8/9/24

SOSIALISASI LITERASI DIGITAL KOMINFO RI 2024

Tulisan ini diperuntukkan untuk relawan baik yang turut berperan untuk membantu pelaksanaan sosialisasi literasi digital di Kabupaten Trenggalek dan untuk memberikan informasi mengenai dasar pelaksanaan kegiatan sosialisasi kepada bapak/ibu guru, pelajar, pihak OPD yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Sumber tulisan ini dari juknis litdig segmen pendidikan.


Kegiatan ini dilaksanakan bukan tanpa karna alasan ya. Coba baca dulu faktanya nih!

Berdasarkan Survei APJII Tahun 2023, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 215,62 juta pengguna aktif atau sekitar 78,19% dari total populasi penduduk Indonesia. Disaat yang bersamaan, pertumbuhan pengguna yang massif ini membuka ruang yang lebih luas untuk meningkatnya penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Internet. Sebagai ilustrasi, penggunaan dunia digital di Indonesia, sejak 2013-2021 terdapat lebih dari 393 kasus pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), terutama terkait dengan berita palsu dan ujaran kebencian di media social (www.databoks.katadata.co.id, 2022). Lebih lanjut lagi, sejak 2018 hingga September 2023 terdapat 3.761.730 konten situs yang telah diblokir oleh Kementerian Kominfo dan mayoritas situs tersebut merupakan situs pornografi (Kominfo, 2023). Tindakan pemerintah ini menunjukkan dengan jelas bahwa perkembangan penggunaan TIK dan Internet di Indonesia kurang sehat. Karena itu, Literasi Digital sangatlah diperlukan bagi masyarakat.

Pengukuran Status Literasi Digital Indonesia tahun 2022 di 38 provinsi di Indonesia dalam rangka untuk mengukur dan menganalisa kebiasaan dan aktivitas responden dalam menggunakan internet, melaporkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi informasi - komunikasi yang semakin membaik dalam setahun terakhir. Indeks Literasi Digital Indonesia pada awal tahun 2023 berada di level 3,54 dari skala 1-5. Artinya secara umum tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berada di level "sedang". Indeks itu sedikit meningkat dibanding tahun 2020 yang masih berada di level 3,46.

Indeks literasi digital dalam laporan ini diukur melalui empat pilar indikator besar, yakni DigitalSkills, Digital Ethics, Digital Safety, dan DigitalCulture. Skor Digital Culture atau budaya digital mengalami peningkatan skor paling tinggi yaitu dari 3,55 pada 2020 menjadi 3,90 pada 2021, dan pada tahun 2022 menjadi 3,84. Pilar ini mengukur kebiasaan pengguna internet seperti mencantumkan nama penulis/pengunggah asli saat melakukan reposting, membuat unggahan dengan mempertimbangkan perasaan pembaca dari suku/agama/pandangan politik berbeda, menikmati dan berbagi konten seni budaya Indonesia di ruang digital, dan sebagainya.

Skor indeks Digital Skills atau kecakapan digital juga meningkat dari 3,34 pada 2020 menjadi 3,44 pada 2021, dan 3,52 pada tahun 2022. Pilar ini mengukur kecakapan pengguna internet dalam menggunakan komputer atau gawai, mengunggah/mengunduh data, mengecek ulang informasi dari internet, dan sebagainya.

Di sisi lain, skor Digital Ethics atau etika digital menurun dari sebelumnya 3,72 menjadi 3,53 di tahun 2021, meningkat lagi di tahun 2022 yaitu 3,68. Pilar ini mengukur kepekaan pengguna internet dalam mengunggah konten tanpa izin, berkomentar kasar di media sosial, menghargai privasi di media sosial, dan sebagainya.

Skor Digital Safety atau keamanan digital juga turun dari 3,24 menjadi 3,10 pada tahun 2021, meningkat menjadi 3,12 pada tahun 2022. Pilar ini mengukur kemampuan pengguna internet dalam mengidentifikasi dan menghapus spam/malware/virus di komputer atau gawai pribadi, kebiasaan mencadangkan data, perlindungan data pribadi, dan sebagainya.

Indeks ini disusun berdasarkan hasil survei terhadap 10.000 responden yang tersebar di 34 provinsi Indonesia. Responden merupakan anggota rumah tangga berusia 13-70 tahun dan pernah mengakses internet dalam 3 bulan terakhir.


Berdasarkan hasil kajian literasi digital diatas, Kementerian Komunikasi dan Informatika dituntut berperan aktif dalam menghentikan penyebaran hoaks serta dampak negatif internet lainnya dengan meningkatkan kemampuan kognitif masyarakat Indonesia melalui pelatihan kecakapan literasi digital. Dunia internet saat ini semakin dipenuhi konten berbau berita bohong, ujaran kebencian, dan radikalisme, bahkan praktik- praktik penipuan. Keberadaan konten negatif yang merusak ekosistem digital saat ini hanya bisa ditangkal dengan membangun kesadaran dari tiap-tiap individu. Menjadi literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk. Dalam hal ini, bentuk yang dimaksud termasuk menciptakan, melaksanakan kolaborasi, komunikasi, dan bekerja sesuai dengan aturan etika, dan memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan. Termasuk juga kesadaran dan berpikir kritis terhadap berbagai dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Memacu individu untuk beralih dari konsumen informasi yang pasif menjadi produsen aktif, baik secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas. Jika generasi muda kurang menguasai kompetensi digital, hal ini sangat berisiko bagi mereka untuk tersisih dalam persaingan memperoleh pekerjaan, partisipasi demokrasi, dan interaksi sosial. Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Mereka tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif, menjadi korban informasi hoaks, atau korban penipuan yang berbasis digital. Membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama- sama. Dengan demikian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung rukun dan kondusif.

Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah Menyusun Peta Jalan Literasi Digital 2021 -2024 yang menggunakan sejumlah referensi global dan nasional. Dalam Peta Jalan ini dirumuskan 4 (empat) kerangka literasi digital untuk penyusunan kurikulum, yaitu Digital Skills,Digital Safety,Digital Ethics,dan Digital Culture. Dan 3 (tiga) kerangka literasi digital yang digunakan dalam penyusunan program yaitu, Digital Society,Digital Economy,dan Digital Government.
 
Sejak tahun 2021-2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan literasi digital kepada 20.141.097 orang. Di tahun 2023 juga menargetkan 5.500.000 orang mengikuti kegiatan literasi digital pada tahun 2022, hingga tercapai 50 juta orang yang mengikuti literasi di bidang digital pada tahun 2024. Oleh karena itu, dibutuhkan penyelenggaraan Kegiatan literasi digital yang massif di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun wawasan dan pengetahuan terkait literasi digital dalam bentuk Seminar dan Diskusi secara online dan hybrid (offline dan online) dengan target penduduk di wilayah tersebut khususnya di Segmen Pendidikan dan Masyarakat/Komunitas.

Gambar 1: Referensi Kerangka Literasi Digital Global dan Nasional


Gambar 2: Kerangka Kerja Literasi Digital untuk Kurikulum dan Program

Berikut data jumlah penduduk Indonesia berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2022:

Tabel 2 Data jumlah penduduk Indonesia BPS 2022 

No

Provinsi

Jumlah Penduduk

Prosentase

1

Aceh

5.407.900

2,0%

2

Bali

4.415.100

1,6%

3

Banten

1.225.200

0,4%

4

Bengkulu

2.060.100

0,7%

5

DI Yogyakarta

3.761.900

1,4%

6

DKI Jakarta

1.068.000

0,4%

7

Gorontalo

1.192.700

0,4%

8

Jambi

3.631.100

1,3%

9

Jawa Barat

4.940.580

1,8%

10

Jawa Tengah

3.703.240

1,3%

11

Jawa Timur

4.115.000

1,5%

12

Kalimantan Barat

5.541.400

2,0%

13

Kalimantan Selatan

4.182.100

1,5%

14

Kalimantan Tengah

2.741.100

1,0%

15

Kalimantan Timur

3.859.800

1,4%

16

Kalimantan Utara

727.800

0,3%

17

Kep. Bangka Belitung

1.494.600

0,5%

18

Kep. Riau

2.179.008

0,8%

19

Lampung

9.176.600

3,3%

20

Maluku

1.881.700

0,7%

21

Maluku Utara

1.319.300

0,5%

22

Nusa Tenggara Barat

5.473.700

2,0%

23

Nusa Tenggara Timur

5.466.300

2,0%

24

Papua

4.418.600

1,6%

25

Papua Barat

1.183.300

0,4%

26

Riau

6.614.004

2,4%

27

Sulawesi Barat

1.458.600

0,5%

28

Sulawesi Selatan

9.225.800

3,3%

29

Sulawesi Tengah

3.066.100

1,1%

30

Sulawesi Tenggara

2.701.700

1,0%

31

Sulawesi Utara

2.659.500

1,0%

32

Sumatera Barat

5.640.600

2,0%

34

Sumatera Utara

15.115.200

5,5%

 

Total

275.773.800

100%

Sumber:www.bps.go.id


Penyelenggaraan Kegiatan literasi digital yang masif di wilayah Indonesia dibagi ke dalam 2 segmentasi dan sembilan (9) wilayah sesuai jumlah proporsional pengguna internet dengan
 
mempertimbangkan kemudahan pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan di daerah tersebut. Sembilan (9) wilayah ini didalamnya dikecualikan beberapa kota/kabupaten yang sudah menjadi target sasaran dari kegiatan Indonesia Makin Cakap Digital 2023.

Untuk segmen pendidikan, didalamnya merupakan pelajar yang dimulai dari kelas 5 dan 6 SD, Siswa SMP, SMA, Madrasah dan sederajat. Adapun jumlah peserta didik dan guru untuk SD, SMP, SMA, SMK, Madrasah dan sederajat adalah sebagai berikut berdasarkan data dari BPS tahun ajaran 2022/2023:

Tabel 3 jumlah peserta didik dan guru untuk SD, SMP, SMA, SMK, Madrasah dan sederajat BPS TA 2022/2023 :

No

Wilayah

Total Peserta Didik

Total Guru

1

Prov. Aceh

1.105.135

107.045

2

Prov. Bali

851.088

902.353

3

Prov. Banten

2.440.318

122.192

4

Prov. Bengkulu

440.663

36.419

5

Prov. D.I. Yogyakarta

704.973

50.706

6

Prov. D.K.I. Jakarta

1.676.495

94.663

7

Prov. Gorontalo

258.831

94.663

8

Prov. Jambi

761.353

56.221

9

Prov. Jawa Barat

9.698.702

475.004

10

Prov. Jawa Tengah

6.179.975

353.592

11

Prov. Jawa Timur

6.548.753

412.566

12

Prov. Kalimantan Barat

1.129.308

72.621

13

Prov. Kalimantan Selatan

773.812

57.603

14

Prov. Kalimantan Tengah

587.774

48.638

15

Prov. Kalimantan Timur

874.108

54.264

16

Prov. Kalimantan Utara

170.536

12.954

17

Prov. Kepulauan Bangka Belitung

325.502

19.202

18

Prov. Kepulauan Riau

469.396

29.551

19

Prov. Lampung

1.722.714

115.363

20

Prov. Maluku

462.161

39.975

21

Prov. Maluku Utara

333.412

27.064

22

Prov. Nusa Tenggara Barat

1.179.112

94.183

23

Prov. Nusa Tenggara Timur

1.493.833

11.895

24

Prov. Papua

247.358

16.065

25

Prov. Papua Barat

141.757

1.022

26

Prov. Papua Barat Daya

119.463

9.899

27

Prov. Papua Pegunungan

225.588

7.013

28

Prov. Papua Selatan

164.522

8.334

29

Prov. Papua Tengah

262.115

9.936

30

Prov. Riau

1.492.984

102.924

31

Prov. Sulawesi Barat

335.134

28.165


No

Wilayah

Total Peserta Didik

Total Guru

32

Prov. Sulawesi Selatan

1.879.494

137.085

33

Prov. Sulawesi Tengah

69.173

55.083

34

Prov. Sulawesi Tenggara

680.404

58.789

35

Prov. Sulawesi Utara

503.864

39.697

36

Prov. Sumatera Barat

1.220.862

92.292

37

Prov. Sumatera Selatan

1.811.404

121.522

38

Prov. Sumatera Utara

3.170.294

211.546

 

Total         Seluruh         Provinsi

(Indonesia)

52.512.370

3.261.087

Sumber : BPS 2022/2023


Dan jumlah target peserta untuk segmen pendidikan adalah sebagai berikut: Tabel 4 jumlah target peserta untuk segmen pendidikan.

Nama

Wilayah

Jumlah Peserta Didik &

Guru

Target peserta

%

Wilayah Sumatera dan sekitarnya

13.412.392

484.187

3,61%

Wilayah DKI Jakarta, Banten,

dan sekitarnya

4.333.668

156.445

3,61%

Wilayah Jawa Barat dan sekitarnya

10.173.706

367.271

3,61%

Wilayah Jawa Tengah, DIY, dan

sekitarnya

7.289.246

263.142

3,61%

Wilayah Jawa Timur dan sekitarnya

6.961.319

251.304

3,61%

Wilayah Bali, Nusa Tenggara dan

sekitarnya

3.681.376

132.898

3,61%

Wilayah Kalimantan dan sekitarnya

3.781.618

136.516

3,61%

Wilayah Sulawesi dan sekitarnya

4.064.448

146.727

3,61%

Wilayah Maluku, Papua, dan

sekitarnya

1.715.208

61.510

3,59%

TOTAL

55.412.981

2.000.000

 

Sumber: BPS 2022/2023

Sedangkan untuk dasar hukum pelaksanaan adalah sebagai berikut :
  • a. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 F
  • b. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya pasal 4, khususnya point (a), (d), dan (e) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
  • c. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
  • d. Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2015 tentang Kementerian Komunikasi dan Informatika.
  • e. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea 4 “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa”
  • f. Arahan Presiden Republik Indonesia dalam Musrembangnas 2019 terkait pembangunan infrastruktur yang merata, reformasi struktural untuk peningkatan daya saing, dan pembangunan sumber daya manusia.
  • g. Asean ICT Masterplan 2020, Strategic Thrust ke 5 tentang Human Capital Development
  • h. Pidato Presiden Republik Indonesia bulan Agustus 2020 mengenai percepatan transformasi digital.
  • i. Visi Misi Presiden Republik Indonesia: Indonesia Toward Digital Nation 2035, dengan menciptakan dan mengembangan digital talent skill masyarakat Indonesia.
  • j. Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Melalui Penyedia.
  • k. Peta Jalan Literasi Digital 2021-2024
Penerima manfaat dari Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital untuk Segmen Pendidikan meliputi:
a. Peserta Didik kelas 5-6 Sekolah Dasar (SD)/MI/Sederajat
b. Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama (SMP)/MTs/Sederajat
c. Peserta Didik kelas 1-2 Sekolah Menengah Atas (SMA)/MA
d. Pesantren
e. Guru dan Tenaga Kependidikan
 
Wilayah Kegiatan meliputi:
a. Sumatera dan sekitarnya
b. DKI Jakarta dan Banten dan sekitarnya
c. Jawa Barat dan sekitarnya
d. Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya
e. Jawa Timur dan sekitarnya
f. Bali, Nusa Tenggara dan sekitarnya
g. Kalimantan dan sekitarnya
h. Sulawesi dan sekitarnya
i. Maluku, Papua, dan sekitarnya

Penerima manfaat untuk Kegiatan Literasi Digital segmen Pendidikan merupakan peserta yang belum pernah ikut kegiatan atau di luar dari daftar sekolah/ instansi yang pernah bekerja sama dengan Direktorat Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika selama tahun 2020-2023.

Semoga bermanfaat.

Jika ada pertanyaan atau ada hal yang ingin didiskusikan, bisa email ke zanzabela@yahoo.com atau DM di instagram @maestria.id :) 

Diunggah oleh :
Runner pendidikan wilayah Jawa Timur (Kab. Trenggalek, Kota Batu, dll) 

2/19/24

KOMITE EKONOMI KREATIF JAWA TIMUR

Resmi! Susunan kepengurusan Komite Ekonomi Kreatif Jawa Timur periode 2024-2026 sudah ditanda tangani oleh Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa.

Sekitar akhir tahun lalu, aku dihubungi oleh salah satu ASN pemprov di disbudpar dan sekitar hampir 2 jam kami berdiskusi melalui telepon untuk membahas soal ekonomi kreatif. Oh tentu aku nggak sehebat itu bisa paham segalanya, pembahasannya lebih ke pengalamanku ketika menjadi koordinator Trenggalek Creative Network (TCN). Apalagi fungsi krusialnya adalah sebagai jembatan komunikasi dan koordinasi antara jejaring komunitas + pelaku ekraf dengan pemerintah sekaligus menjahit kreativitas teman-teman yang berasal dari beragam sub sektor ekraf.

Sebenarnya, kala itu bukan diskusi pertama, tapi sudah diskusi ke sekian kali. Awal mula kenal pun saat sama-sama hadir di workshop pengelolaan event di Kabupaten Tulungagung. Saat itu aku diminta menjadi peserta sekaligus di hari berikutnya menjadi moderator. Lalu berlanjut pertemuan virtual yang membahas tentang salah satu aset pemprov yang berada di Trenggalek yaitu anjungan cerdas di daerah Tugu. Dari situlah, silaturahmi berlanjut, tidak terputus walau tanpa pinjam seratus *aszek

Sampai akhirnya aku ditawari untuk menjadi bagian Komite Ekraf Jawa Timur. Dengan menimbang A sampai Z, aku yes saja. Semoga bisa jadi salah satu cara percepatan koordinasi antara Trenggalek dan pemprov, sekaligus aku bisa membantu sesuatu untuk provinsi tercintaku.

Ulasan singkatnya, aku akan share liputan Radar Trenggalek hari ini (18/02) tentang Komite Ekraf Jawa Timur ya.

***

Pelaku ekonomi kreatif di Trenggalek harus lebih bersemangat. Pasalnya kabar baik datang dari Komite Ekonimi Kreatif Jatim yang memasukkan Koordinator Trenggalek Creative Network (TCN) Trenggalek Berdit Zanzabela sebagai salah satu anggota di Komite Ekraf Jatim.

“Karena Trenggalek dinilai memiliki potensi dan juga asset dari Pemprov Jatim yang salah satunya Anjungan Cerdas di Tugu. Ke depannya diharapkan menjadi tempat aktivasi kegiatan ekonomi kreatif yang ada di Trenggalek. Karna sudah ikut FGD terkait penyelenggaraan event dan mewakili komunitas di Trenggalek, makanya salah satu pertimbangan yang kemudian dimasukkan ke komite ekraf itu adalah Kabupaten Trenggalek,” tutur dara yang akrab disapa Bela ini.

Komite Ekonomi Kreatif itu sendiri dijelaskan Bela, adalah lembaga non struktural yang membantu pemprov di bidang pengembangan ekonomi kreatif sesuai Pergub nomor 10 tahun 2023. Yakni  melalui intermediasi dan koordinasi pemangku kebijakan dengan ekonomi kreatif, penguatan jejaring hingga mengembangkan program strategis untuk percepatan pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Timur.

“Anggota – anggota yang lain itu juga selain merepresentasikan hexahelix dan subsektor Ekraf, mereka juga secara tidak langsung mewakili daerah mereka. Misalkan salah satu anggota yang juga CEO PT. Jazz Gunung Indonesia yang punya event Jazz Gunung Bromo dan Jazz Gunung Ijen tapi juga merepresentasikan penyelenggara event musik skala nasional internasional, yang sudah sangat dikenal banyak orang. Keterwakilan beliau juga dpt merepresentasikan wilayah di bagian timur Jawa Timur (Probolinggo-Banyuwangi). Selain itu juga ada Agus Samsuga, dosen, sekaligus desainer kondang asal Malang yang berada di balik event carnaval dan fesyen terkenal di Malang: Malang Flower Carnival dan Malang Fashion Week. Anggota komite rata-rata memiliki keahlian masing-masing, misal sebagai akademisi, ada tenaga ahli EJSC (East Java Super Corridor), ada juga representasi jejaring ekonomi kreatif di Jawa Timur. Itulah kenapa akhirnya bisa masuk,” jelas dosen yang juga seorang news anchor ini.

Karena baru terbentuk kepengurusan, yaitu untuk tahun 2024 - 2026, Bela belum bisa menyampaikan banyak hal karna dalam waktu dekat masih akan ada koordinasi lebih lanjut. Namun dia optimis ini bisa jadi peluang bagus bagi perkembangan ekonomi kreatif di Trenggalek misalnya proyeksi koordinasi lebih cepat dengan pemprov. “Misalnya Trenggalek bisa berkoordinasi dengan pemprov, terkait pendampingan event untuk target KEN (Karisma Event Nusantara) Kemenparekraf dan visi Trenggalek menjadi Kabupaten Trenggalek, kita bisa langsung agak gercep, secara koordinasi bisa lebih cepat. Yang mungkin bisa berpeluang itu yaitu tadi atensinya dari kepala daerah, termasuk Pak Emil, yang menaruh perhatian dari asset pemprov yang diaktivasi untuk pengembangan ekraf di sini,” Tegas alumni Universitas Airlangga Surabaya ini.(tin)

***


Terima kasih sudah mampir. Semangat dan happy selalu ya.
(Adm/Zan)

2/1/24

TIPS JADI PENYIAR TV

Live Jakarta Hari Ini di TVRI Jakarta


Gimana caranya bisa jadi penyiar tv?
Ya, ikut rekrutmen di tv dan siaran. Kalau pun kerja di tv tapi bagiannya keuangan, ya nggak bisa disebut penyiar kan?

Ini pertanyaan sejuta umat sampai detik ini. Kadang-kadang nggak sempat kalau harus menulis jawaban panjang apalagi via chat. Jadi aku tulis disini supaya lebih detail. Selamat membaca.

Tapi, hal mendasar yang harus dimiliki bagi kalian yang ingin menjadi penyiar tv adalah ya harus bisa siaran. Misal pun ada kesempatan, sekarang rekrutmen penyiar tv, ada casting di suatu perusahaan televisi, tapi kalau kalian nggak punya keterampilan dan kemampuan untuk siaran di tv ya nggak akan diterima juga. Jadi mari kita bahas pelan-pelan dan berurutan.

Penyiar TV itu tidak hanya news anchor, tidak hanya reporter berita, tidak hanya pembaca berita ya teman-teman. Yang jadi host acara talkshow di tv, konser musik, bahkan host acara gossip itu juga termasuk kategori penyiar tv. Karakter dan penjurusan minat kalian menjadi penyiar tv yang mana??

Cara belajar untuk penyiar tv kategori news dan non-news juga berbeda. Apalagi pembawaan karakternya juga sangat berbeda. Walaupun ilmu dasarnya dari seni retorika tetap sama. Namun eksekusinya sangat berbeda.

Reportase Jakarta Hari Ini & Jakarta Terkini

Kita bahas dari penyiar tv kategori news atau lebih familiar disebut news presenter. Tidak semua penyiar berita bisa langsung gagah disebut news anchor ya. Yuk pahami bedanya dulu :

1. News Reader 
    Seseorang yang bertugas membacakan berita namun tidak terlibat peliputan atau penulisan berita

2. News Caster
    Seorang penyiar berita yang bertugas membacakan berita namun juga terlibat peliputan di lapangan

3. News Reporter
    Seorang penyiar yang bertugas melaporkan (report) suatu peristiwa dari lokasi kejadian secara real        time maupun live on tape.

4. News Anchor
   Seorang penyiar berita tergolong senior yang tidak sekedar membacakan berita dan terjun peliputan      tetapi juga mampu membawakan program dialog. Mengutip dari Tempo Institute, seorang news       anchor harus punya kemampuan menulis, memiliki wawasan luas di bidang jurnalistik, mampu               berkomunikasi dengan narasumber maupun media, memiliki kepekaan tinggi terhadap peristiwa atau    kejadian yang ada dilingkungan sekitar, serta memiliki kemampuan riset & analisis.


Sudah tahu bedanya kan? Jika kalian ingin menjadi news reader, maka aspek 3V (Vocal, Visual, Verbal) cukup dipelajari dan dilatih. Jika kalian ingin menjadi news caster dan news reporter, maka keterampilan menulis berita, reportase, improvisasi, mewawancarai narasumber, hingga menyusun pertanyaan juga harus kalian pelajari. Sementara jika ingin menjadi news anchor maka keahlian jurnalistik,  kemampuan riset dan analisis suatu peristiwa, literasi untuk memperkaya data sebelum membawakan acara dialog, hingga metode ekstemporan saat on air harus sudah terampil.

Kok banyak ya ternyata? Ya memang! Siapa yang bilang kalau penyiar berita cuma baca berita doang? Bertaubatlah kalau masih ada pola pikir seperti itu.

Bisa kok itu semua dipelajari. Namun bertahap ya teman-teman. Jangan langsung ke poin news anchor. Fase belajar jika terlalu dipaksa, tertekan, nanti kurang enjoy. Ada skill tambahan juga yang harus dimiliki oleh jurnalis yaitu kehumasan. Pasti kita bekerjasama dengan banyak orang bahkan bertemu orang-orang baru untuk wawancara atau keperluan lainnya. Maka sikap bak humas dan humanis juga diperlukan oleh seorang penyiar.

Lalu, kita bisa belajarnya darimana kak? Pertama-tama mengenali jenis-jenis naskah berita dulu. Pertama, ada naskah hard news. Biasanya merupakan berita yang memuat tentang peristiwa terkini, aktual seperti berita penambahan kasus covid, berita narkoba, kriminal, bencana alam, dll. Kedua, jenis soft news. Sesuai namanya "soft" yang cenderung berita-berita lebih ringan dan vibes-nya cheerful.  Seperti contoh berita tentang informasi pariwisata, kuliner baru, prestasi olahraga, dll. Nah, karena cheerful tadi makanya pembawaan penyiar saat membawakan berita ini harus menerapkan smiling voice, berkebalikan dengan hard news. Jadi jangan salah ekspresi dan jangan salah intonasi ya.

Sembari mengenali jenis-jenis naskah berita, sambil mengasah vokal kalian yang meliputi suara diafragma (jika ingin suara lebih bulat), artikulasi, intonasi, aksentuasi, spasi dan kecepatan berbicara. Selain itu latihan pernafasan karena naskah berita bisa saja agak panjang dan menuntut nafas yang stabil, tidak terdengar ngos-ngosan.

Bagi yang intonasi dan ekspresinya datar, tentu treatment latihannya berbeda dengan orang-orang yang memang sejak awal sudah ekspresif. Perlu keuletan dan mentor yang tepat aja untuk membantu kalian belajar secara sistematis dan progresif.

Jika kalian menempatkan keterampilan penyiar tv hanya sebagai kegemaran atau hobi saja, kalian sangat bisa belajar dari konten-konten di @maestria.id ini atau dari penyiar-penyiar lain yang juga rajin ngonten di medsos mereka. Namun jika orientasinya untuk profesional kerja, ada target ingin ikut open casting bahkan menjadikan karir, maka nggak ada salahnya kalau kalian cari mentor yang bisa mendampingi kalian belajar sesuai bagaimana industri itu berjalan. Cari pengajar atau mentor yang punya jam terbang tinggi atau lisensi misalnya seperti sertifikasi profesi dari BNSP atau  sertifikasi kompetensi dari Kemdikbudristek RI atau daripada ribet buang-buang waktu untuk nyari-nyari, mending langsung DM ke sini untuk janjian kelas + langsung belajar sama praktisinya. Info casting dan magang penyiar tv bisa follow akun @berzuara ya.

Eits, masih ada satu lagi. Gimana kalau penyiar non news?
Nah, konser musik di tv biasanya juga tetap ada host-nya kan? Acara gossip atau masak-masak juga tetap ada pemandu acaranya bukan?

Karena itu ditayangkan di televisi, maka sebutannya juga penyiar tv ya.
Kalau ilmu dasarnya dari seni retorika atau public speaking, semua sama. Hanya saja jika penyiar kategori entertain ini lebih mengedepankan suasana acara yang jadi meriah, cair, bahkan menghipnotis pemirsa di rumah untuk ikut hanyut di acara tersebut. Sudah ada gambaran ya?

Nah, setelah membaca tulisan singkat ini, kalian sudah nentuin mau jadi penyiar tv kategori mana?

Terima kasih sudah mampir. Semoga bermanfaat :)

(Adm/Zan)

1/30/24

PELATIHAN DAN UJI KOMPETENSI ASESOR

Tahun 2024, apa passwordnya?
Tentu saja, melanjutkan resolusi 2023. Haha.. Bahkan resolusi tahun 2021 masih baru tercapai di 2024.
Ah gpp kok.

Salah satunya yang di-semoga-kan bertahun-tahun lalu adalah mengikuti pelatihan dan uji kompetensi sebagai asesor kompetensi skema public speaking.

Pra pembekalan asesor kompetensi BNSP

Tanggal 29 Januari 2024, kami sudah mengikuti pra pembekalan dengan tugas yang bejibun. Haha.. ternyata lumayan pening juga yak! Skema yang diikuti oleh ke-23 peserta angkatanku ini berbeda-beda tapi semua dalam satu payung LSP KATIGA BINA NUSA (KBN). Salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi oleh peserta calon asesor kompetensi atau askom adalah memiliki rekomendasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP.

Beberapa jenis skema yang dipilih oleh peserta di angkatanku antara lain:

Skema Petugas Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan kompetensi teknis K3;
Operator Lingkungan Hidup dengan kompetensi teknis Lingkungan Hidup;
Public speaking dengan kompetensi teknis public relation;
Okupasi Tenaga Pemasar Operasional Penjualan dengan kompetensi teknis Pemasaran;
Supervisor Sumber Daya Manusia dengan kompetensi teknis MSDM;
Okupasi Teknisi Perpajakan Pemotongan & Pemungutan Pajak Penghasilan kompetensi teknis Perpajakan;
Okupasi Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung kompetensi teknis Konstruksi;
Okupasi Pelaksana Lapangan Pekerjaan Saluran Irigasi Madya (Jenjang 5) kompetensi teknis Konstruksi;
Pelaksana Lapangan Pekerjaan Saluran Irigasi Level 3 kompetensi teknis Konstruksi;

Oiya, syarat perlengkapan dan kelengkapan dokumen yang harus dilengkapi oleh peserta :

a. Peserta diwajibkan membawa dan dapat mengoperasikan laptop; 

b. Peserta diwajibkan membawa Fotocopy KTP;

c. Peserta diwajibkan membawa Fotocopy Ijazah terakhir;

d. Peserta diwajibkan membawa pas photo 3x4 background merah 2 lembar;

e. Memiliki sertifikat kompetensi teknis atau bukti pengalaman di bidangnya minimal 3 tahun dari Industri / Instansi / Organisasi Profesi;

f. Membawa SKKNI dan Skema sesuai kompetensinya yang akan digunakan sebagai bahan pembelajaran/pelatihan (disiapkan oleh panitia, peserta tinggal mencetak)

g. Setiap Peserta pelatihan wajib menghadirkan asesi pada tanggal 04 Februari 2024 (hari ke-5) untuk pelaksanaan Asesmen.

h. Membayar biaya pelatihan

Di pra pembekalan, peserta dikenalkan dengan kode etik asesor, alu asesmen, SKKNI dan skema sesuai bidang keahlian masing-masing serta diberi pengarahan untuk mengisi peta skenario pekerjaan. Untuk skema yang aku pilih adalah public speaking dengan SKKNI nomor 629 tahun 2016. Jujurly aku mumeeetttt. Hahaha.. karena memang masing sangat asing, belum familiar dengan pengisian dokumen-dokumennya. Termasuk singkatan-singkatan yang akan sering digunakan, aku tulis aja ya :

PMO : Pertanyaan Mendukung Observasi
DPT : Daftar Pertanyaan Tulis
DPL : Daftar Pertanyaan Lisan
PW : Pertanyaan Wawancara
DIT : Daftar Instruksi Terstruktur (untuk supervisor ke-atas, tidak membuat PMO tapi membuat studi kasus dan dipresentasikan)
VPK : Verifikasi Pihak Ketiga

Pembukaan pembekalan ASKOM


Lanjut pembekalan tatap muka tanggal 31 Januari hingga 3 Februari dan ujian di tanggal 4 Februari 2024, beberapa materi yang disampaikan kepada peserta adalah :
1. Merencanakan dan proses asesmen
2. Mengembangkan perangkat asesmen
3. Melaksanakan Asesmen (Tugas 1)
4. Memberikan kontribusi dalam validasi asesmen (MKVA)
5. Merencanakan tugas mandiri
6. Melaksanakan Asesmen (Tugas 2)

Sebelum kalian memutuskan untuk mengikuti pelatihan asesor, pastikan benar-benar meluangkan waktu dari rutinitas karena kalian harus fokus dengan materi yang disampaikan oleh trainer. Saking njlimetnya. Haha.. Selain itu, tugasnya juga banyak. Selama seminggu harussss fokus, kalau sambil ngerjakan hal lain, pendapat pribadiku sendiri, rasanya kurang maksimal menghayati tiap materi.

Oiya, sesuai aturan dari BNSP jika memang peserta merupakan pekerja yang jadwalnya sangat padat, batas toleransi peserta bisa meninggalkan jam pembekalan maksimal 4 jam saja. Jadi misal ijin mau ada meeting atau webinar sekitar 60 menit, kalian masih diberi toleransi dengan resiko harus mengejar ketertinggalan materinya ya. Dan perlu diingat bahwa untuk bisa dinyatakan kompeten, tidak sekedar pintar memahami konsep dan teori atau keterampilan teknis mumpuni saja melainkan juga attitude. Jika selama pembekalan dan ujian ketiganya tidak berimbang, maka bisa saja kalian dinyatakan BK atau belum kompeten. Harus mengajukan banding dan mengulang ujian.

Segitu dulu. Sampai ketemu virtual kapan-kapan ya! Sukses selalu, stay hepiiii.

(Adm/Zan)

 

 

9/5/23

UJI KOMPETENSI WARTAWAN (Part 2)

 

Pengumuman hasil Kompeten dengan Penguji Ending Sutardi LU ANTV

Lanjutan part 1 ya. Ini hari H pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diadakan selama 2 hari yaitu tanggal 1-2 September 2023 di Hotel Bumi Surabaya. 


Di hari pertama, kami mengikuti acara pembukaan yang dibuka oleh Ibu Dr. Ninik Rahayu. S.H.,M.H selaku Ketua Dewan Pers. Kemudian seluruh peserta UKW dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan Lembaga Uji (LU) yaitu LU ANTV, LU IJTI dan LU PWI.

Mulailah sesi pertama yaitu simulasi rapat proyeksi, atau kalau di TVRI (tempatku bekerja) disebut sebagai rapat redaksi berita. Sebelum memulai simulasi, kami diminta untuk mengecek kelengkapan berkas dan dokumen-dokumen meliputi CV, KTP, ijazah terakhir, surat rekomendasi dari pimred/perusahaan tempat bekerja, form pendaftaran dan portofolio hasil liputan, dan surat pernyataan. Semua perlengkapan dokumen ini sudah kami kumpulkan jauh-jauh hari ya. Waktu itu aku mendaftarkan diri sekitar bulan Mei, namun untuk jadwal ujiannya aku memilih bulan September 2023 agar bisa menyesuaikan dengan jadwal siaran, ngajar di kampus dan event-event lain.

Setelah selesai pengecekan, kami mulai mendapatkan pengarahan dari penguji kami yaitu Bapak Ending Sutardi (penguji LU ANTV). Dan secara bergiliran ditunjuk untuk memimpin rapat proyeksi. Kami tentukan apa yang sedang hot issues, lalu dimana lokasinya, siapa yang akan diwawancarai beserta bagaimana komposisi sudut pengambilan gambar untuk visual/footage. Oiya, ini aku ikut untuk level Muda dan skema Reporter televisi ya. Hasil dari sesi simulasi ini adalah shortlist berita dan akan dibuat menjadi rundown berita.


Setelah itu kami ditugaskan untuk liputan berita dengan topik yang bisa ditentukan secara mandiri. Bentuk pengumpulan tugasnya adalah berupa hasil naskah berita dan video yang siap ditayangkan di televisi. Jadi sudah diedit sederhana dengan visual/footage, voice over, dan hasil wawancara narasumber.

Jangan lupa setiap langkah kalian mengerjakan tugas, didokumentasikan ya teman-teman. Karena ini juga jadi syarat pelaporan ke lembaga uji. Jadi waktu wawancara narasumber, ya difoto, saat proses pengerjaan naskah dan proses editing juga didokumentasikan. Agar tidak menjadi masalah saat sidang akhir nanti perihal pelaporan.


Nah, setelah selesai semua proses liputan, kita proses edit. Kalau aku kemarin editing-nya pakai Capcut aja kok, cut to cut sampai rekam voice over semua di Capcut. Setelah selesai, render, semua tugas dijadikan dalam 1 file dan dikirimkan melalui email lembaga uji.

Total ada 5 tugas yaitu shortlist topik berita, rundown berita, naskah berita hasil liputan, video hasil liputan (jangan lupa title nama narasumber), dan daftar 20 nomor telepon narasumber yang selama ini pernah diwawancarai. Untuk nomor narasumber ini nanti akan ada test call ya. Penguji akan menentukan untuk kita menghubungi siapa dari 20 daftar itu, dan kita diminta langsung di hadapan penguji untuk berbincang singkat dengan narasumber tersebut.


Keesokan harinya tiba waktu sidang. Aseekk... Berasa sidang skripsi yak. Jadi semua tugas yang sudah dikumpulkan akan dicek satu per satu dan yaa bincang seru lah seputar tugas-tugas itu. Lalu sesi wawancara seputar Kode Etik Jurnalis, Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS), persiapan liputan, dll.

Setelah selesai, seluruh peserta diminta untuk menunggu hasil sidang. Dinyatakan kompeten atau belum kompeten oleh penguji.


Sebelum pengumuman, foto bareng dulu lah. 10 tahun kemudian akan jadi kenangan euy. Haha...
Sampai akhirnya pengumuman dan kami semua satu kelompok dinyatakan KOMPETEN. Yeay! Dan ini anggota kelompokku yang kompeten bareng-bareng sampai hari terakhir. Hormat senior!

Pak Medo Mtero TV - Penguji Pak Sutardi - Aku - Mas Bejo AREK TV - Mas Munir Kompas TV

Teman-teman juga bisa cek di videoku untuk rangkuman singkat alur UKW 2023.
Ada yang mau ikut UKW juga?

(Adm/Zan)