8/26/22

Cerita Uji Kompetensi Master of Ceremony (MC) BNSP

Ada yang sedang mencari informasi sertifikasi profesi sebagai Master of Ceremony atau MC? Anda mendarat di blog yang tepat.

Selama pandemi ini, kegiatan banyak berkurang justru bersyukur jadi punya lebih banyak waktu untuk menyiapkan diri mengikuti uji kompetensi baik yang dilaksanakan oleh BNSP atau banper dari Kemdikbud RI. Nah, di tulisan usang ini akan cerita tentang sertifikasi skema MC atau Master of Ceremony.

Bersama Asessor Ibu Kinan Nurul Kusuma yang juga dosen Akademi Sekretaris


Tahapan pra assessment, kira-kira H-3 saya diminta untuk mengumpulkan identitas diri, menyiapkan dokumen penunjang lain serta melunasi pembayaran. Karena ini termasuk dalam program subsidi, saya hanya membayar Rp 400.000,- dari umumnya sertifikasi BNSP yang harganya jutaan rupiah. Tapi aku pernah dapat beasiswa banper dari Kemdikbud RI untuk sertifikasi Penyiar TV itu gratis. Jadi sering-sering cari info programnya aja ya gengs.

Suasana ujian peserta lainnya

Skema yang diujikan sebenarnya ada skema MC, moderator, public speaking, public relation dan skema lainnya masih ada beberapa karena info dari assesor ada sekitar 7 skema yang pada hari itu diujikan. Tentu saja dengan asesor yang berbeda-beda. Satu asesi hanya boleh memilih 1 skema saja, makanya diriku rada galau kemarin mau ambil yang MC atau yang mana. Tapi karena kebutuhan mengajar dalam waktu dekat memerlukan lampiran sertifikat kompetensi MC akhirnya saya memilih skema MC.

Pihak LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) sudah memberikan informasi bahwa asesi diminta untuk menyiapkan 1 pas foto ukuran 3x4 dengan background merah, 1 lembar foto copy ijazah, dan sertifikat penunjang kompetensi lainnya (jika ada).

Saat hari H tepatnya hari Jum'at, 26 Agustus 2022 ujian dimulai. Jreeeng. Sebelum masuk ruangan kelas, aku udah super overthinking karena udah membayangkan akan sulit, akan rumit, akan susah menjawab karna selain wawancara ada ujian tulis esai juga. Jadi makin mikir aneh-aneh. Tapi bener, musuh terbesar itu datangnya bukan dari orang lain, tapi dari diri sendiri. Begitu masuk ruangan, bertemu para asessor, nggak cuma 1 asessor tapi 3 asessor yang langsung mengujiku. Wkwkw... biar bener-bener valid mungkin ya?

Ketika masuk, langsung melengkapi beberapa isian pada form asesi, termasuk mengumpulkan foto dan dokumen pendukung lainnya.

Nah, ini poin penting. Jadi memang ada dua mekanisme untuk mengikuti sertifikasi MC ini. Pertama memakai jalur portofolio, kedua jalur non portofolio.

Setelah pengumpulan berkas. Wajahnya tegang bingit. Haha :D



Syarat untuk jalur portofolio, cukup dengan melengkapi dengan bukti-bukti pendukung seperti sertifikat sebagai MC atau penyiar, video saat menjadi MC atau moderator (pranala bisa dikirimkan via WA panitia sambil ditunjukkan pada asessor), jika kalian memiliki buku hasil tulisan kalian sendiri yang topiknya membahas mengenai public speaking atau MC juga bisa dibawa (karna tadi ada satu peserta, dosen di UBHARA yang membawa buku sebagai portofolionya).
Salah satu asesi yang menunjukkan buku hasil tulisannya berjudul Public Speaking


Jika kalian memang sudah lebih dari satu tahun menjadi MC, merupakan lulusan jurusan ilmu komunikasi atau mahasiswa semester 6, dan bisa menunjukkan portofolio ini maka kalian tinggal menyelesaikan sisa ujiannya. Yaitu ujian tulis (tujuh soal esai) dan tes wawancara portofolio.




Sedangkan untuk jalur non portofolio, artinya mungkin kalian menjadi seorang praktisi MC masih dalam waktu kurang dari satu tahun dan bukan mahasiswa ilmu komunikasi minimal semester 6, maka ujiannya selain ada tes tulis dan wawancara, ada lagi demonstrasi atau role play. Akan ada semacam naskah yang disiapkan oleh penguji, dan kalian akan diminta untuk mempelajari dan praktik sebagai seorang Master of Ceremony.

Semoga cukup mudah dipahami ya..

Oiya, tips untuk teman-teman, meskipun kalian seorang praktisi MC, namun agar lulus tes tulis ini kalian perlu mempelajari dan sedikit membaca-baca tentang teknik protokoler, apa saja karakteristik audiens, pengertian komunikasi antar budaya, konsep komunikasi persuasif dan seputar public speaking. Tips ini bukan untuk mengecilkan nyali, membuat kalian takut lalu tidak mau ikut sertifikasi, bukan ya. Tips ini agar kalian bersiap lebih matang, kebetulan saya mendapatkan materi ujian mengenai topik-topik tersebut. Kalau pun berganti, maka siapkan juga ilmu pengetahuan umum tentang dunia MC dan komunikasi ya.

Sedangkan untuk tes wawancara, pastikan memang sertifikat atau portofolio yang kalian lampirkan benar-benar asli bukan rekayasa. Karena pertanyaannya akan sangat berkaitan dengan itu. Bahkan saya ditanyai tentang ijazah saya antara S1 dan S2 tidak linear. S1 mengambil Teknik Informatika dan S2 lanjut di prodi Media dan Komunikasi. Nah asessor menanyakan bagaimana kaitannya dengan uji kompetensi ini nanti. Ini benar-benar di luar dugaan. Hehehe... Waktu ujian saya juga melampirkan sertifikat kompetensi Penyiar TV Level 3 Kemdikbud RI dan video-video saat membawakan berita di TVRI Jatim, reportase siaran TVRI Nasional dan beberapa kegiatan MC Harlah NU dan moderator debat publik. Aku juga baru tahu kalau ternyata video bisa jadi salah satu portofolio. Untung seneng ngonten ya, dan beruntung lumayan banyak video-video yang sudah aku unggah di youtube. Jadi meski filenya sudah nggak ada lagi di handphone, tetap aman. Buat kalian yang rajin unggah portofolio di medsos atau plaform digital, tos! Merdeka! Karena ada satu asesi yang kebingungan mencari file-file video portofolio, akhirnya proses ujiannya sangat lama dan entah dia keluar ruangan nggak tahu kemana. Apa file-filenya di laptop apa dimana. Karena kalau foto saat menjadi MC saja, tidak diijinkan oleh asessor penguji pada saat itu. Teman-teman MC, rajin-rajin mendokumentasikan porto ya, selain dalam foto, wajib juga dalam bentuk video. Setidaknya jika dibutuhkan untuk uji kompetensi begini, kalian sudah tidak bingung.

Oiya, kalian boleh melampirkan maksimal 6 lampiran termasuk ijazah. Nah di wawancara juga akan ditanya seputar pengalaman-pengalaman itu. Tentu saja antar asesi akan berbeda-beda. tetapi kalau kita benar-benar mengalami pengalaman itu semua, pasti kita akan bisa menjawab kok. Semangat ya!

Lega! Setelah sesi wawancara dengan assesor

Alhamdulillah setelah semua ujian berhasil terlewati, saat itu juga langsung pengumuman keluar dan KOMPETEN. Yeay! Tinggal menunggu sertifikat datang mendarat.

Kalian sedang persiapan sertifikasi MC atau penyiar?
Kalau belajar sendiri merasa kurang yakin, kalau belajar dari youtube takut nggak valid, kalian bisa belajar bareng di @maestria.id atau klik bit.ly/maestriaweb

Semangat! Semoga bermanfaat :)

Follow IG @zanza_bela (Adm/Zan) 



8/3/22

Jurusan Ilmu Komunikasi di 9 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia

Usang sekali, lama nggak nulis. Hahaha.. Yaps, sambil menepi dari hiruk pikuknya keramaian duniawi untuk persiapan IELTS dan topik riset, keinget blog usang ini dan tiba-tiba pengen nulis sesuatu ah.

Mungkin banyak diantara kalian yang mencari referensi program doctoral dan sedang selancar dunia maya untuk menggali informasi tentang perguruan tinggi luar negeri dengan jurusan ilmu komunikasi terbaik. Nah aku akan share berdasar yang aku dapatkan ya. Oiya, karena aku sedang mencari referensi untuk program S3, maka aku tidak menggali terlalu dalam tentang jenjang S1 atau S2. Dan memang aku hanya mencari informasi tentang jurusan ilmu komunikasi saja, tidak dengan jurusan lain. Silahkan mencari sumber referensi lain kalau informasi yang aku tulis ini kurang relevan dengan yang kalian butuhkan. Semangat!!

University of Amsterdam (www.uva.nl)

Menurut scholarsofficial, ada 10 universitas dunia dengan jurusan ilmu komunikasi terbaik tahun 2021. Tetapi aku hanya akan membahas 9 universitas saja yang sekaligus terdaftar sebagai perguruan tinggi LPDP 2022. Teman-teman juga bisa mencari dan mengumpulkan referensi dari situ-situs lain ya.


Rata-rata kalau jurusan ilmu komunikasi di perguruan tinggi yang ada Indonesia, cenderung terbagi menjadi peminatan corporate communication dan media ya. Aku penasaran kalau pembagian peminatan jurusan ilmu komunikasi di luar negeri apa juga sama ya? Nah hasil tirakat alias browsing internetnya aku tulis di bawah ini ya. Selamat membaca.

University of Amsterdam

Perguruan tinggi di Inggris ini menempati peringkat pertama sebagai kampus dengan jurusan ilmu komunikasi terbaik. Jurusan komunikasi yang ditawarkan mulai jenjang S1, S2 dan S3. Aku deg degan ketika browsing jurusan ilmu komunikasi di kampus ini, terbaik dunia men, woww... Dan tebak apa yang ku temukan? Website yang sangat ramah untuk mata, dan dengan mudah aku langsung menemukan informasi yang ku inginkan yaitu tentang riset area. Riset di bidang ilmu komunikasi diselenggarakan oleh ASCoR atau Amsterdam School of Communication Science yang terbagi menjadi 4 grup yaitu corporate communication, persuasive communication, political communication and journalism, dan youth and media entertainment. Wah.. dari sekian kampus yang ku cari, untuk yang spesifik menjadikan komunikasi persuasi serta anak muda dan media hiburan ya masih University of Amsterdam sih. Kayak aku juga baru ngeh bahwa iya ya power dari komunikasi persuasi itu juga penting, nggak cuma soal bagaimana membujuk dan mempengaruhi. Terus soal anak muda dan media hiburan, berasa relate dengan fenomena media digital saat ini. Kayak baru ngeh, woww di sana ini dijadikan fokus riset mereka woy! Aku kemana aja. Haha.. Oiya, untuk kalian yang ingin mencari informasi program PhD di kampus ini, bisa klik link ini.


University of Southern California

Letaknya di Los Angeles, Amerika Serikat yang disebut-sebut sebagai kampus penyedia jurusan ilmu komunikasi terbaik peringkat dua nih. Fokus area study di kampus ini adalah Speech Communication. Untuk kalian yang sangat antusias dan berniat mendalami tentang komuniasi media atau jurnalisme, kayaknya kalian bakal cocok di kampus ini. Informasi selengkapnya bisa klik di sini.


University of Texas Austin

Sedangkan peringkat ke-4 dengan jurusan ilmu komunikasi terbaik dunia adalah University of Texas Austin. Jujurly, aku agak bingung dan terqejhud ketika buka website kampus ini. Karena konsentrasi penjurusan ilmu komunikasi di kampus ini cukup berbeda dari kebanyakan yang aku udah search. Meskipun sebenarnya area studi yang menjadi concern di kampus ini juga dipelajari di mata kuliah jurusan ilmu komunitas baik PTN atau PTS di Indonesia. Di kampus ini terbagi menjadi 3 area bidang studi utama yaitu 1) interpersonal, 2) organizational communication and technology, 3) rhetoric, language and political communication. Di masing-masing bidang studi juga sudah dicantumkan graduate coursework-nya, kalau di Indonesia itu semacam mata kuliah kayaknya (cmiiw), kalian bisa klik di sini. Sehingga kalian sudah memiliki sedikit gambaran umum tentang apa saja yang akan dipelajari di masing-masing bidang. Tapi khusus untuk jenjang program doctoral atau S3 terbaik di kampus ini adalah media dan jurnalisme. Informasinya bisa dicek di sini.


Stanford University

Nama perguruan tinggi yang akhir-akhir ini makin booming gegara Audy Mayunda. Hakzz.. Kampus terbaik dunia untuk jurusan ilmu komunikasi peringkat ke-5 ini memiliki tiga area bidang studi yang menjadi concern jurusan ilmu komunikasi. Menurutku menarique sih. Ada 3 yaitu Media Psychology yang fokus tentang bagaimana cara media mempengaruhi manusia, Political Communication  yang concern bagaimana komunikasi dan media bisa mempengaruhi sikap politik dan bagaimana sistem kerja lembaga politik itu sendiri. Kemudian Journalism, Media and Culture, yang menganalisa bentuk komunikasi publik. Penjelasan lengkapnya kalian bisa klik hyperlink di website masing-masing ya. Wih wih wih.. Karena memang agak agak tertarik sama psikologi, apalagi juga punya work experience di media, aku agak agak jatuh cinta sama Media Psychology. Tapi tapi tapi.. ah mari kita lanjutkan dulu browsing-nya. Hahaha... Oiya, kalau kalian juga sedang mencari gambaran topik riset disertasi jurusan ilmu komunikasi, dan sedang buntu *eciyee.. Kalian bisa buka website Stanford ini. Karena di webstie tersebut juga menampilkan daftar nama-nama mahasiswa yang sedang menempuh S3 beserta deskripsi bidang minat mereka. Ada yang concern di komunikasi media, komunikasi dan teknologi, psikologi politik, human-computer interaction, dan lain-lain. Siapa tahu membaca judul-judul mahasiswa doctoral di sana bisa sedikit memberi inspirasi. Link-nya bisa klik di sini ya. Informasi beasiswa Stanford, bisa klik di sini.


Nanyang Technological University, Singapore

Universitas di Singapura ini berhasil menempati posisi peringkat terbaik untuk jurusan ilmu komunikasi. Lokasi kampus yang masih bersebelahan dengan Indonesia mungkin menjadi salah satu pendorong kuat untuk menambatkan hati di pilihan kampus ini. Tapi, jujurly aku agak bingung ketika browsing informasi tentang jurusan ilmu komunikasi di kampus ini. Justru pencarian teratas yang muncul di laman pencarianku adalah Doctor of Philosophy (Ph.D) untuk Communication and Information. Nah, aku juga minta maaf kalau pencarianku kurang maksimal. Tetapi kalau kalian memiliki banyak informasi lebih lengkap dan detail tentang jurusan ilkom di kampus ini, bisa tulis di kolom komentar ya. Aku juga agak gegana (gelisah galau merana) apakah Communication and Information yang dimuat di situs ini sama dengan ilmu komunikasi atau berbeda. Tetapi dua rumpun besar riset area yang menjadi fokus di jurusan ini terdiri dari Information Studies dan Communication Studies.

Sedangkan untuk cakupan Information Studies terdiri dari : HCI (Human Computer Interaction), games and gamification, information retrieval and analytics, social media, mobile and ubiquitous, information behaviour, information literacy, knowledge organization, knowledge management application and practice.

Cakupan Communication Studies meliputi health communication and information, marketing communication and public relation, media arts and cultural studies, computer mediated communication, journalism, international/intercultural communication, communication law and policy, political communication.

Setelah ku scrolling, dimuat juga core course atau semacam materi kuliah di jurusan ini. Bisa cek link di sini.


New York University

Begitu baca nama kampusnya, langsung keinget sama reff lagu "Now you're in New York.. The street will make you feel brand new, big lights will inspire you" dari Jay Z feat. Alicia Keys yang judulnya Empire State of Mind. Haha.. skip. Kalau kalian lulus dari S3 di NYU ini maka kalian akan mendapat gelar PhD in Media, Culture and Communication. Dibayangin aja dulu, lulus t'rus makek gelar itu *Aamiin.. ya biar termotivasi gitu lho! Hehe.. Di kampus ini terdapat lima fokus riset area yang ditawarkan pada mahasiswa khususnya untuk jenjang program doctoral (PhD) yang meliputi Global Communication & Media, Media Industries & Politic, Visual Culture & Sound Studies, Technology & Society, dan Interaction & Experience. Untuk mengetahui areas of study di NYU bisa klik link di sini. Agak mirip dengan website milik Stanford, website NYU juga menyediakan contoh abstrak disertasi yang bisa kalian jadikan referensi untuk menggali inspirasi topik riset nih. Kalian bisa cek contoh abstrak disertasi NYU di sini. Jika kalian ingin mendaftar di perguruan tinggi ini, beberapa dokumen yang harus kalian lengkapi juga bisa dilihat di sini.


University of Pennsylvania

Peringkat terbaik ke delapan dalam jurusan ilmu komunikasi berikutnya terletak di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. Nah, research area di kampus ini ada 6 ya untuk bidang ilmu komunikasi. Yaitu culture and media; global communication; health communication; media institution; political communication dan technology & society. Selengkapnya kalian bisa baca di sini. Sedangkan yang ingin membaca referensi hasil riset dari mahasiswa-mahasiswa S3 di kampus ini, bisa diakses melalui link ini. Semoga lekas tercerahkan setelah membaca-baca riset topik mahasiswa di sana.


University of Wisconsin-Medison

Aku baru pertama kali ini menemukan jurusan ilmu komunikasi yang bukan departemen komunikasi biasa seperti pada umumnya, tapi secara spesifik mendeklarasikan sebagai The Department of Communication Arts. Dan dan dan area studinya nggak kalah menarique cihuy. Mungkin di antara kalian ada yang berminat mendalami dunia film tapi background-nya anak ilmu komunikasi? Banyak ya anak ilmu komunikasi, otodidak belajar film dan dapat cuannya dari situ? Nah, mungkin kampus impian kalian di sini nih. Di universitas ini menawarkan empat area studi. Pertama adalah Communication Science yang concern terhadap social influence, computer-mediated communication, human development and communication, political communication. Tentu saja, kalian anak ilmu komunikasi sudah nggak asing dengan area studi ini? Oke lanjut. Berikutnya adalah film; media & cultural studies; serta rhetoric, politics & culture. Deskripsi masing-masing area studi, bisa kalian klik di sini.


University of California, Berkeley

Atau disingkat UCB juga merupakan salah satu jajaran kampus dengan jurusan ilmu komunikasi terbaik dunia kesepuluh. Ketika aku mencoba mencari-cari informasi mengenai doctoral communication di UCB, yang ku temukan pertama adalah program untuk journalism, linknya di sini kalau kalian mau membaca lebih lengkap. Nah yang pengen mengasah banget banget di dunia jurnalis, kayaknya ini kampus yang cocok banget buat kamu. Areas of study-nya juga lebih spesifik. Ada enam area studi ini, yaitu audio journalism, documentary, multimedia, narrative writing, photojournalism, dan video journalism. Mata kuliah (coursework) dan penjelasan masing-masing area studinya bisa kalian akses di sini ya. Mata kuliah per semesternya juga sudah dituliskan cukup mendetail, kalian bisa pelajari. Wah.. pantas saja jika banyak lahir jurnalis-jurnalis handal dari kampus ini. Aku suka sama kata-kata ini dari website nya UCB, "journalism is about revealing and persuasively communicating the truth". Kata temanku yang pernah meliput acara berskala internasional, dan dia bertemu dengan jurnalis-jurnalis mancanegara, ya di negara asal mereka rata-rata profesi jurnalis memang sangat well educated, bergengsi, diapresiasi layaknya pekerjaan sebagai dokter. Jadi wajar jika untuk mendapatkan profesi itu, mereka pun menempuh pendidikan formal yang proper. Tetapi di situs yang berbeda, aku juga menemukan jurusan Media Studies di UCB, linknya di sini. Untuk doctorate degree mereka di area Communication/Media Studies dan Feminist Cultural Studies. Wihh.. makin menarik ya, ada aktivis feminis nggak yang baca ini? Hehe..


Catatan :
Di Indonesia, sudah familiar bagi kita mengenal istilah peminatan jurusan yaitu komunikasi profesional, corporate communication, studi media hingga jurnalisme dalam jurusan ilmu komunikasi. Sedangkan untuk perguruan tinggi di luar negeri, istilah-istilah yang sering muncul adalah areas of study, research areas atau primary areas of study. Kalau menurutku, istilah-istilah ini meski artinya tidak bisa disamakan dengan istilah "peminatan jurusan" dalam bahasa Indonesia, tetapi sudah cukup untuk dijadikan acuan guna menentukan konsentrasi keilmuan yang akan kita ambil di jenjang doctoral itu ke arah mana. Mau ke arah media, jurnalisme, komunikasi kehumasan, komunikasi politik, dll. Pastikan kalian mendalami dan mencari referensi mendalam tentang kampus dan jurusan bahkan jika memungkinkan sampai ke mata kuliah. Eits, jangan lupa peran seorang supervisor untuk mahasiswa S3 juga tidak kalah penting. Pastikan apa yang ingin kalian pelajari, juga sesuai dengan apa yang menjadi minat supervisor kalian. Kalau mungkin kalian ada pendapat lain, bisa tuliskan di kolom komentar ya untuk menyempurnakan tulisan ini. Terima kasih sudah mampir. 


Follow instagram @zanza_bela! (Adm/Zan)

11/19/21

Cerita Uji Kompetensi Penyiar TV Level 3 Kemendikbud

 


Salah satu daftar "semoga" yang tercapai (lagi) tahun ini. Ikut sertifikasi atau uji kompetensi profesi. Setelah sekitar satu tahun menunggu, akhirnya dapat beasiswa melalui beasiswa. Yeay! Untuk formasi sertifikasi yang saya dapatkan adalah uji kompetensi untuk profesi Penyiar Televisi Level 3 (atau setara D1 kalau nggak salah *cmiiw) dari Kemdikbud RI. Karena menurutku ini kesempatan emas, maka nggak aku sia-siakan. Aku membeli buku pengantar teori sebagai amunisi tes tulis. Sebenarnya kami mendapat kesempatan untuk ikut kelas upgrading sekaligus sharing dengan pengajar agar persiapan ujian lebih matang. Namun karena jadwal siaran dan dialog ke luar kota lumayan padat, aku pun tidak bisa mengikuti kelas tersebut. Show must go on! Ya belajar mandiri, ya baca-baca buku, ya berdo'a juga.

Oiya salah satu persyaratan untuk mengikuti beasiswa ini adalah tidak berstatus mahasiswa atau sedang berkuliah ya (namun setiap tahun bisa saja syarat berubah dan bergantung dari proses verifikasi data). Untuk syarat lainnya bisa dicek di masing-masing TUK / lokasi kalian ujian.

Hari ujian tiba tepatnya tanggal 17 November 2021.
Sebelum pukul 08.00 WIB saya sudah berada di lokasi. Memastikan semua berkas ujian sudah lengkap meliputi naskah berita (untuk reportase) yang dibuat di lokasi ujian, 1 lembar pas foto ukuran 3x4 berlatar merah, dan print out daftar riwayat hidup. Ujian dimulai pukul 09.00 WIB dengan tahapan pertama yaitu tes tulis.

Salah satu contoh pertanyaan untuk ujian tulis adalah sebagai berikut :


Waktu yang diberikan untuk mengerjakan tes tulis yaitu 60 menit. Lebih dari itu maka peserta tidak bisa submit jawaban. Pastikan beberapa menit sebelum waktu habis, kalian sudah menyelesaikan untuk antisipasi jika tiba-tiba koneksi hilang atau blank maka ada sisa waktu untuk mencari solusi. Setelah peserta menyelesaikan dan menekan tombol "Submit", maka peserta juga akan otomatis mengetahu berapa nilai yang didapatkan. Jika nilai ujian tulis di bawah 60, maka akan sulit untuk dinyatakan kompeten.

Tapi ada beberapa diskusi antara saya dengan peserta lain (yang juga seorang penyiar), kebetulan dia duduk di sebelah saya. Saat kami selesai mengerjakan tes tulis. Kami merasa ada pertanyaan yang membingungkan dan mengganjal. Contohnya sebagai berikut :


Menurut kalian jawabannya apa? Hehehe...
Atau yang ini nih :


Kebetulan seorang penyiar yang duduk di sampingku menjawab jawaban "bencana alam", namun juga salah. Kemudian saya menjawab opsi "berita sosial", dan tetap salah. Menurut kalian, soal ini jawabannya apa ya? Ehm....

60 menit berlalu, tes tulis selesai dan kami diberi waktu beberapa menit untuk ujian praktik. Yaitu membaca naskah berita dan reportase. Meskipun sudah biasa siaran, ternyata masih agak grogi ketika diuji dan ada asesor serta pengawas. Hehehe...

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat ujian praktik ini adalah :


Ujian selesai.
Dan hasilnya, alhamdulillah dinyatakan "Kompeten". Sertifikat masih proses pembuatan, namun pihak LSK sudah mengirimkan surat sebagai pemberitahuan kepada seluruh peserta. Yeay!




Itu tadi cerita sekilas tentang ujian penyiar televisi ini.
Terima kasih sudah mampir.
Sampai jumpa!

8/21/21

Cerita Sertifikasi BNSP Training of Trainer

Peserta ToT BNSP Batch 10

Masih cerita di tengah pandemi covid-19. Hobi yang muncul bersamaan dengan maraknya corona di Indonesia sejak 2020. Bisa tebak nggak kira-kira apa hobi baruku? Webinar hunter. Hahaha....

Selama pandemi ini kayak banyak webinar yang topiknya kece, up todate dan pematerinya pun nggak kaleng-kaleng. Karena lulus kuliahnya sudah sejak 2019, jadi jangan sampai ketinggalan isu-isu terkini apalagi yang berkaitan dengan topik komunikasi, public speaking, isu sosial pembangunan masyarakat, dan lain-lain. Sekali lagi thanks to covid-19, ya tapi aku juga pengen pandemi cepet pergi sih biar saldo lekas normal *oops

Selain pemuja webinar, beberapa bulan terakhir juga ngincer online workshop yang penyelenggaranya juga bergengsi. Seperti DigiTalent yang diselenggarakan oleh Kominfo. Dan beberapa skema sertifikasi profesi yang diselenggarakan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) juga diadakan secara online selama pandemi ini. Seperti pada April lalu saya juga mengikuti sertifikasi Kepenulisan Buku Non Fiksi dan tanggal 19-21 Agustus 2021 saya mengikuti sertifikasi ToT untuk kualifikasi pelaksanaan program pelatihan tatap muka.

Di hari pertama (19/08) seluruh pertama menerima pembekalan materi dari narasumber mengenai wawasan tentang sertifikasi kompetensi, cara menentukan SKKNI, cara membuat program pelatihan, kurikulum, silabus hingga lesson/session plan. Lumayan panas sih hari pertama. Ditambah kami juga harus menyiapkan materi untuk microteaching yang akan dipraktikkan di ujian akhir. Di hari kedua (20/08) terdapat pra asesmen dan finalisasi untuk kesiapan dokumen portofolio yang sudah mulai dicicil sejak hari pertama (dokumen program pelatihan, kurikulum, silabus dan session plan) sekaligus simulasi microteaching.

Di hari ketiga (21/08) merupakan hari ujian yang menentukan kami kompeten atau belum kompeten. Pertama-tama kami menyelesaikan ujian tertulis yang memuat materi-materi di hari pertama dan kedua. Nilai minimum yang harus didapatkan peserta adalah 80. Lumayan bikin spaneng euy.


Contoh pertanyaan pilihan ganda untuk tes tulis ToT BNSP bisa dibaca di sini.

Usai tes tulis, peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk secara bergiliran melakukan microteaching selama 20 menit dan sesi wawancara.



Meskipun sertifikasi dan ujian dilaksanakan secara online, namun tetap sesuai dengan skema kualifikasi kompetensi yang diujikan yaitu pelatihan tatap muka. Sehingga saat melaksanakan microteaching, pemaparan diatur sedemikian rupa seperti seolah-olah sedang melaksanakan pelatihan tatap muka dengan ketentuan minimal 1 peserta yang diajar dalam kelas tersebut.

Begitu seluruh tes tulis dan microteaching selesai, tahap terakhir yaitu sesi wawancara dan konfirmasi asesor terhadap dokumen portofolio peserta. Oiya tips untuk teman-teman yang ingin mengikuti sertifikasi ini, siapkan desain materi dalam power point semenarik mungkin. Karena ternyata penyajian materi dalam ppt juga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan oleh asesor.

Akhirnya selesai, dan selamat seluruh peserta sertifikasi ToT angkatan 10 ini di LSP EPI dinyatakan kompeten. Yeay! Tapi sertifikatnya baru rilis 1 bulan lagi. Hehehe...

Semoga berkah. Semoga pandemi lekas berlalu. Aamiin..
Terima kasih sudah mampir.

(Admin/Zan)
7/9/21

Quality Control Hewan Kurban Dompet Dhuafa Jawa Timur

Bersama media partner dan influencer berkeliling DD Farm Madiun

Tidak terasa sebentar lagi Idul Adha 1442 H yang jatuh pada tanggal 20 Juli 2021 nanti. Bagaimana teman-teman, apakah sudah menyiapkan kurban terbaik kalina? Eits, bukan kurban perasaan lho ya. Hehehe...

Tahun ini senang rasanya diajak oleh DD (Dompet Dhuafa) Jawa Timur untuk menyaksikan proses quality control dan pengelolaan kandang domba yang ada di DD Farm sentra Geger, Kab. Madiun (29/06). Untuk di Jawa Timur sendiri terdapat 3 DD Farm yaitu di Malang, Situbondo dan Madiun. Aku kira ya sekedar kandang seperti tempat pengembangbiakan hewan umumnya tetapi ternyata dikelola dengan sangat detail dan profesional. Sambil berkeliling kandang, saya juga ditemani Mas Eko atau aku menjuluki beliau sebagai profesor kandang DD Farm. Hehehe...

Bersama Mas Eko berkeliling DD Farm Geger, Madiun


Domba-domba di DD Farm Madiun ini didatangkan dari berbagai wilayah diantaranya dari peternak-peternak atau pihak-pihak yang bermitra dengan DD Farm karena mereka mengusung konsep pemberdayaan masyarakat.

Situasi Kandang Loading DD Farm, Madiun


Setiap domba yang baru tiba, akan transit sejenak di kandang loading untuk diamati perilakunya. Apakah terindikasi stress karena kemungkinan ada domba yang 'kaget' dengan situasi lingkungan baru atau tidak. Jika memang pengelola mendapati ada domba yang stress atau kurang sehat maka pengelola akan seketika memberikan perawatan intensif. Setelah itu domba akan ditimbang terlebih dahulu dan dikelompokkan sesuai dengan bobotnya. Yaitu terdiri dari kelompok standar, medium dan premium dengan bobot minimal 23 kg.

Proses penimbangan domba di kandang loading

Bagi domba yang sudah diketahui mana kategori kelompoknya, maka akan ditempatkan pada kandang yang sudah diberi sekat dan kose-kode tertentu. Kode tersebut bertuliskan 1Z, 1Y, dan seterusnya guna memudahkan pengelola untuk mengawasi tiap-tiap domba yang berada di dalam kandang tersebut. Dalam satu sekat diisi sekitar 8-9 ekor domba. Dan pada masing-masing domba tersebut juga diberi kalung penanda bertuliskan angka, untuk pengecekan kesehatan dan quality control tiap domba.
Domba dimasukkan dalam kandang bersekat dengan kode tertentu

Jika sampai menjelang hari raya kurban atau Idul Adha, ada domba yang bobot dan kesehatannya tidak memenuhi standar maka hewan tersebut akan diberi perawatan intensif dan dialihkan untuk Idul Adha tahun depan. Sehingga setiap hewan kurban benar-benar dicek kualitasnya. Ya, karena ibadahnya cuma 1 kali dalam 1 tahun, jadi wajar dong kalau menyiapkan yang terbaik. Hehehe....

Oiya, ketika masuk pertama kali di kandang ini ada hal yang juga mencuri perhatianku. Sama sekali aku tidak melihat pemandangan "ramban" alias rumput hiaju-hijau yang umumnya menjadi pakan para domba. Aku pun juga menanyakan pada Mas Eko. Ternyata DD Farm memberikan pakan terbaik yaitu complete feed dengan mencampurkan pakan konsentrat yang mengandung serat, protein, karbohidrat dan mineral. Wah... pantas saja domba-domba disana gemol (gemuk ginuk ginuk) dan sehat ya.

Bersama Pak Kholid, pincab DD Jawa Timur


Bagaimana?
Mungkin tertarik untuk menunaikan kurban melalui Dompet Dhuafa Jawa Timur?
Bisa mengikuti akun instagramnta di @ddjatimorg atau website kurban.dompetdhuafajatim.org ya.

Oiya, bonus nih. Selain diajak berkeliling DD Farm, kami juga diajak ke Kampung Susu Lawu, Magetan yang merupakan salah satu desa binaan DD Jatim bekerjasama dengan pemkab Magetan. Warga disana mayoritas berprofesi sebagai peternak sapi perah dan mengolah olahan susu menjadi berbagai makanan dan minuman bergizi. Ini dia dokumentasi keseruan perjalanannya.





Bersama dengan ibu-ibu di Rumah Susu Lawu

Cek video keseruannya di sini ya :)




Terima kasih sudah mampir.
(Adm/Zan)

7/5/21

Pengalaman di Simposium Indonesia SDGs Summit 1.0 (Part 2)

Beberapa peserta ISS 1.0

H+1 usai penyelenggaraan Indonesia SDG's Summit 1.0, yeay!
Kemasan acara meski virtual tapi asik dan menambah wawasan tentang isu-isu SDG's, apalagi saat sesi simposium 1-4 dihadiri narasumber yang memang pakar di bidangnya, sehingga semakin membuka wawasan kami akan isu-isu tentang "ada apa sih di Indonesia saat ini?".

Cerita persiapanku sebelum summit, juga bisa teman-teman baca di artikel sebelumnya berjudul Pengalaman di Simposium Indonesia SDG's Summit 1.0 (Part 1).

Pada hari pertama, acara diawali dengan simposium 1 bersama Kak Dennis yang merupakan founder Sekolah Saham Indonesia. Membahas mengenai financial freedom dan dunia investasi. Meskipun bukan topik baru, tetapi senang bisa lebih deep mengetahui tentang ini. Setelah  simposium 1 dilanjutkan dengan presentasi 39 peserta yang esainya telah terpilih dari total 90-an esai yang dikirimkan kepada panitia. Tips untuk teman-teman yang mungkin akan mengikuti ISS 2.0 atau forum sejenis, sebaik-baiknya ide tertulis tetapi saat presentasi harus memperhatikan durasi. Dan sampaikan dengan metode "segitiga", yaitu mengerucut ke fokus solusi/inovasi baru ke penjelasan. Jangan segitiga terbalik, karena ketika waktunya habis, maka kalian tidak akan sempat menyampaikan apa fokus solusi dan inovasi dari esai yang telah kalian buat. Aku pun overtime, kayak nyesel gitu nggak bisa tuntas menyampaikan tetapi sangat beruntung fokus dari solusi dan inovasi esai sudah tersampaikan di awal paparan. Sehingga ketika pun kehabisan waktu, dewan juri sudah mendapatkan poin utama dari apa yang ingin aku sampaikan. Kalau ingin belajar tentang powerful presentation bisa DM ke instagram @maestria.id ya.

Oke lanjut. Setelah presentasi usai, kami mengikuti simposium 2 bersama Kak Cania Citta yang membahas mengenai gender. Kak Cania merupakan Head of Content di Geolive ID. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman Top-5 esai dari kesleuruhan peserta yang telah presentasi.


Top 5 Presenter ISS 1.0


Yeay! Seperti penyakit pikiran pada umumnya, ya pasti sedikit insecure tapi benar-benar nggak nyangka bisa lolos Top 5. Untuk persiapan final di hari ke-2 ISS kami berlima mendapatkan briefing dari panitia termasuk poin-poin yang akan menjadi kriteria penilaian, yaitu :

1. Relevansi dengan tema SDG's yang menjadi tema ISS 1.0
2. Originalitas
3. Koherensi antara isu dengan ide/inovasi
4. Performance presentasi dan tanya jawab (gesture, eye contact, dll)

Dan berakhirlan sesi hari pertama ISS 1.0. Di hari ke-2 pun nggak kalah seru + deg degan tentunya. Hehehe...

Acara diawali dengan simposium ke-3. Kali ini membahas topik yang lumayan trending akhir-akhir ini yaitu membahas Quarter Life Crisis bersama Kak Nago Tejena yang merupakan Clinical Psychologist Universitas Padjadjaran. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi presentasi dari Top-5 Presenter. Mungkin ada yang akan mendaftarkan diri di ISS 2.0 dan ingin mempresentasikan esai, nah di sesi Top-5 ini ada sesi tanya jawab dari juri-juri handal. Pertanyaan yang aku dapat dari Mas Muflih Dwi Fikri (Founder Global Millenial Group) adalah siapa saja mitra untuk mewujudkan inovasiku, bagaimana teknis pelaksaan dan di akhir sesi QnA juri memberikan kesempatan 30 detik untuk memberikan closing statement. Fiuh, grogi euy. Tapi alhamdulillah sudah selesai.

Setelah itu, sembari dewan juri menentukan siapa presenter terbaik, acara dilanjutkan dengan simposium 4. Yang menurutku insightful banget karena dari sini lebih banyak hal baru yang aku ketahui tentang disabilitas. Dan ternyata pematerinya satu almamater juga di Media & Komunikasi Universitas Airlangga, hahaha.. jadi langsung klop begitu aku DM di instagram dan aku cerita juga satu almamater dengan dia. Simposium 4 diisi oleh seorang awardee beasiswa LPDP yaitu Kak Umar Syaroni. Sekarang dia masih semester 2 di Medkom UNAIR.

Jreeeng jreeeng...

Sebelum pengumuman, panitia ternyata sudah menyiapkan closing party. Ada games dan satu guest star yang menyanyikan beberapa lagu. Jadi berasa ikut konser virtual yak. Hahaha.. tapi seru, ambyar bareng-bareng peserta lainnya.

Dan saatnya pengumuman.

Peringkat 5, 4 dan 3

Peringkat 2

Peringkat 1

Nah ini daftar peringkatnya dari 5 ke 1 ya:

1. M. Audrey Hasanal - Universitas Sriwijaya (188)
2. Cycilia Ernita - Universitas Atma Jaya (199)
3. Berdit Zanzabela - Universitas Airlangga (211)
4. Rosa Diwanegara - Universitas Airlangga (212)
5. Nandasetya Kharisma - Wetrust Initiative (217)

Baru ngeh juga ternyata selisi 1 poin dengan peringkat ke-2, ada masukan dari Kak Muflih yaitu memperkuat branding. Ini masukan bagus jadi selanjutnya bisa semakin diperkuat untuk strategi branding-nya. Terima kasih semua kakak kakak panitia ISS 1.0 :)

Dan kabar gembira untuk teman-teman yang ingin mengikuti ISS 2.0, pendaftaran akan segera dibuka nih. Bisa langsung cek di website Indonesia SDG's Summit. Jika ingin bertanya mengenai kegiatan ini, bisa DM ke instagramku @zanza_bela ya.



Terima kasih sudah mampir.
(Adm/Zan)
7/3/21

Menyisihkan atau Menyisakan?

Uang yang akan kalian tabung, itu karna sudah disisihkan atau disisakan?

Bedanya apa? Kan sama sama nanti ada uang yang akan disimpan.

Kalau disisihkan, artinya sejak awal sudah ada alokasi. Misal dari 100.000, sudah diniati sejak awal "oh 40.000 untuk disimpan", sudah disisihkan. Jadi dia akan menggunakan yang separuhnya saja. Tapi lain kasus kalau tiba-tiba sakit/kena musibah, uangnya kurang dan harus menggunakan uang 40.000 tadi untuk menebus obat.

Tapi kalau "ntar lihat dulu habisku berapa, baru tak tabung". Lha kalau tiba-tiba di tengah jalan, panas dan haus t'rus ngeliat bakul es pisang ijo. Yang semula nggak pengen akhirnya pengen, padahal uangnya ngepas tinggal 10ribu sesuai harga es, ketika dia beli nah habis dong uangnya. Nggak ada sisa dan nggak jadi nabung.

Sama dengan waktu. Katanya waktu sama berharganya seperti uang. Kalau kalian menyisihkan atau menyisakan waktu?

Ketika orang yang kalian sayang atau orang yang membutuhkan bantuan kalian meminta waktu, kalian akan menyisihkan atau menyisakan?

Pilihannya tentu menyesuaikan kondisi kalian saat itu. Rasa-rasanya kalian cukup dewasa untuk mempertimbangkan mana yang sejak awal mereka berhak atas waktumu artinya memang kamu sisihkan, atau mereka yang baru menerima sisa waktumu ketika kamu sudah selesai menyelamatkan dunia.

Tapi, kalau aku pribadi akan sangat mengingat apa yang telah seseorang berikan termasuk ketika mereka memasukkanku dalam daftar penerima waktu mereka. Karna meski hanya beberapa menit mereka menyisihkan, meluangkan, bagiku mereka seperti memberi penghidupan.

Zanzabela
Juli 2021

(Adm/Zan)