan, kalau kamu bebas dan bisa memilih apapun dalam hidup.
#Passion adalah Kamu. Siapa dirimu sebenarnya.

(Admin/Zan) - #Lassvera

Dear Rapudan (๑'⌣'๑)づ♥

(๑'⌣'๑)づ♥



Dear Rapudan,


"You say you love rain but you use an umbrella to walk under it. You say you love sun, but you seek shade when it is shining. You say you love wind, but when it comes you close the window. So that's way I'm scared when you say you love me " -BM-



Warm Regards, 
Lassvera 

KEPEMIMPINAN

**KEPEMIMPINAN "BISNIS" MANUSIA

Kepemimpinan adalah 'bisnis' yang berhubungan dengan manusia. Jika seorang pemimpin tidak dalam kegiatan mempengaruhi dan menjadikan organisasi dan manusia di sekitarnya menjadi subyek dan obyek kepemimpinan yang berdampak lebih baik, orang tersebut tidak sedang memimpin.

**TINDAKAN DAN BUKTI BAGI SEORANG PEMIMPIN

Kata kata itu banyak dan mudah didapat. Kita semua tahu bahwa di tengah tengah perdebatan sengit , kita semua bersedia mengucapkan apa pun untuk menyokong pendapat kita. Faktanya, kata kata tidak memberikan nilai tambah bagi seorang pemimpin. Tindakan dan bukti lebih kuat dan bermakna. Tindakan dan bukti tidak perlu meminta pembelaan.
"Jangan pernah berdebat di tengah masyarakat, tidak ada yang bisa dibahas, berikan saja hasilnya." - B Disraeli.

INDIKATOR KEPEMIMPINAN

Indikator kepemimpinan bukan terletak pada sifat, karena sifat apa pun yang kita miliki mempunyai peluang untuk menjadi seorang pemimpin.
Indikator kepemimpinan bukan terletak pada popularitas, karena popularitas tidak berkorelasi terhadap kinerja.
Indikator kepemimpinan terletak pada perilaku, sesuatu yang menjadikan kondisi tidak ada menjadi ada, dari yang kecil menjadi besar, dari gelap menjadi terang, dan sesuatu yang rendah menjadi bermakna.
Berita baik dari ini semua adalah bahwa perilaku ini bisa dipelajari dan dikembangkan.

[Leadership House]
11/26/13

LAGI : Prestasi Trenggalek



(26/11) Selamat, Kabupaten Trenggalek terpilih menjadi Kabupaten dengan Pemerintah Pemerhati Pariwisata Terbaik Jawa Timur 2013 di acara malam Anugrah Wisata dan penghargaan seniman Jawa Timur di hotel Mercure Grand Mirama Surabaya
11/12/13

Selamat Hari 'Ayah' ❤

Bagi seseorang yang jauh dari rumah, jauh dari orang tua, umumnya akan sering merasa rindu kepada ibunya. Bagaimana dengan 'Ayah'?

M.S
Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu. Tapi, tahukah kamu, jika ternyata 'Ayah'lah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu?

Saat kecil, ibulah yang lebih sering mendongeng. Tapi tahukah kamu bahwa sepulang 'Ayah' bekerja dengan wajah lelah beliau selalu menanyakan pada ibu, apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk/pilek, 'Ayah' kadang membentak "sudah dibilangin jangan minum es!". Tapi tahukah kamu bahwa 'Ayah' khawatir dengan keadaanmu?

Ketika kamu remaja, kamu menuntut untuk dapat izin keluar malam. Dengan lantang 'Ayah' berkata tegas, "tidak boleh!". Sadarkah kamu bahwa 'Ayah' hanya ingin menjagamu?
Karena bagi 'Ayah', kamu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Saat kamu bisa lebih dipercaya, 'Ayah' pun melonggarkan peraturannya. Kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan 'Ayah' adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat khawatir.

Ketika kamu dewasa, dan harus kuliah di kota lain. 'Ayah' harus melepasmu.
Tahukah kamu bahwa badan 'Ayah' terasa kaku untuk memelukmu?

Dan 'Ayah' sangat ingin menangis.
Di saat kamu memerlukan ini-itu, untuk keperluan sekolahmu, 'Ayah' hanya mengernyitkan dahi. Tapi tanpa menolak, beliau memenuhinya.

'Ayah' sangat menyayangimu, tetapi seorang 'Ayah' sulit mengungkapkan dalam perbuatan dan perkataan seperti ibu.

Sampai ketika teman pasanganmu datang untuk meminta izin mengambilmu dari 'Ayah', beliau akan sangat berhati-hati dalam memberi izinnya.

Dan akhirnya, saat 'Ayah' melihatmu duduk di pelaminan bersama seseorang yang dianggapnya pantas, 'Ayah'pun tersenyum bahagia.

Apa kamu tahu, bahwa 'Ayah' pergi ke belakang dan menangis?
'Ayah' menangis karna beliau bahagia. Dalam do'anya "semoga putra/putri kecilku yang manis berbahagia dengan pasangannya".

Setelah itu, 'Ayah' hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguknya dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu.
❤ Ayah

~Selamat Hari 'Ayah' Sedunia~

#Lassvera
11/10/13

ITATS, Miniatur Indonesia dan Hiruk Pikuknya

Kali ini #Lassvera akan memposting tentang kampus. Ya,  kampus yang bersedia  mencantumkan nama saya sebagai salah satu mahasiswi teknik di sini dan memberi kesempatan saya untuk bertemu orang-orang hebat seperti Ibu Lubna Algadrie (Kepala Pusat Bahasa ITATSMr. Adnan Mahmud (Congen USA) dan lain-lain di beberapa acara prestisius yang pernah saya ikuti.
Kampus ITATS w/ lapangan hijau
Perkenalkan, istana kedua setelah rumah saya ini namanya ITATS atau Institut Teknologi AdhiTama Surabaya. Letaknya di jalan Arief Rahman Hakim No. 100 – 60117 Surabaya.  Kampus ini memiliki 14 (empat belas) Program Studi Strata 1 yaitu : Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Lingkungan, Desain Poduk, Teknik Kimia, Teknik Perkapalan, Teknik Geologi, Teknik Pertambangan, Teknik Industri, Teknik Komputer, Teknik Informatika, Sitem Informasi. Sedangkan untuk program studi strata 2 ada Magister Teknik Industri dan Magister Teknik Lingkungan, yang mana semua Program Studi tersebut telah Terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan tinggi (BAN-PT) Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi KEMENDIKBUD Republik Indonesia.
Sedangkan untuk prestasi, developed campus ini pernah mendapatkan Anugerah Kampus Unggulan 2013 oleh Kopertis VII Jawa Timur, Juara Pertama Eco Campus 2013, dan lain-lain bisa klik di sini.
Itu selayang pandang dari kampus ITATS, lalu apa yang dimaksud dengan ‘ITATS, Miniatur Indonesia?’
Indonesia dengan motto keagungannya Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu jua. Masyarakatnya terdiri dari suku dan bahasa dari Sabang sampai Merauke yang berbeda-beda. Layaknya pelangi yang indah dengan warna penyusunnya yang berbeda-beda. Seperti itulah ITATS. Seluruh mahasiswa ITATS berasal dari Sabang sampai Merauke, bahkan mahasiswa/i Timor Leste banyak yang kuliah di sini.
Dengan keanekaragaman itulah yang membuat mahasiswa/i ITATS dapat kuliah sambil berwisata. Dari sini saya cukup mudah untuk mendapatkan informasi mengenai pariwisata, budaya dan cerita-cerita mengenai daerah-daerah lain yang saya belum pernah kunjungi. Ya, karena teman-teman yang beranekaragam. Yang lebih seru lagi, bisa belajar sedikit bahasa-bahasa regional mereka yang menurut saya aneh dan lucu, hahaha... J
Sayangnya, belum ada media untuk wadah bagi mahasiswa/i yang beranekaragam ini untuk mengembangkan budaya dari masing-masing daerah, tapi untuk saat ini komunitas seni tari Papua sudah ada dan tampil di beberapa acara kampus. Harapannya, semoga ke depannya ada semacan Unit Kegiatan Mahasiswa untuk mahasiswa/i ITATS yang memiliki skill dalam bidang seni tari daerah, atau apapun yang bernuansa budaya etnik. Agar ITATS memiliki identitas kampus Bhineka Tunggal Ika yang cinta budaya Indonesia J (ciieeee, applause****)
Bagaimana situasi hiruk pikuknya kampus ITATS dan sekitarnya?
Di kampus ITATS, selain kuliah saya bisa melancarkan bisnis kecil saya (my onlineshop), banyaknya pilihan tempat kos yang tidak jauh dari kampus cukup menguntungkan saya untuk akomodasi dan waktu. Selain itu kebutuhan bisnis onlines shop saya yang membutuhkan kurir atau jasa pengiriman sangat didukung karena kantor POS dan JNE hanya berjarak beberapa meter dari kampus, transaksi perbankan juga sangat sangat lancar karena di kampus ITATS ada fasilitas Bank Mandiri Syariah, namun untuk yang ingin menemukan bank pilihannya seperti BNI, BRI, BCA, Mandiri, BTN, CIMB Niaga, dll bisaaaa. Karena di dekat kampus ini juga terdapat Ruko Klampis dan beberapa home industri serta swalayan yang menyediakan aneka jual-beli barang dan jasa yang dibutuhkan. Ada laundry, photo copy, warnet, studio foto, studio musik, pasar, swalayan, tempat cuci motor, bengkel, isi ulang air, dealer, bank, warung, restaurant, semua adaaaaaa. Oiya, buat yang suka nongkrong di kampus ITATS ada kafe yang namanya udah tenar banget, namanya MatchBox. Beberapa kali juga ada mini konser di kafe ini untuk menghibur para pelanggan-pelanggannya, beberapa waktu lalu ada konser dari Iwayan Balawan, gitaris asal Bali yang udah eksis sampai tingkat Internasional. Dimana sih min tempatnya? MatchBox ini nggak jauh kok. Pas di halaman depan kampus ITATS, hehehe...
Matchbox di siang hari
Matchbox di malam hari
Konser Iwayan Balawan, gitaris asal Bali di Matchbox
Satu kampus yang area sekitarnya mendukung untuk belajar dan bisnis ya di sini J
Semoga ke depannya, ITATS yang merupakan developed campus ini bisa mengentalkan identitas kampus miniatur Indonesia dengan memberi wadah bagi mahasiswa/i ITATS yang berasal dari Sabang hingga Merauke bahkan Timor Leste untuk berkarya seni. Selain itu, semoga kampus ini segera memiliki Students Ammbassadornya dalam rangka membentuk mahasiswa berkualitas dan mampu berdaya saing global.
Belazan Kata – Lassvera | @ZanzaBela | 06075~ J