Apa sih makna
cantik? Sampai-sampai ada gelar Ratu Kecantikan.
Apa yang cantik? Wajah? Apa
yang membuat wajah itu disebut ‘cantik’?
Ada yang bilang cantik kalau “kulitnya putih, hidungnya
mancung, matanya besar, alis tebal, bla bla bla”
Tidak ada hukum pasti untuk sebuah kata cantik, kecuali
manusia itu sendiri yang membuat ukuran cantik-nya sendiri.
Lalu cantik yang akan dibahas yang seperti apa min? Kembali ke pernyataan sebelumnya
ya, “Tidak ada hukum pasti untuk sebuah kata cantik...” Hehehee....
Cantik secara Fisik adalah cantik yang sangat mudah untuk
dinilai oleh indera penglihatan kita (visible) dan cantik yang seperti ini
tidak mutlak, karena masing-masing individu memiliki penilaian dan standar
masing-masing sehingga suatu hal dapat disebut ‘cantik’.
Menurut saya sendiri,
cantik bukan soal wujud secara kasat mata, karena tidak semua wanita dianugerahi kecantikan fisik yangsesuai standar umum. Tetapi cantik juga berhak
diterapkan kepada kecerdasan intelegensia maupun emosional yang diwakili oleh
setiap perilaku yang serba positif dan mengesankan, serta terpancar dari
kepribadian menarik seorang perempuan. Bagi saya, inilah satu-satunya bentuk
kecantikan yang tak akan lekang dimakan waktu.
Katanya sih jenis cantik
yang satu ini membentuknya memang sedikit butuh waktu yang agak lama. Karena
merupakan hasil dari suatu proses pembentukan kepribadian manusia yang sifatnya
berkembang dan berkelanjutan. Dengan tanpa mengabaikan kesehatan, dan keindahan
fisik itu sendiri. Tentunya tidak secepat membeli produk kecantikan di konter
kosmetik. Tetapi bukan hal yang mustahil untuk mewujudkannya. (kompasiana)
Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox. Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya. Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.
Diapun mulai membaca isinya:
“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.
Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !
Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.
Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.
Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.
Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.
Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.
Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.
Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.
Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.
Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.
Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.
Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.
Bapak tidak minta banyak…
Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.
Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh. Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh. Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.
Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”
Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira................... Bagaimana tidak ? Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.
Indonesia
adalah negara maritim. Pada zaman kerajaan Majapahit dan Sriwijaya, predikat
tersebut diimbangi dengan adanya penguasaan alur pelayaran dan jalur perdagangan
serta armada laut yang kuat. Akan tetapi di era saat ini, arti predikat tersebut
tampaknya hanya sebatas pengetahuan bahwa Indonesia adalah negara yang hampir
2/3 wilayahnya terdiri dari laut dan sisanya adalah pulau.
Sebagai
negara maritim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pembangunan
ekonomi yang berorientasikan kemaritiman. Tentu seperti yang kita ketahui,
merupakan potensi yang besar dan sangat beragam. Beberapa potensi maritim yang
dapat dikembangkan antara lain potensi bioteknologi maritim, potensi sumber
daya laut, potensi alur laut kepulauan Indonesia, dan potensi wisata maritim
(bahari). (1)
Sejauh
ini, perkembangan maritim Indonesia masih kurang optimal. Disinyalir dari website
pasca.ugm.ac.id tanggal 30 April 2010, bahwa berbagai potensi maritim Indonesia
ternyata yang masih dijamah masih dalam tataran pengeksploitasian SDA laut saja.
Padahal masih banyak peluang ekonomi lain yang dapat dikembangkan demi mewujudkan
predikat negara maritim yang seutuhnya. Hilangnya orientasi pembangunan
berbasis maritim adalah pada masa orde baru. Pada saat itu, kebijakan
pembangunan nasional lebih terarah pada pembangunan yang berorientasi agraris
(darat). Sehingga, bangsa ini seakan-akan terlalu bangga dengan hasil bumi
agrarisnya, sehingga terlena serta lupa mengembangkan potensi maritimnya yang sebenarnya
sudah terlihat jelas oleh mata bahkan dikenal oleh dunia.
Dengan
adanya era ASEAN Economic Community 2015 dimana tercipta kawasan pasar bebas yang
dapat meningkatkan stabilitas perekonomian dan mewujudkan ASEAN sebagai pasar
tunggal dan basis produksi Internasional, maka akan menjadi tantangan tersendiri
bagi Indonesia untuk bersaing secara sehat baik produk maupun jasa dengan
negara ASEAN lainnya. Yang pada akhirnya nanti dapat mewujudkan suatu komunitas
perekonomian yang basis anggotanya adalah dari Negara-negara di ASEAN sendiri.
Yang disebut dengan Komunitas Ekonomi ASEAN. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal
tersebut, maka seluruh negara ASEAN harus melakukan liberalisasi perdagangan baik
berupa barang, jasa, investasi, maupun tenaga kerja terampil secara bebas
dengan arus modal yang tentu saja lebih bebas. Sebagaimana dipaparkan dalam AEC
Blueprint. (2)
Eksistensi
dan potensi kemaritiman Indonesia juga diuji dari bagaimana Indonesia
menyajikan potensi maritim yang dimiliki kepada rekan se-ASEAN lainnya. Potensi
maritim yang ada dapat dikembangkan dan dijadikan sebagai salah satu sektor penting
guna menunjang eksistensi kemaritiman Indonesia di era ASEAN Economic Community
2015 nanti.
Potensi
wisata maritim Indonesia tersebar di seluruh perairan Indonesia. Sebesar 14
persen dari terumbu karang dunia terdapat di Indonesia, bahkan diperkirakan
terdapat lebih dari 2.500 jenis ikan dan 500 jenis terumbu karang hidup di
dalamnya. Daya tarik wisata yang juga menjadi primadona di Indonesia antara
lain hutan mangrove, estuaria, pantai dengan pasir putih dan padang lamun (seagrass). Selain itu, adapula aneka
macam taman laut yang menyuguhkan keindahan surga dunia. Sebut saja seperti
Taman Laut Karimun Jawa, Kepulauan Seribu, Pantai Derawan di Kalimantan Timur,
Pantai Senggigi di Lombok, Bunaken di Sulawesi Utara, Wakatobi di Sulawesi
Tenggara, Takabonerate, Bira di Sulawesi
Selatan dan Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat adalah sebagian contoh kecil
eksotika wisata maritim yang ada di Indonesia.(3)
Pengembangan
potensi wisata maritim ini pada hakikatnya adalah upaya mengelola dan
memanfaatkan obyek serta daya tarik wisata bahari di kawasan pesisir dan lautan
Indonesia, berupa kekayaan laut yang indah, keragaman flora dan fauna seperti
terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias. Jika dikembangkan secara optimal,
ini merupakan devisa negara. Selain itu, eksistensi kemaritiman Indonesia dapat
ditunjang dengan peluang bisnis yang beragam. Melalui potensi ini, ekonomi
berorientasi maritim dapat dikembangkan lebih luas dan beragam, antara lain
seperti bisnis wisata (bussiness tourism),
wisata laut (sea tourism), wisata
pantai (seaside tourism), wisata
pesiar (cruise tourism), wisata alam
(eco tourism) dan wisata olahraga (sport tourism).
Bagaimana cara menunjang
keberlangsungan eksistensi dari potensi wisata maritim di era AEC 2015? Strategi
yang dilakukan adalah dengan mengembangkan potensi wisata maritim dengan tidak
terjebak untuk mengejar kuantitas tetapi juga harus peduli dengan pariwisata
yang berkualitas (quality tourism),
bertanggung jawab (responsible tourism)
dan berkelanjutan (sustainable
development).
Selain
itu, konsep yang dapat diterapkan dalam pengembangannya adalah dengan
menerapkan konsep Community Based Tourism
atau pariwisata berbasis masyarakat (komunitas). CBT merupakan pengembangan
pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat sebagai peran aktif dalam kegiatan
kepariwisataan, perencanaan, dan pengelolaan.
Potensi
wisata maritim yang sejatinya sudah indah memerlukan sinergi dengan masyarakat guna
menunjang eksistensi yang berkelanjutan. Mengingat pariwisata adalah bisnis
majemuk dan gotong royong. Pengembangan sektor wisata memiliki efek berganda ke
sektor bisnis lain. Mulai dari wisatawan yang datang dari bandara atau
pelabuhan. Perjalanan menuju penginapan yang melibatkan transportasi seperti
taksi, bus atau kendaraan umum lainnya. Setibanya di penginapan, lalu menuju ke
lokasi wisata, di sana wisatawan mencicipi berbagai kuliner khas di lokasi
tempat wisata hingga pulang ke daerah asal dengan membawa oleh-oleh dari lokasi
yang baru saja dikunjungi. Sudah dapat dipastikan dalam hal ini banyak sektor
usaha masyarakat yang terlibat, seperti transportasi, perhotelan, perbankan,
makanan dan minuman, industri kreatif dan usaha lainnya. Itu artinya, tenaga
kerja yang terserap dan nilai tambah yang dihasilkan akan semakin besar pula.
Dengan keterlibatan Indonesia dalam
AEC 2015, tidak hanya ikut andil dan mengambil peran dalam mewujudkan
stabilitas perekonomian ASEAN, namun juga ikut mendukung pembangunan nasional
yang dicanangkan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selain
itu, apabila AEC terwujud pada tahun 2015, maka dipastikan akan terbuka
kesempatan kerja seluas-luasnya bagi warga negara ASEAN. Para warga negara
dapat keluar dan masuk dari satu negara ke negara lain serta mendapatkan
pekerjaan tanpa adanya hambatan di negara yang dituju. Tidak menutup
kemungkinan pula penyerapan tenaga kerja dari warga negara asing akan terjadi,
menengok sektor wisata maritim Indonesia yang sangat potensial.
Selain
peran masyarakat sebagai penggerak kegiatan sektor wisata, pemerintah juga
turut andil dalam pengembangan sektor wisata. Termasuk dalam hal yang berkaitan
dengan transportasi. Pemerintah harus memberikan kemudahan bagi pemilik kapal
wisata asing untuk memasuki kawasan maritim Indonesia melalui izin Clearance and Approval for Indonesia
Territory (CAIT) atau E-CAIT yang juga bisa diurus secara elektronik.
Dengan kemudahan perizinan ini, tentu akan meningkatkan kunjungan wisatawan
asing yang menggunakan kapal yacht pribadi ke Indonesia guna menikmati kawasan
maritim dan segala eksotika wisata yang ada di Indonesia. Semakin banyak kapal
wisata asing yang berkunjung ke Indonesia, akan memberikan penerimaan devisa
bagi negara yang cukup tinggi pula(4). Yang pada akhirnya peluang
ini dapat menstimulus pengusaha dalam negeri atau investor asing untuk terjun
pada bisnis kapal yacht ini.
Menurut
Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beliau optimis
dengan potensi sektor wisata di AEC 2015 nanti. Mari memaparkan dalam pertemuan
dua tahunan 20th General Assembly United Nations World Tourism Organization
(UNWTO) pada 24-29 Agustus 2013 lalu, bahwa bukti komitmen dari Indonesia adalah
dengan memberikan fasilitas kemudahan visa tingkat ASEAN. Indonesia sedang
bekerja keras dengan negara ASEAN lainnya untuk menciptakan ASEAN Common Visa
atau Visa Tunggal ASEAN bagi para warga negara di luar ASEAN yang akan
melakukan perjalanan ke wilayah Asia Tenggara. Kemudahan visa merupakan
instrumen yang penting untuk meningkatkan pertumbuhan pariwisata, pembangunan
ekonomi dan sosial serta penciptaan lapangan kerja. (5)
Melihat
fakta-fakta di atas, pengembangan potensi kemaritiman Indonesia mampu menunjang
eksistensi di ASEAN Economic Community 2015. Basis ekonomi yang diterapkan
dengan berorientasi maritim dapat bersaing dengan negara ASEAN lain. Hal itu tidak
lain didukung oleh potensi maritim Indonesia yang memang eksotis dan sudah
cukup terkenal di skala Internasional. Selain itu keterlibatan masyarakat yang
bersinergi demi pembangunan sektor wisata yang berkelanjutan dan peranan
pemerintah yang mampu memberikan fasilitas memadai bagi calon wisatawan seperti
perizinan kapal wisata asing yang mudah serta upaya Menparekraf Indonesia yang
bekerja keras untuk mewujudkan ASEAN Common Visa bagi warga negara non-ASEAN
yang ingin pergi ke kawasan Asia Tenggara, merupakan cara-cara yang paling
efektif untuk Indonesia menjadi salah satu Negara tujuan dengan kepentingan
tidak hanya wisata, tetapi juga bisnis.
Makalah ini yang mengantarkan perwakilan putri dari Kabupaten Trenggalek masuk ke-19 besar di Pemilihan Duta Mahasiswa GenRe Jatim 2014. Alhamdulillah :) (selengkapnya di sini)
****
Mahasiswa
sebagai elemen pemuda memiliki peran penting sebagai bibit-bibit muda yang akan
meneruskan perjalanan panjang bangsa. Sesuai catatan sejarah, posisi pemuda
sebagai aktor perubahan sosial sudah terbukti dengan adanya Sumpah Pemuda yang
akhirnya mempersatukan rakyat untuk melawan penjajah, hingga lahirnya
reformasi. Mahasiswa yang notabenenya adalah pemuda bukan sekedar berusia muda,
tetapi asset bangsa yang memang dipersiapkan untuk menjadi ahli waris estafet
perjuangan bangsa.
Mahasiswa
adalah sebutan akademis bagi murid atau pelajar yang tingkat pendidikannya
adalah perguruan tinggi. Secara
umum, mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis yaitu sebagai penyampai
kebenaran (agent of social control),
sebagai agen perubahan (agent of change)
dan sebagai generasi penerus masa depan (iron
stock).
Organisasi kepemudaan adalah wadah yang terdiri dari sekumpulan
orang dalam kategori muda yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi
kepemudaan dibentuk oleh pemuda dan berfungsi untuk mendukung kepentingan
nasional, memberdayakan potensi, serta mengembangkan kepemimpinan,
kewirausahaan dan kepeloporan. Guna mendukung peran tersebut, adanya organisasi
kepemudaan dapat turut serta menyiapkan generasi muda sebagai generasi emas penerus
pemimpin bangsa. Yang tentu saja memerlukan, peran serta dan sinergi antara
pemerintah dan masyarakat.
Selain
menjadi tempat bercengkerama serta mengasah kemampuan berinteraksi, organisasi
kepemudaan juga merupakan salah satu wahana untuk menciptakan kaderisasi
pemimpin bangsa yang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa kedepannya. Kaderisasi
kepemimpinan dilaksanakan dalam upaya menciptakan pemimpin yang mampu memajukan
bangsa dan negara. Dengan adanya organisasi kepemudaan, maka segala potensi
yang dimiliki pemuda akan dikembangkan. Sikap kritis, idealis, inovatif, dan
semangat juang tinggi merupakan potensi yang dimiliki pemuda. Sehingga dengan
adanya organisasi kepemudaan, sikap positif ini akan mendorong kegiatan positif
untuk nantinya akan mampu menciptakan generasi penerus pemimpin bangsa yang
menjadi regenerasi pemimpin di masa sebelumnya.
Duduk manis sebagai seorang pemuda patut berbangga hati.
Kenapa? Pemuda dari kasta apapun sama, “Pemuda sebagai generasi penerus bangsa”. Siapa lagi bibit-bibit muda segar yang akan meneruskan perjalanan panjang
bangsa ini selain para pemuda?
Pemuda
bukan sekedar berumur muda, pemuda adalah aset bangsa. Ketika usia belia,
pemuda sedang melalui proses panjang menuju usia emas. Maksud usia emas di sini
adalah usia yang cukup untuk mencapai titik klimaks sebagai pemimpin bangsa.
Sifat pemuda yang cenderung aktif, banyak melakukan kegiatan, dan mencari
pengalaman baru merupakan modal besar. Ditambah dengan tenaga pemuda yang masih
full, pikiran yang masih fresh dan greget mau belajar serta dibimbing
menjadikan pemuda sebagai aset bangsa yang berkualitas lengkap dan siap
meneruskan perjalanan panjang bangsa ini ke depan.
Saat
ini bangsa sedang gencar-gencarnya memupuk bibit unggul dalam diri pemuda,
yaitu pemuda yang berinovasi, berkreasi dan berprestasi. Dengan adanya ketiga
hal tersebut yang dikemas dalam diri pemuda, diharapkan bangsa ini lebih maju
dan memiliki masa depan cerah. Menurut saya, tiga hal cemerlang tersebut tidak
cukup karena bangsa ini membutuhkan para pemuda yang tidak hanya sebagai konseptor
tetapi harus ikut berperan aktif dalam memposisikan karakter muda yang mampu
menjadi agen perubahan ke arah yang lebih baik. Di dalam suatu organisai massal,
bangsa butuh yang namanya penyegaran. Akan tetapi, siapa sih yang ingin dipecundangi?
Beberapa kasus yang kadang terjadi adalah adanya kalangan tua yang tidak mau
digantikan baik posisinya maupun aturan-aturannya yang telah lama ada (pakem) dan diyakini kebenarannya. Nah,
akhirnya anak muda bukan sebagai generasi penerus dengan sejuta ide segar
tetapi posisinya sebagai penerus golongan terdahulu untuk terus melanjutkan apa
yang sudah ada tanpa ada perubahan yang lebih baik. Itu sama halnya dengan
makan di piring bekas orang lain tanpa mencucinya bukan?
Tantangan
pemuda saat ini adalah bagaimana mau melakukan tindakan untuk kelangsungan
hidup berikutnya atau tindakan futuristik. Musuh bagi pemuda saat ini bukanlah
penjajah, perang atau pelaku tindak penindasan, tetapi lebih ke moral anak
bangsa. Seiring dengan era globalisasi, pemuda yang harusnya menjadi pengarah
bangsa berikutnya, justru lebih mudah digiring dengan mental pop barat.
Kecenderungan mengganti kiblat pengabdian tidak kepada tanah air bisa menjadi
salah satu dampak yang cukup memprihatinkan. Apa jadinya jika pemuda-pemuda
bangsa ini tidak bergairah lagi terhadap bangsanya sendiri?
Kompas Pemuda, istilah
untuk generasi penerus bangsa yang memiliki mental penunjuk arah yang lebih
baik terhadap bangsanya. Dengan konsep futuristik, maka lahirlah para pemuda
pemimpi. Ingat, meskipun bangsa ini memiliki fasilitas seperti bangsa barat,
sistem transportasi canggih seperti negara lain, jangan pernah lupa siapa kita dan
asal kita sebenarnya.
Bertepatan dengan ulang tahun ke-3 Gramuda Sabudarta Indonesia, hari ini tepatnya tanggal 7 Februari 2014 diumumkan hasil kompetisi yang sudah dihelat sejak November 2013 lalu.
Sebelum memberikan info hasil juara pada kompetisi kali ini, kita simak dulu apa sih Gramuda Sabudarta itu?
DARI ANAK MUDA INDONESIA UNTUK ANAK MUDA INDONESIA
Dirintis sejak tahun 2011 oleh Bagus Aditya Susanto, diawali program kecil bernama Duta Wisata Indonesia Online Pageant yang diadakan tiap edisi, kemudian pada 2012 berubah nama menjadi Duta Wisata Indonesia Online dan berdirilah fanpage Duta Wisata Indonesia Online Pageant serta Ikatan Duta Wisata Indonesia Online(IDWINO). Kemudian pada pertengahan 2012 terjadi problem besar didalam IDWINO, sehingga munculah ide pada saat itu sebuah nama baru untuk membuat gebrakan baru untuk mengajak generasi muda Indonesia mencintai budaya dan wisata Indonesia dengan bentuk komunitas yang bernama "GRAMUDA SABUDARTA INDONESIA". Dengan membawa visi "Mewujudkan Muda Indonesia Yang Berbudaya, Berwawasan dan Berbudi Pekerti Luhur", Gramuda Sabudarta Indonesia hadir untuk mengajak segenap muda mudi Indonesia untuk bersama mengenal dan mencintai budaya bangsa sendiri serta bangga akan ragam dan banyaknya obyek serta atraksi wisata di negeri ini. Selain itu Gramuda Sabudarta Indonesia juga mengajak generasi muda untuk dapat memberdayakan sosial media sebagai ajang promosi budaya dan wisata daerah.
Gramuda Sabudarta Indonesia atau GSI bukan organisasi besar yang dinaungi pemerintah atau instansi tertentu, GSI merupakan komunitas swadaya kecil yang memiliki mimpi besar untuk Indonesia. Satu pepatah cina mengatakan, untuk mencapai langkah seribu mil harus dimulai dari langkah pertama.
Semua adalah proses, dan saat ini kita memulainya dengan langkah kecil untuk menggapai impian besar. Namun di tahun ke-3 ini, kami berharap akan banyak insan muda yang bergabung bersama kami untuk bergerak mewujudkan visi Generasi Muda Sadar Budaya dan Pariwisata Indonesia.
Bersama Muda Indonesia, Mari Kita Lestarikan Warisan Budaya & Promosikan Pariwisata Indonesia
Nah itu adalah selayang pandang seputar Gramuda Sabudarta Indonesia. Berikutnya admin akan memberikan sedikit ulas singkat seputar kompetisi Muda Sabudarta Indonesia, cekidot!
Muda Sabudarta Indonesia atau lebih dikenal dengan nama Muda Sabudarta Indonesia Online merupakan satu wadah dari Gramuda Sabudarta Indonesia untuk remaja Indonesia mulai dari usia 16-22 tahun yang memiliki passion dan kesungguhan minat untuk menjadi sosok Muda yang Sadar Budaya & Pariwisata Indonesia. Muda Sabudarta Indonesia bukanlah sebuah kompetisi yang nantinya akan memperebutkan hadiah dan gelar yang besar, namun Muda Sabudarta Indonesia adalah satu wadah bagi mereka yang memiliki satu tujuan untuk melestarikan warisan budaya dan mempromosikan wisata Indonesia melalui pemberdayaan sosial media. Disini mereka dapat saling bertukar wawasan dan pengalaman masing-masing khususnya kekayaan budaya dan potensi daerah. Mereka juga diharapkan mampu menjadi pelopor untuk berbagi wawasan dan pengalaman dengan generasi muda yang lain.
Edisi perdana Muda Sabudarta Indonesia diadakan pertama pada 2013 dengan format pasangan yang dimenangkan oleh Romi Ronaldo(Kab. 50 Kota) dan Rulyan Indah Pratiwi(Kotif. Jakarta Timur). Dan di edisi kedua tahun ini, Gramuda Sabudarta Indonesia bersama Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) mencari sosok muda yang benar-benar memiliki tekad kuat dan semangat gigih untuk menjadi pelopor Muda Sabudarta.
Kompetisi di tahun 2014 ini, juri final yang telah membantu dalam melengkapi penilaian akhir diantaranya adalah :
1. Adi Pratama(Ketua Umum Adwindo 2013-2015)
2. Saza Azizah Anindyo(Duta Wisata Indonesia 2013)
3. Roy Yuzaen Pradana(Duta Wisata Indonesia 2012)
4. Riska Khoirul Atok(Putera Bahari Lingkungan Indonesia 2013)
5. Sischa Nissa' Moralita(Wakil 1 Ndhuk Kab. Tuban 2010)
6. Achmad Firman Santriyo(Member Polyglot Indonesia)
Juri pendamping(menilai, foto dan tugas peserta),
1. Teguh S Wardhana(Owner Erda Kusuma Art Batik)
2. Roy Adiputra(Muda Persahabatan 2013)
3. Wahyu Putra Praditya(Wepe Art Photography)
4. Hidayat Syarifuddin(Social Entrepreneur)
Nah, saatnya kita melihat siapa para pemenang di kompetisi pemilihan Muda Sabudarta Indonesia Online 2014. Sebelum mengumumkan pemenang utama, kita simak dulu 5 juara untuk kategori Muda Persahabatan, Muda Berwawasan, Muda Berbudaya, Muda Terfavorit dan Muda Fotogenic.
Muda Persahabatan : Adina Dewi, Bandung. Mahasiswi Kedokteran Universitas Padjajaran
Muda Berwawasan : Agung Nugroho, Kudus. Mahasiswa Psikologi Universitas Muria.
Muda Berbudaya : Yandrialiando, Solok Selatan. Mahasiswa Pendidikan Bhs. Inggris STKIP PGRI Padang
Muda Terfavorit : Meiki Yusnita Basuki, Cilacap. Siswi SMA N 1 Cilacap
Muda Fotogenic : Wahyu Dwi Santoso, Ponorogo. Mahasiswa Pend. Matematika UNMUH Ponorogo
Juara kategori utama :
Juara Umum : George Nicholas, Pontianak. Mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen UAJY
Runner-up 1 : Berdit Zanzabela, Trenggalek. Mahasiswi Teknik Informatika ITATS
Runner-up 2 : Mochammad Andria Novawan, Gresik. Siswa SMA NU 1 Gresik
Saat itu lagi iseng browsing di Google seputar kompetisi pemilihan duta, nggak sengaja ketemu dengan akun facebook Duta Wisata Indonesia Online Pageant yang akan menyelenggarakan kompetisi Pemilihan Muda Sabudarta Indonesia Online 2014.
Hmm.. awalnya saya berpikir kompetisi ini tidak akan menyita banyak waktu, karena kompetisi Online jadi kompetisi ini masih bisa dibagi jadwalnya dengan kesibukan kuliah saat itu.
Saya baru bisa mendaftar di pendaftaran gelombang ke-2, (pendaftaran dibuka sampai gelombang 4). Pendaftarannya cukup mudah, cukup post foto terbaik (disarankan foto close up dengan background polos), mencantumkan nama lengkap, nama panggilan, usia, asal Kabupaten/Kotamadya yang diwakili, nama sekolah/Universitas, Jurusan/Program Studi, dan akun twitter yang dimiliki serta hashtag #SayaDaftarMSIO2k14
Setelah pendaftaran gelombang 1 sampai 4 ditutup, para finalis mendapatkan inbox dari penyelenggara untuk tahap seleksi awal, "Berwawasan". Penyelenggara memberikan 10 pertanyaan yang harus dijawab para peserta secara singkat, padat dan jelas (disarankan untuk tidak copy paste artikel dari internet). Penilaiannya tidak hanya dari wawasan, namun juga dinilai dari appearance (foto yang diunggah) dan personality (isi akun facebook masing-masing finalis).
Dan inilah hasil seleksi tahap awal peserta pendaftar gelombang 2.
Untuk peserta yang lolos di tiap-tiap gelombang pendaftar, tahap selanjutnya adalah mengirim file biodata, foto close up dengan dresscode batik dan membuat artikel masing-masing 1 artikel tentang budaya dan pariwisata.
Setelah semua hasil diakumulasikan dari peserta pendaftar gelombang 1 hingga gelombang 4, akhirnya terpilihlah 22 finalis Aku Muda Sabudarta Indonesia Online 2014 yang maju ke tahap berikutnya. Berikut nama-nama ke-22 finalis :
1. Agung Nugroho - Kudus, Jawa Tengah
2. Farista Apriliani - Klaten, Jawa tengah
3. Kamelia - Ponorogo, Jawa Timur
4. Andre Hardib Prasetyo - Klaten, Jawa Tengah
5. Meiki Yusnita Basuki - Cilacap, Jawa Tengah
6. George Nicholas - Kota Pontianak, Kalimantan Barat
7. Wisesa Wijaya - Pacitan, Jawa Timur
8. Berdit Zanzabela - Trenggalek, Jawa Timur
9. Melky Kindly Suwuh - Minahasa, Sulawesi Utara
10. Wahyu Dwi Santoso - Ponorogo, Jawa Timur
11. Ledo Darlis Juliansyah - Lahat, Sumatera Selatan
12. Adinda Dewi - Kota Bandung, Jawa Barat
13. Tresna Noventi Mikdar - Pangandaran, Jawa Barat
14. Hardian - Dumai, Riau
15. Mochammad Andria Novawan - Gresik, Jawa Timur
16. Adi Irawan - Kota Bandar Lampung, Lampung
17. Mohammad Oka Arizona - Bangka, Bangka Belitung
18. Ratna Dewi Sari - Klaten, Jawa Tengah
19. Dwi Fatmala - Gresik, Jawa Timur
20. Rizky Indra Permana - Banyumas
21. Faiq Falahi - Lamongan
22. Yandrialiando - Solok Selatan
Namun, karena beberapa alasan ada beberapa finalis yang terpaksa mengundurkan diri karena kesibukan mereka masing-masing sehingga yang lanjut ke babak berikutnya adalah 19 finalis.
Jreeeeng, tahap penentuan 8 besar. Dalam tahap ini para finalis diminta untuk membuat essay dari pilihan tema berikut : 1) Remaja dan Warisan Budaya 2) Remaja dan Obyek Pariwisata 3) Remaja dan Bahasa Daerah
Para finalis wajib memilih salah satu tema tersebut dan essay terdiri maksimal 1500 kata.
Poin penilaian untuk artikel adalah ide, bahasa, kedalaman dan orisinalitas. Sedangkan untuk essay, poin penilaiannya adalah isi essay, teknik penulisan, strategi dan pengaruh essay terhadap pembaca (60%) + poin like (40%).
Ini nih perolehan LIKE dan komentar di essay, klik linknya di sini
Selain membuat essay, tes lainnya adalah Personal Question yang dikirimkan ke inbox masing-masing finalis. Personal question di tahap menuju 8 besar kali ini adalah seputar konsep CBT atau Community Based Tourism dan contoh penerapannya di Indonesia. Jawaban saya bisa di lihat di postingan ini, Community Based Tourism di Ekowisata Trenggalek.
Setelah semua tes dilalui, sampai akhirnya, pengumuman 8 besar finalis Aku Muda Sabudarta Indonesia Online 2014. Dan ternyata di posisi pertama 8 besar, nama unik ini disebut, hehehe...
Berikut ini adalah score dari rangkaian tes di tahap menuju 8 besar :)
Senang, bangga, yaps sudah otomatis. Perjuangan menulis dua artikel yang tidak mudah, terutama harus berbagi waktu dengan jadwal praktikum dan tugas kampus yang numpuk. Namun, ribet ruwet perjuangan tidak berhenti sampai di sini, masih ada lagi dan lebiihhhh berat.
Tugas 8 besar selanjutnya yaitu : membuat kultwit (kuliah twitter) tentang budaya dan pariwisata menggunakan bahasa daerah masing-masing, lalu membuat kultwit tentang wawasan ragam bahasa daerah serta dialek lokal provinsi masing-masing dengan hashtag #AkuMudaSabudarta dan mention ke @DutWisOnTheNet, membuat rekaman video promosi tentang objek wisata daerah masing-masing (bagi yang di luar tempat tinggal bisa merekam obyek wisata di dekat tempat domisili) dengan durasi minimal 3 menit dan maksimal 10 menit. Selain itu ada personal question yang dikirim ke inbox masing-masing finalis.
Personal question di babak 8 besar ini adalah seputar Sustainable Development atau Pembangunan Berkelanjutan yang salah satu sektor yang menerapkan prinsip ini adalah pembangunan dan pengembangan obyek-obyek wisata. Di sini para finalis diminta untuk memberikan strategi sebagai pemilik/pengelola obyek wisata agar tetap eksis namun tetap berpegang pada prinsip pembangunan berkelanjutan.
Hmm.. karena suatu hal, saya merasa kurang fokus dan kurang maksimal dalam menjawab pertanyaan kali ini. Jawaban saya adalah sebagai berikut :
"Pembangunan
berkelanjutan (sustainable development)
adalah upaya pembangunan yang berkesinambungan
meliputi aspek ekonomi, sosial, lingkungan bahkan budaya untuk kebutuhan masa
kini tetapi tidak mengorbankan atau mengurangi kebutuhan generasi yang akan
datang.
Strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan obyek
wisata agar tetap eksis sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan adalah dengan
menerapkan pembangunan dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Masyarakat
sebagai pemeran utama dalam kegiatan kepariwisataan. Masyarakat melakukan
perencanaan, pengelolaan dan pengembangan wisata.
Pariwisata
adalah bisnis majemuk dan gotong royong. Banyak sektor usaha dari masyarakat
yang terlibat dalam bisnis ini. Mulai dari wisatawan yang datang dari bandara,
terminal bus, stasiun sampai pelabuhan. Perjalanan menuju penginapan yang
melibatkan sektor transportasi seperti taksi atau kendaraan umum lain.
Setibanya di penginapan, menuju ke lokasi wisata dimana masyarakat berperan
dalam perencanaan, pengelolaan dan pengembangan wisata tersebut. Lalu, hingga wisatawan
pulang kembali ke daerah asal tentu saja membawa oleh - oleh atau jajanan khas
dari lokasi yang baru saja dikunjungi, tentunya sektor badan usaha kuliner/makanan
khas daerah juga terlibat dan masih banyak sektor lainnya yang terlibat. Pariwisata tidak sekedar obyek yang memiliki magnet para
wisatawan lokal atau interlokal untuk datang berkunjung, tetapi juga mengenai
pemberdayaan masyarakat sekitar di sekitar lokasi wisata untuk sadar wisata dan
ikut berpartisi aktif. Jika ini berjalan selaras dan berkesinambungan, obyek
wisata tidak sekedar ramai pengunjung tetapi juga bisa menopang perekonomian
dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, tidak hanya masa kini tapi juga di
masa mendatang.
Selain itu, bekerja sama
dengan aktivis atau komunitas daerah yang bergerak di bidang pariwisata dan
budaya, contoh duta wisata daerah. Karena selain pihak masyarakat yang berperan
sebagai perencana, pengelola dan pengembang, duta
wisata menjadi motor penggerak masyarakat sadar wisata dengan Sapta Pesona
Pariwisata (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan) yang juga
mempromosikan wisata di Trenggalek sehingga mampu menarik wisatawan berkunjung
ke tempat pariwisata. Selain itu, para pemuda yang tergabung dalam duta
wisata memiliki pemikiran-pemikiran yang sesuai dengan perkembangan dan
kemajuan zaman seperti IT, misal penggunaan media online untuk promosi."
Selain hasil tes di atas, tugas ke-3 berikutnya adalah hasil rekaman video promosi obyek wisata. Banyak pihak yang menyayangkan, "Kokbukan wisata Trenggalek yang diliput? Padahal mewakili Kab. Trenggalek". Hal itu juga saya sesalkan, mohon maaf tidak bisa meliput di obyek wisata Trenggalek karena deadline video ini bersamaan dengan jadwal ujian akhir semester (~_~)
Dengan alat perekam ala kadarnya, dan persiapan liputan yang minim, ini hasil rekaman video di beberapa obyek wisata di Surabaya. Mohon maaf karna mungkin kurang maksimal baik gambar atau pun dubbingnya. Heheheee...
Saya ucapkan banyak terima kasih untuk tim sukses yang membantu saya menyelesaikan rekaman video ini, mas Afriliyan Ruli dan mas Prasetyo. Terima kasih untuk capeknya, lemburnya dan ribet ruwetnya. Hehehe..
Setelah liku-liku tes di #Top8Pemusindo2014 akhirnya pengumuman 4 besar. Alhamdulillah masih mendapat kesempatan untuk berjuang lagi di babak 4 besar dengan finalis-finalis yang pinter-pinter euyy :D
Hasil penilaian #Top4MudaSabudartaIndonesiaOnline2014
Yeyeye.... malu dehh, posisi ke-2 tapi ada nilai 69 nya. Itu active point kenapa bisa jelek sih? Hehehe... maaf kalau mengecewakan. Active point adalah keaktifan peserta untuk sharing informasi seputar budaya atau wisata ke akun facebook Muda Sabudarta, sedangkan saat itu saya sedang ada ujian akhir, sudah tidak sempat untuk sharing info ke akun facebook ._. maaf yaaa...
Dan inilah, 4 besar di kompetisi Aku Muda Sabudarta Indonesia 2014 yang semakin sengit persaingannya :)
Wahh, langkah sudah semakin dekat dengan penobatan juara Muda Sabudarta 2014. Tes terakhir selanjutnya yaitu interview via Skype dan pengumuman final tanggal 7 Februari 2014.
Jangan lupa vote saya sebagai finalis terfavorit dengan cara LIKE foto saya di link berikut ini, klik : VOTE Berdit Zanzabela, sementara jumlah like ada 552. Terima kasih untuk semua pihak yang vote dan support.