6/19/15

BELAJAR YANG KALIAN SUKA (corbuzier)

Kisah ajaib di siang suntuk saat jemput sekolah...

Azka : "pa.. Tadi lomba renang.. I get urutan ke 5!!!"
Me : "woooow I'm so proud of you.. You are amazing!!!!"
Azka : "yeaaaaaay"

Ibu2 entah arisan di belakang : "Mas Ded.. Yang tanding kan per 6 orang.. Masak anaknya urutan ke 5 malah bangga.. Anak saya aja urutan ke 3 saya bilang payah... Nanti malas mas Ded..."
Me : "Hahaha Iya yah... Wah saya soalnya waktu kecil diajari ayah ibu saya kalau tujuan renang itu Yah supaya gak tenggelam aja sih... Bukan supaya duluan sampe tembok.. Hehehe"
Ibu2 : "Ah mas Ded bisa aja... Jangan gitu mas.. Ngajar anaknya.. Bener deh nanti malas."
Me : "hahaha Azka gak malas kok mbak.. Tenang aja.. Kmrn math nya juara 3, catur nya.. Lawan saya aja saya kalah skrg.. Eh anw mbak.. Saya juga gak masalah punya anak malas.. Di hal yang dia gak bisa... Atau gak suka... Yg penting dia usaha... Daripada anak rajin tapi Stress punya ibu yang Stress juga marahi anaknya karena cuma dapat juara 3 lomba renang.... "
Ibu : "Hehehe... Mas saya jalan dulu Yah.."
Me : "gak renang aja mbak?"
Senyap....

Ya ini kejadian benar dan tidak saya ubah ubah...
Apa sih yang sebenarnya terjadi secara gamblang...
Tahukah si ibu kalau Azka luar biasa di catur nya? (penting? NO... Sama dengan Renang..)
Atau Azka juga mendalami bela diri yang cukup memukau di banding anak seusianya...
Atau.. Azka.. Atau Azka...
Banyak kelebihan Azka..
Sama dengan kalian..
Banyak kelebihan yang kalian punya.. Artinya banyak kelemahan yang kalian. Punya juga..
Tapi apabila para orang tua memaksakan kalian sempurna di semua bidang dan menerapkannya dengan paksaan maka hanya akan terjadi 2 hal :

1. Si anak Stress dan membenci hal itu..
2. Si anak sukses di hal itu dan membenci orang tuanya (Michael Jackson contohnya)

Yuk kita lihat apa yang baik di diri anak kita.. (bila anda orang tua)
Yuk kita komunikasi kan apa yang kita suka (bila kita anak tersebut)
Mengajari dengan kekerasan tidak akan menghasilkan apapun.. 

Memarahi anak karena pelajaran adalah hal yang bodoh...
Saya sampai sekarang masih bingung mengapa naik kelas tidak naik adalah hal yang menjadi momok bagi ortu (kecuali masalah finansial)
Siapa sih yang menjamin naik kelas jadi sukses kelak?
Saya... Saya 2 kali tidak naik kelas... Yes... I am. Proudly to say..
Ayah saya ambil raport.. Merah semua.. Dia tertawa.. "kamu... Belajar sulap tiap hari kan.. Sampai gak belajar yang lain.."
"iya pa"
"sulapnya jago... Belajarnya naikin Yuk.. Gak usah bagus... Yg penting 6 aja nilainya.. Ok?.. Pokoknya kalau nilai nya kamu 6.. Papa beliin alat sulap baru... Gimana?"
Wow... My target is 6.....
Not 8.. Not 9... NOT 10!!!! It's easy..... Its helping... Its good communication between me and my father.... Its a GOOD Deal... Dan Ibu saya? Mendukung hal itu.
Apa yang mereka dapat saat ini?
Anaknya yang nilainya tidak pernah lebih dr 6/7 tetap sekolah.. Kuliah... Jadi dosen Tamu .. Mengajar di beberapa kampus..
Oh.. Anaknya...
Become one thing they never imagine...
World Best Mentalist
(Merlin Award Winner : penghargaan tertinggi di seni sulap dunia) 2 kali berturut turut....
Apa Yang terjadi kalau saat itu saya dihukum... Dimarahi.. Di larang lagi bermain sulap?...

Apa? Maybe I be one of the people working on bus station... ( other Bad... Not Great)
Yuk stop Memarahi anak krn pelajaran nya... Karena ke unik an nya...
Kita cari apa yang mereka suka... Kita dukung..
U never know what it will bring them in the future... Might indeed surprise you...

Sumber: www.thecorbuzier.com/blog/belajar-yang-kalian-suka
6/9/15

Pemilihan Model Griya Jawa 2015

Terjun di dunia modelling memang bukan cita-cita yang tertulis di kertas impian saya. Ketertarikanku dengan dunia ini berawal dari pemilihan duta yang pernah saya ikuti. Awalnya, passion saya bukan catwalk, saya lebih suka menjadi seorang public speaker. Melalui pemilihan duta keterampilan berbicara saya di depan umum mulai diasah. Menjadi seorang duta memang dituntut untuk memiliki keahlian public speaking yang mumpuni karena kami harus mampu untuk mempromosikan atau melakukan sosialisasi terkait bidang kami sebagai seorang duta.

Di suatu acara, kami para duta mendapatkan sponsor baju dan baju itu harus diperagakan bak peragawati. Saya yang tidak memiliki keahlian berjalan di atas panggung merasa minder untuk memperagakan baju itu. Namun saya tidak ingin mengecewakan teman-teman dan sponsor, jadi saya belajar kilat dari rekan saya yang sudah terbiasa dengan catwalk. Setelah acara itu saya mulai berpikir untuk belajar catwalk, akhirnya saya mengambil kursus di salah satu tempat di Surabaya.

Saat mengambil kursus pun saya juga imbangi dengan mengikuti lomba, ibarat kuliah ada kuliah di kelas dan kerja praktek, kalau ini lomba adalah kerja praktek saya. Hehehe… Bermodal basic catwalk saya nekat mengikuti banyak lomba, dan hasilnya sudah bisa ditebak belum pernah menang sekalipun dalam kompetisi model. Hehehe… Kata mama, yang namanya berjuang perlu berulang-ulang gagal untuk akhirnya menang. Dan sampai saat ini pun saya terus mengasah kemampuan catwalk saya dengan mengikuti berbagai kompetisi. Di setiap kompetisi saya mengamati cara jalan, pose dan ekspresi wajah peserta lain untuk saya jadikan bahan belajar, jadi pulang dari kompetisi selalu ada bahan latihan baru. Ibarat kuliah, ilmu tidak hanya cukup didapat di dalam kelas tetapi juga harus dikembangkan melalui praktek dan pengalaman.

Sampai akhirnya 7 Juni 2015 saya mendapatkan piala pertama saya di dunia model, ya meskipun juara harapan kedua sih. Tapi ini progress baru bagi saya.

Bagi saya, kompetisi kali ini seperti passion lama bersemi kembali, karena tidak jauh dari passion awal saya yaitu bergelut dengan public speaking ala pemilihan duta. Event ini diadakan oleh Griya Jawa dengan 2 kategori yaitu kategori anak dan kategori remaja. Saya mengikuti kategori remaja dengan tema dresscode Batik Pesta. Karena passion sejati saya juga di bidang kebudayaan, saya tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mengenakan batik khas daerah saya yaitu batik Trenggalek.

Dan tidak diduga, dewan juri menyukai gaun yang saya kenakan karena motif batik dan desain gaun yang cukup fashionable. Ketika sesi tanya jawab dewan juri menanyakan mengenai motif batik dan desain gaun batik yang saya kenakan saat itu. Karena sudah cukup menguasai materi, Alhamdulillah saya cukup berhasil menjawab pertanyaan dewan juri sekaligus mempromosikan batik khas Trenggalek. 


Rasanya ada kebanggan dan kepuasan lebih ketika kita tidak hanya sekedar berkompetisi untuk diri sendiri, tapi juga berkontribusi untuk daerah. Batik Indonesia.



Dokumentasi saat lomba :
Make up & Hijab by Me

Foto bersama Juara 1 Model Griya Jawa 2015

Foto bersama Juara III Model Griya Jawa 2015

Para Pemenang Pemilihan Model Griya Jawa 2015

Gaun Pesta Batik Trenggalek

Gaun Pesta Batik Trenggalek
5/28/15

Pemilihan Muda Sabudarta Indonesia 2015


Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) bersama Gramuda Sabudarta Indonesia (GSI) mempersembahkan Pemilihan Muda Sabudarta Indonesia 2015.

Seleksi ON THE SPOT sebentar lagi nih! sudah mendaftarkan dirimu?

Malang Raya | 5 Juni 2015 | Tempat: Toetie Boutique Villa & Resort, Jl. Mawar No. 17 Kota Wisata Batu | Contact Person: 085648533719 (Sinta)

Surabaya | 14 Juni 2015 | tempat: Atrium Rainbow Lt.2 BG Junction Mall, Jl. Bubutan No 1-7 Surabaya | Contact Person:  085706209102 (Bagus)

AYO BURUAN DAFTAR! Pendaftaran dilakukan secara online di http://www.adwindo.net/
Atau kunjungi fanpage facebook : Gramuda Sabudarta Indonesia dan follow instagram @mudasabudartaid
#‎SemarakMSI2015‬ ‪#‎EveryoneIsTourismAmbassador‬
5/5/15

Audisi Hijab Hunt 2015


Assalamualaikum kakak-kakak yang ingin mengikuti audisi @HijabHunt 2015. 
Karena Surabaya menjadi kota audisi pertama, banyak line/bbm yang menanyakan kegiatan-kegiatan selama audisi. 

Kali ini, Bela sedikit memberi ulas singkat mengenai kegiatan audisi Hijab Hunt tanggal 3-4 Mei 2015 kemarin. 

Untuk sedikit memberi gambaran suasana audisi, Bela juga post foto dokumentasinya. Maaf, pakai kamera HP jadi seadanya ya. Hehehe. 

❶ Setelah daftar online di www.hijabhunt.detik.com dan mendapatkan email verifikasi, di hari audisi langsung registrasi ulang dan mendapatkan nomor audisi. Atau bisa juga daftar on the spot. Bagi yang sudah daftar tapi blm dpt email verifikasi, langsung konfirmasi ke panitia saat audisi saja. 

❷ Setelah mendapat nomor audisi, saatnya antri. Jika giliran sudah dipanggil, maka deg deg. Saatnya audisiiiiiiiii. Hehehe... ketika masuk di ruang audisi, pertama timbang berat badan, lalu photoshoot. 

❸ Lalu masuk ruangan lagi untuk bertemu dengan juri. Ada sesi interview sedikit. Suasananya santai, jadi kayak ngobrol biasa. Tapi meskipun gitu, tetep aja Bela grogi. Huhuhuu. Setelah sesi interview, unjuk bakat. Peserta mempersiapkan sendiri properti utk unjuk bakat. Silahkan dipersiapkan sebaik mungkin ya. Audisi hari pertama selesai. Malamnya pengumuman 50 besar peserta.

④ Jika lolos, di hari berikutnya kita berkesempatan untuk bertemu dengan juri utama. Kemarin juri utama yang datang adalah teh Desy Ratnasari. 

⑤ Mekanismenya sama dengan audisi pertama. Di depan juri utama kita ada tanya jawab sedikit dan unjuk bakat. Ruang audisinya bagus lohh.. hehehe...

Sekian ulas singkat dari Bela (instagram zanza_bela). 
Salam sukses! 

#SunsilkHijabHunt #SunsilkHijabHuntSurabaya #Lassvera #passion #angklung #AngklungIndonesia #ootdhijabindo #hijabootdindo #hijab #HijabHunt  #hijabers #trans7

50 Besar Peserta Hijab Hunt 2015 Audisi Surabaya

Unjuk Bakat Hijab Hunt 2015, Memainkan Angklung

"Kesuksesan memiliki harga yang harus dibayar, kalau hanya biasa-biasa saja mungkin bekerja 8 jam per hari sudah cukup, tapi untuk sukses, 24 jam serasa tidak cukup untuk mencapainya."

Hijab Hunt 2015 merupakan audisi pertama yang angklung saya ikuti. Salah satu reporter Wolipop bertanya, "Nggak ribet bawa beginian?". Ribet iya, terutama berat sih. Hehehe....

Banyak teman yang menilai, saya itu rumit. Hal-hal yang harusnya bisa ditampilkan dengan mudah, tapi maunya ribet. Dari dulu belajar tari atau menyanyi, mungkin untuk ditampilkan dimana-mana lebih mudah dan fleksibel. Tapi, saya hanya ingin terlibat dalam hal pelestarian budaya tradisional Indonesia. Setidaknya jika masih ada yang berminat dengan alat musik angklung, para pengrajin angklung tidak gulung tikar. Para seniman angklung yang berharap mereka punya penerus, saya bisa menjadi salah satunya. Meskipun sampai saat ini, saya hanya bisa main nada angklung dari do ke do lagi. Hehehe....

Saya pernah menulis esai mengenai perhatian khusus saya terhadap alat musik angklung, judulnya Problematika Ahli Waris Budaya Bangsa. Bagi yang belum membaca, silahkan dibaca terlebih dahulu.

Esai itu sebagian besar adalah cermin saya. Sosok remaja yang dibicarakan dalam tulisan itu kurang lebihnya mirip-mirip dengan saya. Hehehe... Dari esai itu, saya mulai tertarik dengan angklung. Penasaran, kok bisa pemain solo angklung lihai memainkan puluhan angklung. Saya lihat di youtube, ada pemain solo angklung yang membuat mini konser angklung dengan lagu-lagu yang hits masa kini, komentar saya "Ciamik!". Saya pengen belajar. 

Akhir tahun 2014 saya mulai mencari-cari informasi mengenai kursus angklung. Setelah bertemu dengan salah satu orang yang biasa mengajari angklung, ternyata kalau tidak memiliki angklung sendiri, susah. Latihan tidak bisa intensif. Dan tidak ada di Surabaya yang menyewakan alat musik angklung. Dari situ, kursus pun ditunda. Saya mencari-cari informasi mengenai pengrajin angklung. Keliling Surabaya, Semarang, Yogyakarta bahkan Bandung, eee ketemu pengrajin angklung di kabupaten tetangga yaitu Tulungagung. Akhirnya saya pesan di pengrajin angklung di Tulungagung. Banyak yang menyarankan untuk membeli di Saung Udjo, Bandung. Tapi mempertimbangkan biaya bahkan ongkos perjalanan Surabaya-Bandung PP yang nominalnya tidak kecil, jadi saya memilih untuk memesan di Tulungagung saja. Untuk saat ini memang belum profesional, angklung yang saya miliki hanya 30 nada. Insyaallah... kalau kemampuan bermain angklung sudah bagus dan ada rezeki, saya ingin membeli angklung yang memang profesional.

Berbicara soal audisi Hijab Hunt, kenapa mengikuti audisi ini?
Sebagai mahasiswa perantau asal Trenggalek, di Surabaya saya tidak ingin kalau hanya mendapatkan pendidikan formal. Jauh-jauh dari Trenggalek, saya merasa rugi kalau tidak menggali pengalaman sebanyak-banyaknya. Saya ingin mengembangkan interpersonal skill dan intrapersonal skill saya. Saya suka bertemu orang baru, berbagi cerita baru, berbagi pengalaman baru bahkan menjalin network. Selain itu saya ingin menyalurkan passion saya. Sejak SMA saya suka mengikuti kegiatan-kegiatan lomba atau pemilihan yang melibatkan unsur public speaking. Sejak kecil kata mama dan papa, bakat cuap-cuap saya sudah terlihat. Siapa tahu dari audisi ini saya bisa lolos. Dan mungkin Allah memberi jalan untuk meraih salah satu cita-cita saya yaitu menjadi presenter di TRANS7. Aamiin... hehehe... *salahfokus*

Kembali ke audisi.

Apalagi di sini berhadapan dengan juri senior yaitu Desy Ratnasari, subhanallah beliau ramah banget, dari awal audisi sekitar pukul 1 siang sampai menjelang akhir audisi kira-kira pukul 9 malam, beliau senyumnya tetap manis. Tidak seperti artis sebelumnya yang saya temui, ketika awal audisi masih fresh, senyum manis tapi karna mungkin kecapekan jadi di akhir audisi agak jutek dan cemberut. Hehehehe.....

Kembali ke audisi.

Karena audisi ini kabarnya akan ditayangkan di TRANS7, saya berharap papa saya nonton. Selama ini saya tidak pernah mengatakan kepada papa, apa sih passion saya, kegiatan saya selain kuliah, dan skill angklung saya. Saya takut mengatakannya. Semoga melalui layar kaca dapat mewakili. Selain itu, mama saya ngefans sama Desy Ratnasari. Saya masih ingat ketika saya SMP, mama saya belum berhijab beliau potong rambut mengikuti gaya rambut Desy Ratnasari yang saat itu belum berhijab juga. Setelah potong rambut, mama selalu bilang "Bel, mama sudah mirip Desy Ratnasari?". Saya juga tidak menyangka kalau saya bisa bertegur sapa langsung dengan beliau dan menyampaikan salam dari mama untuk teh Desy.


Dan melalui unjuk talenta saya yaitu bermain solo angklung, saya berharap bisa menyampaikan pesan tersirat khususnya untuk remaja, jangan tinggalkan seni budaya tradisional Indonesia. Budaya itu ibarat identitas dan ciri khas. 

Mohon doanya, "Semoga saya lolos". Aamiin...


Terima kasih yang menyempatkan waktu untuk membaca postingan saya dan meng-Aamiin-i doa saya.


Social Media :
IG : zanza_bela
Twitter : @ZanzaBela
Facebook : Zanza Bela

(Admin/Zan)

5/4/15

Motivasi Peserta Mengikuti Audisi HIjab Hunt 2015


Minggu, 03/05/2015 17:52 WIB

Hijab Hunt 2015

Ingin Ibu Naik Haji Hingga Ketemu Artis, Motivasi Hijabers Ikut Hijab Hunt

Arina Yulistara - wolipop
Index Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya« Prev 3 dari 5 Next »
Ingin Ibu Naik Haji Hingga Ketemu Artis, Motivasi Hijabers Ikut Hijab Hunt 3
Foto: Arina Yulistara/Wolipop

2. Bertemu Desi Ratnasari

Lain peserta lain pula motivasi mengikuti Sunsilk Hijab Hunt 2015. Seperti yang diakui oleh Berdit Zanzabela. Selain menginspirasi serta menunjukkan bakatnya bermain angklung, Berdit mengaku salah satu motivasinya mengikuti ajang tahunan tersebut karena ingin bertemu Desi Ratnasari.

"Mamaku sangat mengidolakan Desi Ratnasari makanya aku harus masuk 50 besar untuk memberikan salam kepada beliau untuk mamaku," aku Berdit dengan yakin.

Berita : Audisi Hijab Hunt 2015

Minggu, 03/05/2015 11:49 WIB

Hijab Hunt 2015

Belum Dibuka, Hijabers Penuhi Ruang Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2015

Arina Yulistara - wolipop
Berdit Zanzabela dan Angklung saat persiapan audisi

Jakarta - Audisi Hijab Hunt 2015 diselenggarakan hari ini di Dyandra Convention Center (DCC) atau yang lebih dikenal dengan nama Gramedia Expo, Jl. Basuki Rachmat, Surabaya. Registrasi ulang baru dimulai pada pukul 12.00 siang hari ini. Hijabers yang belum sempat mendaftar bisa langsung daftar on the spot dengan membawa file foto bentuk soft copy berukuran besar.

Meski belum dibuka, Hall A DCC sudah dipenuhi para hijabers muda nan cantik yang tinggal di area Jawa Timur. Tidak sedikit dari mereka yang datang dari beberapa kota di luar Jawa Timur. Para wanita berjilbab tersebut tampil maksimal dengan padu padan busana sesuai gaya personal masing-masing.

Beragam gaya jilbab dikreasikan hijabers untuk tampil berbeda dan menarik perhatian. Beberapa di antaranya juga telah membawa alat musik untuk unjuk bakat di depan juri lokal yaitu perwakilan detikcom dan model muslimah asal Surabaya.

Berdit Zanzabela menjadi salah satu peserta yang sudah membawa alat musik angklung untuk ditunjukkan di depan para juri. Wanita berusia 21 tahun itu mengaku mengikuti Sunsilk Hijab Hunt 2015 karena ingin mengeksplor diri.

"Aku ikut Sunsilk Hijab Hunt 2015 karena ingin lebih mengeksplor diri," tutur Berdit saat berbincang dengan Wolipop di Gramedia Expo, Jl. Basuki Rachmat, Surabaya, Minggu (3/5/2015).

Mendekati pukul 12.00, semakin banyak hijabers yang memenuhi Hall A. Mereka sudah siap dengan penampilan terbaik dengan padu padan yang maksimal.


(aln/ami)
Sumber : wolipop