5/24/14

Belazan Kata : Cantik

“Kamu cantik!”
“Kamu lebih cantik daripada aku”

Apa sih makna cantik? Sampai-sampai ada gelar Ratu Kecantikan. 

Apa yang cantik? Wajah? Apa yang membuat wajah itu disebut ‘cantik’?

Ada yang bilang cantik kalau “kulitnya putih, hidungnya mancung, matanya besar, alis tebal, bla bla bla”

Tidak ada hukum pasti untuk sebuah kata cantik, kecuali manusia itu sendiri yang membuat ukuran cantik-nya sendiri.
Lalu cantik yang akan dibahas yang seperti apa min? Kembali ke pernyataan sebelumnya ya, “Tidak ada hukum pasti untuk sebuah kata cantik...” Hehehee....

Cantik secara Fisik adalah cantik yang sangat mudah untuk dinilai oleh indera penglihatan kita (visible) dan cantik yang seperti ini tidak mutlak, karena masing-masing individu memiliki penilaian dan standar masing-masing sehingga suatu hal dapat disebut ‘cantik’.

Menurut saya sendiri, cantik bukan soal wujud secara kasat mata, karena tidak semua wanita dianugerahi kecantikan fisik yangsesuai standar umum. Tetapi cantik juga berhak diterapkan kepada kecerdasan intelegensia maupun emosional yang diwakili oleh setiap perilaku yang serba positif dan mengesankan, serta terpancar dari kepribadian menarik seorang perempuan. Bagi saya, inilah satu-satunya bentuk kecantikan yang tak akan lekang dimakan waktu.


Katanya sih jenis cantik yang satu ini membentuknya memang sedikit butuh waktu yang agak lama. Karena merupakan hasil dari suatu proses pembentukan kepribadian manusia yang sifatnya berkembang dan berkelanjutan. Dengan tanpa mengabaikan kesehatan, dan keindahan fisik itu sendiri. Tentunya tidak secepat membeli produk kecantikan di konter kosmetik. Tetapi bukan hal yang mustahil untuk mewujudkannya. (kompasiana)

Follow @ZanzaBela | #Lassvera
5/2/14

PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK #repost

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya. 
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya:

“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.

Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !

Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.

Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.

Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.

Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.

Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.

Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.

Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.

Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.

Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.

Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”

Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.


Sumber
4/16/14

ESSAY : Pengembangan Potensi Wisata Maritim untuk Menunjang Eksistensi Kemaritiman Indonesia di Era ASEAN Economic Community 2015

Indonesia adalah negara maritim. Pada zaman kerajaan Majapahit dan Sriwijaya, predikat tersebut diimbangi dengan adanya penguasaan alur pelayaran dan jalur perdagangan serta armada laut yang kuat. Akan tetapi di era saat ini, arti predikat tersebut tampaknya hanya sebatas pengetahuan bahwa Indonesia adalah negara yang hampir 2/3 wilayahnya terdiri dari laut dan sisanya adalah pulau. 
Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pembangunan ekonomi yang berorientasikan kemaritiman. Tentu seperti yang kita ketahui, merupakan potensi yang besar dan sangat beragam. Beberapa potensi maritim yang dapat dikembangkan antara lain potensi bioteknologi maritim, potensi sumber daya laut, potensi alur laut kepulauan Indonesia, dan potensi wisata maritim (bahari). (1)
Sejauh ini, perkembangan maritim Indonesia masih kurang optimal. Disinyalir dari website pasca.ugm.ac.id tanggal 30 April 2010, bahwa berbagai potensi maritim Indonesia ternyata yang masih dijamah masih dalam tataran pengeksploitasian SDA laut saja. Padahal masih banyak peluang ekonomi lain yang dapat dikembangkan demi mewujudkan predikat negara maritim yang seutuhnya. Hilangnya orientasi pembangunan berbasis maritim adalah pada masa orde baru. Pada saat itu, kebijakan pembangunan nasional lebih terarah pada pembangunan yang berorientasi agraris (darat). Sehingga, bangsa ini seakan-akan terlalu bangga dengan hasil bumi agrarisnya, sehingga terlena serta lupa mengembangkan potensi maritimnya yang sebenarnya sudah terlihat jelas oleh mata bahkan dikenal oleh dunia.
Dengan adanya era ASEAN Economic Community 2015 dimana tercipta kawasan pasar bebas yang dapat meningkatkan stabilitas perekonomian dan mewujudkan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi Internasional, maka akan menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk bersaing secara sehat baik produk maupun jasa dengan negara ASEAN lainnya. Yang pada akhirnya nanti dapat mewujudkan suatu komunitas perekonomian yang basis anggotanya adalah dari Negara-negara di ASEAN sendiri. Yang disebut dengan Komunitas Ekonomi ASEAN. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut, maka seluruh negara ASEAN harus melakukan liberalisasi perdagangan baik berupa barang, jasa, investasi, maupun tenaga kerja terampil secara bebas dengan arus modal yang tentu saja lebih bebas. Sebagaimana dipaparkan dalam AEC Blueprint. (2)
Eksistensi dan potensi kemaritiman Indonesia juga diuji dari bagaimana Indonesia menyajikan potensi maritim yang dimiliki kepada rekan se-ASEAN lainnya. Potensi maritim yang ada dapat dikembangkan dan dijadikan sebagai salah satu sektor penting guna menunjang eksistensi kemaritiman Indonesia di era ASEAN Economic Community 2015 nanti.
Potensi wisata maritim Indonesia tersebar di seluruh perairan Indonesia. Sebesar 14 persen dari terumbu karang dunia terdapat di Indonesia, bahkan diperkirakan terdapat lebih dari 2.500 jenis ikan dan 500 jenis terumbu karang hidup di dalamnya. Daya tarik wisata yang juga menjadi primadona di Indonesia antara lain hutan mangrove, estuaria, pantai dengan pasir putih dan padang lamun (seagrass). Selain itu, adapula aneka macam taman laut yang menyuguhkan keindahan surga dunia. Sebut saja seperti Taman Laut Karimun Jawa, Kepulauan Seribu, Pantai Derawan di Kalimantan Timur, Pantai Senggigi di Lombok, Bunaken di Sulawesi Utara, Wakatobi di Sulawesi Tenggara,  Takabonerate, Bira di Sulawesi Selatan dan Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat adalah sebagian contoh kecil eksotika wisata maritim yang ada di Indonesia.(3)
Pengembangan potensi wisata maritim ini pada hakikatnya adalah upaya mengelola dan memanfaatkan obyek serta daya tarik wisata bahari di kawasan pesisir dan lautan Indonesia, berupa kekayaan laut yang indah, keragaman flora dan fauna seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias. Jika dikembangkan secara optimal, ini merupakan devisa negara. Selain itu, eksistensi kemaritiman Indonesia dapat ditunjang dengan peluang bisnis yang beragam. Melalui potensi ini, ekonomi berorientasi maritim dapat dikembangkan lebih luas dan beragam, antara lain seperti bisnis wisata (bussiness tourism), wisata laut (sea tourism), wisata pantai (seaside tourism), wisata pesiar (cruise tourism), wisata alam (eco tourism) dan wisata olahraga (sport tourism).
            Bagaimana cara menunjang keberlangsungan eksistensi dari potensi wisata maritim di era AEC 2015? Strategi yang dilakukan adalah dengan mengembangkan potensi wisata maritim dengan tidak terjebak untuk mengejar kuantitas tetapi juga harus peduli dengan pariwisata yang berkualitas (quality tourism), bertanggung jawab (responsible tourism) dan berkelanjutan (sustainable development).
Selain itu, konsep yang dapat diterapkan dalam pengembangannya adalah dengan menerapkan konsep Community Based Tourism atau pariwisata berbasis masyarakat (komunitas). CBT merupakan pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat sebagai peran aktif dalam kegiatan kepariwisataan, perencanaan, dan pengelolaan.
Potensi wisata maritim yang sejatinya sudah indah memerlukan sinergi dengan masyarakat guna menunjang eksistensi yang berkelanjutan. Mengingat pariwisata adalah bisnis majemuk dan gotong royong. Pengembangan sektor wisata memiliki efek berganda ke sektor bisnis lain. Mulai dari wisatawan yang datang dari bandara atau pelabuhan. Perjalanan menuju penginapan yang melibatkan transportasi seperti taksi, bus atau kendaraan umum lainnya. Setibanya di penginapan, lalu menuju ke lokasi wisata, di sana wisatawan mencicipi berbagai kuliner khas di lokasi tempat wisata hingga pulang ke daerah asal dengan membawa oleh-oleh dari lokasi yang baru saja dikunjungi. Sudah dapat dipastikan dalam hal ini banyak sektor usaha masyarakat yang terlibat, seperti transportasi, perhotelan, perbankan, makanan dan minuman, industri kreatif dan usaha lainnya. Itu artinya, tenaga kerja yang terserap dan nilai tambah yang dihasilkan akan semakin besar pula.
            Dengan keterlibatan Indonesia dalam AEC 2015, tidak hanya ikut andil dan mengambil peran dalam mewujudkan stabilitas perekonomian ASEAN, namun juga ikut mendukung pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, apabila AEC terwujud pada tahun 2015, maka dipastikan akan terbuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi warga negara ASEAN. Para warga negara dapat keluar dan masuk dari satu negara ke negara lain serta mendapatkan pekerjaan tanpa adanya hambatan di negara yang dituju. Tidak menutup kemungkinan pula penyerapan tenaga kerja dari warga negara asing akan terjadi, menengok sektor wisata maritim Indonesia yang sangat potensial.
Selain peran masyarakat sebagai penggerak kegiatan sektor wisata, pemerintah juga turut andil dalam pengembangan sektor wisata. Termasuk dalam hal yang berkaitan dengan transportasi. Pemerintah harus memberikan kemudahan bagi pemilik kapal wisata asing untuk memasuki kawasan maritim Indonesia melalui izin Clearance and Approval for Indonesia Territory (CAIT) atau E-CAIT yang juga bisa diurus secara elektronik. Dengan kemudahan perizinan ini, tentu akan meningkatkan kunjungan wisatawan asing yang menggunakan kapal yacht pribadi ke Indonesia guna menikmati kawasan maritim dan segala eksotika wisata yang ada di Indonesia. Semakin banyak kapal wisata asing yang berkunjung ke Indonesia, akan memberikan penerimaan devisa bagi negara yang cukup tinggi pula (4). Yang pada akhirnya peluang ini dapat menstimulus pengusaha dalam negeri atau investor asing untuk terjun pada bisnis kapal yacht ini.
Menurut Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beliau optimis dengan potensi sektor wisata di AEC 2015 nanti. Mari memaparkan dalam pertemuan dua tahunan 20th General Assembly United Nations World Tourism Organization (UNWTO) pada 24-29 Agustus 2013 lalu, bahwa bukti komitmen dari Indonesia adalah dengan memberikan fasilitas kemudahan visa tingkat ASEAN. Indonesia sedang bekerja keras dengan negara ASEAN lainnya untuk menciptakan ASEAN Common Visa atau Visa Tunggal ASEAN bagi para warga negara di luar ASEAN yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Asia Tenggara. Kemudahan visa merupakan instrumen yang penting untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata, pembangunan ekonomi dan sosial serta penciptaan lapangan kerja. (5)
Melihat fakta-fakta di atas, pengembangan potensi kemaritiman Indonesia mampu menunjang eksistensi di ASEAN Economic Community 2015. Basis ekonomi yang diterapkan dengan berorientasi maritim dapat bersaing dengan negara ASEAN lain. Hal itu tidak lain didukung oleh potensi maritim Indonesia yang memang eksotis dan sudah cukup terkenal di skala Internasional. Selain itu keterlibatan masyarakat yang bersinergi demi pembangunan sektor wisata yang berkelanjutan dan peranan pemerintah yang mampu memberikan fasilitas memadai bagi calon wisatawan seperti perizinan kapal wisata asing yang mudah serta upaya Menparekraf Indonesia yang bekerja keras untuk mewujudkan ASEAN Common Visa bagi warga negara non-ASEAN yang ingin pergi ke kawasan Asia Tenggara, merupakan cara-cara yang paling efektif untuk Indonesia menjadi salah satu Negara tujuan dengan kepentingan tidak hanya wisata, tetapi juga bisnis.

#Lassvera | @ZanzaBela | Belazan Kata (zan)
4/14/14

ESAI : Peran Organisasi Kepemudaan sebagai Wadah Pemberdayaan Mahasiswa menjadi Generasi Emas Penerus Pemimpin Bangsa

Makalah ini yang mengantarkan perwakilan putri dari Kabupaten Trenggalek masuk ke-19 besar di Pemilihan Duta Mahasiswa GenRe Jatim 2014. Alhamdulillah :) (selengkapnya di sini

****
Mahasiswa sebagai elemen pemuda memiliki peran penting sebagai bibit-bibit muda yang akan meneruskan perjalanan panjang bangsa. Sesuai catatan sejarah, posisi pemuda sebagai aktor perubahan sosial sudah terbukti dengan adanya Sumpah Pemuda yang akhirnya mempersatukan rakyat untuk melawan penjajah, hingga lahirnya reformasi. Mahasiswa yang notabenenya adalah pemuda bukan sekedar berusia muda, tetapi asset bangsa yang memang dipersiapkan untuk menjadi ahli waris estafet perjuangan bangsa.
Mahasiswa adalah sebutan akademis bagi murid atau pelajar yang tingkat pendidikannya adalah perguruan tinggi. Secara umum, mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis yaitu sebagai penyampai kebenaran (agent of social control), sebagai agen perubahan (agent of change) dan sebagai generasi penerus masa depan (iron stock).
Organisasi kepemudaan adalah wadah yang terdiri dari sekumpulan orang dalam kategori muda yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi kepemudaan dibentuk oleh pemuda dan berfungsi untuk mendukung kepentingan nasional, memberdayakan potensi, serta mengembangkan kepemimpinan, kewirausahaan dan kepeloporan. Guna mendukung peran tersebut, adanya organisasi kepemudaan dapat turut serta menyiapkan generasi muda sebagai generasi emas penerus pemimpin bangsa. Yang tentu saja memerlukan, peran serta dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Selain menjadi tempat bercengkerama serta mengasah kemampuan berinteraksi, organisasi kepemudaan juga merupakan salah satu wahana untuk menciptakan kaderisasi pemimpin bangsa yang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa kedepannya. Kaderisasi kepemimpinan dilaksanakan dalam upaya menciptakan pemimpin yang mampu memajukan bangsa dan negara. Dengan adanya organisasi kepemudaan, maka segala potensi yang dimiliki pemuda akan dikembangkan. Sikap kritis, idealis, inovatif, dan semangat juang tinggi merupakan potensi yang dimiliki pemuda. Sehingga dengan adanya organisasi kepemudaan, sikap positif ini akan mendorong kegiatan positif untuk nantinya akan mampu menciptakan generasi penerus pemimpin bangsa yang menjadi regenerasi pemimpin di masa sebelumnya.

#Lassvera | @ZanzaBela | Fanpage : Belazan Kata - Lassvera
3/9/14

Esai pertamaku : Kompas Pemuda

KOMPAS PEMUDA
Oleh: Berdit Zanzabela

            Duduk manis sebagai seorang pemuda patut berbangga hati. Kenapa? Pemuda dari kasta apapun sama, “Pemuda sebagai generasi penerus bangsa”. Siapa lagi bibit-bibit muda segar yang akan meneruskan perjalanan panjang bangsa ini selain para pemuda?
            Pemuda bukan sekedar berumur muda, pemuda adalah aset bangsa. Ketika usia belia, pemuda sedang melalui proses panjang menuju usia emas. Maksud usia emas di sini adalah usia yang cukup untuk mencapai titik klimaks sebagai pemimpin bangsa. Sifat pemuda yang cenderung aktif, banyak melakukan kegiatan, dan mencari pengalaman baru merupakan modal besar. Ditambah dengan tenaga pemuda yang masih full, pikiran yang masih fresh dan greget mau belajar serta dibimbing menjadikan pemuda sebagai aset bangsa yang berkualitas lengkap dan siap meneruskan perjalanan panjang bangsa ini ke depan.
            Saat ini bangsa sedang gencar-gencarnya memupuk bibit unggul dalam diri pemuda, yaitu pemuda yang berinovasi, berkreasi dan berprestasi. Dengan adanya ketiga hal tersebut yang dikemas dalam diri pemuda, diharapkan bangsa ini lebih maju dan memiliki masa depan cerah. Menurut saya, tiga hal cemerlang tersebut tidak cukup karena bangsa ini membutuhkan para pemuda yang tidak hanya sebagai konseptor tetapi harus ikut berperan aktif dalam memposisikan karakter muda yang mampu menjadi agen perubahan ke arah yang lebih baik. Di dalam suatu organisai massal, bangsa butuh yang namanya penyegaran. Akan tetapi, siapa sih yang ingin dipecundangi? Beberapa kasus yang kadang terjadi adalah adanya kalangan tua yang tidak mau digantikan baik posisinya maupun aturan-aturannya yang telah lama ada (pakem) dan diyakini kebenarannya. Nah, akhirnya anak muda bukan sebagai generasi penerus dengan sejuta ide segar tetapi posisinya sebagai penerus golongan terdahulu untuk terus melanjutkan apa yang sudah ada tanpa ada perubahan yang lebih baik. Itu sama halnya dengan makan di piring bekas orang lain tanpa mencucinya bukan?
Tantangan pemuda saat ini adalah bagaimana mau melakukan tindakan untuk kelangsungan hidup berikutnya atau tindakan futuristik. Musuh bagi pemuda saat ini bukanlah penjajah, perang atau pelaku tindak penindasan, tetapi lebih ke moral anak bangsa. Seiring dengan era globalisasi, pemuda yang harusnya menjadi pengarah bangsa berikutnya, justru lebih mudah digiring dengan mental pop barat. Kecenderungan mengganti kiblat pengabdian tidak kepada tanah air bisa menjadi salah satu dampak yang cukup memprihatinkan. Apa jadinya jika pemuda-pemuda bangsa ini tidak bergairah lagi terhadap bangsanya sendiri?
        Kompas Pemuda, istilah untuk generasi penerus bangsa yang memiliki mental penunjuk arah yang lebih baik terhadap bangsanya. Dengan konsep futuristik, maka lahirlah para pemuda pemimpi. Ingat, meskipun bangsa ini memiliki fasilitas seperti bangsa barat, sistem transportasi canggih seperti negara lain, jangan pernah lupa siapa kita dan asal kita sebenarnya.

(Admin/Zan) | #Lassvera | Follow @ZanzaBela
2/7/14

Juara Muda Sabudarta Indonesia Online 2014

Bertepatan dengan ulang tahun ke-3 Gramuda Sabudarta Indonesia, hari ini tepatnya tanggal 7 Februari 2014 diumumkan hasil kompetisi yang sudah dihelat sejak November 2013 lalu.

Sebelum memberikan info hasil juara pada kompetisi kali ini, kita simak dulu apa sih Gramuda Sabudarta itu?
DARI ANAK MUDA INDONESIA UNTUK ANAK MUDA INDONESIA

Di hari inilah Gramuda Sabudarta Indonesia genap di usia 3 tahun,
Dirintis sejak tahun 2011 oleh Bagus Aditya Susanto, diawali program kecil bernama Duta Wisata Indonesia Online Pageant yang diadakan tiap edisi, kemudian pada 2012 berubah nama menjadi Duta Wisata Indonesia Online dan berdirilah fanpage Duta Wisata Indonesia Online Pageant serta Ikatan Duta Wisata Indonesia Online(IDWINO). Kemudian pada pertengahan 2012 terjadi problem besar didalam IDWINO, sehingga munculah ide pada saat itu sebuah nama baru untuk membuat gebrakan baru untuk mengajak generasi muda Indonesia mencintai budaya dan wisata Indonesia dengan bentuk komunitas yang bernama "GRAMUDA SABUDARTA INDONESIA". Dengan membawa visi "Mewujudkan Muda Indonesia Yang Berbudaya, Berwawasan dan Berbudi Pekerti Luhur", Gramuda Sabudarta Indonesia hadir untuk mengajak segenap muda mudi Indonesia untuk bersama mengenal dan mencintai budaya bangsa sendiri serta bangga akan ragam dan banyaknya obyek serta atraksi wisata di negeri ini. Selain itu Gramuda Sabudarta Indonesia juga mengajak generasi muda untuk dapat memberdayakan sosial media sebagai ajang promosi budaya dan wisata daerah. 

Gramuda Sabudarta Indonesia atau GSI bukan organisasi besar yang dinaungi pemerintah atau instansi tertentu, GSI merupakan komunitas swadaya kecil yang memiliki mimpi besar untuk Indonesia. Satu pepatah cina mengatakan, untuk mencapai langkah seribu mil harus dimulai dari langkah pertama. 

Semua adalah proses, dan saat ini kita memulainya dengan langkah kecil untuk menggapai impian besar. Namun di tahun ke-3 ini, kami berharap akan banyak insan muda yang bergabung bersama kami untuk bergerak mewujudkan visi Generasi Muda Sadar Budaya dan Pariwisata Indonesia.

Bersama Muda Indonesia, Mari Kita Lestarikan Warisan Budaya & Promosikan Pariwisata Indonesia

Salam Muda Sabudarta
(Dikutip dari fanpage Gramuda Sabudarta Indonesia)
Nah itu adalah selayang pandang seputar Gramuda Sabudarta Indonesia. Berikutnya admin akan memberikan sedikit ulas singkat seputar kompetisi Muda Sabudarta Indonesia, cekidot!


Muda Sabudarta Indonesia atau lebih dikenal dengan nama Muda Sabudarta Indonesia Online merupakan satu wadah dari Gramuda Sabudarta Indonesia untuk remaja Indonesia mulai dari usia 16-22 tahun yang memiliki passion dan kesungguhan minat untuk menjadi sosok Muda yang Sadar Budaya & Pariwisata Indonesia. Muda Sabudarta Indonesia bukanlah sebuah kompetisi yang nantinya akan memperebutkan hadiah dan gelar yang besar, namun Muda Sabudarta Indonesia adalah satu wadah bagi mereka yang memiliki satu tujuan untuk melestarikan warisan budaya dan mempromosikan wisata Indonesia melalui pemberdayaan sosial media. Disini mereka dapat saling bertukar wawasan dan pengalaman masing-masing khususnya kekayaan budaya dan potensi daerah. Mereka juga diharapkan mampu menjadi pelopor untuk berbagi wawasan dan pengalaman dengan generasi muda yang lain. 

Edisi perdana Muda Sabudarta Indonesia diadakan pertama pada 2013 dengan format pasangan yang dimenangkan oleh Romi Ronaldo(Kab. 50 Kota) dan Rulyan Indah Pratiwi(Kotif. Jakarta Timur). Dan di edisi kedua tahun ini, Gramuda Sabudarta Indonesia bersama Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) mencari sosok muda yang benar-benar memiliki tekad kuat dan semangat gigih untuk menjadi pelopor Muda Sabudarta.

Kompetisi di tahun 2014 ini, juri final yang telah membantu dalam melengkapi penilaian akhir diantaranya adalah :

1. Adi Pratama(Ketua Umum Adwindo 2013-2015)
2. Saza Azizah Anindyo(Duta Wisata Indonesia 2013)
3. Roy Yuzaen Pradana(Duta Wisata Indonesia 2012)
4. Riska Khoirul Atok(Putera Bahari Lingkungan Indonesia 2013)
5. Sischa Nissa' Moralita(Wakil 1 Ndhuk Kab. Tuban 2010)
6. Achmad Firman Santriyo(Member Polyglot Indonesia)

Juri pendamping(menilai, foto dan tugas peserta),
1. Teguh S Wardhana(Owner Erda Kusuma Art Batik)
2. Roy Adiputra(Muda Persahabatan 2013)
3. Wahyu Putra Praditya(Wepe Art Photography)
4. Hidayat Syarifuddin(Social Entrepreneur)

Nah, saatnya kita melihat siapa para pemenang di kompetisi pemilihan Muda Sabudarta Indonesia Online 2014. Sebelum mengumumkan pemenang utama, kita simak dulu 5 juara untuk kategori Muda Persahabatan, Muda Berwawasan, Muda Berbudaya, Muda Terfavorit dan Muda Fotogenic.

Muda Persahabatan : Adina Dewi, Bandung. Mahasiswi Kedokteran Universitas Padjajaran
Muda Berwawasan : Agung Nugroho, Kudus. Mahasiswa Psikologi Universitas Muria.
Muda Berbudaya : Yandrialiando, Solok Selatan. Mahasiswa Pendidikan Bhs. Inggris STKIP PGRI Padang
Muda Terfavorit : Meiki Yusnita Basuki, Cilacap. Siswi SMA N 1 Cilacap
Muda Fotogenic : Wahyu Dwi Santoso, Ponorogo. Mahasiswa Pend. Matematika UNMUH Ponorogo

Juara kategori utama :
Juara Umum : George Nicholas, Pontianak. Mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen UAJY
Runner-up 1 : Berdit Zanzabela, Trenggalek. Mahasiswi Teknik Informatika ITATS
Runner-up 2 : Mochammad Andria Novawan, Gresik. Siswa SMA NU 1 Gresik
Runner-up 3 : Farista Apriliani, Klaten. Mahasiswi D3 Manajemen Informatika, Telkom University

Selamat untuk para pemenang, dan saya ucapkan terima kasih untuk semuanya, orang tua, kerabat, teman/rekan, dll atas dukungan dan do'anya. 



Salam #AkuMudaSabudarta

#Lassvera (zan)



2/2/14

Kompetisi Muda Sabudarta Indonesia Online 2014

Saat itu lagi iseng browsing di Google seputar kompetisi pemilihan duta, nggak sengaja ketemu dengan akun facebook Duta Wisata Indonesia Online Pageant yang akan menyelenggarakan kompetisi Pemilihan Muda Sabudarta Indonesia Online 2014. 

Hmm.. awalnya saya berpikir kompetisi ini tidak akan menyita banyak waktu, karena kompetisi Online jadi kompetisi ini masih bisa dibagi jadwalnya dengan kesibukan kuliah saat itu.

Saya baru bisa mendaftar di pendaftaran gelombang ke-2, (pendaftaran dibuka sampai gelombang 4). Pendaftarannya cukup mudah, cukup post foto terbaik (disarankan foto close up dengan background polos), mencantumkan nama lengkap, nama panggilan, usia, asal Kabupaten/Kotamadya yang diwakili, nama sekolah/Universitas, Jurusan/Program Studi, dan akun twitter yang dimiliki serta hashtag #SayaDaftarMSIO2k14

Setelah pendaftaran gelombang 1 sampai 4 ditutup, para finalis mendapatkan inbox dari penyelenggara untuk tahap seleksi awal, "Berwawasan". Penyelenggara memberikan 10 pertanyaan yang harus dijawab para peserta secara singkat, padat dan jelas (disarankan untuk tidak copy paste artikel dari internet). Penilaiannya tidak hanya dari wawasan, namun juga dinilai dari appearance (foto yang diunggah) dan personality (isi akun facebook masing-masing finalis).

Dan inilah hasil seleksi tahap awal peserta pendaftar gelombang 2.


Untuk peserta yang lolos di tiap-tiap gelombang pendaftar, tahap selanjutnya adalah mengirim file biodata, foto close up dengan dresscode batik dan membuat artikel masing-masing 1 artikel tentang budaya dan pariwisata.


Setelah semua hasil diakumulasikan dari peserta pendaftar gelombang 1 hingga gelombang 4, akhirnya terpilihlah 22 finalis Aku Muda Sabudarta Indonesia Online 2014 yang maju ke tahap berikutnya. Berikut nama-nama ke-22 finalis :

1. Agung Nugroho - Kudus, Jawa Tengah

2. Farista Apriliani - Klaten, Jawa tengah

3. Kamelia - Ponorogo, Jawa Timur

4. Andre Hardib Prasetyo - Klaten, Jawa Tengah

5. Meiki Yusnita Basuki - Cilacap, Jawa Tengah

6. George Nicholas - Kota Pontianak, Kalimantan Barat

7. Wisesa Wijaya - Pacitan, Jawa Timur

8. Berdit Zanzabela - Trenggalek, Jawa Timur

9. Melky Kindly Suwuh - Minahasa, Sulawesi Utara

10. Wahyu Dwi Santoso - Ponorogo, Jawa Timur

11. Ledo Darlis Juliansyah - Lahat, Sumatera Selatan

12. Adinda Dewi - Kota Bandung, Jawa Barat

13. Tresna Noventi Mikdar - Pangandaran, Jawa Barat

14. Hardian - Dumai, Riau

15. Mochammad Andria Novawan - Gresik, Jawa Timur

16. Adi Irawan - Kota Bandar Lampung, Lampung 

17. Mohammad Oka Arizona - Bangka, Bangka Belitung

18. Ratna Dewi Sari - Klaten, Jawa Tengah

19. Dwi Fatmala - Gresik, Jawa Timur

20. Rizky Indra Permana - Banyumas

21. Faiq Falahi - Lamongan

22. Yandrialiando - Solok Selatan 

Namun, karena beberapa alasan ada beberapa finalis yang terpaksa mengundurkan diri karena kesibukan mereka masing-masing sehingga yang lanjut ke babak berikutnya adalah 19 finalis.

Jreeeeng, tahap penentuan 8 besar. Dalam tahap ini para finalis diminta untuk membuat essay dari pilihan tema berikut : 1) Remaja dan Warisan Budaya 2) Remaja dan Obyek Pariwisata 3) Remaja dan Bahasa Daerah

Para finalis wajib memilih salah satu tema tersebut dan essay terdiri maksimal 1500 kata.
Saat itu saya memilih tema nomor 1, yaitu Remaja dan Warisan Budaya. Essay yang saya tulis adalah Problematika Ahli Waris Budaya Bangsa.

Poin penilaian untuk artikel adalah ide, bahasa, kedalaman dan orisinalitas. Sedangkan untuk essay, poin penilaiannya adalah isi essay, teknik penulisan, strategi dan pengaruh essay terhadap pembaca (60%) + poin like (40%).
Ini nih perolehan LIKE dan komentar di essay, klik linknya di sini
Selain membuat essay, tes lainnya adalah Personal Question yang dikirimkan ke inbox masing-masing finalis. Personal question di tahap menuju 8 besar kali ini adalah seputar konsep CBT atau Community Based Tourism dan contoh penerapannya di Indonesia. Jawaban saya bisa di lihat di postingan ini, Community Based Tourism di Ekowisata Trenggalek.

Setelah semua tes dilalui, sampai akhirnya, pengumuman 8 besar finalis Aku Muda Sabudarta Indonesia Online 2014. Dan ternyata di posisi pertama 8 besar, nama unik ini disebut, hehehe...



Berikut ini adalah score dari rangkaian tes di tahap menuju 8 besar :)

Senang, bangga, yaps sudah otomatis. Perjuangan menulis dua artikel yang tidak mudah, terutama harus berbagi waktu dengan jadwal praktikum dan tugas kampus yang numpuk. Namun, ribet ruwet perjuangan tidak berhenti sampai di sini, masih ada lagi dan lebiihhhh berat.

Tugas 8 besar selanjutnya yaitu : membuat kultwit (kuliah twitter) tentang budaya dan pariwisata menggunakan bahasa daerah masing-masing, lalu membuat kultwit tentang wawasan ragam bahasa daerah serta dialek lokal provinsi masing-masing dengan hashtag #AkuMudaSabudarta dan mention ke @DutWisOnTheNet, membuat rekaman video promosi tentang objek wisata daerah masing-masing (bagi yang di luar tempat tinggal bisa merekam obyek wisata di dekat tempat domisili) dengan durasi minimal 3 menit dan maksimal 10 menit. Selain itu ada personal question yang dikirim ke inbox masing-masing finalis.

Personal question di babak 8 besar ini adalah seputar Sustainable Development atau Pembangunan Berkelanjutan yang salah satu sektor yang menerapkan prinsip ini adalah pembangunan dan pengembangan obyek-obyek wisata. Di sini para finalis diminta untuk memberikan strategi sebagai pemilik/pengelola obyek wisata agar tetap eksis namun tetap berpegang pada prinsip pembangunan berkelanjutan.

Hmm.. karena suatu hal, saya merasa kurang fokus dan kurang maksimal dalam menjawab pertanyaan kali ini. Jawaban saya adalah sebagai berikut :

"Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) adalah upaya pembangunan yang berkesinambungan meliputi aspek ekonomi, sosial, lingkungan bahkan budaya untuk kebutuhan masa kini tetapi tidak mengorbankan atau mengurangi kebutuhan generasi yang akan datang.

Strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan obyek wisata agar tetap eksis sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan adalah dengan menerapkan pembangunan dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Masyarakat sebagai pemeran utama dalam kegiatan kepariwisataan. Masyarakat melakukan perencanaan, pengelolaan dan pengembangan wisata.

Pariwisata adalah bisnis majemuk dan gotong royong. Banyak sektor usaha dari masyarakat yang terlibat dalam bisnis ini. Mulai dari wisatawan yang datang dari bandara, terminal bus, stasiun sampai pelabuhan. Perjalanan menuju penginapan yang melibatkan sektor transportasi seperti taksi atau kendaraan umum lain. Setibanya di penginapan, menuju ke lokasi wisata dimana masyarakat berperan dalam perencanaan, pengelolaan dan pengembangan wisata tersebut. Lalu, hingga wisatawan pulang kembali ke daerah asal tentu saja membawa oleh - oleh atau jajanan khas dari lokasi yang baru saja dikunjungi, tentunya sektor badan usaha kuliner/makanan khas daerah juga terlibat dan masih banyak sektor lainnya yang terlibat. Pariwisata tidak sekedar obyek yang memiliki magnet para wisatawan lokal atau interlokal untuk datang berkunjung, tetapi juga mengenai pemberdayaan masyarakat sekitar di sekitar lokasi wisata untuk sadar wisata dan ikut berpartisi aktif. Jika ini berjalan selaras dan berkesinambungan, obyek wisata tidak sekedar ramai pengunjung tetapi juga bisa menopang perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, tidak hanya masa kini tapi juga di masa mendatang.


Selain itu, bekerja sama dengan aktivis atau komunitas daerah yang bergerak di bidang pariwisata dan budaya, contoh duta wisata daerah. Karena selain pihak masyarakat yang berperan sebagai perencana, pengelola dan pengembang, duta wisata menjadi motor penggerak masyarakat sadar wisata dengan Sapta Pesona Pariwisata (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan) yang juga mempromosikan wisata di Trenggalek sehingga mampu menarik wisatawan berkunjung ke tempat pariwisata. Selain itu, para pemuda yang tergabung dalam duta wisata memiliki pemikiran-pemikiran yang sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman seperti IT, misal penggunaan media online untuk promosi."


Selain hasil tes di atas, tugas ke-3 berikutnya adalah hasil rekaman video promosi obyek wisata. Banyak pihak yang menyayangkan, "Kok bukan wisata Trenggalek yang diliput? Padahal mewakili Kab. Trenggalek". Hal itu juga saya sesalkan, mohon maaf tidak bisa meliput di obyek wisata Trenggalek karena deadline video ini bersamaan dengan jadwal ujian akhir semester (~_~) 

Dengan alat perekam ala kadarnya, dan persiapan liputan yang minim, ini hasil rekaman video di beberapa obyek wisata di Surabaya. Mohon maaf karna mungkin kurang maksimal baik gambar atau pun dubbingnya. Heheheee...

Saya ucapkan banyak terima kasih untuk tim sukses yang membantu saya menyelesaikan rekaman video ini, mas Afriliyan Ruli dan mas Prasetyo. Terima kasih untuk capeknya, lemburnya dan ribet ruwetnya. Hehehe..

Setelah liku-liku tes di #Top8Pemusindo2014 akhirnya pengumuman 4 besar. Alhamdulillah masih mendapat kesempatan untuk berjuang lagi di babak 4 besar dengan finalis-finalis yang pinter-pinter euyy :D

Hasil penilaian #Top4MudaSabudartaIndonesiaOnline2014
Yeyeye.... malu dehh, posisi ke-2 tapi ada nilai 69 nya. Itu active point kenapa bisa jelek sih? Hehehe... maaf kalau mengecewakan. Active point adalah keaktifan peserta untuk sharing informasi seputar budaya atau wisata ke akun facebook Muda Sabudarta, sedangkan saat itu saya sedang ada ujian akhir, sudah tidak sempat untuk sharing info ke akun facebook ._. maaf yaaa... 



Dan inilah, 4 besar di kompetisi Aku Muda Sabudarta Indonesia 2014 yang semakin sengit persaingannya :)


Wahh, langkah sudah semakin dekat dengan penobatan juara Muda Sabudarta 2014. Tes terakhir selanjutnya yaitu interview via Skype dan pengumuman final tanggal 7 Februari 2014.

Jangan lupa vote saya sebagai finalis terfavorit dengan cara LIKE foto saya di link berikut ini, klik : VOTE Berdit Zanzabela, sementara jumlah like ada 552. Terima kasih untuk semua pihak yang vote dan support.

Salam, Aku Muda Sabudarta! #Lassvera (Admin/Zan)